Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Pengaruh Waktu Torefaksi Terhadap Kualitas Biobriket dari Cangkang Kelapa Sawit (Palm Oil Shell) Oki Alfernando; Lince Muis; Siti Junaida; Malem K. Ginting; Muhammad Haviz
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol21no2.449

Abstract

Palm oil shells are solid waste from the palm oil processing industry. In 1 ton of palm oil produces 6.5% shell waste. Solid waste can be converted into fuel as a substitute for oil, namely bio-briquettes as an alternative fuel through a combustion process with less air. This study aims to determine the effect of time variations on the quality and yield of bio-briquettes produced using a combined pretreatment method of densification (with additional binder) and torrefaction at a temperature of 275 oC and time variations of 30, 45, 60, 75 and 90 minutes. Torrefaction is a new method in the briquetting process where this method takes place at low temperatures. The results showed that the longer the torrefaction time, in general, the value of water content, ash content, volatile matter content, fixed carbon value and burning time also increased. However, this is inversely proportional to the yield value of the resulting product, so the best quality is obtained in 75 minutes with a moisture content of 0.86%, ash content 2.38%, volatile matter content 18.23%, fixed carbon value 78.51 %, product yield is 36.3165% and calorific value is 5964 Kcal/kg.
Pengaruh Jenis Pelarut dan Temperatur terhadap Ekstrak Minyak Kopi Arabika Tidak layak Jual dari Perkebunan Kerinci-Provinsi Jambi serta Karakterisasinya sebagai Bahan Baku Biodiesel Pendriadi Pendriadi; Hadistya Suryadri; Lince Muis
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i1.856

Abstract

Setiap pemanenan terdapat biji kopi cacat sebanyak 20% dari total produksi kopi. Kecacatan pada biji kopi menyebabkan kopi menjadi tidak layak jual dan dibuang begitu saja oleh petani. Oleh karena itu biji kopi Arabika tidak layak jual dari perkebunan di Kabupaten Kerinci Provinsi Jambi dimanfaatkan untuk diambil minyaknya melalui metode ekstraksi sokletasi. Penelitian ini bertujuan mendapatkan ekstrak minyak kopi paling optimum dengan menggunakan pelarut yang indeks kepolarannya bervariasi yaitu heksana, kloroform dan metanol dengan berbagai temperatur ekstraksi yaitu 60, 65, 70, 75 dan 80oC. Ekstrak minyak yang didapat kemudian dianalisa karakteristiknya berupa densitas dan jumlah asam lemak bebas sebagai syarat kelayakan menjadi bahan baku biodiesel. Diantara penggunaan pelarut heksana (indeks kepolaran 0,1), kloroforom (indeks kepolaran 4,1) dan metanol (indeks kepolaran 5,1), heksana yang lebih optimal mengekstrak minyak kopi dengan jumlah rendemen 13,78%. Ekstraksi yang dilakukan pada variasi temperatur didapatkan rendemen ekstrak tertinggi dengan pelarut metanol yaitu 11,1% dan heksana yaitu 13,78% ketika dilakukan ekstraksi pada temperatur 70oC. Jumlah rendemen akan menurun seiring kenaikan temperatur ekstraksi. Namun semakin besar % rendemennya juga menghasilkan jumlah asam lemak bebas (% FFA) yang tinggi yaitu sekitar 12-22%. Densitas yang dihasilkan dari ekstraksi dengan ketiga pelarut menunjukkan hasil densitas yang lebih besar daripada 1 g/ml.