Claim Missing Document
Check
Articles

Biologi reproduksi udang mantis Cloridopsis scorpio di ekosistem mangrove Belawan, Sumatera Utara Rivo Hasper Dimenta; Rusdi Machrizal; Khairul Khairul; Rosmidah Hasibuan; Aini Qomariah Manurung; Mahya Ihsan
Depik Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.2.15188

Abstract

Anthropogenic activities that tend to be exploitative in the mangrove ecosystem of Belawan are thought to have an impact on the biota associated with the ecosystem. One of the impacts is thought to be implied by mantis shrimp Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828). The reproductive biology of the shrimp is the main object that needs to be studied in relation to the impacts. This study aims to determine the distribution of gonad maturity stage, gonad somatic index, and the length of the first mature of C. scorpio in the Mangrove Ecosystem of Belawan, North Sumatera. The research was conducted on March to May 2019 with a biweekly sampling period. The purposive random sampling was applied to choose three sampling stations in the research location. Mantis shrimp samples were caught using shrimp trawl. The result showed that the gonad maturity stage of males and females were dominated by Stage I. The gonad somatic index (GSI) range of males were 7.00-10.93 and female were 7.40-11.15. The GSI value of C. scorpio is closely related to its gonad maturity development. The length of the first mature (L50) of males were 205.50±10.65 mmBL and females were 186.0±10.48 mmBL.Keywords: Cloridopsis scorpio, Gonad maturity stage, Gonad somatic indeks, Length of the first mature ABSTRAKAktivitas antropogenik yang cenderung eksploitatif di kawasan ekosistem mangrove Belawan diduga telah berdampak terhadap biota-biota yang berasosiasi dengan ekosistem tersebut. Salah satu dampaknya dialami oleh udang mantis Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828). Aspek reproduksi C. scorpio menjadi salah satu objek yang perlu dikaji berkaitan dengan dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), dan ukuran pertama kali matang gonad (L50) dari C. scorpio di ekosistem mangrove Belawan, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 dengan periode pengambilan sampel dua mingguan. Metode purposive random sampling digunakan untuk menentukan tiga stasiun pengambilan sampel di lokasi penelitian. Sampel C. scorpio ditangkap menggunakan pukat udang. Hasil penelitian menunjukkan distribusi TKG C. scorpio jantan dan betina didominasi oleh TKG I. Nilai IKG C. scorpio jantan berkisar antara 7,00-10,93 dan C. scorpio betina berkisar antara 7,40-11,15. Nilai IKG C. scorpio berkaitan dengan tahap perkembangan gonadnya. C. scorpio jantan mengalami pertama kali matang gonad (L50) pada ukuran 205,50±10,65 mmBL dan C. scorpio betina pada ukuran 186,00±10,48 mmBL.Kata kunci: Cloridopsis scorpio, TKG, IKG, Ukuran pertama kali matang gonad
Biologi reproduksi udang mantis Cloridopsis scorpio di ekosistem mangrove Belawan, Sumatera Utara Rivo Hasper Dimenta; Rusdi Machrizal; Khairul Khairul; Rosmidah Hasibuan; Aini Qomariah Manurung; Mahya Ihsan
Depik Vol 9, No 2 (2020): August 2020
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.9.2.15188

