Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

PEMANFAATAN DAUN JATI SEBAGAI PIGMEN WARNA CAT TEMBOK Suhardi Effendy; Sulhadi Sulhadi; Teguh Darsono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.525 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.MPS.18

Abstract

The utilization of teak leaf extract containing carotenoids for natural dyes on the manufacture of wall paint. Teak leaf extract boiled with 350 ml of water until boiling and filtered with screen mash T100. As glue is used a blend of tapioca flour and lime tohor as much as 75 grams with composition ratio (1: 3, 1: 1,3: 1). As a solvent used mix aqudes, PVAc glue and white cement. In this research, the process of making paint is by mixing all the material from pigment, adhesive, and solvent until homogeneous. Paint quality is shown through viscosity test, adhesion and density. The results of this study indicate that the best paint formulation composition is found in adhesive variation with a ratio of 3: 1 which produces density 1,3 gr/ml, viscosity 0,26 poise and 95% adhesion. Keywords: teak leaves, wall paint, viscosity test, adhesion and density
PEMANFAATAN LIMBAH PRODUKSI MIE SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN TERNAK Susi Agung Purwaningtyas; Sulhadi Sulhadi; Teguh Darsono; Aninditya Dwi Perwitasari
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.679 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.MPS.20

Abstract

Abstract One of the alternative utilization of wasted noodle production is to overcome the problem of limited amount of forage forage especially in the dry season. The purpose of this study to determine the nutrition of noodle wasted noodle production as an alternative to cattle feed. Before the nutrition testing, first the wasted noodle production enriched content. Noodle production waste is mixed with grass, rice bran, and straw. These materials are the usual feed ingredients given to cows and have been tested for their nutritional content. Rasum I obtained nutrient content: 28% crude fiber, 0.5% fine protein, 29% fat. Ration II of nutrition contained: crude fiber 24.6%, 0.5% fine protein, 25.6% fat. Ration III of nutrition contained: crude fiber 19.4%, protein 0.5%, fat 19.9 Keyword: Wasted noodles production, animal food
EKSTRAKSI KULIT BUAH NAGA SEBAGAI ALTERNATIF ZAT PEWARNA ALAMI PADA LIPSTIK Aninditya Dwi Perwitasari; Sulhadi Sulhadi; Teguh Darsono; Susi Agung Purwaningtyas; Cintia Agtasia Putri
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (588.365 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.MPS.21

Abstract

Abstrak Buah naga adalah tumbuhan yang berasal dari daerah beriklim tropis kering dan banyak dijumpai di Indonesia. Limbah kulit buah naga mengandung pigmen antosianin yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna lipstik alami. Pada penelitian ini diformulasikan sediaan lipstik dengan menggunakan kulit buah naga. Pengekstrakan kulit buah naga dilakukan dengan metode MAE. Komposisi ekstrak kulit buah naga pada lipstik yang dihasilkan divariasi 0%, 20%, dan 26%. Pengujian mutu dilakukan dengan uji stabilitas perubahan bentuk, uji rekat, uji pH, serta analisis absorbansi pigmen warna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan lipstik berbahan pewarna alami kulit buah naga yang dihasilkan memiliki bentuk yang stabil, pH mendekati pH bibir, dan absorbansi pigmen warna yang baik pada formulasi waktu ekstraksi 6 menit dan rasio pelarut 8:1. Kata-kata kunci: Kulit Buah Naga, Pewarna Alami, Lipstik. Abstract Dragon fruit is a plant that comes from dry tropical climates and can be found easily in Indonesia. The dragon fruit wasted skin contains anthocyanin pigments that can be utilized as natural lipstick dyes. In this study, lipstick formulated using dragon fruit skin. The dragon fruit skin extraction was made by MAE method. The composition of dragon fruit skin extract on the resulting lipstick varied 0%, 20%, and 26%. The quality test was done by stability test of shape change, adhesive test, pH test, and color pigment absorbance analysis. The results showed that the dye lipstick made from natural dye skin of dragon fruit produced has stable form, pH close to lips’ pH, and good color pigment absorbance at 6 minute extraction and 8: 1 solvent ratio. Keywords: Skin of Dragon Fruit, Natural Dyes, Lipstick.
APLIKASI EKSTRAK BIJI BINAHONG MERAH SEBAGAI PEWARNA ALAM RAMAH LINGKUNGAN Sriatun Sriatun; Sulhadi Sulhadi; Teguh Darsono; Riagan Bagus P
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.871 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.MPS.22

