Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

IDENTIFIKASI STAKEHOLDER DAN IMPIKASINYA TERHADAP KESUKSESAN SEBUAH PROYEK STUDI KASUS: PROYEK THE BALADEWA VILLAS-BALI Widanan, I wayan; Gunawarman, Anak Agung Gede Raka
Jurnal Arsitektur ZONASI Vol 4, No 2 (2021): Vol. 4 No. 2(2021): Jurnal Arsitektur Zonasi Juni 2021
Publisher : KBK Peracangan Arsitektur dan Kota Program Studi Arsitektur Fakultas Pendidikan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jaz.v4i2.34428

Abstract

Penelitian ini akan memaparkan proses identifikasi stakeholder dan menganalisa pengaruhnya dalam mencapai kesuksesan sebuah proyek. Selain itu penelitian ini akan memaparkan pemahaman tim terhadap budaya organisasi dan karakteristik dari budaya negara asal timnya. Isu ini akan di analisa melalui studi kasus proyek baladewa villa – Bali. Penelitian ini akan dimulai dengan mengekplorasi dan mengkaji literatur manajemen stakeholder dan dan budaya dalam konteks manajemen proyek. Kemudian akan dilakukan penjelasan singkat dan deskripsi studi kasus dan menunjukkan bagaimana manajemen stakeholder dapat berkontribusi positif terhadap kesuksesan sebuah proyek.Penelitian ini akan meyimpulkan pengaruk stakeholder dan harapan manajemen terhadap keberhasilan sebuah proyek. Penelitian ini juga akan berkontribusi dalam memberikan pemahaman yang lebih baik  terhadap budaya organisasi dan budaya sebuah negara untuk mempertajam harapan dari stakeholder kunci dan membangun sebuah strategi manajemen stakeholder yang efektif dalam pelaksanaan sebuah proyek. 
PERENCANAAN PENATAAN PURA PENATARAN MANIK GENI SEBAGAI PETANDA AREAL SUCI DI KAWASAN PURA SAD KAHYANGAN LUHUR ANDAKASA, KARANGASEM I Wayan Wirya Sastrawan; I Gede Surya Darmawan; I Wayan Widanan
Jurnal Anala Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.10.2.1317.27-33

Abstract

Pura Luhur Andakasa adalah salah satu pura bagian dari Sad Khayangan yang ada di Bali. Pura ini terletak di Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem. Pura ini terletak di dataran tinggi lebih dari 200 mdpl. Sebelum mencapai Pura Luhur Andakasa, para pemedek akan menjumpai Pura-Pura Penataran dibawahnya. Pura-pura ini kemudian disebut Pura Penataran di kawasan Andakasa. Salah satunya adalah Pura Penataran Manik Geni. Pada Pura Penataran Manik Geni ini, penataan Pura berdasarkan konsep Tri Mandala belum terlihat jelas antara area Nista Mandala, Madya Mandala, dan Utama Mandala. Dengan kondisi eksisting Pura Manik Geni tersebut, ada keinginan dari pengempon pura terutama untuk kembali menata dan melengkapi fasilitas pura sehingga dapat berfungsi dengan semestinya. Oleh sebab itu dengan adanya rencana penataan kembali Pura Manik Geni, maka diperlukan gambar masterplan dan Detail Engineering Design (DED) yang terencana dengan baik. Sehingga diharapkan dengan adanya gambar tersebut dapat membantu pengempon pura pada proses penataan selanjutnya, sekaligus bila diperlukan dapat dijadikan kelengkapan pada pengajuan proposal penggalian dana.
Pengabdian Berbasis Masterplan dalam Penyusunan Rencana Penataan Pura Dadia Teben Dayang Bersama Kelompok Masyarakat Pengemong Pura di Desa Sibetan Kecamatan Bebandem Karangasem Bali Widanan, I Wayan; Permatasari, Putri Ayu Devy; Haditama, I Gusti Ngurah Hesa Respati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 2 No. 6 (2024): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v2i6.1224

