Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Tradisi Hiburan Dangdut dalam Walimatul ‘Ursy Mahfudin, Agus; Mafthuchin, Muhammad Ali
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 1 (2020): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan  adalah  ikatan  lahir  batin  antara  seorang pria  dengan  seorang  wanita  sebagai  suami  istri  dengan  tujuan membentuk  rumah  tangga,  keluarga  bahagia  dan  kekal berdasarkan  ketuhanan  yang  maha  Esa,  salah  satu  anjuran yang  harus  ada  dalam  pernikahan  adalah  terdapat  Walimah/resepsi  pernikahan  dengan  tujuan  sebagai  bentuk syukuran  maupun  pengumuman  atas  terlaksananya  akad pernikahan.  Resepsi  pernikahan  di  masyarakat  memiliki karakteristik  tersendiri  dalam  pelaksanaannya,  seperti  di  Desa Trucuk Kabupaten Bojonegoro, masyarakat menambahkan adat menggunakan  musik  dangdut  dalam  resepsi  pernikahan. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  tata  cara  walimah yang  benar  menurut  islam  dan  mengetahui  pandangan  tokoh agama  terhadap  pelaksanaan  walimah  dengan  hiburan  musik dangdut.  Adapun  metode  yang  digunakan  adalah  field  rieserch yang  digunakan  untuk  mengumpulkan  informasi  melalui observasi,  wawancara  terhadap  masyarakat  Desa  Trucuk  agar mengetahui  pelaksanaannya  secara  langsung.  Dari  hasil penelitian,  bahwa  hukum  melaksanakan  walimah  dengan hiburan musik dangdut adalah boleh apabila tidak terdapat hal yang yang menjadikan musik dangdut diharamkan. Sedangkan apabila  dalam  hiburan  musik  dangdut  terdapat  artis  yang seksi,  goyangan  yang  melampaui  batas,  saweran  dan  berbagai hal lain yang dilarang dalam Islam maka tidak diperbolehkan.
Tinjauan Mashlahah Mursalah Tentang Donor Air Susu Ibu Di Lactashare Malang Mahfudin, Agus; Fatikha, Ilmiati
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 5, No 2 (2020): Oktober 2020
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian ASI Eksklusif pada bayi merupakan tugas seorang ibu, dan bayi berhak mendapatkan ASI Eksklusif dari ibunya selama enam bulan, kemudian menyempurnakannya selama dua tahun. Namun tidak semua ibu kandung dari anak yang dilahirkan dapat memberikan ASI kepada anaknya dengan berbagai alasan, oleh karena itu seorang ibu yang lain wajib membagikan (mendonorkan) ASI-nya untuk memenuhi kebutuhan ASI anak tersebut. Donor ASI adalah perbuatan yang mulia, karena dapat membantu anak yang ibunya karena alasan tertentu tidak dapat menyusui anaknya. Lembaga Lactashare didirikan yang salah satu programnya adalah donor Air Susu Ibu. Kegiatan tersebut merupakan hal yang baru, maka harus ada kejelasan dalam segi hukum. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana donor Air Susu Ibu dalam perspektif Mashlahah mursalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dan merupakan penelitian field reserch di lembaga lactashare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Donor Air Susu Ibu bertujuan untuk menjaga kemaslahatan dan menghilangkan kemadharatan. Donor air susu ibu melaluli Lactashare dapat membantu bayi yang orang tuanya meninggal dunia atau tidak dapat menyusu kepada ibu kandungnya secara langsung. Serta membantu ibu-ibu yang mengalami gangguan proses laktasi sehingga memiliki kendala dalam menyusui bayinya
IJTIHAD KONTEMPORER YUSUF AL-QARADAWI DALAM PENGEMBANGAN HUKUM ISLAM Mahfudin, Agus
Religi: Jurnal Studi Islam Vol 5, No 1 (2014): April
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (UNIPDU) Jombang Jawa Timur Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ijtihad itu dibutuhkan di setiap zaman, maka pada zaman kita sekarang ini lebih butuh lagi kepada ijtihad bila dibandingkan dengan zaman-zaman sebelumnya, karena adanya perubahan yang terjadi dalam kehidupan dan perkembangan sosial yang amat pesat. Oleh sebab itu, adalah suatu kebutuhan mendesak pada masa sekarang ini untuk selalu membuka kembali pintu ijtihad. Seperti kaidah fikih "Perubahan Hukum Tergantung Perubahan Waktu Atau Perubahan Fatwa Tergantung Pada Perubahan Zaman". Kaidah tersebut menjadi semacam petunjuk yang memungkinkan orang untuk mengatakan bahwa hukum Islam itu tidak kaku, elastis dan akan selalu sesuai dengan perkembangan zaman. Kaidah ini juga merupakan bukti dari kesadaran para juris Islam klasik, bahwa kebenaran sebuah hukum tidak