Solikhin Solikhin
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

DAYA RACUN EKSTRAK UMBI GADUNG (Discorea hispida Dennst) TERHADAP HAMA KEONG EMAS (Pomacea sp.) DAN IKAN LELE (Clarias sp.) DI RUMAH KACA Melshella Ferinda; Solikhin Solikhin; Indriyati Indriyati; FX Susilo
Jurnal Agrotek Tropika Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.781 KB) | DOI: 10.23960/jat.v6i3.2925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya racun ekstrak umbi gadung (Discorea hispida Dennst) terhadap hama keong emas (Pomacea sp.) dan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura, Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu pada bulan Maret sampai Mei 2016. Penelitian disusun dalam rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS), dalam percobaan terhadap keong emas dengan 3 ulangan. Sebagai perlakuan adalah 7 taraf ekstrak umbi gadung yaitu P0 (0 g/l), P1 (5 g/l), P2 (10 g/l), P3 (15 g/l), P4 (20 g/l), P5 (25g/l) dan P6 (30 g/l). Percobaan terhadap ikan lele dengan 4 ulangan. Percobaan perlakuan adalah 5 taraf ekstrak umbi gadung yaitu P0 (0 g/l), P1 (2,5 g/l), P2 (5 g/l), P3 (7,5 g/l) dan P4 (10 g/l).Data diolah dan disajikan dalam bentuk tabel. Data dari uji daya racun tersebut dianalisis dengananalisis probit menggunakan SPSS version 23 for windows. Rata-rata daya racun (LT-50) dan (LC-50) ditentukan dengan taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak umbi gadung bersifat lebih toksik terhadap ikan lele dibandingkan keong emas, hal ini ditunjukkan oleh besarnya LT-50 dan LC-50. Nilai LT-50 ekstrak umbi gadung terhadap keong emas pada konsentrasi 30 g/l (2,5 hari) dan pada konsentrasi 5 g/l (13,9 hari), sedangkan nilai LC-50nya adalah (0,024 g/l). Nilai LT-50 ekstrak umbi gadung terhadap ikan lele pada konsentrasi 10 g/l (1,9 hari) dan pada konsentrasi 2,5 g/l (4,8 hari), sedangkan nilai LC-50nya adalah (0,005 g/l).
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PEMULSAAN TERHADAP KELIMPAHAN NEMATODA PARASIT TUMBUHAN DI LAHAN PERKEBUNAN TEBU MENJELANG PANEN PERIODE RATOON II PT GMP Gede Adi Bramsista; I Gede Swibawa; Solikhin Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.249 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i3.1966

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh pengolahan tanah dan pemulsaan terhadap kelimpahan nematoda parasit tumbuhan pada pertanaman tebu periode ratoon II. Penelitian dilaksanakan di PT Gunung Madu Plantations (GMP) Lampung Tengah dan Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung dari bulan Juni 2013 sampai dengan Desember 2013. Rancangan petak terbagi (split plot design) dengan lima kelompok diterapkan pada plot percobaan jangka panjang yang dimulai tahun 2010 pada lahan seluas 2 ha. Petak utama adalah sistem olah tanah dan anak petak adalah pemulsaan. Sistem olah tanah terdiri dari dua perlakuan yaitu olah tanah intensif dan tanpa olah tanah, sedangkan pemulsaan terdiri dari tanpa mulsa dan pemberian mulsa bagas 80 ton ha -1 . Sampel tanah diambil ketika tebu Ratoon II berumur 10 bulan, nematoda diekstraksi menggunakan metode penyaringan dan sentrifugasi dengan larutan gula, nematoda diidentifikasi sampai pada tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Berdasarkan hasil ekstrasi sampel tanah, ditemukan 17 genus nematoda yang terdiri dari 11 genus nematoda parasit tumbuhan dan 6 genus nematoda hidup bebas. Dari 11 genus nematoda parasit tumbuhan, 3 genus yang dominan adalah genus Hoplolaimus, Hemicriconemoides dan Xiphinema ditemukanpada pertanaman tebu periode ratoon-II berumur 10 bulan setelah tanam. Perlakuan pengolahan tanah mempengaruhi kelimpahan nematoda Hoplolaimus dan nematoda Meloidogyne, sedangkan perlakuan pemulsaan tidak nyata berpengaruh. Kelimpahan nematoda Hoplolaimus pada perlakuan tanpa olah tanah (TOT) mencapai 114,69 individu per 300 cc tanah lebih tinggi dibandingkan dengan kelimpahan nematoda ini pada perlakuan olah tanah intensif (OTI) yaitu 79,09 individu per 300 cc tanah. Kelimpahan nematoda Meloidogyne pada perlakuan TOT yaitu 1,15 individu per 300 cc tanah lebih tinggi dibandingkan dengan pada perlakuan (OTI) yaitu 0,00 individu per 300 cc tanah.
Pengendalian Hayati Nematoda Puru Akar pada Pertanaman Jambu Biji Kristal di Lampung I Gede Swibawa; Yuyun Fitriana; Radix Suharjo; Solikhin Solikhin; Elsa Monika; Rachmansyah A. Wardhana
Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2020: Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 “Komoditas Sumber Pangan untuk Meningkatkan K
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Swibawa IG,  Fitriana Y, Solikhin S, Suhajo R, Monica E, Wardhana RA. 2020. Pengendalian hayati nematoda puru akar pada pertanaman jambu biji Kristal di Lampung. In: Herlinda S. et al. (Eds.) Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-8 Tahun 2020, Palembang 20 Oktober 2020. pp. xxx.  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).One of the main problem in guava cultivation is root knot nematodes (Meloidogyne sp.). Synthetic nematicides was not suitable for controlling of nematodes on guava because of their side effect on environment and health. Therefore, it was necessary to search the alternative control technique. This research aim was to study the Purpureocillium lilacinum bionematicide to control root knot nematode on Kristal guava plantation. Field experiment with Block Experimental Design with five block was conducted in Kristal guava plantation belonging PT GGP-PG4 East Lampung, from January until May 2020. Four treatment were applied consisted of bionematicide, bionematicide plus compost, synthetic Carbofuran nematicide, and check without treatment. New shoot formation data were plotted on histogram graph, while analyses of variance was applied for root damage and nematode population and LSD test was used for mean separation by R-studio program on 5% significance level. The results show that application of P. lilacinum bionematicide solely or composed with compost were effective to control root knot nematodes on Kristal guava plantation. It was recommended to use bionematicides P. lilacinum plus compost to control plant parasitic nematodes for various cultivated plants.
PENGARUH PENGOLAHAN TANAH DAN PENGELOLAAN GULMA TERHADAP POPULASI NEMATODA PARASIT TUMBUHAN PADA TANAMAN UBI KAYU DI KEBUN PERCOBAAN FAKULTAS PERTANIAN UNILA Widiana Eka Wati; I Gede Swibawa; Solikhin Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.788 KB) | DOI: 10.23960/jat.v3i3.1963