Abstract

Pura Dadia Teben Dayang merupakan pura keluarga atau pura klan yang berlokasi di Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura Dadi ini tergolong sebagai pura tua dan telah berdiri sebagai fungsi adat keagamaan bagi masyarakat Desa Sibetan, khususnya dalam menghormati para leluhur pendiri klan. Terjadinya gempa pada tahun 2021 berdampak pada kerusakan bangunan-bangunan Pura, sehingga menyebabkan tampilan/ estetika pura menjadi kurang nyaman. Seiring berkembangnya juga masyarakat yang bersembahyang ke pura beserta kegiatan-kegiatan keagamaan pura, Pura juga menghadapi tuntutan kebutuhan penambahan bangunan seperti penambahan Bale untuk kegiatan masyarakat. Permasalahan-permasalahan yang menjadi kebutuhan masyarakat adat Desa Sibetan ini terangkum sebagai rumusan masalah desain penataan yang akan diselesaikan oleh Tim PkM Universitas Warmadewa yang masuk dalam kegiatan pengabdian tahun 2024. Metode pelaksanaan pengabdian akan menerapkan desain partisipatif yang bersifat kolaborasi penuh antara Tim PkM dengan Masyarakat yang akan menjadi pengguna dari Pura. Diharapkan dengan mempergunakan metode tersebut akan dapat menhasilkan Desain Penataan Pura Dadia Teben Dayang yang sesuai kebutuhan sekaligus mampu menerapkan kaidah-kaidah perancangan arsitektur atau struktur Pura yang tepat.
Determining The Theme For Architectural Design Of Tourist Accommodation Based On Big Data In The Canggu Village Area, Badung, Bali Widanan, I Wayan; Prabawa, Made Suryanatha; Wiguna, Made Mas Surya
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 7 No 2 (2024): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v7i2.204

Abstract

Canggu Village is the area in the Badung Regency, Bali, which has recently grown to be one of the main attractions for tourists. Accordingly, this region has undergone rapid development and an increase in tourism-oriented facilities. Unfortunately, not all of these facilities have been built with architectural themes related either to the demands of the market or to the Canggu or Bali Villages' local characteristics. On the other hand, information technologies have reached a point where much data, popularly known as Big Data, is constantly available and can be analyzed for any purpose. Such inconsistency in the architectural themes expressed with the availability of Big Data has presented the possibility of determining what architectural theme fits the tourism market in Canggu Village. The objective of this research is to establish the more exact architectural design theme for tourist accommodation in Canggu Village based on Big Data analysis, while maintaining respect for local architecture value, form, and norm. The quantitative approach in research is adopted during this research. In this case, it means data was collected through Big Data exploration. Further, the analysis was done using the comparative-correlational method. Data revealed that the highest ratio falls into Modern minimalist architecture, followed by modern Balinese architecture. It means the application of such themes in the Canggu Village area is concerned with Modern Minimalist Architecture and Modern Balinese Architecture. In the future, consideration must be given towards including both themes to maintain the local identity of the architecture in Canggu Village.
Analysis Of Intelligibility And Connectivity-Integration Relationships In The Canggu Village Space Network Based On Space Syntax Prabawa, Made Suryanatha; Widanan, I Wayan; Wiguna, Made Mas Surya; Dwi Putra, Made Jaguandana; Antara, I Made Rudita
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 7 No 2 (2024): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v7i2.209

Abstract

Canggu Village, located in Badung Regency, Bali, is a popular tourist destination known for its beach and nightlife, which has led to rapid tourism development. This growth has both positive and negative impacts, including traffic congestion and uncontrolled construction. To address these issues, this study analyzes the spatial planning of Canggu Village, focusing on accessibility, connectivity, interaction, and intelligibility. The aim of this analysis is to be able to produce output values ​​for aspects of the level of effectiveness of spatial planning which in the future can be used as a reference for providing recommendations for more appropriate village tourism development so that tourism development and community residential needs can still stand side by side. Using a quantitative-experimental approach and Space Syntax analysis via the DepthmapX application, the research finds: (a) low to moderate local connectivity (average 2.46) with limited intersections; (b) relatively low local integration (mean 1.04), requiring more effort for movement; (c) high intelligibility (R² = 0.87722), allowing effective navigation; and (d) numerous minor roads emerging from major routes, creating an accessible spatial structure. This raises questions about the factors influencing connectivity amid unplanned development. Suggested development plan according to research results are: 1) Improving Connectivity in Local Areas (intersection/direct routes); 2) Boosting Integration Between Tourism Zones; 3) Optimizing navigation; 4) Tourism Supporting Infrastructure Development; 5) Involvement of Technology and Smart Tourism.
Analysis Of The Level Of Integration And Spatial Connectivity In The Space Configuration Of Bongkasa Pertiwi Tourism Village Based On Space Syntax Prabawa, Made Suryanatha; Widanan, I Wayan; Wiguna, Made Mas Surya; Ilham, Lalu Attaridji; Krisnantara, Gede
Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Event Management Vol 6 No 2 (2023): Journey : Journal of Tourismpreneurship, Culinary, Hospitality, Convention and Ev
Publisher : Politeknik Internasional Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46837/journey.v6i2.170

