Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

THE CONCEPT OF JUSTICE IN QUR’AN AND HADITH Aden Rosadi; Syahrul Anwar; Ateng Ruhendi
Asy-Syari'ah Vol 23, No 1 (2021): Asy-Syari'ah
Publisher : Faculty of Sharia and Law, Sunan Gunung Djati Islamic State University of Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/as.v23i1.9520

Abstract

Abstract: This paper tries to explain about the concept of justice both contained in al-Qur’an and hadith. As part of the implementation of Islamic law and the subsystem of national law, the role and position of the (Islamic) judiciary is very strategic and significant. The existence and position of the principles of justice not only lies in the theoretical development through academic studies, but also practically can provide its own color in the implementation of Islamic law in Indonesia. The implementation of the judicial principles is not only a normative individual obligation, but also a collective obligation involving both academics, legal practitioners and the government. Theoretically and practically, the principles of justice embodied in Qur’an and Hadith greatly affect the course of law and justice enforcement through religious court in Indonesia.Abstrak: Tulisan ini mencoba menjelaskan tentang konsep keadilan baik yang tertuang dalam Alquran maupun hadits. Sebagai bagian dari implementasi hukum Islam dan subsistem hukum nasional, peran dan kedudukan lembaga peradilan (Islam) sangat strategis dan signifikan. Keberadaan dan kedudukan asas keadilan tidak hanya terletak pada perkembangan teoritis melalui kajian akademis, tetapi juga secara praktis dapat memberi­kan warna tersendiri dalam penyelenggaraan syariat Islam di Indonesia. Pelaksanaan prinsip kehakiman bukan hanya kewajiban normatif individu, tetapi juga kewajiban kolektif yang melibatkan akademisi, praktisi hukum, dan pemerintah. Secara teoritis dan praktis, prinsip keadilan yang terkandung dalam Alquran dan Hadits sangat mempengaruhi perjalanan dan implementasi keadilan di Indonesia dalam upaya menegakkan hukum dan keadilan.
PELAKSANAAN PENENTUAN NISHAB ZAKAT PROFESI PNS MENURUT FATWA MUI NO. 3 TAHUN 2003 DI KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN CIAMIS Verina Salisa Azhara; Ateng Ruhendi
Al-Muamalat: Jurnal Ekonomi Syariah Vol 7, No 2 (2020): July
Publisher : Department of Sharia Economic Law, Faculty Sharia and Law, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/am.v7i2.13513

Abstract

Salah satu profesi umat muslim di Indonesia saat ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS), penghasilan mereka merupakan salah satu subjek zakat yang disebut zakat profesi, dan setiap zakat dikeluarkan apabila telah mencapai nishab. Majelis Ulama Indonesia mengatur zakat profesi dalam Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 Tentang Zakat Penghasilan. Ciamis merupakan salah satu contoh kota kabupaten yang menerapkan peraturan tersebut. Namun Kementerian Agama Kab. Ciamis mengambil zakat profesi setiap bulan dari semua golongan PNS, meskipun sebagian penghasilan PNS golongan tertentu belum mencapai nishab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi di Kantor Kementerian Agama Kab. Ciamis dalam penentuan nishab zakat profesi PNS yang ditinjau oleh Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Ketentuan nishab zakat profesi PNS yang diterapkan di Kantor Kementerian Agama Kab. Ciamis tidak sepenuhnya mengikuti regulasi yang dijadikan patokan seluruh instansi di Kab. Ciamis, baik Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 maupun Keputusan Ketua BAZNAS Nomor 142 Tahun 2017. 2) Pelaksanaan zakat profesi PNS di Kantor Kementerian Agama Kab. Ciamis tidak selaras dengan Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 sebab zakat dikenakan kepada semua golongan PNS, zakat diambil dari penghasilan kotor, serta zakat dikeluarkan meskipun belum mencapai waktu haul.
Work pressure management in Islamic educational administration: insights from Fathi Abu Nasr Atep Muhammad Lutfi; Mukhamad Najikh; Iska Fatmawati; Ateng Ruhendi; Izzuddin Musthafa
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v5i2.1952