Abstract

Anthropogenic activities that tend to be exploitative in the mangrove ecosystem of Belawan are thought to have an impact on the biota associated with the ecosystem. One of the impacts is thought to be implied by mantis shrimp Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828). The reproductive biology of the shrimp is the main object that needs to be studied in relation to the impacts. This study aims to determine the distribution of gonad maturity stage, gonad somatic index, and the length of the first mature of C. scorpio in the Mangrove Ecosystem of Belawan, North Sumatera. The research was conducted on March to May 2019 with a biweekly sampling period. The purposive random sampling was applied to choose three sampling stations in the research location. Mantis shrimp samples were caught using shrimp trawl. The result showed that the gonad maturity stage of males and females were dominated by Stage I. The gonad somatic index (GSI) range of males were 7.00-10.93 and female were 7.40-11.15. The GSI value of C. scorpio is closely related to its gonad maturity development. The length of the first mature (L50) of males were 205.50±10.65 mmBL and females were 186.0±10.48 mmBL.Keywords: Cloridopsis scorpio, Gonad maturity stage, Gonad somatic indeks, Length of the first mature ABSTRAKAktivitas antropogenik yang cenderung eksploitatif di kawasan ekosistem mangrove Belawan diduga telah berdampak terhadap biota-biota yang berasosiasi dengan ekosistem tersebut. Salah satu dampaknya dialami oleh udang mantis Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828). Aspek reproduksi C. scorpio menjadi salah satu objek yang perlu dikaji berkaitan dengan dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), dan ukuran pertama kali matang gonad (L50) dari C. scorpio di ekosistem mangrove Belawan, Sumatera Utara. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2019 dengan periode pengambilan sampel dua mingguan. Metode purposive random sampling digunakan untuk menentukan tiga stasiun pengambilan sampel di lokasi penelitian. Sampel C. scorpio ditangkap menggunakan pukat udang. Hasil penelitian menunjukkan distribusi TKG C. scorpio jantan dan betina didominasi oleh TKG I. Nilai IKG C. scorpio jantan berkisar antara 7,00-10,93 dan C. scorpio betina berkisar antara 7,40-11,15. Nilai IKG C. scorpio berkaitan dengan tahap perkembangan gonadnya. C. scorpio jantan mengalami pertama kali matang gonad (L50) pada ukuran 205,50±10,65 mmBL dan C. scorpio betina pada ukuran 186,00±10,48 mmBL.Kata kunci: Cloridopsis scorpio, TKG, IKG, Ukuran pertama kali matang gonad
Karakteristik Habitat Ikan Endemik (Betta cf raja) di Pulau Sumatra Khairul Khairul; Rivo Hasper Dimenta; Rusdi Machrizal
Jurnal Ilmu Lingkungan Vol 22, No 3 (2024): May 2024
Publisher : School of Postgraduate Studies, Diponegoro Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jil.22.3.766-770

Abstract

Betta cf raja termasuk cupang liar (wild Betta) endemik dari Pulau Sumatera. Betta cf raja menjadi target buruan untuk dijadikan ikan hias dikarenakan di pasaran harga cukup mahal. Produksi masih mengandalkan hasil tangkapan, sehingga populasi di alam mulai sulit ditemukan. Belum lagi dampak konversi lahan dan masalah lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik habitat Betta cf raja berdasarkan parameter fisika kimia perairan di Pulau Sumatra. Penelitian ini bersifat eksploratif yakni dengan langkah mencari wilayah yang menjadi habitat alami berdasarkan informasi kunci (pengangkap cupang liar). Analisis data menggunakan uji Krusskal Wallis dan Mann Whitney dengan software Statistical Package for the Social Sciences (SPSS) dan Principal Component Analytical (PCA) dan Unweighted Pair Group Method with Aritmhmetic Averange (UPGMA) dengan software Multi Variate Statistical Package (MVSP). Hasil uji Kruskall Wallis seluruh parameter uji menunjukan hasil signifikan. Selanjutnya dilakukan uji Mann Withney yang menunjukkan pada Stasiun 1 dan 2 parameter yang nilainya signifikan adalah suhu, nitrat, dan phospat. Pada stasiun 1 dan 3 yang signifikan adalah nitrat dan Stasiun 2 dan 3 juga nitrat. Berdasarkan hasil uji PCA menunjukkan bahwa BOD, COD, kekeruhan, konduktivitas, dan TDS sebagai penciri utama habitat Betta cf raja di Pulau Sumatra. Hasil uji UPGMA antar lokasi pengamatan menunjukan nilai similaritas Jambi (75%) dan Riau dan Sumatra Utara (88%).
Powering Up Learning: How Interactive PowerPoint Transforms Student Engagement and Outcomes in Biology Dea Andini; Harahap, Hasmi Syahputra; Machrizal, Rusdi
Utamax : Journal of Ultimate Research and Trends in Education Vol. 6 No. 1 (2024): Utamax : Journal of Ultimate Research and Trends in Education
Publisher : LPPM Universitas Lancang Kuning. Pekanbaru. Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/utamax.v6i1.18588