semata-mata diukur sejauh mana bisa berkorespondesi dengan teks-teks suci, tapi juga harus berkorespondesi dengan realitas yang terus berubah. Untuk itulah Yusuf al-Qaradawi ingin mengembangkan ijtihad kontemporer untuk menunjang pengembangan hukum islam yang bisa menghasilkan sebuah ketetapan hukum yang berpihak kepada kemaslahatan umat.Every moment, Ijtihad is necessary. Especially in this modern era, the people need ijtihad more than previous era. The need due to the fast changing of life and social development. Therefore,  it is necessary to use ijtihad. As stated in rules of fiqh, law amendment depends on the fatwa, developing of time and era. This rules is a guideline which is used to develop the law, and will lead the people to think that Islamic rules is used for every age. It is also such evidence that Classical Islamic scholar was aware of law amendment based on the era, not merely holy text. Hence, Yusuf al-Qardawi  wanted to develop contemporary ijtihad to support the development of Islamic law. Then, it will be used to produce law establishment which siding with the people need.
Peran Pengasuh Pondok Pesantren dalam Aktifitas Menghafal Alquran di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Imam Ghozali Peterongan Jombang Diniyah, Hikmatud; Mahfudin, Agus
Jurnal Pendidikan Islam Vol 1, No 1 (2017): Juni
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam menghafal al Qur’an sangat dibutuhkan kesungguhan dan keseriusan bagi yang ingin menghafalnya,hal tersebut sangat sulit dicapai tanpa adanya seseorang yang membimbingnya. Dalam hal ini  Peran pengasuh sangat penting bagi para santri yang mengemban ilmu di pondok pesantren, terlebih pada pondok pesantren yang khusus menagani masalah hafalan al qur’an karena mereka membutuhkan bimbingan yang ekstra dalam menghafal, seperti halnya Peran Pengasuh Pondok Pesantren Dalam Aktifitas Menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Tahfizul Qur’an Imam Ghozali Peterongan Jombang, berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran pengasuh, aktifitas menghafal, kendala dalam aktifitas menghafal. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dokumentasi, wawancara serta tehnik analisis data secara kualitataif. Hasil penelitian menunujukkan bahwa peran pengasuh di Pondok Pesantren Imam Ghozali Rejoso sangat aktif, teliti dan  tegas dalam membentuk hafalan santri yang berkualitas.Sehingga para santri dapat memaksimalkan kegiatan menghafal al Qur’an dengan baik.
Pengaruh Peringatan Hari Santri Nasional terhadap Sikap Nasionalisme Santri Amzad, Moh. Harirul; Anwar, M. Ansor; Mahfudin, Agus
Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peringatan Hari Santri Nasional merupakan suatu agenda tahunan yang diperingati oleh semua masyarakat terutama di kalangan santri dalam pondok pesantren dengan berbagai macam kegiatan. Peringatan Hari Santri penting direfleksikan dan menjadi momentum guna memupuk sikap nasionalisme dan menggelorakannya dalam aktualisasi kebangsaan. Salah satu aktualisasi yang dibutuhkan bangsa di era sekarang adalah jihad membangun bangsa. Kesungguhan dalam membangun bangsa mesti ditunjukkan dan dibuktikan oleh semua komponen bangsa. Metode yang digunakan peneliti adalah kuantitatif dengan teknik analisis data regresi linier sederhana. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peringatan Hari Santri Nasional di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang; mendiskripsikan hasil pengaruh peringatan hari santri nasional terhadap sikap nasionalisme santri Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang; menganalisis pengaruh peringatan Hari Santri Nasional terhadap sikap nasionalisme santri di Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri Nasional terdapat hasil perhitungan persentase sebesar 82,5%, yaitu dikategorikan baik, karena masuk pada rentang 75%-100%, yaitu masuk pada kategori baik.; bahwa sikap nasionalisme santri terdapat hasil perhitungan persentase sebesar 86,2%, yaitu dikategorikan baik, karena masuk pada rentang 76%-100%, yaitu masuk pada kategori baik. Hal ini dibuktikan bahwa nilai sig. (p. value) menunjukkan angka sebesar 0,03, yang artinya nilai sig. (p.value) < 0,05 dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Artinya, ada pengaruh antara peringatan Hari Santri Nasional terhadap sikap nasionalisme santri.
