Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sewagati

Kemitraan Pembangunan Desa untuk Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Waktu Kerja Petani dalam Mencapai Ketahanan Pangan melalui Pemanfataan TTG Transplanter Sistem Jajar Legowo pada Komunitas Petani NU Wilayah Cabang Jatirejo, Mojokerto Liza Rusdiyana; Suhariyanto; Bambang Sampurno; Budi Luwar Sanyoto; Mashuri
Sewagati Vol 6 No 6 (2022)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1009.715 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v6i6.185

Abstract

Kelompok Tani ini memiliki tanah mereka sendiri yang terbilang cukup luas per orangnya, akan tetapi keuntungan yang mereka dapatkan dari hasil Tanah (Sawah) mereka sendiri terbilang kurang begitu besar karena ongkos yang begitu besar dalam proses penanaman hingga proses pemanenan padi, dikarenakan untuk memberi upah sekitar Rp. 60.000-, per orang per ru tidak termasuk ongkos Makan dan Rokok kalaupun ada yang merokok sedangkan kapasitas kerjanya untuk satu petak sawah membutuhkan sekitar 3-4 orang dan memakan waktu sehari penuh, sedangkan dengan menggunakan Mesin yang berada dipasaran saat ini membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk menanam 1 hektar sawah dengan ongkos Rp. 150.000-, per ru ( 1 hektar sama dengan 700 ru ). Ditinjau dari segi efisiensi masih terbilang sangat kurang dengan proses tradisional tersebut, sehingga para petani lebih memilih menggunakan mesin penanam padi yang modern tersebut, akan tetapi harga dari mesin mesin tersebut masih terbilang mahal untuk para petani dan harga sewa pun juga masih lumayan menguras kantong para petani. Proses penyemaian, penanaman hingga pemanenan yang sangat sederhana membutuhkan banyak tenaga kerja dan proses waktu yang lama. Hal ini terjadi karena petani masih menggunakan metode tanam konvensional. Komunitas Petani NU Wilayah Cabang Jatirejo saat ini mulai mencoba system jajar legowo. Sistem ini memudahkan petani untuk melakukan ativitas perawatan seperti pembersihan gulma (dadak), pemupukan, serta ternyata dengan system ini jumlah bibit tanam lebih sedikit namun hasil anakan juga bisa lebih banyak. Menurut para teman-teman petani NU ini, aplikasi penggunaan mesin penanm padi juga sangat dibutuhkan. Namun harga mesin baik pembelian maupun sewa sangat memberatkan petani. Selain itu system penanaman bibitnya juga masih sama dengan system tanam konvensional bukan system tanam jajar legowo. Berdasarkan permasalahan inilah, kami mencoba memberikan solusi agar dalam proses penanaman bibit padi ini tidak membutuhkan banyak tenaga, biaya dan waktu yang lama, yaitu dengan menciptakan sebuah alat bantu dengan mengaplikasikan sistem tanam jajar legowo yang dapat dioperasikan secara mudah untuk dapat dioperasikan oleh semua masyarakat petani dengan harapan dapat meningkatkan produktifitas, mempersingkat waktu tanam, hemat biaya serta dapat dikembangkan oleh para petani itu sendiri dengan harga yang cukup terjangkau.
Pemanfataan Teknologi Tepat Guna Mesin Balistik Pencacah Sampah untuk Sistem Pengolahan Sampah Organik pada TPS Bangsal sebagai Salah Satu Sumber Keuangan BumDes Desa Bangsal, Mojokerto Liza Rusdiyana; Suhariyanto; Bambang Sampurno; Budi Luwar Sanyoto; Mashuri; M. Lukman Hakim
Sewagati Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3653.968 KB) | DOI: 10.12962/j26139960.v7i1.190

