I Gusti Ngurah Jemmy Anton Prasetia
Program Studi Farmasi, FMIPA, Universitas Udayana

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Uji Iritasi Gelling Agent Semi Sintetik HPMC pada Kelinci N. K. A. Trisnayanti,; I. G. N. A. Dewantara,; I. G. N. J. A. Prasetia,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.227 KB)

Abstract

Gel merupakan sistem semi padat yang terdiri dari suspensi partikel organik maupun anorganik yang berukuran besar ataupun kecil, terpenetrasi dalam suatu cairan. Bahan utama dalam pembuatan gel adalah gelling agent. Sebelumnya telah dilakukan penelitian formulasi gel menggunakan gelling agent HPMC yang optimum secara fisika dan kimia diproleh pada konsentrasi 15%. Namun, penggunaan HPMC pada konsentrasi di atas 5% dapat menimbulkan masalah iritasi kulit serta menimbulkan ketidaknyamanan yaitu rasa lengket selama penggunaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah gelling agent semi sintetik HPMC yang optimum secara fisik dan kimia pada konsentrasi 15% menimbulkan iritasi pada kulit kelinci. Pengujian ini di lakukan secara in vivo pada enam kelinci albino dewasa berkelamin jantan yang bulu di bagian punggungnya telah dicukur. Pencukuran ini dilakukan 24 jam sebelum diberi perlakuan. Setelah 24 jam, perban dibuka dan area uji dibersihkan dengan air untuk menghilangkan sisa bahan uji. Pada waktu 24, 48 dan 72 jam setelah pemberian bahan uji, kedua area uji diperiksa dan diamati perubahannya sebagai reaksi kulit terhadap bahan uji dan dinilai dengan cara memberi skor 0 sampai 4 tergantung tingkat keparahan reaksi kulit yang dilihat. Hasil penelitian menunjukkan gelling agent HPMC menghasilkan tingkat iritasi sedikit mengiritasi (0,41-1,9).
STUDI KARAKTERISTIK FISIK AMILUM SINGKONG TERPREGELATINASI DENGAN AMILUM SINGKONG ALAMI DAN BRAND NAME Prasetia I.G.N.J.A; Mahardika I G.A.P.D.; Wirasuta I M.A.G.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.85 KB)

Abstract

Amilum singkong sebagai eksipien dalam industri farmasi memiliki kekurangan yaitu sifat alir dan kompaktibilitas yang buruk.Untuk memperbaiki kekurangan tersebut maka dilakukan modifikasi amilum dalam bentuk terpregelanitasi dari amilum singkong alami yang diproleh dari pengupasan singkong hingga tahap pengeringan amilum.Dari penelitian ini diharapkan diperoleh informasi terkait dengan karakteristik fisik amilum singkongterpregelatinasi brand name dibandingkan dengan amilum singkongterpregelatinasi alami guna memperoleh metode pembuatan yang hemat biaya dan waktu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rasio amilum:air (1:1) pada suhu pemanasan 45 ?C, 50 ?C, 55 ?C untuk partially pregelatinized dan 80?C, 90?C, 100 ?C untuk fully pregelatinized. Amilum singkong brand name dan alami memberikan hasil uji sifat fisik yang serupa dan sesuai dengan persyaratan. Berdasarkan analisis statistik menunjukan sifat alir dan kompaktibilitas kedua jenis amilum singkong tidak berpengaruh secara signifikan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa hasil uji sifat fisik amilum singkong pregelatin yang berasal dari amilum singkong alami dan amilum singkong yang memiliki brand name memiliki sifat fisik yang sama. Perbandingan sifat fisik kedua amilum tersebut memeperlihatkan bahwa amilum singkong brand name mampu memenuhi syarat karakteristik fisik sebagai raw material eksepien sediaan farmasi.
PENGARUH RASIO AMILUM:AIR TERHADAP SPESIFIKASI AMILUM SINGKONG (Manihot esculenta Crantz) FULLY PREGELATINIZED Arisanti, C. I. S.; Dewi, D. P. R. P.; Prasetia, I. G. N. J. A.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 2, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.389 KB)