Abstract

Innovative learning media, designed to meet students' needs, can boost motivation and improve learning outcomes. One such medium is interactive PowerPoint. This study aims to explore how developing interactive PowerPoint presentations affects students' motivation and their understanding of virus-related biology material. We adopted an experimental approach, comparing the effects on a control group and an experimental group chosen through random sampling. We assessed motivation through questionnaires and learning outcomes with multiple-choice tests, analyzing the data with covariance analysis (ANCOVA) at a significance level of 0.05 using SPSS 21.0. Our findings reveal that interactive PowerPoint significantly enhances both student motivation and learning achievements. Specifically, students learning with interactive PowerPoint (average score of 44.19 ± 13.175) performed significantly better than those in the control group (average score of 34.49 ± 12.433). Furthermore, motivation levels in class X3 (83.38 ± 6.605) were notably higher than in class X4 (82.58 ± 8.866). These results underline the impactful role of interactive PowerPoint in biology education, particularly for virus topics, suggesting it's a valuable addition to the curriculum. This finding offers fresh insight into the ongoing relevance and effectiveness of PowerPoint as an educational tool in biology, demonstrating its substantial benefits in presenting biological concepts in modern teaching strategies.
Analysis of Students' Scientific Attitudes in Learning Science in The Campus Teaching Program at SMP Negeri 5 People's Village Sitepu, Puja Arafah; Machrizal, Rusdi; Harahap, Hasmi Syahputra
JPP (Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran) Vol 31, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jpp.v31i1.51110

Abstract

The aim of this research is to determine the scientific attitude towards science learning in campus teaching programs for class VIII students at SMP Negeri 5 Kampung Rakyat. The research method used in this research is a descriptive method with a qualitative approach. The results of this research analysis show that four dominant scientific attitudes are seen in science learning in campus teaching programs, namely a curious attitude such as students having a high sense of curiosity about new things so that students are enthusiastic about asking questions. Indicators of respect for facts like students can appreciate and accept the opinions expressed by teachers and friends. Indicators of attitudes of willingness to change views such as students being able to realize changes to a more reasonable view of the facts. Students can convey the results of the discussion according to existing facts. The final indicator is a critical thinking attitude, such as students doubting the opinions or answers of other friends, students asking about learning they have just learned about, and students being able to express their opinions if there are differences in opinion between what the teacher conveys and the opinions of other discussion groups.
DISTRIBUSI SPASIAL DAN KARAKTERISTIK HABITAT UDANG KELONG (Penaeus indicus) PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE SICANANG-BELAWAN, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 4, No 1: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus Februari 2018
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v4i1.1317

Abstract

Perairan ekosistem mangrove Sicanang-Belawan merupakan salah satu wilayah pasang-surut yang dipengaruhi oleh arus dari sungai Belawan dan arus laut pantai timur Sumatera yang mempengaruhi adanya perbedaan karakteristik habitat yang berdampak pada sebaran kelimpahan udang kelong (P. indicus). Penelitian bertujuan untuk mengetahui distribusi spasial dan karakteristik habitat udang kelong menerapkan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September - November 2017 di sekitar perairan ekosistem mangrove Sicanang-Belawan. Alat tangkap udang menggunakan jaring ambai berbahan nilon polyfilament. Stasiun pengamatan ditentukan menggunakan metode purposive random sampling. Analisa data menggunakan metode statitik multivariabel yang didasarkan pada Analisis Komponen Utama (Principal Component Analysis, PCA) dan Analisis Korelasi (Corresponden Analysis, CA). Hasil analisis PCA menunjukkan bahwa parameter lingkungan membentuk pengelompokkan yang mampu menggambarkan karakteristik habitat udang kelong (P. indicus). Habitat dikelompokan menjadi tiga kelompok karakter, yaitu kelompok habitat dekat daratan (asosiasi stasiun 1, 4 dan 5), kelompok habitat dekat estuaria (asosiasi stasiun 2), dan kelompok habitat dekat aliran sungai besar Belawan (asosiasi stasiun 3). Hasil analisis CA menunjukkan bahwa letak lokasi sampling terbukti mempengaruhi pengelompokkan dari distribusi populasi udang kelong (P.indicus) berdasarkan ukuran, jenis kelamin dan tingkat kematangan gonadnya
STUDI KEANEKARAGAMAN PLANKTON SEBAGAI PAKAN ALAMI UDANG PADA PERAIRAN EKOSISTEM MANGROVE BELAWAN, SUMATERA UTARA Dimenta, Rivo Hasper; Khairul, Khairul; Machrizal, Rusdi
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 4, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus Agustus 2018
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v4i2.1501

