Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SARKASME NETIZEN DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM LESTI KEJORA Ulan Dari; Edi Suryadi; Doni Samaya
Dialektologi Vol 8 No 2 (2023): JURNAL DIALEKTOLOGI
Publisher : Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52237/jurnal dialektologi.v8i2.592

Abstract

Gaya bahasa atau majas sering kali ditemukan di sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Gaya bahasa memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu, sarkasme. Sarkasme termasuk dalam salah satu jenis gaya bahasa sindiran karena merupakan sindiran bersifat kasar. Sarkasme sering kita temukan di media sosial, yaitu Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk gaya bahasa sarkasme netizen dalam komentar akun Instagram Lesti Kejora. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa gaya bahasa sarksme netizen dalam komentar akun instagram Lesti Kejora periode November—Desember 2022 ditemukan 217 data. Pada bulan November jenisnya terdapat 79 data, yaitu bersifat ironis 37 data dan bersifat lugas 42 data. Bentuknya ditemukan 45 data, yaitu sarkasme sifat ada 3 data, bentuk sarkasme tindakan ada 7 data, bentuk sarkasme hasil tindakan ada 6 data, bentuk sarkasme himbauan 2 data dan sarkasme sebutan ada 27 data. Bulan Desember jenisnya ditemukan 63 data, yaitu bersifsat ironis ada 32 data dan jenis bersifat lugas 31 data. Bentuknya ditemukan 30 data, yaitu sarkasme sifat ada 2 data, sarkasme tindakan ada 2 data, sarkasme hasil tindakan ada 6 data, sarkasme himbauan 3 data, dan sarkasme sebutan ada 17 data.
SARKASME NETIZEN DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM LESTI KEJORA Ulan Dari; Edi Suryadi; Doni Samaya
DIALEKTOLOGI Vol. 8 No. 2 (2023): Dialektologi
Publisher : DIALEKTOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa atau majas sering kali ditemukan di sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Gaya bahasa memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu, sarkasme. Sarkasme termasuk dalam salah satu jenis gaya bahasa sindiran karena merupakan sindiran bersifat kasar. Sarkasme sering kita temukan di media sosial, yaitu Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk gaya bahasa sarkasme netizen dalam komentar akun Instagram Lesti Kejora. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa gaya bahasa sarksme netizen dalam komentar akun instagram Lesti Kejora periode November—Desember 2022 ditemukan 217 data. Pada bulan November jenisnya terdapat 79 data, yaitu bersifat ironis 37 data dan bersifat lugas 42 data. Bentuknya ditemukan 45 data, yaitu sarkasme sifat ada 3 data, bentuk sarkasme tindakan ada 7 data, bentuk sarkasme hasil tindakan ada 6 data, bentuk sarkasme himbauan 2 data dan sarkasme sebutan ada 27 data. Bulan Desember jenisnya ditemukan 63 data, yaitu bersifsat ironis ada 32 data dan jenis bersifat lugas 31 data. Bentuknya ditemukan 30 data, yaitu sarkasme sifat ada 2 data, sarkasme tindakan ada 2 data, sarkasme hasil tindakan ada 6 data, sarkasme himbauan 3 data, dan sarkasme sebutan ada 17 data
SARKASME NETIZEN DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM LESTI KEJORA Ulan Dari; Edi Suryadi; Doni Samaya
DIALEKTOLOGI Vol. 8 No. 2 (2023): Dialektologi
Publisher : Dialektologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa atau majas sering kali ditemukan di sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Gaya bahasa memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu, sarkasme. Sarkasme termasuk dalam salah satu jenis gaya bahasa sindiran karena merupakan sindiran bersifat kasar. Sarkasme sering kita temukan di media sosial, yaitu Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk gaya bahasa sarkasme netizen dalam komentar akun Instagram Lesti Kejora. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa gaya bahasa sarksme netizen dalam komentar akun instagram Lesti Kejora periode November—Desember 2022 ditemukan 217 data. Pada bulan November jenisnya terdapat 79 data, yaitu bersifat ironis 37 data dan bersifat lugas 42 data. Bentuknya ditemukan 45 data, yaitu sarkasme sifat ada 3 data, bentuk sarkasme tindakan ada 7 data, bentuk sarkasme hasil tindakan ada 6 data, bentuk sarkasme himbauan 2 data dan sarkasme sebutan ada 27 data. Bulan Desember jenisnya ditemukan 63 data, yaitu bersifsat ironis ada 32 data dan jenis bersifat lugas 31 data. Bentuknya ditemukan 30 data, yaitu sarkasme sifat ada 2 data, sarkasme tindakan ada 2 data, sarkasme hasil tindakan ada 6 data, sarkasme himbauan 3 data, dan sarkasme sebutan ada 17 data
