Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : INASJIF

ANALISIS PERBANDINGAN BANK UMUM SYARIAH DENGAN UNIT USAHA SYARIAH DARI ASPEK EFISIENSI, KUALITAS ASET, DAN STABILITAS KEUANGAN Pratiwi, Renita; Mahrus, Moh.; Candra, Alias
Indonesian Scientific Journal of Islamic Finance Vol 1 No 1 (2022): Indonesian Scientific Journal of Islamic Finance
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University of Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/inasjif.v1i1.4837

Abstract

The background of this research is the measurement of efficiency in Islamic banks is an important indicator in seeing the ability of Islamic banks to survive in the face of intense competition in the Islamic banking industry as well as competition in the national banking industry in Indonesia. The asset quality of a bank shows the soundness of the bank as an intermediary in increasing public trust in banks in managing public funds. Given that asset is an important issue for banks to prevent bankruptcy and bank risk generally come from weak assets. Maintaining bank financial stability is also very important, where profit as the main source of bank funds in increasing core capital is highly dependent on the ability of the bank’s business profitability to increase profits. The study aims to the similarities and differences in efficiency, asset quality, and financial stability between Islamic Commercial Banks and Sharia Business Units for the 2016-2020 period. Data analysis method used descriptive statistical test and independent sample t-test with the help of IBM SPSS Statistic 22 software. The results of this study indicate that is a difference in efficiency, this is evidenced by the t count value of 4.379 and a significance value of 0,000 < 0,05. There are similarities in asset quality, this is evidenced by the t count value and a significance value of 0,197 > 0,05. And there are differences in financial stability, this is evidenced by the t count value of -2.180 and a significance value of 0,032 < 0,05.
PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN BERBASIS ASET WAKAF DI JAWA TIMUR Mahrus, Moh.; Musfiroh, Imroh Atul
Indonesian Scientific Journal of Islamic Finance Vol 2 No 2 (2024): Indonesian Scientific Journal of Islamic Finance
Publisher : Faculty of Islamic Economics and Business, Sultan Aji Muhammad Idris State Islamic University of Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/inasjif.v2i2.8239

Abstract

Wakaf tidak dipandang lagi sebagai pranata keagamaan yang tujuan, fungsi dan peruntukannya hanya sebatas untuk kepentingan ibadah semata. Namun, harus dimaknai sebagai sarana potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memenuhi kepentingan umum, termasuk bagi dunia pendidikan khususnya Pondok pesantren yang turut serta dalam menciptakan generasi bangsa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggali informasi, pemberitaan, dan pendapat serta memaparkannya kembali perihal peran-serta Yayasan Badan Wakaf KH. Adlan Aly dalam pengembangan pendidikan Islam. Hal ini dilakukan antara lain dengan wawancara secara snowball sampling dengan beberapa pihak yang berkompeten, pengurus yayasan, serta pihak-pihak yang mengetahui tentang seluk-beluk wakaf di institusi tersebut. Juga dengan mengadakan observasi. Hasil penelitian ini telah menyimpulkan bahwa mengamankan aset wakaf di lingkungan Yayasan Badan Wakaf KH. M. Adlan Aly Cukir Jombang dan Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak Jombang. Wujud nyatanya antara lain dengan menjadikan lembaga (dalam hal ini awalnya Ponpes Putri Mu’allimat) sebagai Yayasan Badan Wakaf. Konsekwensi logisnya adalah bahwa semua harta milik Yayasan menjadi harta wakaf. Di samping itu, adanya upaya sertipikasi tanah dan bangunan, baik berupa sertipikat tanah (hak milik) maupun sertipikat tanah wakaf. Demikian pula dengan inventarisasi harta Yayasan yang menjadi agenda program kerja Yayasan, minimal dapat diketahui secara keseluruhan kekayaan Yayasan Badan Wakaf.