Abstract

Abstrak Telah dimanfaatkan pewarna ekstrak alami biji binahong merah dengan pengikat FeSO4, Kal(SO4)2, CaCO3, Na2CO3. Proses pembuatan larutan zat warna alami dilakukan dengan menumbuk biji binahong merah yang sudah masak. Hasil penumbukan direbus hingga mendidih dan disaring. Hasil larutan warna alami ini diaplikasikan pada dua jenis kain yaitu kain katun jepang dan sutra sifon. Pada kain katun jepang diperoleh warna yang mudah luntur apabila dicuci. Pada kain sutra, warna kain lebih tahan lama dan perubahan warna yang dihasilkan lebih jelas. Terjadi perubahan warna merah menjadi coklat dengan pengikat FeSO4.Warna kain menjadi hijau dengan pengikatNa2CO3.Warna kain menuju orange dengan pengikatKAl(SO4)2­.Pada pengikat CaCO3diperoleh warna kain lebih pudar. Analisis menggunakan aplikasi RGB, diperoleh hasil nilai RGB:164;193;227(FeSO4), 144;148;147 (Na2CO3), 135;137;132 (KAl(SO4)2­), dan43,37,23 (CaCO3). Kata-kata kunci: pewarna alami, biji binahong, RGB Abstract Ekstrak of red binahong seeds can be used as a dye with a binder FeSO4, KAl(SO4)2­, CaCO3, Na2CO3. The making proses of natural dye is by pounding the red binahong, seeds that have been ripe. Then the pounding result is boiled until boil, then filter it. The result of natural dye can be applied in two types of fabric, they are japan cotton and chiffon silk. If japanise cotton washed, will fade the color easily. While at the silk fabric. The color of the silk is more durable and clear. It will be change from red to brown with a binder FeSO4. The result of CaCO3 the cotton color will be pale. Rgb Nalysis produce RGB:164;193;227(FeSO4), 144;148;147 (Na2CO3), 135;137;132 (KAl(SO4)2­), and 43,37,23 (CaCO3). Keywords: natural dye, binahong seed, RGB
KAYU LAPIS BAMBU (BAMBOO PLYWOOD) DARI PEMANFAATAN LIMBAH KERAJINAN BILIK BAMBU Tina Anggraini; Sulhadi Sulhadi; Teguh Darsono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (338.927 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.MPS.23

Abstract

Abstrak Bambu (Bambusa vulgaris schrad) merupakan tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia. Menggunakan limbah bambu dari kerajinan maka dilakukan penelitian dengan memanfaatkan limbah kerajianan bilik bambu sebagai kayu lapis atau plywood. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik modulus patah dan modulus elastis kayu lapis bambu. Potongan bambu dengan ukuran panjang10 cm; lebar 3 cm; dan tebal 8 mm dibuat sebagai lapisan dalam pembuatan kayu lapis. Lapisan bambu hingga menjadi triplek dipres serta menggunakan perekat epoxy resin dan hardener. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kayu lapis dengan perekat 7% mempunyai modulus patah dan elastisitas tertinggi yaitu sebesar 8654 kg/cm2 dan modulus elastis sebesar 6,94. Semakin tinggi kadar perekat maka semakin tinggi nilai kadar perekat dan semakin tinggi pula nilai modulus patah dan modulus elastisitas. Kata-kata kunci: Kayu lapis bambu, modulus patah, modulus elastisitas Abstract Bamboo (Bambusa vulgaris schrad) is a plant that grows a lot in Indonesia. Using bamboo waste from handicrafts then conducted research by utilizing waste kerajianan bamboo booths as plywood or plywood. The purpose of this research is to know the characteristic Modulus of Rupture and Modulus of Elasticity of bamboo plywood. Pieces of bamboo with length of 10 cm; Width of 3 cm; And 8 mm thick is made as a layer in the manufacture of plywood. Layers of bamboo to be plywood pressed and using epoxy resin and hardener adhesive. The results showed that 7% adhesive plywood had the highest modulus of rupture and elasticity of 8654 kg/cm2 and an elastic modulus of 6.94. The higher the adhesive the higher the adhesive value and higher the modulus of the broken and the modulus of elasticity. Keywords: Bamboo plywood, Modulus of Rupture, Modulus of Elasticity
PENAMBAHAN ARANG SERBUK GERGAJI PADA BRIKET JERAMI SEBAGAI BAHAN BAKAR ALTERNATIF Anisa Aulia Marantika; Sulhadi Sulhadi; Teguh Darsono
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.987 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.MPS.24