Abstract

As a quite popular Tourism Village, Bongkasa Pertiwi Village, located in Badung Regency, Bali Province, has experienced many spatial developments within its territory. The development was based on the findings of prior investigations show the phenomenon of spatial transformation of residents' houses both as a place for tourist accommodation and the economy. The spatial transformation that occurs increases the density of buildings and changes the spatial layout of the village area, so that in the future as a tourism village that will continue to grow, To find out, more research is require to measure the optimal level of spatial configuration in terms of inter-spatial connectivity and integrity in village spatial planning. The importance of this research is that the findings can be utilized as guidelines for village spatial design, making it more efficient and improving the quality of interaction between space users (residents and tourists). This study uses a Quantitative - Experimental method based on Space Syntax analysis. The results showed that the average level of connectivity was 2.19407 (highest "5"), integrity 0.286216 (highest "2.11"), and intellibility at R2: 0.0107275 (best close to "1"), The analysis' findings reveal a limited amount of connection between locations (space / area), so that social interaction that occurs between actors in village spatial planning is also low. These results indicate that the development of interaction center points is very much needed in the current Village Spatial Planning. The development must be based on the highest spatial connectivity-integration points based on space syntax analysis (found 4 area points) in order to obtain optimal results.
Sustainable Design Optimization in Fast-track Projects: A Case Study of Hospitality in Bali Widanan, I Wayan; Adhika, I Made; Dwijendra, Ngakan Ketut Acwin; Yudantini, Ni Made
ASTONJADRO Vol. 14 No. 4 (2025): ASTONJADRO
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/astonjadro.v14i4.19094

Abstract

The hospitality industry in Bali faces a significant challenge in adopting green architectural practices amid the increasing demand for fast development through fast-track methods. Although this method accelerates the completion of projects, many criticize its impact on environmental sustainability. This article explores sustainable design optimization strategies in fast-track projects by highlighting elements such as utilizing local materials, energy efficiency, and natural resource management. Case studies on several eco-friendly hotels in Bali were used to develop recommendations for architects and developers to implement design models that accelerate construction without neglecting sustainability. This research uses a qualitative approach with case study methods and in-depth interviews with industry experts. The study results show that applying environmentally friendly technology and structured project management can improve sustainability in fast-track projects. Therefore, the integration of green design practices into fast construction methods is an essential solution to support the environmental sustainability and hospitality industry in Bali.
PERANCANGAN DINDING PENAHAN TANAH DALAM UPAYA PELESTARIAL LINGKUNGAN DESA SIBETAN, KEC. BEBANDEM, KARANGASEM, BALI I Putu Ellsa Sarassantika; I Nengah Sinarta; I Wayan Widanan; I Made Wahyu Pramana
Jurnal Abdi Daya Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Abdi Daya Vol.5 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/jad.5.2.2025.1-10

Abstract

Desa Sibetan di Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, menghadapi tantangan dalam pengelolaan dataran tinggi yang digunakan sebagai setra adat. Wilayah ini rentan terhadap longsor dan kerusakan lahan akibat hujan deras, yang mengancam fungsi jalan dan kegiatan agama masyarakat. I Made Mustiawan, pemimpin masyarakat Desa Sibetan, mengakui pentingnya dukungan dari Universitas Warmadewa untuk memberikan solusi berkelanjutan. Dalam upaya pengabdian masyarakat, dilakukan survei awal pada 13 Februari 2024 untuk memahami kondisi geografis dan lingkungan desa. Survei mencakup pemetaan daerah rawan longsor, analisis kualitas tanah, dan identifikasi faktor risiko. Data ini menjadi dasar perencanaan dan pembangunan dinding penahan tanah yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Selain itu, penyuluhan akan diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan. Program ini diharapkan memberikan solusi berkelanjutan dan dampak positif bagi masyarakat Desa Sibetan.
ANALISIS RISIKO PEMODELAN CASH FLOW PROYEK INVESTASI REAL ESTATE DI KABUPATEN BADUNG DENGAN PROGRAM @RISK Ni Komang Armaeni; I Wayan Widanan; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/pd.5.2.377.46-62

