Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Fenomena Unmet Need di Kampung KB Saidi Santoso; Yoyok Hendarso; Elisa Wildayana
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol 5 No 2 (2022): Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.861 KB) | DOI: 10.31539/kaganga.v5i2.4930

Abstract

The purpose of this research is to analyze the phenomenon of Unmet need in KB village. This research method is a quantitative analysis using secondary data from the 2021 Family Data Collection (PK 21). The population used was all PUS in the Rambang Kapak Tengah District with a sample of 326 PUS. Descriptive statistical analysis used in this study through three stages, namely: univariate analysis, bivariate analysis (Chi Square) and multivariate. The results of this study are three factors that can influence Unmet need, including age at first marriage, number of children and age of wife. The conclusion of the research is that after being analyzed there are three factors that influence unmet need and there are three factors that do not affect Unmet need in the KB village. Keywords: Don't want Children, Unmet Need, Want Delayed Children
Manfaat Program CSR PT TeL Pulp and Paper untuk Pendidikan dan Kesehatan Masyarakat (People) Desa Banuayu Cecilia Tobing; Randi Randi; Yoyok Hendarso; Yusnaini Yusnaini
Sinar Dunia: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2023): Maret : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Ilmu Pendidikan
Publisher : Universitas Maritim AMNI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.165 KB) | DOI: 10.58192/sidu.v2i1.664

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian mengenai manfaat program CSR PT TeL Pulp and Paper bagi pendidikan dan kesehatan masyarakat Desa Banuayu Kecamatan Empat Petulai Dangku Kabupaten Muara Enim, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan menggunakan teori triple bottom line dari John Elkington. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program CSR PT TeL Pulp and Paper untuk pendidikan dan kesehatan masyarakat Desa Banuayu. Dalam menganalisis manfaat program CSR PT TeL Pulp and Paper bagi masyarakat Desa Banuayu dapat disimpulkan bahwa PT TeL Pulp and Paper memberikan manfaat pendidikan dan kesehatan (people) Desa Banuayu dengan pengadaan program beasiswa ikatan dinas Bidiksitel, bantuan peralatan sekolah, bantuan fasilitas mencuci tangan, program sunatan massal.
Stigma Sosial Terhadap Mahasiswi Pelanggar Tata Tertib Mayani Mayani; Yoyok Hendarso; Abdullah Idi
SOCIETAS Vol 8 No 2 (2019): Societas : Jurnal Ilmu Administrasi dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v8i2.2555

Abstract

Stigma terbentuk dari penyimpangan yang dilakukan individu dan menggambarkan sesuatu yang sangat negatif. Hal ini seharusnya dapat dicegah pada saat proses pembentukan stigma. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui proses pembentukan stigma terhadap mahasiswi pelanggar tata tertib dan penyebab mahasiswi melakukan pelanggaran tata tertib tersebut pada Akademi Kebidanan Tunas Harapan Bangsa Palembang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriftif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan dilakukan dengan cara kombinasi antara penelitian pustaka, observasi lapangan dan wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap mahasiswi pelanggar tata tertib terbentuk atas peran lembaga pendidikan. Tahapan pembentukan stigma di awali dari adanya pelanggaran berupa penyimpangan primer (primere deviance) yang kemudian lembaga pendidikan memberi label/cap serta pandangan sterotif atau pandangan dimana pelanggaran merupakan suatu budaya bagi kelompok tertentu. Setelah itu lembaga memisahkan kelompok (separation) pelanggar tata tertib dengan kelompok pada umumnya dan terjadilah diskriminasi. Stigma kemudian terbentuk dan pada tahap akhir terjadilah penyimpangan lanjutan (secondary deviance), sehingga stigma melekat pada devian. Sedangkan penyebab dilakukannya pelanggaran tata tertib oleh mahasiswi Akademi Kebidanan Tunas Harapan Bangsa Palembang adalah terdiri atas dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
PENYIMPANGAN SOSIAL PADA KALANGAN REMAJA DI GOR PERAHU KAJANG KECAMATAN KAYUAGUNG KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Tiara Juniarti; Yoyok Hendarso; Safira Soraida
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 24 No 1 (2021): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/jms.v24i1.74