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman plankton yang menjadi pakan alami dari udang kelong (P. indicus). Penelitian telah dilakukan selama 2 bulan di sekitar perairan muara sungai yang memiliki ekosistem mangrove Belawan, pada bulan Mei hingga Juni 2017. Metode yang digunakan dalam penentuan lokasi sampling untuk pengambilan sampel plankton adalah ”Purposive Sampling” pada 5 (lima) stasiun pengamatan dengan 2 kategori zona yaitu zona alami dan zona pemanfaatan, dilakukan 3 (tiga) kali ulangan setiap stasiun. sampel plankton diambil dengan menggunakan Plankton Net. Analisa data Kelimpahan Plankton menggunakan persamaan (APHA, 1998), untuk indeks keanekaragaman Plankton dengan persamaan Indeks Shannon-Wiener (H’), dan Analisa Korelasi Kelimpahan Terhadap Parameter Biologi (udang dan mangrove) menggunakan analisis korelasi Pearson dari perangkat lunak SPSS versi 20. Hasil penelitian diperoleh Kelimpahan plankton tertinggi dijumpai pada stasiun 1 dan 3 yang didominasi oleh kelompok fitoplankton dari genus Melosira, Gonatozygon, Skeletonema, Asterionellopsis, Ceratium, Thalassionema, Odontella, Nitzchia, dan Coscinodiscus, serta Kelompok zooplankton dari genus Brachionus dan Cyclops. Sedangkan Kelimpahan plankton terendah dijumpai pada stasiun 2 dan 5. Nilai indeks keanekaragaman (H’) plankton tertinggi ditemukan pada stasiun 1 (2,26) yang merupakan kawasan alami dengan minim aktivitas manusia dan memiliki ragam jenis mangrove, serta merupakan area pasang-surut yang baik. Sedangkan nilai indeks keanekaragaman (H’) plankton terendah pada stasiun 2 (0,97) yang berlokasi paling jauh dari muara sungai Belawan. Hasil analisis korelasi pearson antara kelimpahan plankton terhadap faktor biologi lingkungan (kerapatan mangrove dan populasi udang kelong P. indicus) menunjukkan korelasi positif/searah yang sangat kuat dengan nilai masing-masing sebesar 0.91 dan 0.94
Hubungan Kualitas Perairan Dengan Kepadatan Populasi Ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) Di Sungai Bilah Kabupaten Labuhanbatu Machrizal, Rusdi; Dimenta, Rivo Hasper; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus September 2019
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v5i2.1375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan parameter kualitas air dengan kepadatan populasi ikan Terubuk (Tenualosa ilisha) di Sungai Bilah, Kabupaten Labuhanbatu. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari – April 2019 dengan metode ekplorasi. Ikan terubuk ditangkap menggunakan jaring insang dengan 3 ukuran berbeda, 2, 3, dan 4 inchi. Titik sampling di bagi menjadi tiga lokasi berdasarkan informasi nelayan setempat. Parameter kualitas air yang diamati meliputi suhu, salinitas, pH, DO, BOD, COD, Nitrat dan Posfat. Analisis hubungan parameter kualitas air dengan kepadatan populasi ikan dilakukan dengan menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS ver 22 for windows. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan populasi ikan terubuk berada diantara 0,39-1,14 ekor/100 m2. Analisis korelasi memperlihatkan bahwa terdapat korelasi searah antara suhu dan salinitas terhadap kepadatan populasi ikan terubuk (T. ilisha) dengan nilai koefisien masing-masing 1,00 (suhu) dan 0,976 (salinitas). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa suhu dan salinitas merupakan faktor yang mempengaruhi kepadatan populasi ikan terubuk (T. ilisha) di Sungai Bilah
Informasi Morfologi Reproduksi Dan Nisbah Kelamin Udang Mantis Cloridopsis scorpio (Latreile, 1828) Di Perairan Ekosistem Mangrove Belawan Dimenta, Rivo Hasper; Machrizal, Rusdi; Khairul, Khairul
JURNAL PEMBELAJARAN DAN BIOLOGI NUKLEUS Vol 5, No 2: Jurnal Pembelajaran Dan Biologi Nukleus September 2019
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jpbn.v5i2.1462