Abstract

This study examined work pressure management within Islamic educational administration by bringing Fathi Abu Nasr’s ideas into dialogue with contemporary management theory. The study addressed a gap in the literature: modern discussions of organizational stress are largely framed through psychological and behavioral perspectives, while systematic comparative analyses that connect Islamic educational administration with contemporary management remain limited. Using qualitative library research and comparative content analysis, the study analyzed Abu Nasr’s educational management framework alongside modern perspectives on stress regulation, emotional intelligence, and organizational support. The findings show that both perspectives emphasize self-regulation, motivation, and supportive environments, but differ in their epistemological foundations and ultimate aims. Abu Nasr’s framework grounds work pressure management in spiritual discipline, ethical responsibility, and accountability before God, whereas contemporary management primarily approaches it as a matter of adaptation, effectiveness, and well-being. Based on this comparison, the study proposes a holistic model of work pressure management that integrates spiritual regulation, ethical leadership, cognitive-behavioral adaptation, and organizational support. This model contributes to Islamic educational administration by linking productivity, psychological resilience, and transcendental accountability in a more integrated conceptual framework.
THE RELEVANCE OF ISLAMIC EDUCATIONAL PHILOSOPHY IN GLOBAL CHALLENGES Ateng Ruhendi; Fardan Abdul Basith; Dwi Haryanto Hamdani; Ayi Dini Purwandi; Muhammad Ridwan Aziz
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i2.7312

Abstract

Kajian ini menggali landasan konseptual dan filosofis pendidikan dalam Islam dengan mengkaji karya-karya klasik maupun kontemporer, antara lain Ihya’ ‘Ulum al-Din karya al-Ghazali, Ta’lim al-Muta’allim karya al-Zarnuji, Khasha’ish at-Tashawwur al-Islami karya Sayyid Qutb, Manhaj at-Tarbiyah fi at-Tashawwur al-Islami karya Ali Ahmad Madkur, dan Manahij at-Tarbiyah al-Islamiyyah oleh Majid Arsan al-Kilani. Analisisnya berfokus pada tiga dimensi inti ontologi, epistemologi, dan aksiologi filsafat pendidikan Islam serta relevansinya dengan teori-teori pendidikan yang diutarakan oleh para ulama terkemuka tersebut. Temuan menunjukkan bahwa pendidikan Islam berakar pada kerangka filosofis yang kokoh di mana manusia dipahami sebagai entitas holistik yang terdiri dari dimensi fisik dan spiritual, yang keduanya harus dikembangkan menuju realisasi insan kamil (manusia yang sempurna). Secara epistemologis, pendidikan Islam mengacu pada wahyu, akal, dan pengalaman manusia sebagai sumber pengetahuan yang terintegrasi. Orientasi aksiologisnya berpusat pada pengembangan akhlak yang mulia , harmonisasi pengetahuan dan tindakan, serta pemb培养an peserta didik yang bertanggung jawab secara etis. Teori-teori pendidikan yang dikemukakan oleh para cendekiawan Islam menekankan pentingnya niat, adab yang baik , metode pedagogis yang integratif, dan orientasi sosial serta ideologis dalam pembelajaran. Dalam konteks kontemporer, perspektif filosofis dan teoretis pendidikan Islam tetap relevan dalam mengatasi tantangan global seperti kemerosotan moral, sekularisasi pengetahuan, dan pengaruh luas paradigma budaya modern. Mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam sistem pendidikan diharapkan dapat menumbuhkan generasi Muslim yang taat, berpengetahuan, berlandaskan etika, dan mampu memberikan kontribusi positif kepada masyarakat dan peradaban global.
Work pressure management in Islamic educational administration: insights from Fathi Abu Nasr Atep Muhammad Lutfi; Mukhamad Najikh; Iska Fatmawati; Ateng Ruhendi; Izzuddin Musthafa
Educenter : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2026): Educenter: Jurnal Ilmiah Pendidikan
Publisher : ARKA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55904/educenter.v5i2.1952