Abstract

Penduduk berkontribusi terhadap besarnya timbulan 17.498.160 kg/hari sampah dengan asumsi komposisi sampah organik 60% dan sampah plastik 14%. Hal ini juga terjadi pada masyarakat desa Bangsal Mojokerto. Masyarakat belum mengolah sampah dengan benar, sehingga BUMDes Bangsal berinisiatif mengelola sampah warga. BUMDes Bangsal juga menerima sampah dari desa tetangga yaitu desa Puloniti, Sumberwono, Sidomulyo dan Pacing. Pada kenyataannya, yang paling banyak menumpuk dan tak terolah adalah sampah organik, dimana sebenarnya dapat dimanfaatkan salah satunya untuk menghasilkan pupuk organik/ kompos yang berguna untuk perkembangbiakan dan kesuburan tanaman. Dari hasil tinjauan, pembuatan kompos masih banyak dilakukan secara manual terutama proses pencacahan sampah organik. Pencacahan adalah salah satu proses yang penting, sampah yang dicacah menjadi lebih kecil (0,55–25mm) bentuknya sehingga mempermudah decomposing sehingga mikrobakteri pengurai bekerja secara maksimal. Hasil abdimas dengan pemberian Mesin Balistik ini, sampah organik yang ada di TPS Bangsal berhasil dikelola menjadi kompos hingga 70%. Hasil olahannya dikembalikan ke penduduk desa untuk pertanian masyarakat setempat dimana salah satunya kompos ini diberikan kepada ibu-ibu PKK yang menggerakkan pertanian skala rumah tangga, sehingga pertanian mereka mampu menjadi penopang kebutuhan pangan untuk keluarga. Adapun BUMDes selaku pengelola TPS berharap bisa menjadikan hasil olahan kompos ini dikemudian hari dapat menjadi salah satu pemasukan BUMDes.
Aplikasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Mesin Kombinasi Pencacah dan Pencetak Pakan Ternak pada Peternak Binaan Ponpes Fathul Ulum Rusdiyana, Liza; Suhariyanto; Winarto; Subiyanto, Hari; Mursid, Mahirul; Sanyoto, Budi Luwar
Sewagati Vol 8 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i2.841

Abstract

Pemerintah Kabupaten Jombang untuk terus berupaya mengurangi jumlah kemiskinan di wilayahnya dengan memberdayakan masyarakat di bidang pertanian dan peternakan terpadu. Salah satunya adalah dengan peternakan sapi dan kambing. Hal ini disambut dengan baik oleh masyarakat Jombang. Diantaranya adalah komunitas peternak sapi dan kambing binaan Ponpes Fathul Ulum Diwek Jombang yang sudah tersebar di area Jombang diantaranya di daerah Wonosalam, Bareng, Diwek, dan Ploso. Kebutuhan pakan dan upaya menabung pakan menjadi salah satu satu motivasi utama dari komunitas peternak. Sumber pakan yang melimpah di sekitar mereka menjadi dorongan, seperti jerami, bonggol jagung, pohon jagung, sekam padi dan limbah lainnya yang dapat digunakan sebagai sumber pakan yang bisa disimpan sebagai tabungan pakan disaat musim kemarau tiba. Maka dari itu, diperlukan sebuah inovasi berupa "Mesin Pencacah dan Pencetak Pelet Pakan Ternak". Mesin ini dirancang untuk membantu peternak membuat pelet pakan dalam skala besar sehingga mampu mengelola kebutuhan pakan ternak. Poin penting dari inovasi yang dilakukan dalam kegiatan Abmas kali ini adalah pada aspek keamanan. TTG yang diserahkan telah disertai sensor batas keamanan yang secara otomatis akan mematikan mesin jika ada risiko terjepitnya tangan secara tidak sengaja. Selain itu, pada TTG ini juga menggunakan mekanisme pendorong otomatis yang akan meringankan pekerjaan operator dalam memasukkan bahan baku yang akan diolah. Melalui inovasi ini diharapkan tidak hanya menyediakan solusi bagi para peternak dalam memproduksi pakan ternak secara lebih efisien, lebih berkualitas serta jumlah produksi pakan ternak yang meningkat tetapi juga mengutamakan aspek keamanan dan kemudahan operasional dalam penggunaan TTG ini.