Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Kooperatif untuk Mengajar Menulis Recount Teks: Studi Kasus Zahra Novianti; Dian Novita
Pubmedia Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris Vol. 3 No. 2 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/jpbi.v3i2.2624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan kemampuan menulis teks recount pada siswa sekolah menengah. Teks recount merupakan salah satu jenis teks penting dalam kurikulum Bahasa Inggris, karena melatih siswa untuk menyusun kembali pengalaman atau peristiwa secara kronologis menggunakan struktur dan unsur kebahasaan yang sesuai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah seorang guru Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui observasi kelas secara langsung dan wawancara semi-terstruktur, yang memungkinkan peneliti untuk memahami proses pembelajaran secara mendalam, termasuk interaksi antara guru dan siswa, serta penerapan strategi pembelajaran seperti cooperative learning, scaffolding, dan peer feedback. Observasi dilakukan dalam beberapa pertemuan untuk menangkap pola dan variasi strategi yang digunakan guru dalam mengajarkan teks recount. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan kombinasi strategi kolaboratif dan individual dalam mengembangkan kemampuan menulis siswa. Strategi-strategi tersebut tidak hanya membantu siswa memahami struktur teks recount secara lebih baik, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan berpikir kritis siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman praktik pengajaran menulis yang efektif dan relevan dalam konteks pembelajaran Bahasa Inggris sebagai bahasa asing di tingkat sekolah menengah.
THE GROUPING METHOD AS A PEDAGOGICAL STRATEGY TO ENHANCE JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS' PROFICIENCY IN CONSTRUCTING SIMPLE PRESENT TENSE SENTENCES [METODE PENGELOMPOKKAN SEBAGAI STRATEGI PEDAGOGIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SMP DALAM MENYUSUN KALIMAT SINGKAT DALAM BENTUK PRESENT TENSE] Edy Suseno; Dian Novita; Fika Megawati
Polyglot Vol 22 No 1 (2026): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v22i1.10583

Abstract

The simple present tense is a fundamental grammar structure in English as a Foreign Language (EFL) learning, yet it remains a source of difficulty for many junior high school students, particularly in relation to subject-verb agreement and sentence construction. This study investigates the effectiveness of the grouping method as a pedagogical strategy to improve students' proficiency in constructing simple present tense sentences. A mixed-methods research design was employed with 60 Grade 7 students from a junior high school in Indonesia. The intervention involved implementing the grouping method in three phases: teaching verbal sentences (Group A: plural/subjects other than third-person singular; Group B: third-person singular), teaching nominal sentences (Group C: to be constructions), and integrating both types of sentences. Data were collected through pre- and post-tests, classroom observations, student questionnaires, and semi-structured interviews. Results indicated a significant improvement in students' accuracy in constructing simple present tense sentences, a reduction in cognitive load, and an increase in motivation and confidence. The findings suggest that the grouping method is a valuable strategy for EFL teachers to enhance students' grammar proficiency and engagement. Abstrak Bahasa Indonesia  Simple Present Tense merupakan struktur tata bahasa fundamental dalam pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL), namun tetap menjadi sumber kesulitan bagi banyak siswa SMP, khususnya terkait dengan kesesuaian subjek-predikat dan konstruksi kalimat. Studi ini menyelidiki efektivitas metode pengelompokan sebagai strategi pedagogis untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyusun kalimat Simple Present Tense. Desain penelitian metode campuran digunakan dengan 60 siswa kelas 7 dari sebuah SMP di Indonesia. Intervensi melibatkan penerapan metode pengelompokan dalam tiga fase: pengajaran kalimat verbal (Kelompok A: jamak/subjek selain orang ketiga tunggal; Kelompok B: orang ketiga tunggal), pengajaran kalimat nominal (Kelompok C: konstruksi "to be"), dan pengintegrasian kedua jenis kalimat tersebut. Data dikumpulkan melalui tes pra dan pasca, observasi kelas, kuesioner siswa, dan wawancara semi-terstruktur. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam akurasi siswa dalam menyusun kalimat Simple Present Tense, pengurangan beban kognitif, dan peningkatan motivasi serta kepercayaan diri. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pengelompokan merupakan strategi yang berharga bagi guru EFL untuk meningkatkan kemampuan tata bahasa dan keterlibatan siswa.