SARKASME NETIZEN DALAM KOMENTAR AKUN INSTAGRAM LESTI KEJORA Ulan Dari; Edi Suryadi; Doni Samaya
Dialektologi Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Dialektologi
Publisher : Universitas Islam Ogan Komering Ilir Kayuagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya bahasa atau majas sering kali ditemukan di sebuah tulisan yang dibuat oleh penulis atau pengarang. Gaya bahasa memiliki berbagai jenis salah satunya yaitu, sarkasme. Sarkasme termasuk dalam salah satu jenis gaya bahasa sindiran karena merupakan sindiran bersifat kasar. Sarkasme sering kita temukan di media sosial, yaitu Instagram. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan jenis dan bentuk gaya bahasa sarkasme netizen dalam komentar akun Instagram Lesti Kejora. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan bahwa gaya bahasa sarksme netizen dalam komentar akun instagram Lesti Kejora periode November—Desember 2022 ditemukan 217 data. Pada bulan November jenisnya terdapat 79 data, yaitu bersifat ironis 37 data dan bersifat lugas 42 data. Bentuknya ditemukan 45 data, yaitu sarkasme sifat ada 3 data, bentuk sarkasme tindakan ada 7 data, bentuk sarkasme hasil tindakan ada 6 data, bentuk sarkasme himbauan 2 data dan sarkasme sebutan ada 27 data. Bulan Desember jenisnya ditemukan 63 data, yaitu bersifsat ironis ada 32 data dan jenis bersifat lugas 31 data. Bentuknya ditemukan 30 data, yaitu sarkasme sifat ada 2 data, sarkasme tindakan ada 2 data, sarkasme hasil tindakan ada 6 data, sarkasme himbauan 3 data, dan sarkasme sebutan ada 17 data
Goes To Competitiveness SMEs With Digital Leadership Munawaroh, Munawaroh; Tjutju Yuniarsih; Edi Suryadi; Heny Hendrayati
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ekonomi, Edition January - March 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research investigates the relationship between digital leadership and Small and Medium Enterprises (SMEs) competitiveness. In an ever-evolving digital era, digital leadership becomes increasingly crucial for SMEs in enhancing their competitiveness in a highly competitive global market. This article presents the findings of an analysis based on surveys conducted among a sample of SMEs and relevant literature review to elucidate the impact of digital leadership on SME competitiveness
Analisis Taksonomi Kategori Linguistik dalam Tataran Wacana pada Caption Instagram @lambegosiip Dewi Anggraini; Jesi Idona Prasetia Putri; Edi Suryadi
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 11 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v11i2.2883

Abstract

Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, menjadikan caption sebagai bentuk wacana yang penting dalam penyampaian informasi dan pembentukan makna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan kohesi dan koherensi dalam caption Instagram @lambegosiip berdasarkan taksonomi kategori linguistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data berupa 13 caption yang diunggah pada 7–31 Maret 2026, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa didominasi oleh aspek kohesi, seperti penggunaan bahasa tidak baku, kesalahan ejaan, pengulangan leksikal yang tidak efektif, serta ketidakkonsistenan referensi. Adapun kesalahan koherensi meliputi hubungan antargagasan yang kurang logis dan alur informasi yang tidak sistematis. Hal ini menunjukkan bahwa keterpaduan wacana dalam caption belum optimal sehingga berpotensi mengganggu kejelasan pesan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman kohesi dan koherensi dalam komunikasi digital guna meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada kajian linguistik, khususnya analisis wacana digital, dengan menunjukkan bahwa bahasa media sosial bersifat fleksibel, namun tetap memerlukan keterpaduan wacana.