Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL BIOMEDIK

GAMBARAN KASUS KEMATIAN PADA KORBAN TERPAPAR ALKOHOL YANG DIAUTOPSI DI BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU PERIODE 2014 - 2017 Pangemanan, Angela A.; Siwu, James; Mallo, Nola T. S.
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 10, No 3 (2018): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.10.3.2018.21987

Abstract

Abstract: Alcohol is an addictive substance that could cause adverse effects to human body. Moreover, it is also related to a variety of criminal acts. North Celebes is one of the provinces with the highest alcohol consumption in Indonesia. This study was aimed to describe the death cases exposed to alcohol that were autopsied at Prof. Dr. R. D Kandou Hospital Manado during 2014-2017. This was a descriptive retrospective study using data of visum et repertum. The results showed that there were 17 death cases exposed to alcohol. The majority were in 2016 as many as 6 cases (35.3%). The most common age group was 26-35 years as many as 7 cases (41.2%). All cases were males (100%). The most cause of death in these cases were due to violence using sharp objects as many as 15 cases (88.2%). Conclusion: Most death cases exposed to alcohol were males aged 26-35 years, and the cause of death was violence using sharp object.Keywords: alcohol, death casesAbstrak: Alkohol adalah zat adiktif yang dapat berdampak buruk bagi tubuh manusia serta terkait juga dengan berbagai tindakan kriminalitas. Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi dengan konsumen alkohol terbanyak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus kematian pada korban terpapar alkohol yang diautopsi di RSUP Prof. Dr. R. D Kandou periode 2014-2017. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data hasil visum et repertum. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif. Hasil penelitian mendapatkan 17 kasus kematian korban terpapar alkohol. Kasus terbanyak pada tahun 2016 yaitu 6 kasus (35,3%). Kelompok usia terbanyak 26-35 tahun yaitu 7 kasus (41,2%) dan jenis kelamin laki-laki (100%). Penyebab kematian terpapar alkohol terbanyak karena kekerasan benda tajam yaitu 15 kasus (88,2%). Simpulan: Sebagian besar kasus kematian akibat terpapar alkohol berada dalam kelompok usia 26-35 tahun, semua berjenis kelamin laki-laki, dengan jenis penyebab kematian akibat kekerasan benda tajam.Kata kunci: alkohol, kasus kematian
Gambaran Kasus Gantung Diri di Kota Manado Periode Tahun 2018-2019 Rapang, Eflika C.; Kristanto, Erwin G.; Mallo, Nola T. S.
JURNAL BIOMEDIK : JBM Vol 12, No 2 (2020): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.12.2.2020.29628

Abstract

Abstract: Suicide by hanging has become one of the most global problems and the second highest cause of deaths in Indonesia’s population of 15-29 years old. This study was aimed to obtain the case description of suicide by hanging in Manado from 2018 to 2019. This was a retrospective and descriptive study using data of the Police Station in Manado. The results showed that there were 13 cases of suicide by hanging during 2018-2019 consisted of 6 cases in 2018 and 7 cases in 2019. The majority of cases were male (13 cases), age between 17-25 years old (4 cases), senior high school educated (7 cases), unemployment (6 cases), using nylon straps to hang themselves (9 cases), with love problems as modus (5 cases). In conclusion, the number of suicide by hanging cases in 2019 was higher than in 2018. Most cases were male, aged 17-25 years old, with love problem as the motive/modus.Keywords: suicide, suicide by hanging Abstrak: Bunuh diri dengan cara gantung diri telah menjadi salah satu masalah global dan menjadi penyebab kedua kematian pada usia produktif 15-29 tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kasus gantung diri di Kota Manado periode tahun 2018-2019. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospketif menggunakan data dari Polresta Manado. Hasil penelitian mendapatkan 13 kasus gantung diri. Kasus gantung diri lebih banyak pada tahun 2019 yaitu 7 kasus. Jenis kelamin terbanyak yang melakukan gantung diri ialah semuanya berjenis kelamin laki-laki yaitu sebanyak 13 kasus. Usia terbanyak ialah 17-25 tahun (masa remaja akhir) sebanyak 4 kasus. Pendidikan terbanyak ialah pendidikan akhir SMA sebanyak 7 kasus. Pekerjaan terbanyak ialah tidak memiliki pekerjaan sebanyak 6 kasus. Benda yang digunakan terbanyak ialah tali nilon sebanyak 9 kasus. Modus/motif terbanyak melakukan gantung diri karena masalah percintaan/asmara sebanyak 5 kasus. Simpulan penelitian ini ialah jumlah kasus gantung diri di Kota Manado tahun 2019 lebih banyak dibandingkan tahun 2018. Kasus terbanyak ialah berjenis kelamin laki-laki, usia produktif 17-25 tahun, dengan modus/motif melakukan gantung diri karena masalah percintaan.Kata kunci: bunuh diri, gantung diri