Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

ANALISIS EFEKTIVITAS JALUR EVAKUASI DAN TITIK KUMPUL DI SEKITAR TPA SUWUNG, DENPASAR SELATAN: PENDEKATAN EKSPLORATIF SPACE SYNTAX Nugraha, Putu Gede Wahyu Satya; Utari, Cokorda Istri Arina Cipta; Saputra, I Komang Agus Satriawan Tri
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 14, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2024.v14i3.006

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas jalur evakuasi dan titik kumpul pada permukiman di sekitar TPA Suwung, Denpasar Selatan, dengan menggunakan teknik space syntax. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jalur evakuasi yang paling efektif dan menentukan lokasi titik kumpul yang aman dan mudah diakses oleh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan serta analisis menggunakan perangkat lunak DepthmapX, yang mengukur konektivitas, integrasi, inteligibilitas, dan visibilitas jalur evakuasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gang Mina Utara dan Gang Merpati memiliki potensi terbaik sebagai lokasi titik kumpul berdasarkan hasil analisis. Dengan tingkat konektivitas dan integrasi yang baik, kedua lokasi ini dianggap sangat ideal untuk memfasilitasi evakuasi dalam situasi darurat. Penelitian ini merekomendasikan implementasi jalur evakuasi yang efisien dan penempatan sistem penanda yang jelas untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
Perencanaan Rehabilitas atau Rumah Singgah Pengobatan Pasien HIV/AIDS dan Narkoba Sebagai Bentuk Layanan Sosial Utari, Cokorda Istri Arina Cipta; Mahayani, Ni Komang Indra; Riandra, Ni Putu Indah Kusumadewi
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 2 No. 2 (2024): Desember
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/rkcrhc36

Abstract

Bali Peduli memberikan layanan HIV terutama kepada populasi kunci di wilayah Kuta, Seminyak dan Denpasar yang memiliki fokus khusus pada wanita hamil, wanita dan anak-anak, wanita pekerja seks, LSL, dan pengguna narkoba infus. Permasalahan yang terjadi adalah kurang efektif perencanaan ruang dalam yayasan bali peduli diantaranya; a. efektivitas pemanfaatan, b. Masalah ruang terhadap psikologi pasien, dan c. masalah pencegahan. Selain itu, proses atau alur pasien dan ketersediaan rumah singgah belum tersedia. Tim Pengelola telah memutuskan untuk melakukan perbaikan, dan Tim Universitas Warmadewa Mengabdi membantu dalam proses perencanaan.  Perencanaan ruang dalam dan rumah singgah untuk pasien HIV/AIDS serta mengacu pada kondisi pasien serta pengelola dapat dilakukan untuk memecahkan masalah yang terjadi pada subjek penelitian. Perencanaan dan perancangan akan dilakukan selama kegiatan pengabdian, yang terdiri dari beberapa tahapan kegiatan: 1. Tahap kegiatan permulaan yaitu Mencari data dengan wawancara pengelola maupun keingin pasien yang ingin melakukan pengobatan, 2. Persiapan menggunakan metode diskusi untuk penyamaan persepsi dan penguatan komitmen kepada Atasan maupun pengelola, 3. Metode Focus Group Discussion (FGD), untuk menjaring masukan dalam rangka identifikasi kebutuhan, 4. Evaluasi serta tindakan penyusunan dokumen rencana perancangan Ruang dalam Yayasan Bali Peduli
Perencanaan dan Perancangan Wantilan Serbaguna di Desa Adat Sigaran Badung Bali Bayu, Anak Agung Bagus; Utari, Cokorda Istri Arina Cipta; Haditama, I Gusti Ngurah Hesa Respati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 9 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i9.1620

Abstract

Desa Adat Sigaran adalah salah satu dari lima desa adat yang terletak di Desa Mekar Bhuana. Desa Adat Sigaran terkenal akan kesenian tradisionalnya, seperti tarian, musik gamelan, dan seni ukir kayu. Desa Adat Sigaran berencana merancang kembali sebuah wantilan serbaguna untuk mendukung mendukung kegiatan masyarakat baik dalam kegiatan adat maupun kegiatan kemasyarakatan. Namun, belum mendapatkan pendampingan dari arsitek perencana untuk mewujudkan konsep tersebut melalui sebuah desain. Oleh sebab itu Tim PKM Universitas Warmadewa merespon kebutuhan tersebut dengan melaksanakan penjajakan awal dan diskusi dengan Bendesa Adat Sigaran untuk melihat permasalahan dan solusi yang dapat diberikan. Berasarkan hasil penjajakan awal didapatkan solusi dari Tim PKM Universitas Warmadewa adalah untuk membantu dalam proses perencanaan dan perancangan wantilan serbaguna agar nantinya nantinya dapat digunakan oleh Desa Adat untuk mengajukan proposal dalam pembangunan wantilan dan agar selanjutnya Desa dapat merencanakan anggaran dana yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas tersebut secara bertahap.
Integration Of The Therapeutic Architecture Approach In Public Buildings: Evaluation Of Priority Improvement Indicators Utari, Cokorda Istri Arina Cipta; Prasandya, Km. Deddy Endra; Nugraha, Putu Gede Wahyu Satya
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 8 No 2 (2025): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v8i2.298