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan pengelolaan gulma serta interaksinya terhadap populasi nematoda parasit tumbuhan pada pertanaman ubi kayu. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Lapangan Terpadu Universitas Lampung dari bulan April sampai dengan Oktober 2014. Satuan percobaan berupa petak 4 m x 4 m dirancang menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial (2x2) dengan sistem olah tanah sebagai faktor pertama dan pengelolaan gulma sebagai faktor kedua, dengan empat ulangan (kelompok). Sistem olah tanah terdiri dari dua taraf, yaitu olah tanah minimum dan olah tanah intensif. Pengelolaan gulma terdiri dari 2 taraf, yaitu gulma dikendalikan dengan aplikasi herbisida dengan bahan haktif glfosat dan 2,4 D dan gulma dikendalikan secara manual tanpa aplikasi herbisida. Sampel tanahdiambil ketika ubi kayu berumur 0 bulan sebelum tanam (0 BST) dan 3 bulan setelah tanam (3 BST). Nematoda diekstraksi menggunakan metode penyaringan dan sentrifugasi menggunakan larutan gula, kemudian diidentifikasi sampai pada tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya. Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi seluruh nematoda dan nematoda parasit tumbuhan dipengaruhi oleh perlakuan sistem olah tanah ketika tanaman ubi kayu berumur 0 BST, tetapi populasi tersebut tidak dipengaruhi perlakuan olah tanah ketika tanaman ubi kayu berumur 3 BST. Populasi genus Radopholus dipengaruhi olehperlakuan sistem olah tanah ketika tanaman ubi kayu berumur 0 BST, dan populasi genus Hoplolaimus dipengaruhi oleh perlakuan sistem olah tanah ketika tanaman ubi kayu berumur 3 BST. Populasi seluruh nematoda, nematoda parasit tumbuhan, dan genus nematoda parasit tumbuhan tidak dipengaruhi oleh perlakuan pengelolaan gulma dan interaksinya dengan perlakuan sistem olah tanah baik ketika tanaman ubi kayu berumur 0 BST maupun ketika tanaman ubi kayu berumur 3 BST.
PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PENGELOLAAN GULMA TERHADAP KELOMPOK MAKAN KOMUNITAS NEMATODA TANAH PADA PERTANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI LABORATORIUM LAPANGAN TERPADU FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG Wika Ma’rifatul Fitriyah; I Gede Swibawa; Solikhin Solikhin
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.021 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh sistem olah tanah dan pengelolaan gulma serta interaksinya terhadap kelimpahan dan keragaman nematoda tanah pada pertanaman jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Lapangan Terpadu Universitas Lampung dari bulan Januari sampai dengan Juli 2014. Satuan Percobaan berupa petak 4 m x 4 m disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) faktorial (2x2) dengan empat kelompok. Faktor pertama adalah sistem olah tanah terdiri dari olah tanah intensif dan olah tanah minimum, faktor kedua adalah pengelolaan gulma terdiri dari gulma dikendalikan dengan dibabat dan gulma dikendalikan dengan herbisida berbahan aktif glifosat dan 2,4 D. Sampel tanah diambil ketika tanaman jagung berumur 10 dan 98 hst dengan metode sampling acak sistematik menurut arah diagonal dalam petak satuan percobaan. Ekstraksi nematoda menggunakan metode penyaringan bertingkat dan sentrifugasi dengan larutan gula dannematoda difiksasi menggunakan larutan Golden X. Nematoda diidentifikasi sampai tingkat genus berdasarkan ciri morfologinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 52 genus nematoda yang berasosiasi dengan pertanaman jagung yang terbagi dalam lima kelompok makan yaitu nematoda parasit tumbuhan, nematoda pemakan bakteri, nematoda omnivora, nematoda pemakan jamur dan nematoda predator. Sistem olah tanah nyata berpengaruh terhadap kelimpahan nematoda pemakan bakteri ketika tanaman jagung berumur 10 dan 98 hst. Sistem olah tanah nyata berpengaruh terhadap kelimpahan seluruh nematoda, nematoda parasit tumbuhan, dan nematoda omnivora ketika tanaman jagung berumur 98 hst. Pengelolaan gulma dan interaksinyadengan sistem olah tanah tidak nyata mempengaruhi kelimpahan kelompok makan komunitas nematoda tanah ketika tanaman jagung berumur 10 maupun 98 hst.
PENGARUH KONSENTRASI DAN LAMA FERMENTASI EKSTRAK BIJI MAHKOTA DEWA (Phaleria macrocarpa) TERHADAP MORTALITAS HAMA KEONG EMAS (Pomacea sp.) DI RUMAH KACA Lia Septiana; Solikhin Solikhin; Agus M. Hariri
Jurnal Agrotek Tropika Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.992 KB) | DOI: 10.23960/jat.v4i2.1862