Dinamika Perempuan Meminang Laki-Laki: Sebuah Pendekatan Hukum Melalui Ushul Fiqh agus mahfudin; isna nur farikha
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 6, No 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peminangan merupakan serangkaian proses yang dilakukan sebelum perkawinan. Peminangan juga kegiatan upaya kearah terjadinya hubungan perjodohan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Berbeda dengan fenomena di desa sukorejo yang mana ada kebiasaan atau tradisi perempuan terlebih dahulu meminang laki-laki. Fenomena ini dilatar belakangi oleh kebiasaan masyarakat desa sukorejo yang masih dominan dengan adanya adat atau tradisi dari para tokoh agama dan masyarakat zaman dulu dan dianggap sebagai peninggalan turun temurun sampai sekarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan tradisi perempuan terlebih dahulu meminang laki-laki dan bagaimana pendekatan hukum melalui ‘urf. Penelitian lapangan ini menggunakan metode kualitatif. Teknik yang digunakan wawancara dengan para tokoh agama dan masyarakat. Adapun hasil penelitian ini adalah; pertama, bahwa tradisi perempuan meminang laki-laki di desa sukorejo dilakukan berdasarkan proses turun temurun yang terbangun dari para tokoh agama dan masyarakat yang kemudian di ikuti oleh seluruh masyarakat sukorejo. Kedua, selama tidak melanggar syari’at maka boleh untuk dilaksanakan proses perempuan meminang terlebih dahulu kepada laki-laki. Dari segi objeknya proses ini termasuk dalam ‘urf amaly dan dari segi penerimaan syara’, peminangan tersebut termasuk ‘urf shahih. Jika dilihat dari luas pemakaiannya termasuk ke dalam urf al-khas, hal ini dikarenakan tradisi peminangan wanita ini hanya berlaku di daerah tertentu saja.
Dinamika Perempuan Meminang Laki-Laki: Sebuah Pendekatan Hukum Melalui Ushul Fiqh agus mahfudin; isna nur farikha
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 6, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peminangan merupakan serangkaian proses yang dilakukan sebelum perkawinan. Peminangan juga kegiatan upaya kearah terjadinya hubungan perjodohan antara seorang laki-laki dengan seorang perempuan. Berbeda dengan fenomena di desa sukorejo yang mana ada kebiasaan atau tradisi perempuan terlebih dahulu meminang laki-laki. Fenomena ini dilatar belakangi oleh kebiasaan masyarakat desa sukorejo yang masih dominan dengan adanya adat atau tradisi dari para tokoh agama dan masyarakat zaman dulu dan dianggap sebagai peninggalan turun temurun sampai sekarang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan tradisi perempuan terlebih dahulu meminang laki-laki dan bagaimana pendekatan hukum melalui ‘urf. Penelitian lapangan ini menggunakan metode kualitatif. Teknik yang digunakan wawancara dengan para tokoh agama dan masyarakat. Adapun hasil penelitian ini adalah; pertama, bahwa tradisi perempuan meminang laki-laki di desa sukorejo dilakukan berdasarkan proses turun temurun yang terbangun dari para tokoh agama dan masyarakat yang kemudian di ikuti oleh seluruh masyarakat sukorejo. Kedua, selama tidak melanggar syari’at maka boleh untuk dilaksanakan proses perempuan meminang terlebih dahulu kepada laki-laki. Dari segi objeknya proses ini termasuk dalam ‘urf amaly dan dari segi penerimaan syara’, peminangan tersebut termasuk ‘urf shahih. Jika dilihat dari luas pemakaiannya termasuk ke dalam urf al-khas, hal ini dikarenakan tradisi peminangan wanita ini hanya berlaku di daerah tertentu saja
Dampak Kawin Paksa Terhadap Keharmonisan Keluarga Agus Mahfudin; Siti Musyarrofah
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 4, No 1 (2019): April