Abstract

Mental health issues have become a pressing concern in the modern working environment, particularly among public service workers who are exposed to persistent occupational stress. Built environments play a critical role in mitigating psychological strain, and therapeutic architecture offers a promising spatial intervention to address mental well-being. This study investigates the application of therapeutic architectural principles in a public service building, Sewaka Dharma, located in Denpasar, Indonesia. Using the Joint Multivariate Preference (JMP) method, the research evaluates user perceptions across six core dimensions of healing design, sense of personal control, social support, positive distractions, connection to natural views, elimination of environmental stressors, and the ability to engender positive feelings. Data were collected through structured questionnaires distributed to building users, focusing on 26 sub-indicators associated with the aforementioned variables. The results show that five indicators presence of indoor water elements, availability of entertainment facilities, access to natural outdoor views, integration of interactive art, and access to food services scored significantly below the overall mean. These findings highlight specific spatial deficiencies that limit the building’s restorative function and user comfort. The study contributes practical recommendations for public facility improvements by emphasizing evidence-based spatial design strategies that enhance psychological resilience and support mental health in the workplace.
EFEKTIVITAS PENATAAN DAN SIRKULASI RUANG KOMUNAL DI DESA ADAT BAYUNG GEDE MENGGUNAKAN METODE SPACE SYNTAX Putu Gede Wahyu Satya Nugraha; Tjokorda Gede Dalem Suparsa; Cokorda Istri Arina Cipta Bagus Utari; I Putu Susila Dharma
Vitruvian : Jurnal Arsitektur, Bangunan dan Lingkungan Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/vitruvian.2025.v15i3.004

Abstract

Desa Adat Bayung Gede di Kecamatan Kintamani, Bangli, merupakan Desa Bali Aga dengan nilai sejarah dan budaya yang unik, sehingga memiliki potensi besar dalam pengembangan pariwisata. Meskipun berpotensi, desa ini belum memiliki perencanaan pengembangan wisata yang terstruktur dan berkelanjutan, yang sejalan dengan upaya Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penataan ruang komunal publik, terutama dari segi penempatan, sirkulasi, dan visibilitas sebagai dasar perencanaan ruang publik yang mendukung kegiatan social dan pariwisata. Metode yang digunakan adalah teknik Space Syntax yang mampu mengevaluasi struktur spasial berdasarkan metrik konektivitas, integrasi, dan visibilitas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hierarki spasial yang jelas; pusat-pusat utama seperti Pura Bale Agung, Pura Puseh Jro Kajangan, dan LPD Desa Bayung Gede memiliki nilai konektivitas dan integrasi tertinggi, menjadikannya titik simpul pergerakan dan interaksi sosial. Sebaliknya, fasilitas yang membutuhkan ketenangan (seperti sekolah dan pura tertentu) berada di lokasi dengan konektivitas terendah. Pola visibilitas juga menunjukkan area pusat dan ruang terbuka memiliki visibilitas tinggi, mendukung fungsi kegiatan publik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penataan ruang komunal publik di Desa Adat Bayung Gede dinilai efektif karena telah menciptakan hierarki spasial yang terorganisir dan fungsional. Pola ini berhasil mendukung aktivitas sosial, ekonomi, dan keagamaan dengan menempatkan fasilitas penting sesuai dengan kebutuhan aksesibilitas dan privasi.
Tektonika Kayu pada Museum Wiswakarma Sebagai Kajian Bentuk Struktur dan Tampilan Estetika I Wayan Angga Wiradana; Kadek Wahyu Kartika Putra; I Komang Mahendra Adi Wijaya; Cokorda Istri Arina Cipta Utari; I Gede Surya Darmawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. S1 (2021): UNDAGI: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Special Issue
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The structure is not only a construction element, but also can give birth to the aesthetics of the building. The beauty in these structures is called tectonics. The Wiswakarma Museum is a building that has beauty in its structure, so it has the potential to be explored using a tectonic approach. The tectonic concept applied using wood as the main material is called wood tectonics. Wood tectonics is a building construction system that uses wood materials and can produce an aesthetic appearance. The problem raised in this research is how to apply the concept of wood tectonic at the Wiswakarma Museum. This research was conducted with the aim of revealing the application of wood tectonics at the Wiswakarma Museum by paying attention to tectonic aspects (principle of stability, principle of strength/rigidity/rigid, principle of balance, principle of visual aesthetics of tectonic structures, and flow of load acceptance). This study uses a qualitative method that is descriptive or descriptive analysis that describes the tectonics of wood at the Wiswakarma Museum. The final result of this research is a study of wood tectonics at the Wiswakarma Museum so that later they can understand the tectonic aspects of the Wiswakarma Museum.
Publikasi Karya Arsitektur Sebagai Strategi Pemasaran Bagi Konsultan Arsitektur Dewi Ratih Purnamasari; I Komang Gelda Manika Aprizio; Komang Junida Aryadi Putra; I Wayan Widanan; Cokorda Istri Arina Cipta Utari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 9 No. S1 (2021): UNDAGI: Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Special Issue
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Architectural consultants are very dependent on the presence of service users or clients, one of the marketing strategies that is usually used without violating the Indonesian Architectural Association's code of ethics is the publication of works that have been produced. Publication of this work can use various media, such as print media (books/magazines), Social Media (Instagram, Facebook, Web), Exhibitions, Online Media, and can also be in the form of architecture students or community activities. With the advancement of technology, architectural consultants can eliminate limitations in publishing their works for marketing. By applying the Marketing Funnel theory, it explains how to reach the market and get new market segments. Several phases will be obtained by the client, namely the Awareness Phase which can increase new audiences, the Preference Phase, which is when you can convince the client with the service products provided, this it is hoped that the client can reach the Loyalty Phase when the client has continuity in working with the Consultant. Architecture.
Penerapan Tema Desain Berkelanjutan Pada Gelanggang Remaja di Kabupaten Gianyar: Bahasa Indonesia Made Gede Adi Upadana Arsitektur; I Putu Hartawan; I Nyoman Gede Maha Putra; Cokorda Istri Arina Cipta Utari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.2.9776.1-9