Abstract

Penelitian inibertujuan untuk mempelajari pengaruh taraf konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa terhadap mortalitas keong emas dan mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa terhadap mortalitas keong emas. Penelitian ini dilakukandi rumah kaca, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada bulan Agustus - Oktober 2015. Penelitian disusun dengan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial 2 faktor (4 x 3). Faktor pertama adalah perlakuan konsentrasi ekstrak biji mahkota dewa yaitu 0% (K 0 ), 0,5% (K 1 ), 1% (K 2 ), 1,5% (K 3 ). Faktor kedua adalah lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa yaitu fermentasi 5 hari (F 5 ), fermentasi 7 hari (F 7 ), dan fermentasi 9 hari (F 9 ). Data diolahdengan program statistikMicrosoft Excel 2007. Homogenitas data diuji dengan Uji Bartlett, dan aditifitasnya diuji dengan Uji Tukey kemudian dilakukan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara konsentrasi dan lama fermentasi ekstrak biji mahkota dewa yang menyebabkan mortalitas keong emas sebesar 22,5 - 100%. Aplikasi ekstrak biji mahkota dewa pada konsentrasi K 3 (1,5%) dan lama fermentasi F 9 (9 hari) menyebabkan mortalitas keong emas 100% pada 1 hari setelah aplikasi.
PENGARUH MEDIA LIMBAH PERTANIAN PADAT TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus) Maruf Kurniawan; I Gede Swibawa; Solikhin Solikhin; Yuyun Fitriana
Jurnal Agrotek Tropika Vol 9, No 3 (2021): JURNAL AGROTEK TROPIKA VOL 9, SEPTEMBER 2021
Publisher : Departement of Agrotechnology, Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jat.v9i3.5278

Abstract

Pengaruh Media Limbah Pertanian Padat terhadap Pertumbuhan Jamur Purpureocillium lilacinum (Syn. Paecilomyces lilacinus). Jamur P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) adalah jamur parasit telur nematoda puru akar (Meloidogyne spp.). Selain  sebagai musuh alami nematoda, jamur P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) juga berperan sebagai dekomposer bahan organik. Limbah pertanian banyak yang digunakan untuk menumbuhkan jamur, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan pembawa pembuatan bionematisida berbahan aktif jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pertumbuhan jamur P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) pada limbah pertanian padat kulit ubi ubikayu, bonggol pisang, beras dan campurannya. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 ulangan diterapkan dalam percobaan menggunakan jamur isolat dengan kode B4100. Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan pemisahan nilai tengah menggunakan uji BNT pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat P. lilacinum (Syn. P. lilacinus) tumbuh pada media limbah pertanian padat yang derajat keasamannya dimodifikasi dan nutrisinya ditambah. Pertumbuhan jamur yang paling baik dengan produksi spora yang paling tinggi terjadi pada media beras