Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Proceeding Biology Education Conference

UJI CEMARAN AIR AKIBAT BAHAN KIMIA BERBAHAYA ATAS DASAR GANGGUAN SISTEM ENDOKRIN IKAN Mahmudati, Nurul
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran air merupakan fenomena pada kehidupan modern dan dapat disebabkan oleh sumber sumber pengembangan pekotaan, industri, perumahan, pertanian. Hasil pemantuan kualitas air sungai di 33 propinsi yang dilakukan oleh SARPEDAL  Kementrian Lingkungan Hidup 2011 dinyatakan bahwa 32 dari 51 sungai besar di Indonesia tercemar berat dan 16 tercemar sedang-berat dan hanya 1 yang dinyatakan masih memenuhi standar baku mutu, Beberapa Indikator untuk uji pencemaran perairan sebenarnya sudah banyak digunakan, namun demikian indikator pencemaran air oleh karena bahan kimia berbahaya atas dasar gangguan sistem endokrin ikan masih belum banyak diungkap.Pemantuan kualitas air sudah banyak dilakukan melalui indikator fisik, kimiawi, dan indikator biologis. Indikator biologis banyak mengalami perkembangan metode bila dibandinkan dengan indikator fisik dan kimiawi. Indikator biologi yang sudah sering dilakukan antara lain adalah: microorganism indicator, biodiversitas planktonya itu phyto dan zooplanktons, distribusi benthic (macrovertebrates, dsb) Perkembangan beberapa tahun  terakhir menunjukkan bahwa sistem endokrin ikan bisa digunakan sebagai bio indikator adanya pencemaran air khususnya yang diakibatkan oleh bahan kimia berbahaya. Berdasarkan hal tersebut pada artikel ini akan uraikan kajian teori terbaru tentang sistem endokrin ikan sebagai indikator cemaran air, serta studi pendahuluan peneliti tentang uji kualitas air pada beberapa perairan melaui gangguan sistem endokrin ikan yakni melaui pengujian gonadosomatik indek dan hepatosomatik indek serta kejadian interse katauovotestis pada ikan. Air dengan kualitas yang memenuhi syarat merupakan kebutuhan pokok umat manusia, sehingga pengembangan metode pemantauan terhadap kualitas air menjadi hal yang sangat penting, Kata kunci :Cemaran air, gangguan endokrin ikan, gonadosomatik indek
Pollution Test Nutrition Value Coeficient Through in the River Mojokerto Town Ambarwati, Anjar Rizki; Mahmudati, Nurul; Latifah, Roimil
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mojokerto merupakan kota dengan jumlah penduduk yang padat dengan ekonomi yang sedang berkembang. Permasalahan mayarakat perkotaan adalah kekurangan pasokan air bersih yang diakibatkan pencemaran air khusunya air sungai. Sungai sebagai salah satu komponen lingkungan yang penting bagi kehidupan manusia. Seiring berkembangnya jaman, sungai mengalami pergeseran fungsi yang digunakan masyarakat sebagai media pembuangan sehingga terjadi masukan bahan pencemar. Lokasi penelitian berada ditengah kota Mojokerto. Sumber cemaran lokasi yang yang digunakan sebagai penelitian  berasal dari limbah domestik (lokasi A) dan limbah industri (lokasi B). Penelitian sebelumnya tahun 2008 yang diselenggarakan oleh dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto, kedua sungai tersebut berstatus tercemar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status perairan sungai Kota Mojokerto melalui bioindikator koefisen nilai nutrisi ikan yang ditunjang dengan data pendukung berupa parameter fisika (suhu, TSS, dan TDS ) dan kimia (pH, BOD, COD) perairan. Acuan yang digunakan untuk menentukan status perairan melalui parameter fisika dan kimia perairan adalah PP Nomor 82 Tahun 2001. Pengambilan sampel ikan dilakukan pada empat titik dimasing-masing lokasi penelitian, dimana titik kedua sebagai sumber pencemar. Pengukuran koefisien  nilai nutrisi ikan dihitung menggunakan rumus berat tubuh ikan (dalam gram) dikalikan 100 dibagi panjang tubuh tubuh ikan (dalam cm) pangkat 3. Penentuan tercemar atau tidaknya lokasi tersebut ditinjau dengan kategori ≥ 1,7 adalah tidak tercemar, 1,30 – 1,69 adalah tercemar, 0,90 – 1,29 adalah tercemar ringan, 0,50 – 