Abstract

Pendanaan dalam investasi proyek-proyek real estate biasanya dilakukan dengan cara konvensional yaitu pendanaan dengan modal sendiri dan pinjaman berupa hutang jangka panjang dalam komposisi tertentu. Hal ini tentunya menjadi kendala yang akan dihadapi oleh perusahaan maupun investor yaitu ketersediaan dana internal dan karakteristik dari masing-masing sumber pendanaan sehingga mengakibatkan biaya modal dan tingkat pengembalian modal yang tidak optimal. Keadaan tersebut merupakan suatu hal yang menarik untuk diamati, sehingga risiko-risiko yang mungkin timbul dalam investasi proyek-proyek real estate dapat diminimalkan dan selanjutnya dapat dipilih beberapa alternatif investasi yang paling rasional. Untuk kondisi di Kabupaten Badung, belum ditemukan adanya kajian tentang risiko investasi dalam bidang real estate. Oleh karena itu penelitian ini sangat penting untuk dilaksanakan sehingga dapat mengantisipasi risiko kerugian dalam investasi real estate di Kabuapten Badung. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui besar probabilitas keuntungan atau kerugian yang terjadi, mengetahui pengaruh komposisi modal dan faktor yang dominan mempengaruhi risiko dari berbagai skenario investasi real estate di kabupaten Badung sehingga dapat bermanfaat bagi investor yang akan menanamkan modalnya untuk melakukan investasi real estate di kabupaten Badung dan dapat mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Adapun metode yang digunakan adalah metode inferensial, yaitu suatu metode untuk menganalisis data dari suatu sampel untuk kemudian membuat kesimpulan tentang populasinya. Sedangkan analisis risiko yang dilakukan adalah analisis risiko secara kuantitatif (quantitative risk analysis) dengan program @ Risk. Hasil analisis risiko dengan program @Risk dengan diagram Distribusi menunjukkan bahwa semakin besar modal sendiri semakin besar probabilitas nilai NPV > 0 dan nilai BCR > 1 yang berarti bahwa semakin besar peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan peluang mengalami kerugian yang lebih kecil. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel penting yang memberikan pengaruh sangat besar (berkorelasi) terhadap NPV dan BCR yaitu luas lahan dan harga lahan per m2 memberikan korelasi negatif, harga rumah tipe 45/100 dan harga rumah tipe 54/100 memberikan korelasi positif. Kata kunci: investasi real estate, analisis risiko kuantitatif dan program @ Risk
Studi Aksesibilitas pada Ruang Terbuka Publik Terhadap Penyandang Disabilitas di Taman Kota Lumintang Denpasar I Wayan Widanan; Made Anggita Wahyudi Linggasani; Gde Bagus Andhika Wicaksana
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 6 No. 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.6.2.1025.82-89