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pernikahan bukanlah hanya pertemuan lahir batin pria dan wanita, akan tetapi dalam pernikahan juga untuk mendapatkan kebahagiaan, ketenangan dan kekedamaian jiwa. Karena pada dasarnya semua manusia menginginkan pernikahan yang abadi. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penyebab dan dampak yang dialami mereka yang melaksanakan kawin paksa (perjodohan) di bawah umur di Desa Sana-Tengah Kecamatan Pasean Kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif sebagaimna untuk menghimpun informasi melalui wawancara terhadap sejumlah elemen masyarakat dam melalui observasi lapangan. Wilayah ini dipilih karena banyak terjadi pernikahan di bawah umur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang menyebabkan masyarakat Desa Sana-Tengah melaksanakan kawin paksa di bawah umur, karena faktor orang tua, ekonomi, pendidikan, adat, dan lingkungan. Praktek kawin paksa menimbulkan dampak negatif seperti terjadinya perceraian, konflik keluarga dan terjadinya perselingkuhan.
Zakat Profesi Prespektif Kiai Pondok Pesantren di Jombang Agus Mahfudin
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 2, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat profesi merupakan bentuk zakat yang belum ada contoh konkretnya, sudah pasti hal ini memerlukan hukum baru untuk memutuskannya atau untuk menjawabnya dikalangan umat islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hukum zakat profesi menurut para ahli, dalam hal ini kiai sebagai sosok yang kami pandang sebagai ahli. Oleh karena itu penelitian ini untuk mengetahui pendapat-pendapat para kiai khususnya kiai yang ada di pondok pesantren Jombang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis yang mana lebih condong kepada pengumpulan data dan pendalaman wawancara dengan  narasumber yang kami anggap mumpuni untuk berpendapat tentang Zakat Profesi. Hasil akhir dari peneltian ini adalah hukum dari zakat profesi menurut para kiai di pondok pesantren yang ada di  jombang adalah di wajibkan, bagi seorang yang berprofesi tertentu dengan berpenghasilan lebih dan telah mencapai nisab zakat.
Metodologi Istinbath Hukum Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama Agus Mahfudin
Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 6, No 1 (2021): April 2021
Publisher : Universitas Pesantren Tinggi Darul 'Ulum (Unipdu) Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Quran dan Hadits sebagai sumber utama hukum Islam memiliki jumlah yang terbatas, namun hal-hal yang muncul dalam kehidupan ini kompleks dan tidak terbatas. Untuk menghadapi masalah yang lebih rumit dan penuh kebaruan, kadang-kadang tidak ada hukum khusus dalam Al-Quran dan Hadits, sehingga ijtihad diperlukan untuk situasi ini. Melalui forum Bahtsul Masail, para ulama Nahdlatul Ulama selalu aktif mengagendakan pembahasan tentang problematika aktual tersebut dengan berusaha secara optimal untuk memecahkan kebuntuan hukum Islam akibat dari perkembangan sosial masyarakat yang terus menerus tanpa mengenal batas, sementara secara tekstual tidak terdapat landasannya dalam al-Qur’an dan Hadist, atau ada landasannya namun pengungkapannya secara tidak jelas. Maka dari itu lembaga Bathsul Masail harus memiliki metode dalam melakukan ijtihad. Metodologi Istinbath Hukum Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama memiliki tiga pendekatan metode yang disusun secara hierarkis, yaitu pendekatan metode qauli, metode ilhaqi, dan metode manhaji. Namun untuk menjawab berbagai kegelisahan tentang ketiadaan metode istinbat hukum yang bersifat operasional, serta yang dapat merepresentasikan model bermadzhab manhaji, Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-33 tahun 2015, melalui Komisi Bahtsul Masail al-Diniyyah al-Maudu’iyyah merumuskan metode istinbat al-ahkam. Secara operasional tersusun menjadi tiga metode yaitu metode bayani, metode qiyasi, dan metode istislahi atau maqasidi.