Chairuddin P. Lubis
Departemen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara / RSUP H. Adam Malik Medan

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Penanganan Demam pada Anak Inke Nadia Diniyanti Lubis; Chairuddin Panusunan Lubis
Sari Pediatri Vol 12, No 6 (2011)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp12.6.2011.409-18

Abstract

Fobia demam yang terjadi pada orang tua seringkali mendorong orang tua untuk mencari informasi mengenai penanganan demam pada anak. Definisi demam bervariasi, tetapi banyak yang mendefinisikan demam sebagai temperatur >38oC. Pengukuran suhu tubuh anak haruslah mempertimbangkan masalah ekonomis, juga merupakan pengukuran yang sederahana dan cepat dan tidak menimbulkan ketidaknyamanan pada anak. Berbagai penanganan demam telah diketahui secara umum termasuk dengan pemberian antipiretik maupun dengan metode fisik. Jenis antipiretik yang disetujui pemberiannya pada anak ialah parasetamol dan ibuprofen. Pemilihan antipiretik, cara pemberian, dan dosis antipiretik penting untuk diketahui oleh praktisi maupun orangtua dalam menangani demam, sehingga informasi yang lengkap harus diberikan kepada orang tua pada setiap kunjungan untuk mencegah kesalahan pemberian obat dan juga mencegah toksisitas antipiretik
Enterobiasis pada Anak Siska Mayasari Lubis; Syahril Pasaribu; Chairuddin P Lubis
Sari Pediatri Vol 9, No 5 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.878 KB) | DOI: 10.14238/sp9.5.2008.314-8

Abstract

Enterobiasis merupakan infeksi yang sering terjadi dalam satu keluarga atau pada orang yang tinggaldalam satu rumah. Infeksi cacing sering diduga pada anak yang menunjukkan rasa gatal di sekitar anuspada waktu malam hari. Anal swab merupakan metode terbaik dalam mendiagnosis enterobiasis.Pemeriksaan periodik disertai dengan pengobatan yang adekuat akan dapat membantu mengurangi kejadianenterobiasis pada anak. Meskipun demikian, masih terdapat kesulitan dalam mengontrol enterobiasis olehkarena mudahnya penularan dan reinfeksi
Efektivitas Kombinasi Artesunat-Klindamisin dengan Kinin-Klindamisin pada Pengobatan Malaria FalciparumTanpa Komplikasi pada Anak Erika S. Panjaitan; Syahril Pasaribu; Muhammad Ali; Munar Lubis; Chairuddin P. Lubis; Ayodhia P. Pasaribu
Sari Pediatri Vol 13, No 6 (2012)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp13.6.2012.420-5

Abstract

Latar belakang. Kombinasi antimalaria termasuk artemisinin sering tidak sesuai secara farmakokinetika sehingga berpotensi untuk resistensi. Untuk itu penilaian terhadap kombinasi artemisinin dengan obat yang mempunyai waktu paruh yang pendek diperlukan dalam pengobatan malaria falciparumtanpa komplikasi pada anak. Tujuan. Untuk membandingkan efektifitas kombinasi artesunat-klindamisin dengan kinin-klindamisin pada pengobatan malaria falciparumtanpa komplikasi pada anak.Metode. Penelitian dilakukan dengan metode uji klinis acak terbuka yang dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2010 di Mandailing Natal, Propinsi Sumatera Utara. Subjek berusia 7 sampai 12 tahun dan dijumpai Plasmodium falciparumpada pemeriksaan darah tepi. Kelompok I menerima kombinasi artesunat-klindamisin (artesunat 4mg/kg, dan klindamisin 7mg/kg, per dosis). Kelompok II menerima kombinasi kinin-klindamisin (kinin 4 mg/kg dan klindamisin 7mg/kg, per dosis). Kedua kelompok beri obat dua kali sehari selama tiga hari berturut-turut. Parasitemia dihitung pada hari 1, 2, 3, 7, 14, dan 28. Analisis didasarkan intention to treat analysis.Hasil. Penelitian diikuti dua ratus anak. Adequate clinical parasitological respons dari artesunat-klindamisin dijumpai berbeda secara bermakna dibandingkan kinin-klindamisin 94% dan 62% (p=0,0001). Kesembuhan artesunat-klindamisin dicapai hari ke-3 dan ke-4 belas 97% (p=0,001). Kesembuhan kinin-klindamisin dicapai pada hari ke-14 dan ke-28 92% (p=0.236). Pada pengamatan tidak dijumpai efek samping yang serius.Kesimpulan.Kombinasi artesunat-klindamisin lebih efektif dari pada kinin-klindamisin pada pengobatan malaria falciparumtanpa komplikasi pada anak
Efikasi Kinin-Doksisiklin pada Pengobatan Malaria Falsiparum Tanpa Komplikasi Fitri Arianty Lubis; Syahril Pasaribu; Chairuddin P. Lubis
Sari Pediatri Vol 10, No 4 (2008)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp10.4.2008.246-9

Abstract

Pengobatan malaria masih merupakan masalah yang sering dihadapi karena terjadinya resistensi terhadap beberapa obat anti malaria. Kombinasi dua macam obat saat ini yang sering dipergunakan, terutama pada daerah hiperendemis, untuk meningkatkan efikasi dari obat tersebut. Kombinasi kinin-doksisiklin adalah salah satu kombinasi obat anti malaria yang dapat diberikan sebagai terapi alternatif untuk pengobatan malaria falsiparum tanpa komplikasi. Pada beberapa penelitian ditunjukkan bahwa kombinasi kedua obat ini mempunyai efikasi yang baik.