Abstract

Open space is a concept of public space to accommodate people from all backgrounds. Open spaces must also consider the existence of people with disabilities. A public open space considered a failure if the public space is not able to accommodate disabled people. The construction and procurement of city parks as one of the typologies of public open space that’s become one of the programs launched by the Denpasar City government in order to improve the quality of life of city dwellers and increase the growth of RTH and city RTNH. The existence of public space as one of the urban space entities is a unit that is not separated from the city system. Which has a role as a fulfillment of the living needs of the community which includes living, working and recreation. The Aim of this study is to provide an analysis of the process of implementing disability accessibility as the main aspect that has been applied to public spaces in Taman Kota Lumintang. This study uses a comparative description method by examining the types and forms of public open space in urban areas which are then compared with regulatory documents and related literature studies. From the analysis obtained from the comparison of existing literature conditions and existing regulations, found that Lumintang City Park conditions were far from ideal conditions for people with disabilities and there was an imbalance between the application of regulations and open public design space. The conclusion is in the form of alternative modeling that provide ideal conditions for Lumintang City Park should. Ruang terbuka publik merupakan suatu konsep ruang untuk mengakomodasi masyarakat dari seluruh kalangan dan latar belakang, dalam artian ruang terbuka publik juga harus mempertimbangkan keberadaan kaum difabel. Suatu ruang terbuka publik dianggap gagal apabila ruang tersebut tidak mampu mengakomodasi masyarakat difabel. Pembangunan dan pengadaan taman kota sebagai salah satu tipologi ruang terbuka publik merupakan salah satu program yang dicanangkan oleh pemerintah Kota Denpasar dalam rangka peningkatan kualitas hidup penduduk kota dan meningkatkan pertumbuhan RTH maupun RTNH kota. Keberadaan ruang publik sebagai salah satu entitas ruang kota merupakan satu kesatuan yang tidak dipisahkan dengan sistem kota yang memiliki peranan sebagai pemenuhan kebutuhan hidup bagi masyarakat yang meliputi tempat tinggal, bekerja, dan rekreasi. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan analisa terhadap proses pengaplikasian aksesibilitas disabilitas sebagai aspek utama yang sudah diterapkan pada ruang publik Taman Kota Lumintang. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi komparatif dengan mengkaji jenis dan bentuk ruang terbuka publik pada daerah perkotaan yang kemudian dikomparasikan dengan dokumen peraturan serta kajian literatur yang terkait. Dari analisa yang didapat dari komparasi kondisi eksisting terhadap literatur serta peraturan yang ada didapatkan bahwa kondisi Taman Kota Lumintang masih jauh dari kondisi ideal terhadap kaum difabel dan terdapatnya ketimpangan antara pengaplikasian peraturan terhadap perancangan ruang terbuka publik, sehingga dihasilkan alternatif permodelan untuk memberikan kondisi ideal Taman Kota Lumintang yang seharusnya.
Co-Authors Anak Agung Gede Raka Gunawarman Antara, I Made Rudita Dewa Ayu Nyoman Sriastuti, Dewa Ayu Nyoman Dewa Gde Agung Dhiva Pramudya Dewi Ratih Purnamasari Dwi Putra, Made Jaguandana Edwin, Komang Gede Rio Fernando Ardha Harawikrama Haditama, I Gusti Ngurah Hesa Respati I Gede Agus Ryananta Mudawan I Gede Krisna Putra I Gede Surya Darmawan I Gede Surya Darmawan, I Gede Surya I Kadek Agus Berliana Arbi I Kadek Dwika Satriya I Ketut Sugihantara I Komang Gelda Manika Aprizio I Made Adhika I Made Wahyu Pramana I Nengah Sinarta I Nyoman Gede Maha Putra I Nyoman Warnata I Putu Egatama Arya Putra I Putu Ellsa Sarassantika I Putu Gede Adi Purusa Maha Wiranata I Putu Gede Adi Purusa Maha Wiranata I Putu Sidharta Nanda Kusuma I Putu Surya Mitra I Putu Surya Mitra I Wayan Parwata I Wayan Runa I wayan sudita purnawan PURNAWAN I Wayan Wirya Sastrawan I Wayan Wirya Sastrawan Ida Bagus Yoga Artha Wiguna Wiguna Ilham, Lalu Attaridji Ilyas Rizal Ramadhan Kadek Putra Santika Narayana Komang Edwin Komang Junida Aryadi Putra Krisna Adi Suryantara Putra Krisnantara, Gede Linggasani, Made Anggita Wahyudi Made Mas Surya Wiguna Made Yogi Wikrama Putra Mustika, Ni Wayan Meidayanti Ngakan Ketut Acwin Dwijendra Ni Komang Armaeni Ni Komang Indra Mahayani Ni Luh Putu Indiani Ni Made Yudantini Ni Putu Ayu Sri Wahyuni Ni Putu Mei Lestari Ni Putu Mely Kusuma Ningsih Ni Wayan Meidayanti Mustika Pande Putu Dwi Novigga Artha Permatasari, Putri Ayu Devy Prabawa, Made Suryanatha Pratiwi, Ni Made Widya Putra, I Gede Krisna Putri, Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Sakina Mashadi Sastrawan, Wirya Sugihantara, I Ketut Suryantara Putra, Krisna Adi Tjokorda Gede Dalem Suparsa Utari, Cokorda Istri Arina Cipta Wahyuni, Ni Putu Ayu Sri Wicaksana, Gde Bagus Andhika Wijaya, I Kadek Merta Wirya Sastrawan, I Wayan