Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Namun, tingginya penggunaan media digital belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan penggunaan bahasa Indonesia yang santun serta efektif dalam komunikasi daring. Permasalahan yang ditemukan pada masyarakat mitra meliputi rendahnya pemahaman mengenai etika komunikasi digital, penggunaan bahasa yang kurang santun di media sosial, serta minimnya kesadaran terhadap dampak sosial dari komunikasi digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang santun, efektif, dan bertanggung jawab dalam komunikasi digital. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, workshop, focus group discussion, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Materi pelatihan difokuskan pada etika komunikasi digital, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan efektif, penyusunan pesan komunikatif, serta pencegahan ujaran kebencian dan komunikasi provokatif di media sosial. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, pre-test dan post-test, serta penilaian praktik komunikasi digital peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan bahasa Indonesia yang santun dalam media digital. Peserta menjadi lebih mampu menyusun pesan yang komunikatif, mengurangi penggunaan bahasa negatif, serta memahami pentingnya etika komunikasi dalam media sosial. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung juga menunjukkan bahwa program pengabdian sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital saat ini. Selain meningkatkan literasi digital masyarakat, kegiatan ini turut berkontribusi dalam membangun budaya komunikasi yang positif, harmonis, dan bertanggung jawab di ruang digital. Dengan demikian, program pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas komunikasi digital masyarakat dan dapat menjadi salah satu model penguatan literasi bahasa dan literasi digital berbasis pemberdayaan masyarakat.