Abstract

Gelanggang Pemuda is a social platform for teenagers which is planned as a place for informal education for teenagers aged 10-22 years for self-development through activities they like, to expand their interests and talents. The planning and creation of this Youth Center is a solution to provide space for teenagers to fill their free time, which can be a place for youth communities and events that are focused and provide benefits. The basic consideration for planning this youth center is to look at existing youth phenom ena, for example juvenile delinquency which can be minimized with the proposed youth center. The function that will be focused on the youth arena also takes into account the interests of teenagers in Gianyar district, which include sports and the arts. This youth center will apply a sustainable design theme with the basic concept of creativity and recreation, this is related to the social behavior of teenagers who like to spend time in interesting places while honing their interests or talents to become more creative.
Penerapan Tema Ekologi pada Perencanaan dan Perancangan Pusat Konservasi Penyu di Pulau Serangan Denpasar: Bahasa indonesia Kadek Dwi Yoga Mahendra; Agus Kurniawan; I Made Mardika; Gde Bagus Andhika Wicaksana; Cokorda Istri Arina Cipta Utari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.12.1.9799.111-118

Abstract

Turtles, endangered marine reptiles, are internationally protected and regulated by national laws in Indonesia. Despite conservation efforts, research indicates a significant decline in turtle populations due to environmentally unfriendly exploitation. Bali has the potential to serve as a turtle nesting site, but existing conservation facilities are not optimal. The facilities in Bali lack attention to the needs of turtles, and limited infrastructure hampers the development of breeding grounds, especially with a shortage of research facilities. This phenomenon is feared to jeopardize the sustainability of turtle populations and damage their habitats. As a solution, a facility is proposed that integrates turtle conservation and educational tourism on Serangan Island, Bali. The design is not only recreational and educational but also meets technical conservation requirements. Serangan Island is chosen for its safety for turtles, being far from settlements, and strategically located for turtle migration. This research is a qualitative descriptive research with data collection methods in the form of observation and literature study. The Turtle Conservation Center on Serangan Island is planned with the basic concept of sustainable architecture, integrating environmental science and architecture to achieve comprehensive sustainability and the theme of Ecological Architecture, maintaining the balance of natural and artificial environments. Thus, the presence of the Conservation Center is expected to not harm the environment and increase public awareness of the importance of turtle conservation.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN PUSAT PROMOSI DAN PENGEMBANGAN KERAJINAN KERAMIK DI DESA KERRAMAS, GIANYARR: Indonesia Putu Mahaditha; I Nyoman Nuri Arthana; Cokorda Istri Arina Cipta Utari
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu daerah penghasil kerajinan keramik di Bali adalah Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Tetapi data dari Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) mencatat banyaknya keramik import dari Cina yang merusak pasar sehingga kerajinan keramik lokal menjadi kalah saing. Hal ini menunjukkan adanya urgensi untuk meningkatkan daya saing keramik ini dengan pendekatan yang sesuai dengan konteks arsitektur dan dikemas menjadi wadah berupa fasilitas untuk kegiatan membuat keramik. Desa Keramas adalah sebuah desa yang terletak di Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Desa ini dikenal sebagai salah satu penghasil kerajinan keramik di Bali, yang dimana masyarakatnya memiliki kemampuan dalam pengolahan tanah liat menjadi kerajinan keramik glasir. Oleh karena itu, lokasi yang akan dipilih berada di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Dengan pendekatan budaya dan lingkungan, konsep dasar Sustainability Of serta tema Arsitektur Neo Venkular menciptakan bangunan yang tidak hanya menarik namun mampu dalam menfasilitasi segala kegiatan yang berkaitan dengan kerajinan keramik.