Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : IKON

REPRESENTASI BUDAYA PARTIARKI DALAM IKLAN TELEVISI SARIWANGI VERSI #MARIBICARA Nadya Najna; Siti Maryam; Ratu Nadya W
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 24 No 1 (2020): Vol 24 No 1 Bulan April 2020 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.269 KB)

Abstract

Penindasan terhadap kaum perempuan melekat dalam masyarakat karena adanya budaya patriarki. Dalam budaya patriarki, laki-laki memegang kontrol dan hak dominan dalam masyarakat umum dan kehidupan rumah tangga sehingga menempatkan perempuan dalam posisi subordinat. Budaya patriarki yang ada pada masyarakat mau tidak mau ikut terepresentasikan oleh media massa termasuk iklan. Iklan yang mungkin dianggap deskripsi keseharian masyarakat, sehingga dianggap biasa atau normal saat menampilkan budaya yang patriarkis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yaitu analisis semiotik dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Iklan yang dianalisis dalam penelitian ini adalah iklan SariWangi versi #MariBicara. Tujuan penelitian adalah untuk (1) mengetahui bagimana budaya patriarki direpresentasikan dalam iklan televisi dan (2) mengetahui makna denotasi, konotasi, dan mitos dari bentuk-bentuk patriarki dalam iklan televisi. Konsep dan teori yang digunakan sebagai acuan dalam penelitian ini adalah budaya patriarki dan teori kelompok bungkam. Hasil penelitian adalah ditemukannya representasi budaya patriarki dalam iklan SariWangi versi #MariBicara berupa pembagian peran, otoritas dalam pengambilan keputusan, dan ketimpangan gender. Bentuk-bentuk pembungkaman juga direpresentasikan dalam iklan ini.
MANAJEMEN KRISIS HUMAS BADAN METEOROLOGI KLIMATOLOGI DAN GEOFISIKA DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA PERUSAHAAN Siti Maryam; Arsandra Pinky Pangestu
Ikon --Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Vol 24 No 2 (2020): Vol. 24 No. 2 Agustus 2020 IKON
Publisher : Program studi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (715.564 KB)

Abstract

Gempa bumi yang menyebabkan Tsunami di Palu dan Banten menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa. Peringatan dini Tsunami Palu yang dianggap terlalu cepat diakhiri dan tsunami Banten dianggap gelombang tinggi menyebabkan kekecewaan masyarakat pada kinerja BMKG yang dianggap kurang professional, dan hal ini menimbulkan krisis di BMKG. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen krisis peringatan dini tsunami Palu dan tsunami Banten tahun 2018 yang dilakukan BMKG dalam mempertahankan citra perusahaan. Metode yang digunakan kualitatif pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, dokumentasi dan literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah model Miles dan Huberman, terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian manajemen krisis humas BMKG melakukan tahap–tahap manajemen krisis sesuai dengan model Steven Fink yaitu melalui Tahap Prodomal yaitu tanda atau prediksi sebelum adanya krisis, Tahap Akut yaitu tahap krisis mulai muncul, Tahap Kronik yaitu tahap humas BMKG melakukan upaya manajemen krisis untuk mempertahankna citra dan Tahap Resolusi atau Penyembuhan yaitu tahap BMKG melakukan refleksi dan evaluasi pada lembaga.