Abstract

Social deviation is an act, and an action taken by a person or group of people consciously or unconsciously that violates the values and norms in the local community. This study aims to analyze the forms of social deviation among adolescents, and to analyze the factors that cause social deviations among adolescents in the Perahu Kajang Sports Center, Kayuagung District, Ogan Komering Ilir Regency. This study uses the concept of social deviation by Kartopoetra. This study uses a qualitative descriptive research method with 8 main informants and 3 supporting informants. Data collection techniques in this study are observation, interviews, and documentation. The researcher also acts as a semi participantory , namely by establishing friendships with research informants such as inviting them to hang out together, asking to eat together, exchanging WhatsApp, and dressing like teenagers who do social deviations. The results of the study are about the forms of social deviation among adolescents, and the factors that cause social deviations among adolescents in the Perahu Kajang Sports Center. The forms of social deviation that occur in the form of negative social deviations and individual social deviations. Negative social deviations are primary deviations such as hanging out, and taking selfies or taking pictures. Meanwhile, secondary deviations such as dating include hugs, kisses, kisses, and even husband and wife relationships. Individual social deviation in the form of liquor, and wild races. Factors of social deviation among adolescents in the Perahu Kajang Sports Center are divided into internal factors and external factors. Internal factors include a relatively young age, curiosity, and a deviant learning process. Meanwhile, external factors include family factors, and promiscuity.
KONDISI KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI KELUARGA NELAYAN JARING DI DESA SUNGSANG I KECAMATAN BANYUASIN II KABUPATEN BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN Dea Alvionita; Yoyok Hendarso; Randi Randi
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 24 No 2 (2021): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47753/jms.v24i2.98

Abstract

Penelitian ini berjudul “Kondisi Kehidupan Sosial Ekonomi Keluarga Nelayan Jaring Di Desa Sungsang I Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan”. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menjelaskan kondisi kehidupan sosial ekonomi keluarga nelayan jaring di Desa Sungsang I yang dilihat dari pendidikan, kesehatan, pendapatan, pola pemukiman, dan juga faktor yang mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi nelayan jaring. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan konsep kondisi sosial ekonomi menurut Koentjaraningrat. Dari semua hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keadaan sosial ekonomi keluarga nelayan jaring di Desa Sungsang I tidak jauh berbeda dengan nelayan yang ada di kota lain yaitu tergolong miskin. Pendidikan keluarga nelayan jaring hanya sampai pada tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) . Kesehatan keluarga nelayan jaring di Desa Sungsang I bisa dikatakan cukup baik karena jarang mengalami penyakit. Pendapatan keluarga nelayan jaring di Desa Sungsang I masih terbilang rendah karena dibawah standar upah minimum kabupaten (UMK) banyuasin. Jumlah tanggungan kepala keluarga nelayan jaring di Desa Sungsang I lebih dari 3 orang. Pola pemukiman keluarga nelayan jaring di Desa Sungsang I masih tergolong sederhana. Rumah keluarga nelayan jaring terbuat dari kayu berbentuk rumah panggung, berlantai papan, dan memiliki luas yang tidak begitu besar. Dan kehidupan sosial ekonomi nelayan jaring dipengaruhi oleh ketergantungan terhadap kondisi lingkungan, ketergantungan terhadap musim dan cuaca, serta ketergantungan terhadap pasar.
STIGMA TERHADAP SEORANG MAHASISWI PELANGGAR ATURAN DI AKADEMI KEBIDANAN TUNAS HARAPAN BANGSA PALEMBANG mrs Mayani; Yoyok Hendarso; Abdullah Idi
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 3 No. 2 (2019): Jurnal Kajian Ruang Sosial-Budaya (JKRSB) is continued as Brawijaya Journal of
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui stigma yang diberikan kepada mahasiswa kebidanan RN karena melanggar aturan di AKBID Tunas Harapan Bangsa Palembang. (2) mendeskripsikan dan menganalisis penyebab terjadinya mahasiswi RN melakukan pelanggaran. Metode yang digunakan adalah deskriftif kualitatif melalui pendekatan analisis fenomenologi dengan teori Labeling Edwin M. Lemert. Data penelitian menggunakan data kualitatif, digali dari sumber data primer, melalui teknik observasi, dokumentasi dan wawancara. Informan terdiri dari informan kunci dan pendukung yang diambil dari lokus penelitian. Informan kunci adalah mahasiswi kebidanan yang melakukan pelanggaran aturan. Sedangkan informan pendukung adalah orang yang memberikan stigma dan informasi berkaitan dengan mahasiswa yang diberikan stigma setelah melakukan pelanggaran peraturan. Kesimpulan penelitian bahwa adanya stigma yang diberikan oleh lembaga terhadap seorang mahasiswi kebidanan pelaku pelanggaran aturan. Stigma tersebut berupa pengecapan sebagai mahasiswa “tidak bermoral”,“kurang ajar”,“liar”, “pembangkang”, dan “tukang gaduh”. Tindakan pelanggaran yang dilakukan oleh RN: (1) Pelanggaran terhadapan nilai kepribadian dan kesusilaan, (2) Pelanggaran terhadap nilai kedisiplinan. (3) Pelanggaran terhadap nilai ketertiban dan keamanan. Dari tindakan pelanggaran aturan tersebut disebabkan oleh (1) Keterpaksaan RN bersekolah di lokasi penelitian, (2) dorongan orang tua, (3) fungsi lembaga tidak mencerminkan pencapaian tujuan misi dan visi, (4) Penetapan hukuman bagi pelanggar tidak sesuai prosedur, (5) Lembaga mementingkan materi dan kepentingan pribadi.Kata Kunci : Stigma, Pelanggar Aturan, Fenomenologi, Labeling, Lembaga. Â