Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : snimed

Sistem Informasi Geografis Masyarakat Keterbelakangan Mental di Kabupaten Ponorogo Riyanto, Didik; Iswari, Lizda; Muhimmah, Izzati
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) 2016: Prosiding SNIMED 2016
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract.  Penelitian ini mengangkat tema tentang pengolahan data pasien keterbelakangan mental berbasis sistem informasi geografis. Lokasi penelitian di Kabupaten Ponorogo yang dikenal banyak memiliki konsentrasi warga dengan keterbelakangan mental. Sistem dibangun untuk empat jenis pengguna, yaitu Admin sebagai pengelola sistem, Operator yang melibatkan aparatur desa sebagai penyedia data di lapangan, Pemerintah yang dalam hal ini ditujukan untuk Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan setempat, dan Masyarakat Umum yang membutuhkan profil sebaran pasien keterbelakangan mental di Kabupaten Ponorogo. Adapun fitur-fitur utama sistem meliputi peta sebaran pasien berdasarkan tempat tinggal dan kategori keterbelakangan mental, dan laporan dalam bentuk grafik terkait dengan populasi pasien berdasarkan kelompok usia, kategori penyakit, dan tingkat keahlian yang dimiliki. Berdasarkan hasil pengujian sistem terhadap pengguna dapat dinyatakan bahwa sistem informasi yang dibangun bermanfaat dan dapat diaplikasikan di lingkungan dinas-dinas terkait setempat.Keywords: Retardasi Mental, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Pemetaan Pasien
Analisis Association Rule Mining Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue Kusumadewi, Sri; Sabella, Billy; Iswari, Lizda
Seminar Nasional Informatika Medis (SNIMed) 2016: Prosiding SNIMED 2016
Publisher : Magister Teknik Informatika, Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya penyebaran penyakit DBD menjadikan indikator penyebab penyebaran penyakit tersebut juga semakin bertambah. Terdapat sejumlah faktor yang memungkinkan munculnya penyakit DBD, seperti faktor host (umur, jenis kelamin, mobilitas), faktor lingkungan (kepadatan rumah, adanya tempat perindukan nyamuk, tempat peristirahatan nyamuk, kepadatan nyamuk, angka bebas jentik, curah hujan), dan faktor perilaku (pola tidur, kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, menguras, membuang/mengubur sarang nyamuk). Untuk mengetahui hubungan antar parameter terhadap penyebaran penyakit DBD digunakan pengujian analisis korelasi.Pengujian analisis korelasi biasanya menggunakan nilai signifikan atau p-value 5%.Setelah dilakukan pengujian korelasi, kemudian dilakukan teknik diskretisasi pada data parameter yang mempunyai pengaruh terhadap kejadian penyakit DBD.Teknik diskretisasi yang dilakukan menggunakan teknik statistik dengan mencari jumlah kelas dan interval atau lebar kelas.Aturan asosiasi merupakan metode untuk menggambarkan hubungan antar item pada data transaksional ataupun data relasional. Aturan asosiasi akan divisualisasi berupa grafik plot yang menunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian DBD. Dimana plot-plot yang tervisualisasi akan menunjukkan sebagai parameter-parameter yang mempengaruhi penyebab kejadian DBD.Hasil pengujian korelasi dengan nilai signifikan atau p-value 5% menyatakan bahwa curah hujan, kelembaban udara, kelompok usia penderita DBD dan kepadatan penduduk terdapat hubungan yang signifikan terhadap kejadian penyakit DBD. Hasil pengujian dengan menggunakan nilai support 0.2 dan confidence 0.8 mendapatkan sebanyak 3 aturan asosiasi. Pada aturan pertama yaitu menjelaskan bahwa kelembaban udara pada kelas 7 atau kisaran 85%-87% dan dengan kejadian kasus DBD pada kelas 1 atau sebanyak 0-7 kasus akan mempengaruhi kejadian kasus DBD pada usia kelompok 0-4 tahun sebesar 94%. Hasil visualisasi dengan parameter yang mempengaruhi kejadian penyakit DBD sebagai sumbu X dan kelas sebagai sumbu Y menggambarkan bahwa kelembaban udara akan mempunyai titik di kelas 7 dengan warna biru lebih pekat dibandingkan usia penderita dan kasus DBD karena titik berada di kelas 1.