Sutomo Kahar
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KAJIAN TENTANG REDISTRIBUSI TANAH OBYEK LANDREFORM DI KABUPATEN REMBANG (Studi Kasus : Desa Bogorame Kecamatan Sulang) Handy Novprastya; Sutomo Kahar; Bambang Sudarsono
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 4, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (940.808 KB)

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan tanah dan penggunaan lahan dapat mengembangkan potensi masyarakat khususnya para petani untuk mendapatkan manfaat dari redistribusi tanah sehingga pemanfaatan tanah mencapai hasil yang maksimal. Penguasaan dan kepemilikan tanah yang resmi merupakan hal yang terpenting, untuk menghindari berbagai macam masalah mengenai sengketa agrarian dengan pelanggaran hak-hak asasi manusia. Dalam hal ini kebijakan pemerintah mengenai pembagian tanah bagi rakyat kecil adalah program landreform. Tujuan program landreform tersebut adalah untuk memproduktifkan penggunaan tanahtanah pertanian dan meningkatkan kesejahteraan para petani serta tujuan-tujuan lain yang berdimensikan keadilan dan pemerataan dalam hal penguasaan sumber-sumber daya ekonomi seperti tanah pertanian. Berdasarkan penjelasan Undang-Undang No. 56 Prp Tahun 1960 tentang Penetapan Luas Tanah Pertanian sebagai salah satu dasar hukum dari pelaksanaan redistribusi tanah.Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pelaksanaan, manfaat serta kendala dalam redistribusi tanah obyek landreform di Desa Bogorame, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang yang dilengkapi dengan peta pendaftaran tanah yang di Overlay menggunakan citra Quickbird terektifikasi. Diharapkan dengan adanya penelitian ini masyarakat mengetahui tentang pentingnya pendaftaran tanah serta manfaat yang didapatkan dalam penelitian ini.Kata kunci : Redistribusi Tanah, Obyek Landreform. ABSTRACT            Land use and land be used to develop the potential of people, especially the farmers to benefit from land redistribution so that the use of land to achieve maximum results. Tenure and formal land ownership is paramount, to avoid all sorts of problems with the agrarian disputes regarding violations of human rights. In this case the government's policy regarding the distribution of land to poor people is a landreform program. The landreform program goal is to productive use of agricultural lands and improve the welfare of the farmers and other goals that berdimensikan fairness and equity in terms of control of economic resources such as agricultural land. Based on Law No. explanations. 56 Determination Prp/1960 on Agricultural Land as one of the legal basis of the implementation of land redistribution.            This study was conducted to determine the implementation, benefits and obstacles to reform in land redistribution object Bogorame Village, District Sulang, Rembang Regency equipped with cadastral maps and Overlay using Quickbird imagery corrected. The first goal of this research community is aware of the importance of land registration as well as the benefits gained in this study .Keywords : Land Redistribution, Object Landreform
PENENTUAN KOMPONEN KOMPONEN PASANG SURUT DARI DATA SATELIT JASON DENGAN ANALISIS HARMONIK METODE KUADRAT TERKECIL Bernadet Srimurniati Ningsih; Sutomo Kahar; LM. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.832 KB)

Abstract

Aplikasi satelit altimetri salah satunya adalah mengamati fenomena pasut laut. Teknologi satelit altimetri menjawab tantangan akan pemenuhan kebutuhan data pasut dalam skala yang luas. Tetapi dalam pengolahannya membutuhkan strategi yang tepat terutama yang berkaitan dengan koreksi-koreksi satelit altimetri seperti tidak diterapkannya koreksi pasut dalam penentuan komponen-komponen pasut. Dalam tugas akhir ini, akan dibahas penggunaan data satelit altimetri Jason dengan analisis harmonik teknik kuadrat terkecil untuk menentukan komponen-komponen pasang surut di perairan Indonesia.
PEMBUATAN PETA MODEL UNDULASI LOKAL (STUDY KASUS : KECAMATAN RAO, KABUPATEN PASAMAN-SUMATERA BARAT) M. Khaeru Reza; Sutomo Kahar; L. M. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1106.459 KB)