Abstract

Abstrak Jerami merupakan hasil samping pertanian yang ketersediannya melimpah dan memiliki kandungan unsur karbon yang cukup besar. Salah satu pemanfaatan jerami adalah sebagai briket bahan bakar. Peningkatan kualitas briket dapat dilakukan dengan penambahan serbuk gergaji. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk gergaji pada kualitas briket jerami, Perbandingan komposisi arang serbuk gergaji terhadap briket jerami padi divariasikan antara 30%-70 % dengan variasi tekanan antara1000kg-3000kg. Kualitas briket ditunjukkan dengan uji porositas dan uji temperatur. Hasil penelitian didapatkan komposisi pemcampuran yang menghasilkan mutu briket terbaik dengan porositas terkecil sebesar 8,93 % dan temperatur pembakaran terbesar 377 0C adalah komposisi jerami padi 30 % dan serbuk gergaji 70 % dengan tekanan pengempaan 3000 kg. Kata-kata kunci: serbuk gergaji, briket jerami, porositas, temperatur Abstract Straw is a by-product of agriculture that is abundant in availability and has a considerable carbon element. One of the utilization of straw is as fuel briquettes. Improving the quality of briquettes can be done with the addition of sawdust. This study aims to determine the effect of the addition of sawdust on the quality of straw briquettes. Comparison of sawdust charcoal composition to rice straw briquettes is varied between 30% -70% with pressure variation between 1000kg-3000kg. Quality of briquettes is shown by porosity test and temperature test. The result showed that mixing composition resulted in the best quality of briquettes with the smallest porosity of 8.93% and the largest combustion temperature of 377 0C was 30% rice straw composition and 70% sawdust with 3000 kg forging pressure. Keywords: sawdust, straw, porosity, temperature
PEMANFAATAN ARANG TEMPURUNG KELAPA DARI LIMBAH PENGASAPAN IKAN SEBAGAI BRIKET BAHAN BAKAR Isna Lukluil Millah; Teguh Darsono; Sulhadi Sulhadi; Ahmadun Ahmadun
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.533 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.02.MPS.25

Abstract

Abstrak Briket merupakan bahan bakar padat yang dapat dibuat dari limbah padat organik. Briket bahan bakar dihasilkan dengan memanfaatkan limbah tempurung kelapa dari pengasapan ikan. Proses pembuatan briket ini melalui beberapa tahap yaitu pengambilan limbah dari tempat pengasapan ikan, penggerusan dan penyaringan mesh 40T. Dalam penelitian ini briket dilakukan pengepresan dengan variasi tekanan 1ton, 2 ton, 3 ton, 4 ton dan 5 ton. Kualitas briket ditentukan dengan uji porositas dan uji temperatur bakar briket yang dihasilkan. Kata-kata kunci: Arang tempurung Kelapa, Briket, and Uji Porositas dan Uji Temperatur Abstract Bricket is solid fuel that can be made from solid organic waste. Bricket is produced by utilising the waste of coconut shell from fish fogging. The process of making this bricket can be done through some steps: taking the waste from the place of fish fogging, breaking and filtering mesh 40 T. In this research, bricket is done with pressing in variation of force 1 ton, 2 ton, 3 ton, 4 ton and 5 ton. The quality of bricket is detemined by priority and temperature tests of the bricket that has been produced. Keyword: coconut shell, Bricket, Priority and Temperature Tests.
Identifikasi Pemahaman dan Kemampuan Penulisan Artikel Ilmiah Berbasis PTK Guru SMA Kota Pekalongan Teguh Darsono; Mahardika Prasetya Aji; Ani Rusilowati; Putut Marwoto
Jurnal Panjar: Pengabdian Bidang Pembelajaran Vol 3 No 2 (2021): Learning Innovation in Social Change and Society
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/panjar.v3i2.52977

