Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGEMBANGAN APLIKASI KEMAHASISWAAN JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO (ASIK-JPTE) BERBASIS CLOUD COMPUTING Dyah Vitalocca; Edi Suhardi Rahman; Nurul Mukhlisa Abdal
Jurnal Media Elektrik Vol. 18 No. 1 (2020): MEDIA ELEKTRIK
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/metrik.v18i1.5413

Abstract

Jurusan Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (JPTE FT UNM) merupakan salah satu jurusan dengan jumlah mahasiswa terbanyak. Namun tidak berbanding lurus dengan jumlah tenaga kependidikan yang terlibat, jumlah tenaga pendidik yang mencapai 50 orang hanya dikelola berkas administratifnya oleh satu hingga dua orang tenaga kontrak. Dampak dari hal tersebut membuat pengelolaan data kemahasiswaan menjadi tidak tertangani dengan baik. Faktor kelalaian menjadi penyebab utama data mahasiswa tidak terekam dengan baik, serta data kemahasiswaan tidak tertelusur, sehingga sulit menjadi alat ukur keberhasilan visi misi Program Studi maupun Fakultas. Dibutuhkan solusi pengelolaan kemahasiswaan dan persuratan yang terpadu sehingga dapat efektif dalam pelayanan akademik serta membantu pemangku kebijakan memperoleh informasi akurat dan tepat dalam merefleksi program kerja yaitu dengan membangun SIJUPE (Sistem Informasi Akademik Terpadu JPTE). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sistem informasi akademik terpadu JPTE yang berbasis cloud computing sebagai solusi penyimpanan data berjumlah besar. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen, lokasi penelitian di JPTE FT UNM dan masa penelitian berlangsung selama delapan hingga satu tahun. Melalui aplikasi ini diharapkan dapat (1) Merekam data data mahasiswa aktif, (2) Merekam data data mahasiswa aktif, (3) Merekam data alumni, (4) Memperbaharui status mahasiswa aktif setiap semester, (5) Memperbaharui status pekerjaan alumni setiap semester, (6) Menyaring secara otomatis data mahasiswa selesai studi ke kelompok data alumni, (7) Memberikan notifokasi pembaruan data secara berkala pada operator, (8) Menyajikan informasi ketelusuran alumni.
Penguatan Kompetensi Bahasa Asing melalui Program Literasi Bahasa Jerman Berbasis Komunitas Ambo Dalle; Johar Amir; Nurul Mukhlisa Abdal; Misnah Mannahali; Arlian Fachrul Syaputra
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.733

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi bahasa asing masyarakat melalui program literasi bahasa Jerman berbasis komunitas. Kegiatan dilaksanakan di Kota Makassar dengan melibatkan pelajar, mahasiswa, guru, dan komunitas belajar bahasa asing sebagai mitra utama. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya kemampuan literasi bahasa Jerman, keterbatasan praktik komunikasi, kurang optimalnya pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran, serta belum terbentuknya komunitas belajar yang berkelanjutan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, program dilaksanakan melalui metode workshop, focus group discussion (FGD), demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan berbasis komunitas. Materi pelatihan mencakup penguatan kosakata dan komunikasi dasar bahasa Jerman, penggunaan media digital pembelajaran, serta pemanfaatan aplikasi berbasis AI dalam pembelajaran bahasa asing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program berhasil meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami kosakata dasar, melakukan percakapan sederhana, membaca teks pendek, serta menggunakan media digital untuk belajar bahasa Jerman secara mandiri. Peserta juga menunjukkan peningkatan motivasi belajar, rasa percaya diri dalam berkomunikasi, dan partisipasi aktif dalam kegiatan komunitas. Selain itu, program berhasil membentuk lingkungan belajar kolaboratif yang mendukung pengembangan literasi bahasa asing secara berkelanjutan. Pemanfaatan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran terbukti membantu peserta memperoleh pengalaman belajar yang lebih interaktif dan fleksibel. Dengan demikian, program literasi bahasa Jerman berbasis komunitas dapat menjadi model pengabdian masyarakat yang efektif dalam meningkatkan kompetensi bahasa asing dan literasi digital masyarakat di era globalisasi.
Pendampingan Penggunaan Bahasa Indonesia yang Santun dan Efektif dalam Komunikasi Digital Masyarakat Johar Amir; Ambo Dalle; Nurul Mukhlisa Abdal; Misnah Mannahali; Femmy Angreany
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i1.734

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Namun, tingginya penggunaan media digital belum sepenuhnya diimbangi dengan kemampuan literasi digital dan penggunaan bahasa Indonesia yang santun serta efektif dalam komunikasi daring. Permasalahan yang ditemukan pada masyarakat mitra meliputi rendahnya pemahaman mengenai etika komunikasi digital, penggunaan bahasa yang kurang santun di media sosial, serta minimnya kesadaran terhadap dampak sosial dari komunikasi digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang santun, efektif, dan bertanggung jawab dalam komunikasi digital. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, workshop, focus group discussion, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi kegiatan. Materi pelatihan difokuskan pada etika komunikasi digital, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan efektif, penyusunan pesan komunikatif, serta pencegahan ujaran kebencian dan komunikasi provokatif di media sosial. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, pre-test dan post-test, serta penilaian praktik komunikasi digital peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menggunakan bahasa Indonesia yang santun dalam media digital. Peserta menjadi lebih mampu menyusun pesan yang komunikatif, mengurangi penggunaan bahasa negatif, serta memahami pentingnya etika komunikasi dalam media sosial. Antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung juga menunjukkan bahwa program pengabdian sesuai dengan kebutuhan masyarakat di era digital saat ini. Selain meningkatkan literasi digital masyarakat, kegiatan ini turut berkontribusi dalam membangun budaya komunikasi yang positif, harmonis, dan bertanggung jawab di ruang digital. Dengan demikian, program pendampingan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas komunikasi digital masyarakat dan dapat menjadi salah satu model penguatan literasi bahasa dan literasi digital berbasis pemberdayaan masyarakat.