Abstract

Pembuatan model undulasi lokal dari pengukuran gravitasi serta ketinggian orthometric bumi. Gaya berat yang digunakan adalah gaya berat relatif. Gaya berat relatif adalah gaya berat yang diperoleh dari hasil pengukuran gaya berat di suatu tempat yang diikatkan dengan gayaberat absolut. Untuk memperoleh nilai gaya berat absolut dilakukan pengukuran gaya berat yang diikatkan dengan sistem yang sudah ada yang dikenal sebagai Sistem Postdam. Sistem ini merupakan jaringan stasiun gaya berat yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pengkuran gaya berat relatif di suatu tempat di permukaan bumi ini. Penelitian ini dilaksanakan di daerah pengukuran gaya berat relative yang telah dilakukan di kecamatan Rao kabupaten Pasaman Sumatra Barat.Dari penelitian yang dilakukan untuk pembuatan model undulasi lokal diperlukan beberapa tahapan pengolahan. Tahapan-tahapan yang dilakukan tersebut meliputi tahapan penentuan anomali dari data gravity yang diperoleh dilapangan, yang terdiri dari : bacaan alat gravimeter, dikoreksi pasut, perhitungan G observasi, perhitungan gaya berat normal, koreksi udara bebas, koreksi terrain, serta koreksi bouger hingga diperoleh nilai anomaly bouger.Sedangkan untuk perhitungan undulasi dilakukan tahap-tahap perhitungan stokes serta perhitungan spherical harmonic serta kontribusi geoid global (N1) dari Nico Sneew. Untuk perhitungan N0 untuk penentuan titik nol pusat bumi serta trunsection error (€N) tidak perlu dilakukan perhitungan karena tidak signifikan pengaruhnyaKata Kunci : Gayaberat ,Undulasi, Geoid.
MONITORING PERGERAKAN STRUKTUR JEMBATAN DI SEMARANG BERBASIS FOTOGRAMETRI JARAK DEKAT (STUDI KASUS: JEMBATAN TOL SEMARANG SOLO SEKSI 1 SEMARANG – UNGARAN DI KM 20 DIWILAYAH SUSUKAN, UNGARAN TIMUR, KABUPATEN SEMARANG) Amran Nur Utomo; Sutomo Kahar; Andri Suprayogi
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.631 KB)

Abstract

Jembatan merupakan bangunan yang membentangi sungai, jalan, saluran air, jurang dan lain sebagainya untuk menghubungkan kedua tepi yang dibentangi itu agar orang dan kendaraan dapat menyeberang. Secara umum, jembatan mempunyai struktur atas, bangunan bawah dan pondasi. Kebanyakan pada jembatan mengalami kerusakan fasilitas infrastruktur yang disebabkan oleh keadaan alam, bencana alam, kerusakan pemakaian yang berlebihan maupun penuan. Maka Perlu dilakukan monitoring / pengamatan secara berkala supaya didapat data yang akurat mengenai pergerakan struktur ataupun deformasi yang terjadi pada suatu jembatan. Selama ini untuk mengetahui informasi mengenai struktur dan perubahan dimensi jembatan belum ada dikarenakan untuk melakukannya memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tugas akhir ini menerapkan metode Close Range Photogrametry (CRP) atau fotogrametri jarak dekat sebagai metode alternatif untuk melakukan pengukuran dalam menentukan deformasi jembatan dengan memanfaatkan teknologi kamera dijital non metric. Metode fotogrametri jarak dekat mempunyai kelebihan terutama jika objek yang akan diukur sulit untuk dijangkau atau memiliki dimensi yang kecil. Dengan teknik dan metodologi pengukuran deformasi ataupu struktur jembatan dapat dilakukan secara cepat dan akurat hanya dengan kamera dijital SLR. Kata Kunci : Jembatan, Struktur, Deformasi, Kamera digital SLR, Close Range Photogrametry (CRP)
PERBANDINGAN KETELITIAN PERHITUNGAN VOLUME GALIAN MENGGUNAKAN METODE CROSS SECTION DAN APLIKASI LAIN (STUDI KASUS: BENDUNGAN PANDANDURI LOTIM) Ana Rosida; Sutomo Kahar; Moehammad Awaluddin
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1849.385 KB)