Abstract

Amilum singkong alami dimodifikasi menjadi amilum singkong fully pregelatinized untuk memperbaiki sifat alir dan kompresibilitasnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh rasio amilum dan air terhadap spesifikasi amilum singkong fully pregelatinized. Pada penelitian ini eksipien amilum singkong fully pregelatinized dibuat dengan rasio amilum dan air masing-masing 2:1; 2:2; 2:4 dan dipanaskan pada suhu 100oC. Selanjutnya dilakukan uji spesifikasi terhadap amilum singkong alami dan amilum singkong fully pregelatinized . Selanjutnya data yang diperoleh diuji statistik dengan uji non parametrik menggunakan Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio amilum dan air dapat mengubah spesifikasi amilum singkong fully pregelatinized. Peningkatan jumlah air pada proses gelatinasi akan mengubah ukuran partikel, meningkatkan kadar air, dan meningkatkan pH secara signifikan (P< 0,05).
PERBANDINGAN JUMLAHBIAYA PENGENDALIAN BAHAN BAKU ANTARA METODE TRADISIONAL PERUSAHAAN DENGAN KOMBINASI JIT/EOQ Dewantara P. I. G. N. A.; Prasetia, I. G. N. J. A.; Santosa I. B. P. D.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 5 No. 2 Tahun 2016
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.443 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkanjumlah biaya pengendalian bahan baku yang digunakan perusahaan melalui metode kombinasi JIT/EOQ dan metode tradisionalperusahaan sehingga dapat diketahui metode mana yang memberikan jumlah biaya pengendalian bahan baku yang paling optimal. Pengambilan data dilakukan menggunakan data perusahaan pada tahun 2014 - 2015 dan wawancara dengan pemilik serta karyawan perusahaan. Dari penelitian ini didapatkan hasil perbandingan metode tradisional dan pemodelan kombinasi JIT/EOQ yaitu penghematan jumlah biaya pengendalian persediaan bahan baku sebesar 88,30% dari jumlah biaya pengendalian (penyimpanan dan pemesanan) bahan baku yang dilakukan perusahaan dengan metode tradisional.
PENGARUH VARIASI SUHU PEMANASAN TERHADAP SPESIFIKASI AMILUM SINGKONG FULLY PREGELATINIZED SEBAGAI EKSIPIEN TABLET Wiguna I P.G.S.D.; Prasetia I G.N.J.A; Arisanti C.I.S.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.056 KB)

Abstract

Modifikasi amilum dilakukan untuk memperbaiki kualitas amilum. Salah satu modifikasi amilum adalah amilum singkong fully pregelatinized. Salah satu faktor dari kualitas amilum adalah spesifikasi amilum. Spesifikasi amilum singkong fully pregelatinized dipengaruhi oleh suhu pemanasan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh suhu pemanasan terhadap spesifikasi amilum singkong fully pregelatinized. Amilum singkong alami dibuat dari Manihot esculenta Crantz. Amilum singkong fully pregelatinized dibuat pada variasi suhu pemanasan yaitu 80°C, 90°C, dan 100°C. Selanjutnya dilakukan uji spesifikasi kepada amilum singkong alami dan amilum singkong fully pregelatinized. Uji spesifikasi amilum meliputi uji identifikasi, organoleptik, mikroskopik, ukuran partikel, kadar air, kelarutan dan pH. Hasil uji spesifikasi menunjukkan amilum singkong alami dan amilum singkong fully pregelatinizedsesuai dengan standar Handbook of Pharmaceutical Excipient.Variasi suhu pemanasan pembuatan amilum singkong fully pregelatinized tidak berpengaruh terhadap identifikasi, organoleptis dan kelarutan dalam air, namun berpengaruh terhadap mikroskopik, kadar air, pH danmeningkatkan ukuran partikel secara signifkan (p<0,05)
PROFIL STABILITAS FISIKA KIMIA MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK KULIT BUAH MANGGIS (Garcinia mangostana L.) N.P.A.D. Wijayanti; K.W. Astuti; I.G.N.A.D Putra,; I.G.N.J.A. Prasetia,; M.Y.D. Darayanthi,; P.N.P.D. Nesa,; L.D.S. Wedarini,; D.N.P. Adhiningrat,
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.516 KB)