Abstract

Menulis karya ilmiah bagi guru seharusnya juga menjadi salah satu kebutuhan, namun berdasarkan komunikasi awal dengan Kepala SMA N 2 Kota Pekalongan didapatkan informasi bahwa masih terdapat kendala yang dihadapi guru dalam penulisan artikel ilmiah. Sebagian guru masih belum mengetahui tata cara penulisan karya ilmiah yang sesuai standar akademik. Beberapa guru sudah menerapkan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam proses pembelajaran, namun guru belum terbiasa untuk mempublikasikan hasil penelitiannya. Muara publikasi sementara ini masih terbatas pada wadah bersifat lokal. Padahal, terdapat banyak sekali jurnal nasional yang dapat dijadikan sebagai tempat publikasi, misalnya jurnal yang dikelola oleh Universitas Negeri Semarang. Jurnal-jurnal tersebut merupakan jurnal ilmiah yang mencoba untuk mendesiminasikan segala macam pemikiran dan penelitian, tak terkecuali pembelajaran pada sekolah menengah. Namun demikian artikel ilmiah yang membahas problematika pembelajaran fisika yang berasal dari para guru fisika jarang dijumpai di jurnal tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan menumbuhkan motivasi guru untuk meningkatkan kompetensi profesional dan pengembangan diri pada kualifikasi akademik serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan guru dalam menulis dan mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal atau prosiding. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, praktik mengakses jurnal secara online, dan diskusi. Kegiatan ini dirasakan membawa manfaat yang besar bagi guru dan untuk selanjutnya guru berharap adanya pendampingan penulisan karya ilmiah.
Development of Arduino UNO-based Heat Practicum Tool with LM35 Sensor to Improve Student Graphic Interpretation Mufid Eska Nurcahya; Sarwi Sarwi; Teguh Darsono
Physics Communication Vol. 9 No. 1 (2025): February 2025
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/pc.v9i1.4461

Abstract

Technology is the result of the process of scientific development. 21st century technology has developed rapidly in the scope of education. High-level thinking is an important competency for students in the 21st century. For this reason, learning planning is needed that is able to improve high-level thinking competencies, especially in terms of student interpretation. Many practical lessons at SMA N 1 Balapulang are still not technology-based. This research aims to produce a practical tool based on Arduino UNO to improve graphic interpretation for high school students. This type of research is Research and Development (R & D) and uses a research model, namely ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Based on validation by tool experts, it was found that the practical tool media developed received a score of 92.5% in the very good category. The characteristics of the media developed are the Arduino UNO microcontroller with an LM35 sensor to read the temperature of the liquid being measured, the interface of the Arduino UNO is PLX-DAQ software so that it is stored in MS Excel, there is a LKPD developed to make it easier for students during practicum. The results of improving student graphic interpretation seen from the pre-test and post-test obtained an average score from 57.11% to 89.61%. The N-Gain value obtained was 0.72, where there was an increase in graphic interpretation for students in the high category. The results of the analysis of heat change calculations proportional to temperature changes can improve student interpretation of graphs.
Sajian Gendhing Eling-eling untuk Pergelaran Ebeg pada Grup Seni Tradisional Budaya Laras, Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara Langlang Handayani; Teguh Darsono; Sunarno; Slamet Haryono; R Indriyanto; Indrawan Nur Cahyono; Haydnn Caesha Maulana; Aditya Bagus Wicaksana
Varia Humanika Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/vh.v5i2.14416

Abstract

Penyajian gendhing Eling-eling menjadi elemen penting dalam pergelaran seni pertunjukan tradisional Ebeg, yang membutuhkan pengrawit yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Bertolak dari permasalahan grup Budaya Laras yang mengalami kesulitan dalam menyajikan gendhing Eling-eling untuk mengiringi tarian Ebeg yang dimainkan oleh anggotanya, tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Semarang menggelar kegiatan pelatihan dengan model action learning berbasis fasilitasi. Pelatihan dilaksanakan dengan frekuensi sebanyak dua kali pertemuan secara luring di dusun Tempuran, Sijenggung, Banjarmangu, Banjarnegara, yang merupakan basis lokasi grup, dengan peserta para pelaku seni berjumlah 36 orang. Selain bertatap muka, peserta juga melaksanakan tugas dan mendapatkan pendampingan dengan berlatih secara mandiri dalam kegiatan rutin grup. Melalui serangkaian kegiatan pelatihan, peserta menunjukkan hasil berkegiatan berupa performa yang lebih baik dalam memainkan gendhing Eling-eling. Meskipun demikian, dengan memperhatikan penampilan penari yang belum prima selama pelatihan, maka sebagai rencana tindak lanjut akan dilaksanakan pelatihan yang mengarah pada perbaikan performa penari dalam menampilkan tarian Ebeg.