Abstract

Galian dan timbunan atau yang lebih dikenal oleh orang-orang lapangan dengan Cut and Fill adalah bagian yang sangat penting baik pada pekerjaan pembuatan jalan,bendungan, bangunan, dan reklamasi. Galian dan timbunan dapat diperoleh dari peta situasi yang dilengkapi dengan garis - garis kontur atau diperoleh langsung dari lapangan melalui pengukuran sipat datar profil melintang sepanjang jalur proyek atau bangunan. Perhitungan galian dan timbunan dapat dilakukan dengan menggunakan peta situasi dengan metode penggambaran profil melintang sepanjang jalur proyek atau metode grid-grid (griding) yang meninjau galian dan timbunan dari tampak atas dan menghitung selisih tinggi garis kontur terhadap ketinggian proyek ditempat perpotongan garis kontur dengan garis proyek.Dalam survei rekayasa, penentuan volume tanah adalah suatu hal yang sangat lazim. Seperti halnya pada perencanaan pondasi, galian dan timbunan pada rencana irigasi, jalan raya, jalan kereta api, penanggulangan sepanjang aliran sungai, perhitungan volume tubuh bendung, dan lain-lain, tanah harus digali dan dibuang ke tempat lain atau sebaliknya.Pada tugas akhir kali ini penulis akan mencoba membuat perhitungan volume dengan menggunakan metode koordinat untuk perhitungan luas penampang dan metode prismoida untuk tubuh tanah pada Microsoft Office Excel dan perhitungan dengan beberapa aplikasi lainnya sebagai pembanding yang akhirnya akan dibandingkan dengan hasil akhir galian di lapangan. Penulis berharap nantinya hasil perhitungan ini akan dapat benar-benar di aplikasikan pada perhitungan galian di pekerjaan galian pada proyek-proyek yang membutuhkan.Kata kunci: galian dan timbunan, volume, metode koordinat, prismoida, aplikasi, hasil akhir galian
Kajian Area Tercemar Pada Jaringan Pembuangan Limbah Batik Kota Pekalongan Menggunakan Sistem Informasi Geografis Yanies Meiyanti; Arief Laila Nugraha; Sutomo Kahar
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (984.438 KB)

Abstract

Pembuangan limbah batik yang belum dikelola dengan baik di Kota Pekalongan Pembuangan limbah batik yang belum dikelola dengan baik di Kota Pekalongan khususnya di Kecamatan Buaran mengakibatkan pencemaran sungai yang berdampak buruk terhadap kesehatan masyarakat. Pembuatan jaringan pembuangan limbah batik dan permodelan secara spasial berfungsi sebagai basis data distribusi pembuangan limbah pabrik batik serta untuk mengetahui luasan area yang terkena pencemaran limbah cair yang berasal dari pabrik batik tersebut. Untuk mengetahui klasifikasi pencemaran yang terjadi di Sungai Pekalongan, digunakan Metode Indeks Pencemaran berdasarkan Kep-MENLH N0.115 tahun 2003. Selanjutnya untuk menganalisis area yang tercemar digunakan software ArcGIS sehingga mendapatkan area yang mengalami pencemaran. Data yang digunakan antara lain nilai BOD (Biochemical Oksigen Demand), dan COD (Chemical Oksigen Demand) insitu tahun 2010, 2011, 2012, 2013. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui klasifikasi tingkat pencemaran yang terjadi dan memetakan sebaran spasial daerah yang mengalami pencemaran pada tahun 2010, 2011, 2012, dan 2013.Berdasarkan hasil perhitungan yang diperoleh dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran pada tahun 2010 hingga tahun 2013, Sungai Pekalongan berada pada tingkat cemar ringan, dengan hasil sebaran tahun 2010 hingga 2013 nilai tertinggi untuk BOD berkisar antara 10-20 mg/L sedangkan untuk COD berkisar antara 60-98 mg/L dan daerah yang mengalami cemar ringan secara empat tahun berturut-turut adalah wilayah Kuripan Lor, Sapuro, dan Kaputran. Hasil klasifikasi tersebut akan disajikan sebagai model spasial dalam SIG (Sistem Informasi Geografis). Kata kunci: Jaringan Pembuangan Limbah Batik, Nilai Indeks Pencemaran, SIG
PERANCANGAN INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL DAERAH (IDSD) DENGAN MENGGUNAKAN MICROSOFT ACCSESS DAN MICROSOFT VISUAL BASIC (STUDI KASUS : KOTA MAKASSAR) Arlina .; Andri Suprayogi; Sutomo Kahar
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (933.898 KB)