Abstract

Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui morfologi alat reproduksi dan nisbah kelamin jantan-betina pada udang mantis Cloridopsis scorpio telah dilakukan selama 3 bulan, sejak bulan Maret hingga Mei 2019 pada perairan ekosistem mangrove Belawan. Pengambilan sampel udang mantis Cloridopsis scorpio dilakukan menggunakan jaring ambai berbahan nilon polyfilament dengan peletakan posisi jaring melawan pergerakan arus air. Penentuan stasiun pengamatan ditetapkan dengan metode purposive random sampling sehingga diharapkan dapat memperoleh data yang mewakili lokasi. Data nisbah kelamin dianalisis menggunakan analisis chi-square (χ2) (Sugiono, 2006) dan data sebaran frekuensi matang gonad udang dianalisa dengan rumus Walpole (1993). Hasil analisis nisbah kelamin menunjukkan nisbah kelamin jantan C. scorpio lebih sedikit dibandingkan betina dengan perolehan nilai chi-square hitung > chi-square tabel(0,05.10) (63,20 >18,30). Dari hasil analisa data sebaran frekuensi udang ditemukan C. scorpio kategori belum matang gonad (BMG) paling banyak ditemukan pada ekosistem mangrove Belawan dengan selang ukuran panjang tubuh 32 mm hingga 128,72 mm, dan udang mantis yang matang gonad (MG) ditemukan mulai pada selang kelas ukuran panjang tubuh 128,72 mm hingga 298,00 mm Kata kunci: Belawan, Nisbah Kelamin, Cloridopsis scorpio, Reproduksi
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif dalam Pembelajaran Biologi pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Kampung Rakyat Yuliarni Yuliarni; Rusdi Machrizal; Hasmi Syahputra Harahap
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.11196

Abstract

When it comes to the cultivation of human resources for the purpose of achieving a more favorable future, education is basically an imperative prerequisite. The ability to think creatively plays a significant part in higher order thinking since creativity is the factor that influences the amount and kind of qualitative research that is conducted using descriptive techniques. The population that was utilized consisted of students who were enrolled in the first semester of biology instruction at SMA N 1 Kampung Rakyat. A total of 36 individuals were selected for sampling. Interviews are employed as a method of data gathering, and the strategy that is used in data collecting is the distribution of a questionnaire. The findings of the investigation into the analysis in this particular instance indicate that the investigation into the creative thinking abilities of students in class XI at SMA Negeri 1 Kampung Rakyat was conducted in order to learn about biology. That in the first indicator Fluency obtained results totalling 58.33% while in the second indicator Flexibility obtained results totalling 57.87% and in the third indicator Originality obtained results totalling 59.56%. As well as in the fourth indicator Thinking Fluently (Fluency) obtained results totalling 59.56%. As well as in the fourth indicator of Detailed Thinking (Elaboration) obtained a value of 64.89%. In this case, creative thinking in the world of education is a very important thing in obtaining good learning.