Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan antara External Locus of Control dengan Kepuasan Kerja pada Anggota Kepolisian Rahmaini Fahmi; Jasmadi Jarmadi; Fatmawati Fatmawati
Psikoislamika: Jurnal Psikologi Islam Vol 16, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.439 KB) | DOI: 10.18860/psi.v16i1.7603

Abstract

Job satisfaction is one of the work variables that contribute greatly to the effectiveness of the organization and the work itself. Individual job satisfaction arises from a person's perception of how well the work provides something meaningful. On the other hand, external locus of control is a factor that influences an individual's perception of the environment, including the work environment. For this reason, this study aimed to find out how the relationship between external locus of control and job satisfaction is on Police Members at the Aceh Regional Police Headquarters. This study used a quantitative method with sampling based on simple random sampling technique. The sample in this study amounted to 287 people and the results showed that there was a relationship between external locus of control and job satisfaction on Members of the Police at the Aceh Regional Police Headquarters with Pearson correlation test values r=-0,232, p=0,000 (0,05). These results indicate that there is a very significant negative relationship between external locus of control and job satisfaction on Members of the Police at the Aceh Regional Police Headquarters.
Spirituality and Psychological Well-Being of Students Affected by Pandemic Covid-19 in Banda Aceh Nadia Syahputri; Safrilsyah Safrilsyah; Fatmawati Fatmawati
Journal of Islamic and Contemporary Psychology (JICOP) Vol. 3 No. 1s (2023): (Special Issue The 9th IIUCP). Journal of Islamic and Contemporary Psychology
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/jicop.v3i1s.12360

Abstract

Spirituality is an attitude that reflects the spirit of religiosity and religion. Spirituality includes many special things such as admiration, gratitude, feelings of love, compassion, and the desire to be close to God. One of the factors that influence spirituality is psychological well-being. This study aims to determine the relationship between spirituality and psychological well-being of UIN Ar-Raniry students. This study uses a quantitative approach with the correlational method. The Sampling was carried out using a proportionate stritified random sampling technique of 342 students at UIN Arraniry, Banda Aceh. Data was collected using two questionnaires, (1)Spirituality Scale which was made based on aspects of Underwood (2006) with a reliability result of α = 0.929, and (2) Psychological Well-Being Scale which was made based on aspects of Ryff (1989) ) with a reliability result of α = 0.927. The data analysis used in this study is the Spearman Rank correlation which shows that there is a relationship between spirituality and psychological well-being, with an r2 value of 0.577, with p = 0.000 (<0.05), which indicates that there is a very significant positive relationship between spirituality with psychological well-being in UIN Ar-Raniry Banda Aceh students affected by Covid-19
PELATIHAN REGULASI EMOSI PADA ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA JROH NAGUNA BANDA ACEH Rawdhah Binti Yasa; Fatmawati Fatmawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.399-411

Abstract

Emosi merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam kehidupan manusia karena ia akan memberi warna pada tingkah laku yang ditampilkan individu. Emosi ini biasanya akan timbul dalam konteks “interaksi” dan pada saat berinteraksi, dibutuhkan suatu kemampuan untuk membangun hubungan yang positif dengan individu lainnya. Kemampuan ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosi. Salah satu bentuk pelatihan untuk mengembangkan kecerdasan emosi adalah dengan membuat program yang terstruktur melalui pelatihan regulasi emosi. Pelatihan ini terdiri dari lima sesi, yaitu: berkenalan dengan emosi, kenali dan kelola emosi diri, kenali dan pahami perasaan orang lain, berpikir positif, dan komunikasikan perasaanmu. Pelatihan regulasi emosi ini diberikan kepada 8 remaja yang sedang dalam proses rehabilitasi hukum di UPTD Rumoh Seujahtera Jroh Naguna Banda Aceh. Dari proses pelatihan ditemukan bahwa aspek emosi merupakan salah satu hal yang memegang peranan penting dalam kehidupan karena mewarnai kehidupan manusia, pengelolaan emosi dapat dipelajari dan dilatih dengan cara berinteraksi dengan orang lain, dan pelatihan regulasi emosi merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan emosi.
PELATIHAN REGULASI EMOSI PADA ANAK YANG BERKONFLIK DENGAN HUKUM DI UPTD RUMOH SEUJAHTERA JROH NAGUNA BANDA ACEH Rawdhah Binti Yasa; Fatmawati Fatmawati
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.399-411

Abstract

Emosi merupakan salah satu hal yang berperan penting dalam kehidupan manusia karena ia akan memberi warna pada tingkah laku yang ditampilkan individu. Emosi ini biasanya akan timbul dalam konteks “interaksi” dan pada saat berinteraksi, dibutuhkan suatu kemampuan untuk membangun hubungan yang positif dengan individu lainnya. Kemampuan ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosi. Salah satu bentuk pelatihan untuk mengembangkan kecerdasan emosi adalah dengan membuat program yang terstruktur melalui pelatihan regulasi emosi. Pelatihan ini terdiri dari lima sesi, yaitu: berkenalan dengan emosi, kenali dan kelola emosi diri, kenali dan pahami perasaan orang lain, berpikir positif, dan komunikasikan perasaanmu. Pelatihan regulasi emosi ini diberikan kepada 8 remaja yang sedang dalam proses rehabilitasi hukum di UPTD Rumoh Seujahtera Jroh Naguna Banda Aceh. Dari proses pelatihan ditemukan bahwa aspek emosi merupakan salah satu hal yang memegang peranan penting dalam kehidupan karena mewarnai kehidupan manusia, pengelolaan emosi dapat dipelajari dan dilatih dengan cara berinteraksi dengan orang lain, dan pelatihan regulasi emosi merupakan salah satu bentuk pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengembangkan kecerdasan emosi.