Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Potensi

PENGARUH POLA MASSA BANGUNAN TERHADAP SIRKULASI KAWASAN WISATA KOTA TUA JAKARTA Dhia Faudzan Ramadhan; Raihan Nur Said; Dedi Hantono
Jurnal Potensi Vol. 3 No. 1 (2023): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v3i1.1128

Abstract

Kawasan wisata kota tua Jakarta memiliki bangunan-bangunan tua yang lahir dari pemerintahan belanda pada abad ke-14 sampai 18. Bangunan yang ada pada Kawasan wisata kota tua memiliki sebuah pola tertentu yang terbentuk dari susunan blok-blok bangunan atau biasa disebut dengan pola massa bangunan. Pola massa yang ada di Kawasan kota tua dapat mempengaruhi sirkulasi yang terbentuk. Sirkulasi yang akan menjadi fokus pada penelitian ini adalah sirkulasi pejalan kaki. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuasi kualitatif atau deskriptif kualitatif. Menggunakan studi kasus kota tua dengan menggunakan teori oleh D.K. Ching dengan judul bukuu “Bentuk, Ruang dan Tatanan”. blok-blok bangunan yang terdapat di Kawasan kota tua membentuk sebuah pola cluster. Dari pola massa cluster ini membentuk sebuah sirkulasi utama antara tiap kelompok bangunan. Sirkulasi yang terbentuk juga beraturan sesuai pola massa cluster. Sirkulasi pejalan kaki di bagi atas pola sirkulasi pejalan kaki dari kendaraan umum dan pola sirkulasi pejalan kaki dari kendaraan pribadi. Dari hasil mapping pada pola jalur sirkulasi bagi pejalan kaki dengan menggunakan kendaraan umum, terdapat beberapa pola jalur sirkulasi yang berawal secara linear dan digabungkan dengan pola sirkulasi jaringan sehingga terbentuknya alternatif jalur sirkulasi datangnya pengunjung. Dari hasil mapping pada pola jalur sirkulasi bagi pejalan kaki dengan menggunakan kendaraan pribadi memiliki pola yang linear tidak adanya pola yang jaringan sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk berkunjung pada kawasan wisata kota tua Jakarta. Berdasarkan uraian yang ada bahwa pola massa bangunan yang telah terbentuk dapat mempengaruhi pola sirkulasi pejalan kaki, namun tidak menutup kemungkinan akan adanya perkembangan untuk memudahkan aksesbilitas bagi para pengunjung tanpa harus merusak pola massa bangunan yang telah terbentuk
KAJIAN PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG TERIH DALAM MENDUKUNG AKTIVITAS KAWASAN WISATA NONGSA KOTA BATAM Riswanto Agung Sedayu; Yuanita FD Sidabutar; Ismael MP Sinaga; Dedi Hantono
Jurnal Potensi Vol. 4 No. 1 (2024): MARET
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v4i1.1336

Abstract

Kota Batam memiliki beberapa destinasi wisata yang menarik wisatawan mancanegara maupun domestik, Kota Batam dinilai sebagai penyumbang wisatawan peringkat kedua setelah Bali. Kawasan Nongsa merupakan bagian dari kecamatan Nongsa yang dalam rencana tata ruang wilayah pembangunan Pulau Batam, ditetapkan peruntukkannya bagi pengembangan wisata. Kawasan Nongsa saat ini telah dikembangkan secara terbatas sebagai kawasan wisata/ resort dengan daya tarik wisata pantai dan lapangan golf. Pengembangan Desa Wisata Kampung Terih, Kelurahan Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam merupakan upaya memberikan alternatif tujuan wisata di Kawasan Nongsa. Pengembangan desa wisata dapat memberikan manfaat ekonomi dan pendapatan bagi masyarakat desa, serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Desa Wisata Kampung Terih memiliki peluang cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Potensi alam, budaya, dan masyarakat setempat dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa wisata yang menarik bagi wisatawan. Adapun kajian ini di jabarkan dalam metode penelitian deskripsi kualitatif menggunakan analisis strength, weakness, opportunity, threats Kajian penelitian ini meninjau potensi wilayah dalam kekuatan yang dimiliki oleh Kampung Terih adalah potensi alam, budaya, dan partisipasi masyarakat untuk mengembangkan berbagai produk dan jasa wisata. Pengembangan Desa Wisata Kampung Terih juga memiliki kelemahan, seperti aksesibilitas kurang memadai, sarana dan prasarana perlu ditingkatkan, dan pengembangan produk wisata perlu didiversifikasi.
RESPON MASYARAKAT TERHADAP DAMPAK REVITALISASI KAWASAN MONUMEN NASIONAL BAGI LINGKUNGAN SEKITAR Ria Purnamasari; Wawan Septiawan; Dedi Hantono
Jurnal Potensi Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Batam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37776/jpot.v2i2.1012

Abstract

Monas merupakan ikon sebuah kota sekaligus tempat bersejarah yang mempunyai banyak arti yang digunakan untuk mengenang perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Revitalisasi adalah upaya untuk memvitalkan kembali suatu kawasanatau tempat yang dulunya pernah vital/hidup akan tetapi kemudian mengalami ke munduran/degradasi, proses revitalisasi mencakup perbaikan aspek fisik, aspek ekonomi dan aspek sosial. Pada kawasan Monas kini sedang terjadi revitalisasi yang berlangsung sejak 12 November 2019 tujuan dari revitalisasi pada kawasan Monas ini bertujuan untuk mengembalikan Monas pada fungsinya tetapi terjadi pelanggaran yang dilakukan oleh Pemprov DKI seperti penebangan pohon yang terlalu berlebih, menyebabkan menuai banyak kecaman dari masyarkat pasalnya terjadi pengurangan ruang terbuka hijau pada kawasan Monas sementara itu lahan terbuka pada wilayah DKI Jakarta kurang dari 30% dengan adanya penebangan pohon pada kawasan Monas pasti akan mengurangi lagi lahan terbuka hijau diwilayah DKI Jakarta, sejauh ini indek standar pencemaran udara pada wilayah DKI Jakarta masih pada ambang batas normal, tetapi kita tidak tahu kedepanya akan bangaimana yang terjadi. Penelitian ini dilakuakan bertujuan untuk mengetahui respon masyarakat terhadap revitalisasi pada kawasan Monas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif dengan mengkaitkan hasil responden melalui data kuisione. Metode komparatif tersebut membandingkan antara hasil dari data responden melalui kuesioner dan kualitas udara di wilayah DKI Jakarta. Analisis data yang dilakukan dengan mengumpulkan hasil pengisian kuesioner oleh para responden dan dilakukan penarikan kesimpulan dari data yang telah didapatkan. Dari hasil analisis menghasilkan kesimpulan bahwa ruang terbuka merupakan elemen yang sangat penting bagi sebuah kota karena ruang terbuka memiliki fungdi seperti penyerapan air tanah, penguarangan polutan udaran dan lain-lain