Abstract

Sistem Informasi Geografis (SIG) di Makassar sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Tetapi dalam pelaksanaannya terdapat banyak hambatan karena Infrastruktur SIG-nya belum disiapkan (data, standar teknis, jaring kerja organisasi, sumber daya manusia). Hal ini dikarenakan minimnya informasi tentang data spasial ditiap wilayah. Untuk itu diperlukan model yang baku atau standar dalam penyimpanan maupun pengelolaan  data spasial, sehingga  para  pengguna tidak perlu melakukan proses konversi yang cukup rumit sebelum menggunakan data spasial tersebut. Tujuan dari pembuatan infrastruktur data spasial daerah adalah dapat membantu menyelesaikan permasalahan diatas sehingga memungkinkan berbagai macam pengguna di tiap wilayah mengakses dan memperoleh data secara efisien dan efektif sesuai dengan standarisasi IDSN yang telah ditetapkan. Untuk itu dihasilkan suatu program infrastruktur data spasial daaerah yang memanfaatkan program microsoft accsess dan microsoft visual basic 6.0 yang dilakukan dengan menggunakan kontrol data peta dan pendekatan pemrograman. Dengan pendekatan ini, maka dapat diintegrasikan data dan metadata peta sehingga dapat dilakukan proses pencarian (penelusuran) data peta, manipulasi data (seperti: menambah, mengubah, mengurutkan (sorting) data, dan menghapus data peta) serta penyajian hasil akhir  baik dalam bentuk softcopy maupun hardcopy.   Kata Kunci : Infrastruktur Data Spasial Daerah (IDSD), Peta, MICROSOFT ACCESS, MICROSOFT VISUAL BASIC
TRANSFORMASI KOORDINAT PADA PETA LINGKUNGAN LAUT NASIONAL DARI DATUM 1D74 KE WGS84 UNTUK KEPERLUAN PENENTUAN BATAS WILAYAH LAUT PROVINSI JAWA TENGAH DAN JAWA BARAT Anyelir Dita Permatahati; Sutomo Kahar; LM. Sabri
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.376 KB)

Abstract

Datum adalah sekumpulan parameter yang mendefinisikan suatu sistem koordinat dan menyatakan posisinya terhadap permukaan bumi. Permendagri Nomor 1 Tahun 2006 menyebutkan bahwa Peta Lingkungan Laut Nasional digunakan dalam penentuan batas laut provinsi. Peta Lingkungan Laut Nasional ini masih menggunakan Indonesia Datum 1974 (ID74). Untuk itu perlu suatu model transformasi datum antara datum lokal ID74 ke datum global WGS 84.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis metode transformasi yang paling tepat untuk pemetaan batas wilayah laut provinsi, mengetahui data pengamatan optimal, dan koordinat batas wilayah laut dalam WGS 84.Data yang digunakan adalah Peta Lingkungan Laut Nasional, dan data hasil pengukuran dengan GPS Handheld. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode Lauf adalah metode yang paling baik dilihat dari ketelitian geometrik dan dari hasil uji statistik  Chi-Squares.  Batas wilayah laut provinsi Jawa Tengah dan Barat ditentukan dengan prinsip Equidistance Line sejauh 12 mil laut.
ANALISIS ZONASI DAERAH RENTAN BANJIR DENGAN PEMANFAATAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS : KOTA KENDAL DAN SEKITARNYA) Jhonson Paruntungan Matondang; Sutomo Kahar; Bandi Sasmito
Jurnal Geodesi UNDIP Volume 2, Nomor 2, Tahun 2013
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.469 KB)

Abstract

Kota Kendal merupakan daerah dataran rendah yang berada di pesisir pantai utara Laut Jawa yang sering dilanda bencana banjir, tidak terkecuali daerah-daerah di sekitar Kota Kendal. Seiring dengan terus bertambahnya jumlah penduduk di Kota Kendal dan sekitarnya akan memberikan dampak terhadapan pembangunan pemukiman yang baru yang akan mempersempit ruang resapan air. Disamping Kota Kendal dan sekitarnya yang memiliki drainase yang buruk dan banyaknya sungai yang sering meluap ketika hujan turun akan menimbulkan terjadinya banjir. Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) sangatlah penting, dimana kurangnya aplikasi SIG yang bisa menjelaskan, mempresentasikan objek daerah rentan banjir dari dunia nyata yang digunakan di dalam bentuk digital. Dalam penelitian ini, parameter yang digunakan adalah data kemiringan lereng, jenis tanah, jaringan drainase, curah hujan, dan penggunaan lahan tahun 2008 yang diperoleh dalam bentuk peta digital. Peta digital akan diolah dengan menggunakan software ArcGIS 9.3. Setiap data parameter akan diskoring dengan pemberian harkat dan bobot sesuai pengklasifikasiannya masing-masing yang kemudian dilakukan overlay intersect. Pada tahap akhir dilakukan validasi yang bermanfaat untuk menguji kebenaran kerentanan banjir di lapangan. Hasil akhir dari penelitian ini adalah Peta Kerentanan Banjir Kota Kendal dan Sekitarnya. Kata Kunci : Banjir, Sistem Informasi Geografis, Kota Kendal dan Sekitarnya.