Bernardus Ario Tejo Sugiarto
Jurusan Ilmu Filsafat, Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan, Bandung

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Research Report - Social Science

RUMAH BUDAYA SEBAGAI RUANG PUBLIK UNTUK MENGEMBANGKAN KEGIATAN KEPARIWISATAAN DI DESA WISATA RAWABOGO, KECAMATAN CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG Bernardus Ario Tejo Sugiarto; Yusuf Siswantara
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1659.522 KB)

Abstract

Desa Rawabogo, Kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung, telah terpilih menjadi Desa Wisata. Terpilihnya desa ini sebagai Desa Wisata bukanlah tanpa alasan. Setiap desa yang terpilih menjadi Desa Wisata tentu memiliki daya tarik wisata yang dapat mengundang wisatawan untuk datang ke desa tersebut. Namun, yang harus dipertimbangkan untuk menjadi Desa Wisata tidak cukup hanya adanya daya tarik wisata tetapi juga adanya fasilitas-fasilitas dan infrastruktur yang memadai yang mendukung dan mempermudah para wisatawan untuk datang ke desa tersebut, misalnya akses jalan yang mudah dan aman, sarana transportasi, dan akomodasi yang terdiri dari fasilitas penginapan dan rumah makan. Banyak hal yang perlu dipersiapkan untuk benar benar menjadi Desa Wisata. Penelitian ini bertujuan untuk membantu masyarakat Desa Rawabogo mempersiapkan diri menjadi Desa Wisata. Apabila Desa Rawabogo telah menjadi Desa Wisata yang memiliki fasilitas-fasilitas yang memadai maka akan semakin banyak wisatawan yang datang. Dengan semakin banyaknya para wisatawan yang datang maka perekonomian desa tersebut akan semakin meningkat karena para wisatawan akan memberikan banyak penghasilan bagi masyarakat dari fasilitas penginapan, rumah makan, jajanan, pertunjukan kesenian, kerajinan tangan dan lain-lain yang disediakan oleh desa tersebut. Tujuan jangka panjang penelitian ini jelas adalah peningkatan perekonomian masyarakat Desa Rawabogo.Fasilitas-fasilitas yang perlu dilengkapi oleh Desa Rawabogo begitu banyak sehingga tidak mungkin dipenuhi dalam waktu singkat. Ini harus dilakukan secara bertahap. Penelitian ini membantu masyarakat desa untuk melihat kebutuhan apa yang penting dan mendesak untuk dipenuhi demi pengembangan desa tersebut sebagai Desa Wisata. Target khusus penelitian ini adalah membantu masyarakat desa untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dari hasil penelitian, ternyata Rumah Budaya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Dengan demikian, para peneliti dengan dibantu beberapa orang (diantaranya Bapak Bambang, koordinator Gladi Budaya PKH-UNPAR dan Bapak Lilik Alika, salah satu dosen pembimbing Gladi Budaya) membantu mewujudkan Rumah Budaya ini. Dengan demikian, target konkret penelitian ini atau indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah berdirinya Rumah Budaya. Penelitian ini merupakan wujud pengabdian peneliti kepada masyarakat.
TINJAUAN HISTORIS DAN FILOSOFIS TERHADAP PRINSIP-PRINSIP KOPERASI DAN CREDIT UNION Bernardus Ario Tejo Sugiarto
Research Report - Humanities and Social Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Research Report - Humanities and Social Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (863.727 KB)

Abstract

Kesadaran manusia akan kemampuan dan kekuatan akal budinya pada abad XVIII mendorong perkembangan ilmu pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan akhirnya menciptakan berbagai macam teknologi yang dapat mempermudah proses kehidupan manusia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi ini membawa dampak negatif juga bagi kehidupan sosial dan ekonomi manusia karena pemakaian teknologi di dunia industri memacu munculnya revolusi industri. Revolusi industri sangat mengunggulkan mesin-mesin industri sebagai pengganti tenaga-tenaga manual manusia. Revolusi industri membangkitkan sistem ekonomi kapitalisme liberal. Keuntungan ditempatkan di atas kemanusiaan. Sebagai kritik atas akibat yang terjadi, sistem ekonomi sosialisme lahir dengan mendasarkan diri pada pemikiran Marx.Di tengah persoalan sosial dan ekonomi akibat revolusi industri, gerakan koperasi lahir untuk menanggapi kebutuhan jaman. Gerakan koperasi tidak mendasarkan diri pada kapitalisme liberal sepenuhnya dan sosialisme sepenuhnya. Gerakan koperasi merupakan paduan kekuatan dari kedua sistem ekonomi ini. Gerakan koperasi ini diikuti oleh gerakan Credit Union. Gerakan Credit Union merupakan gerakan yang menterjemahkan prinsip-prinsip koperasi sebagai dasar kerjasama bidang keuangan. Tujuan gerakan ini adalah untuk melayani simpanan dan pinjaman para anggota yang tidak mempunyai akses ke bank. Sejarah membuktikan bahwa prinsip-prinsip koperasi yang menjadi dasar Credit Union dapat membantu para anggota untuk memperbaiki taraf kehidupan di tengah kesulitan sosial dan ekonomi yang melanda.Banyak sekali koperasi dan Credit Union telah berdiri di Indonesia tetapi tidak semuanya didasarkan pada prinsip-prinsip gerakan koperasi atau Credit Union. Dalam penelitian ini, peneliti berusaha untuk menelusuri secara historis dan filosofis prinsip-prinsip gerakan koperasi dan prinsip-prinsip gerakan Credit Union yang telah berkembang dalam sejarah. Dengan penelitian ini, peneliti berharap bahwa semakin banyak orang dapat mengenal prinsip-prinsip koperasi dan prinsip-prinsip Credit Union dan dapat menggunakannya untuk meningkatkan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.