0,89 adalah tercemar sedang, dan ≤ 0,49 adalah tercemar berat. Hasil perhitungan selanjutnya dilakukan uji beda (T-tes) indepentedent sampel T test. Penentuan status perairan dapat dilihat dari hasil perhitungan dan ditinjau menggunakan tabel. Hasil pengukuran koefisien nilai nutrisi dari kedua sungai didapatkan hasil dilokasi A pada titik ke satu (1,7) dan dua (1,8) tidak tercemar, sedangkan tiga (1,6) dan empat (1,6) berstatus tercemar. Lokasi B hasil pengukuran koefisien nilai nutrisi dari keempat titik (1,45; 1,35; 1,5; 1,45) sungai didapatkan hasil berstatus tercemar. Berdasarkan pengukuran koefisien nilai nutrissi dan tinjauan parameter fisika dan kimia perairan, didapatkan hasil lokasi disungai A adalah tidak tercemar dan lokasi sungai B adalah tercemar. Hasil penelitian tersebut dapat dijadikan sebagai acuan  pengendalian pencemaran khususnya pihak masyarakat umum dan pihak industriKeywords: Koefisen Nilai Nutrisi, Uji Cemaran, dan Status Perairan
KAJIAN BIOLOGI MOLEKULER PERAN ESTROGEN /FITOESTROGEN PADA METABOLISME TULANG USIA MENOPAUSE Nurul Mahmudati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tahun 2015 diperkirakan jumlah wanita usia menopause di Indonesia  mencapai lebih kurang 24 juta orang. Lebih kurang 35% osteoporosis dan 50% osteopenia. Osteoporosis  merupakan salah satu penyakit degeneratif yang belakangan menjadi masalah di Indonesia sebagai efek peningkatan usia harapan hidup. Osteopororosis menurut WHO adalah penyakit metabolisme tulang dengan ciri  pengurangan kepadatan  tulang (T score < -2,5) yang mengarah pada terjadinya fragilitas tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang Metabolisme  tulang melibatkan banyak faktor, namun demikian  estrogen merupakan salah satu faktor yang cukup potensial  terhadap  pengaturan  kepadatan tulang  pada perempuan demikian juga pada laki-laki, namun demikian mekanisme peran estrogen dalam memempengaruhi kepadatan tulang belum banayak diungkap. Kajian ilmiah ini bertujuan  untuk mengungkap kejelasan mekanisme aksi biologi estrogen/fitoestrogen  pada metabolisme tulang dalam mempengaruhi kepadatan tulang atas dasar pendekatan biologi molekuler. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi informasi  tentang bagaimana peran estrogen/fitoestrogen dalam mempengaruhi kepadatan tulang pada umumnya dan menjadi tambahan wawasan untuk  menyiapkan bahan ajar  Endokrin  untuk sekolah menengah maupun perguruan tinggi.   Kata kunci: Estrogen, metabolism tulang, kepadatan tulang, osteoporosis
Seduhan Jahe Menurunkan Ekspresi TNF α pada Tikus Putih yang Diberi Diet Tinggi Lemak (HFD) Nurul Mahmudati
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cardiovascular disease still one of the highest death factor in Indonesia. Ginger as an anti-atherosclerosis could be one of the alternatives that are being developed to decrease the cardiovascular disease. The general aims of this research were determining the mechanism of ginger as anti-atherosclerosis to decrease the risk of cardiovascular disease.Research design used was “The Randomized Posttest only Control Group Design”. By this research, the experimental unit was Rattus norvegicus, male; in the age of 3 months and total number were thirty. Independent variable of this research was  steeping of ginger, the dose various of steeping  ginger  (A.control, B. HFD, CHFD+4gZO, 3g + bay leaf, and 5g), and dependent variable was Tumor Necrotic Factor  (TNF)α of tissue lipid. TNF α expression was measured by using ELISA method.  The data was analyzed by using ANOVA.Based on the analysis, it showed that steeping of ginger was decreased the expression of TNF-α in fat tissue (Control 56,30 113,17  pg/mL, HFD + Exercise 94,30, HFD + Ginger 4 g, HFD + Ginger 6 g 74,33   pg/mL, 3g + bay leaf = 493 pg /mL). Steeping of ginger decreased the risk of TNF α expression that as factor cause of atherosclerosis.Key Word         : Ginger, TNF α, aterosklerosis, Cardiovascular