Abstract

This study examined work pressure management within Islamic educational administration by bringing Fathi Abu Nasr’s ideas into dialogue with contemporary management theory. The study addressed a gap in the literature: modern discussions of organizational stress are largely framed through psychological and behavioral perspectives, while systematic comparative analyses that connect Islamic educational administration with contemporary management remain limited. Using qualitative library research and comparative content analysis, the study analyzed Abu Nasr’s educational management framework alongside modern perspectives on stress regulation, emotional intelligence, and organizational support. The findings show that both perspectives emphasize self-regulation, motivation, and supportive environments, but differ in their epistemological foundations and ultimate aims. Abu Nasr’s framework grounds work pressure management in spiritual discipline, ethical responsibility, and accountability before God, whereas contemporary management primarily approaches it as a matter of adaptation, effectiveness, and well-being. Based on this comparison, the study proposes a holistic model of work pressure management that integrates spiritual regulation, ethical leadership, cognitive-behavioral adaptation, and organizational support. This model contributes to Islamic educational administration by linking productivity, psychological resilience, and transcendental accountability in a more integrated conceptual framework.
RELEVANSI MAHARAH AT-TA'AMUL MA'A AS-SIJILLAT AT-TARBAWIYAH DENGAN STANDAR PENGELOLAAN PENDIDIKAN Ateng Ruhendi; Rusman Nursiansyah; Sofwan Gozali; Raka Akhmad Hilman Nurwahyu; Nurjaman Wahyu Ramdani
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2026): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v14i2.7234

Abstract

Penelitian ini berangkat dari pentingnya pengelolaan catatan pendidikan (sijillāt tarbawiyyah) sebagai instrumen strategi dalam tata kelola lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Keterampilan Mahārah at-Ta'āmul ma'a as-Sijillāt at-Tarbawiyyah sebagaimana dikemukakan Abu Naser dinilai relevan untuk menjawab kebutuhan pengelolaan dokumen pendidikan yang sistematis, akuntabel, dan berorientasi mutu. Penelitian ini bertujuan menjawab pertanyaan mengenai bagaimana relevansi konsep tersebut dengan Standar Pengelolaan Pendidikan dalam regulasi nasional. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menganalisis karya primer Abu Naser serta peraturan seperti Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian antara prinsip dokumentasi dalam perspektif administrasi pendidikan Islam dengan tuntutan standar nasional, terutama dalam aspek perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi berbasis data. Temuan ini berdampak pada penguatan tata kelola pendidikan Islam melalui integrasi nilai-nilai etis, efisiensi administrasi, serta peningkatan akuntabilitas lembaga. Kajian ini menekankan pentingnya model pengembangan catatan pengelolaan yang menggabungkan prinsip administrasi Islam dan standar nasional untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan pendidikan.
Quranic Interpretation Of Halal Food and Its Implementation In The Economic Development Of Sharia Nasrudin Nasrudin; Ateng Ruhendi; Nina Nursari; Jujun Jamaludin
ISLAMICA Vol 7 No 1 (2023): ISLAMICA
Publisher : STAI Siliwangi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59908/islamica.v7i1.72

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the role of halal food described in the Quran for the fulfillment of basic human needs which ultimately intersect with economic activities, one of which is in the development of the sharia economy. This research uses a descriptive qualitative approach, with a review of documents. The results of this paper are more focused on the interpretation of Q.S. al-Baqarah Verse 168 and al-Maidah Verse 88 in the tafsir al-Maraghy and al-Misbah. So that in the explanation describes the extent to which the implementation of this verse can move humans in conducting the economy based on the teachings practiced by the Prophet SAW, especially those related to the development of the sharia economy.Keywords: sharia economics, halal food, qur'anic interpretation Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran makanan halal yang dijabarkan dalam al-Quran untuk pemenuhan kebutuhan pokok manusia yang pada akhirnya bersinggungan dengan kegiatan ekonomi, salah satunya dalam pengembangan ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan penelaahan dokumen. Hasil penelitian dari tulisan ini lebih difokuskan pada penafsiran Q.S. al-Baqarah Ayat 168 dan al-Maidah Ayat 88 dalam tafsir al-Maraghy dan al-Misbah. Sehingga dalam penjelasannya menjabarkan sejauh mana implementasi ayat ini dapat menggerakkan manusia dalam melakukan perekonomian dengan berlandaskan ajaran yang dipraktikkan oleh Rasulullah SAW terutama yang berhubungan dengan pengembangan ekonomi syariah.