Abstract

Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L.) kaya akan kandungan xanton yang diketahui bersifat sebagai antioksidan. Pada penelitian sebelumnya, telah dilakukan optimasi formula masker gel peel-off ekstrak kulit buah manggis. Namun, formula optimal yang diperoleh belum tentu memiliki stabilitas yang baik selama penyimpanan. Berdasarkan hal tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengetahui profil stabilitas fisik masker gel peel-off ekstrak kulit buah manggis dengan HPMC sebagai gelling agent. Penelitian ini diawali dengan mengumpulkan simplisia, ekstraksi, standarisasi ekstrak, fomulasi dan penetapan profil stabilitas fisika kimia. Simplisia diekstraksi menggunakan etanol 96% kemudian diformulasi menjadi sediaan masker gel peel-off lalu ditetapkan profil stabilitas fisika (organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, daya lekat, sineresis) dan kimia (pH) dari masker gel peel off ekstrak kulit buah manggis. Profil stabilitas sediaan ditetapkan selama penyimpanan 28 hari pada suhu 30°C. Penetapan profil stabilitas didasarkan dengan melihat perubahan yang terjadi dimulai dari awal formulasi hingga 28 hari penyimpanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan masker gel peel off ekstrak kulit buah manggis stabil selama penyimpanan 28 hari pada suhu 300C.
Optimasi Formula Patch Transdermal Ekstrak Etanol Daun Seledri untuk Pengobatan Hipertensi Ni Kadek Ayu Pramesti; I Putu Mas Arie Pradina Putri; Ni Putu Mas Arya Shinta; I Gusti Ngurah Jemmy Anton Prasetia
Berkala Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia Vol 8 No 1 (2021): Berkala Ilmiah Mahasiswa Farmasi Indonesia (BIMFI)
Publisher : Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48177/bimfi.v8i1.37

Abstract

Introduction: Hypertension is one of the biggest health problems for Indonesian people. Celery leaves are a plant that can be used to treat hypertension. Research shows that the ethanol extract of celery leaves at a dose of 150 mg / day can reduce blood pressure. Antihypertensive drugs have low oral bioavailability due to first pass metabolism in the liver. The use of transdermal patches can improve patient comfort and may improve low oral bioavailability. One of the important components in the patch preparation is a polymer matrix consisting of hydrophilic (PVP K-30) and hydrophobic (EC N-20) polymers. Methods: this review article using literature review and evaluation results from research journals. Results: Optimization of the formula for transdermal patch preparations was carried out using three variations of the ratio of PVP K-30 and EC N-20 for the transdermal patch polymer matrix, namely 1: 2, 2: 3, and 1: 3. The best transdermal patch formula of celery leaf ethanol extract in terms of physical characteristics parameters and has the potential to provide optimal release of active ingredients to reduce blood pressure, namely the formula with a combination of polymer matrix PVP K-30 and EC N-20 2: 3. Conclusion: The writing of this review article is to obtain the best comparison of hydrophilic polymer (PVP K-30) and hydrophobic polymer (EC N-20) in celery leaf extract patch preparations (Apium graveolens) which have the potential to provide optimal release of active ingredients to lower blood pressure.
DEVELOPMENT OF GEL DOSAGE FORM OF ETHYL ACETATE EXTRACT OF MANGOSTEEN RIND Ketut Widyani Astuti; Ni Putu Ayu Dewi Wijayanti; I Gusti Ngurah Jemmy Anton Prasetia
Journal of Health Sciences and Medicine Vol 1 No 1 (2017): JHSM (Febuary 2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.215 KB) | DOI: 10.24843/JHSM.2017.v01.i01.p08

Abstract

Abstract Alpha-mangostin is a xanthonoid compound contained in mangosteen rind (Garcinia mangostana L.) and has an antibacterial effect against Staphylococcus aureus, the bacterium that causes acne. In this study, mangosteen rind extract is formulated in a gel dosage form. This study aimed to determine the optimum formula, the physical and chemical properties as well as the optimum formula release profile of the gel dosage form of mangosteen rind extract. The mangosteen rind extract gel formula consists of viscolam, propylene glycol, glycerin, microcare®, ethyl acetate extract of mangosteen rind, and distilled water. The formula was optimized by varying the concentrations of viscolam (2% and 5%), propylene glycol (5% and 20%) and glycerin (2% and 15%) using a factorial experimental design program called Design Expert 7.0.0. The 8 formulas were developed into gel dosage form and the physical and chemical properties were then evaluated. The evaluation tests include viscosity, dispersive power, and pH tests. The evaluation results were processed using the Design Expert 7.0.0 program to determine the optimum formula. The results of the analysis showed the optimum formula of gel dosage form of mangosteen rind extract with viscolam percentage of 4.97%, propylene glycol of 9.91%, glycerin of 12.23%, microcare® of 0.3%, TEA (q.s), ethyl acetate extract of mangosteen rind of 1%, and distilled water of 45%. The evaluation results of the physical and chemical properties of the gel optimum formula revealed the viscosity of 2,345 cps, dispersive power of 6.59 cm, and pH of 6.74. Alpha-mangostin release test on the optimum formula revealed a flux value of 41.327 ?g/cm2/t1/2. From these results, it is concluded that the optimum formula has met the physical and chemical characteristics of a good gel.
Pengaruh Amilum Manihot Partially Pregelatinized sebagai Penghancur Intragranular – Ekstragranular pada Formulasi Tablet Ekstrak Daun Ubi Jalar Merah (Ipomoea batatas L. ) S.P. Puspita Dewi; I.G.N. Jemmy A. Prasetia; C.I.S. Arisanti
Jurnal Ilmiah Medicamento Vol 7 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Medicamento
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/medicamento.v7i1.674

Abstract

Amilum berfungsi sebagai bahan penghancur karena granulnya mampu mengembang apabila kontak dengan air dan amilosa merupakan komponen yang memiliki sifat sebagai bahan penghancur karena kemampuannya untuk mengembang (Poedjiadi, 2009). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan variasi konsentrasi amilum manihot partially pregelatinized sebagai penghancur yang ditambahkan secara kombinasi intragranular ekstragranular terhadap sifat fisik dan waktu hancur tablet ekstrak daun ubi jalar merah.Tablet dibuat dalam tiga formula berdasarkan variasi perbandingan bahan penghancur secara intragranular – ekstragranular yaitu F1 (10%:0%). F2 (5%:5%), F3 (0%:10%). Tablet dibuat dengan metode granulasi basah dengan bahan pengikat PVP K-30. Dilakukan pengujian sifat fisik granul dan diuji sifat fisik tablet meliputi organoleptis, keseragaman bobot, kerapuhan, kekerasan dan waktu hancur. Hasil penelitian menunjukkan variasi konsentrasi amilum manihot partially pregelatinized formula 1 (10% : 0%), formula II (5% : 5%) dan formula III (0% : 10%) sebagai bahan penghancur yang ditambahkan secara kombinasi intragranular – ekstragranular berpengaruh terhadap sifat fisik tablet. Penambahan pada konsentrasi 10 % secara intragranular memiliki kekerasan yang lebih tinggi dibandingkan 10% ekstragranular dan kombinasi (5% intragranular – 5% ekstragranular sehingga waktu hancur pada penambahan bahan penghancur secara intragranular tinggi.
Pengaruh Suhu terhadap Stabilitas Larutan Vitamin C (Acidum ascorbicum) dengan Metode Titrasi Iodometri Putu Vellina Damayanti; I Gusti Ngurah Jemmy Anton Prasetia
CERATA Jurnal Ilmu Farmasi Vol 12 No 2 (2021): Cerata Jurnal Ilmu Farmasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/cerata.v12i2.190

Abstract

The stability of pharmaceutical preparations is a very important criterion for a good production result where the stability of the drug can be influenced by external factors such as temperature. The sample used was a vitamin C solution with another name Acidum Ascorbicum (ascorbic acid) with a molecular formula of C6H8O6 and a molecular weight of 176.13 g / mol where the solution was tested for stability using the Iodometric titration method. Based on the calculation results, the vitamin C levels obtained in sample I (without heating) were 0.16644% w/v, in sample II (heating for 30 minutes) was 0.06376% w/v, in sample III (heating for 60 minutes) which is 0.15675% w/v, in sample IV (heating for 90 minutes) is 0.15288% w/v, and in sample V (heating for 120 minutes) is 0.16063% w/v. Thus, an increase in temperature can accelerate the occurrence of reactions that can disturb a substance's stability. Vitamin C The longer the heating time, the more vitamin C is oxidized, so that the remaining vitamin C levels will decrease due to the decomposition process.