Elli Kusumawati
Universitas Lambung Mangkurat

Published : 21 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

ANALISIS KESALAHAN PENERJEMAHAN TEKS BAHASA INGGRIS-BAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA PENDIDIKAN MATEMATIKA SEMESTER VI TAHUN 2016/2017 Elli Kusumawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i1.3826

Abstract

Penerjemahan merupakan proses pengalihan pesan penulisan bahasa sumber ke dalam bahasa sasaran. Kesalahan penerjemahan teks bahasa inggris seringkali dijumpai dalam hasil terjemahan mahasiswa Pendidikan matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Dalam kurikulum Pendidikan Matematika FKIP ULM terdapat dua mata kuliah yang mendukung atau memberi bekal untuk mahasiswa dalam berbahasa inggris. Pada mata kuliah ini mahasiswa belajar kosakata matematika dan pembelajaran, membuat rencana pembelajaran matematika SMP dalam bahasa inggris dan menerapkannya dalam simulasi pembelajaran di kelas. Selain itu mahasiswa juga menerjemahkan teks berbahasa Inggris berupa buku teks matematika maupun artikel pembelajaran matematika. Mengingat pentingnya kemampuan mahasiswa dalam menerjemahkan teks artikel berbahasa inggris maka perlu penelitian untuk mengetahui analisa kesalahan penerjemahan sehingga dapat mengetahui kemampuan menerjemahkan teks pada mahasiswa.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menjelaskan analisis kesalahan penerjemahan teks bahasa inggris yang dilakukan oleh mahasiswa.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa matematika yang mengikuti mata kuliah bahasa inggris matematika tahun ajaran 2016/2017 kelas B yang berjumlah 41 orang. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini merupakan sampel total. Artikel ini menggambarkan kesalahan siswa dalam menerjemahkan kosakata matematika dan pembelajaran pada artikel berbahasa Inggris.Kata Kunci: analisis, kesalahan, terrjemahan
Pembelajaran Matematika Melalui Strategi React untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMK Elli Kusumawati; Novia Dwi Rizki
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v2i2.621

Abstract

Matematika merupakan mata pelajaran wajib untuk diajarkan di sekolah. Hingga saat ini matematika masih dianggap sebagai mata pelajaran yang menakutkan bagi siswa. Hal ini dialami oleh siswa SMK Negeri 4 Banjarmasin terutama jika siswa menemui masalah matematika dalam kehidupan sehari-hari. Kemampuan pemecahan masalah matematis siswa masih cenderung lemah. Untuk mengatasinya, diperlukan strategi pembelajaran matematika yang mengarahkan siswa pada kemampuan pemecahan masalah matematis. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa selama proses pembelajaran strategi REACT, mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar dengan menggunakan strategi REACT, dan mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan strategi REACT dibandingkan siswa yang belajar dengan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuasi dengan populasi seluruh siswa kelas X SMK Negeri 4 Banjarmasin yang berjumlah 10 kelas. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan random sampling, sehingga diperoleh kelas X Busana 2 sebagai kelas eksperimen yang pembelajarannya menggunakan strategi REACT dan kelas X Busana 1 sebagai kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, dokumentasi dan observasi. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian ini adalah aktivitas siswa selama proses pembelajaran strategi REACT berada pada kualifikasi cukup baik hingga sangat baik, kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan strategi REACT berada pada kualifikasi baik, dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang belajar menggunakan strategi REACT lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang belajar menggunakan pembelajaran konvensional. Kata kunci: pemecahan masalah matematis, strategi REACT.
IDENTIFIKASI KESULITAN MENYELESAIKAN SOAL FUNGSI KOMPOSISI PESERTA DIDIK KELAS X KEUANGAN SMK NEGERI DI BANJARMASIN TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Elli Kusumawati; Fitria Aulia
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v5i2.4639

Abstract

Menentukan komposisi fungsi adalah bagian kompetensi dasar yang wajib dipunyai siswa. Dalam menyelesaikan soal materi fungsi komposisi beberapa siswa masih ada yang kesulitan ketika menentukan fungsi komposisi. Berdasarkan hasil Praktik Pengajaran di Sekolah, diperoleh informasi peserta didik kesulitan dalam mem­be­rikan alasan sehingga diperoleh indikasi bahwa peserta didik belum mampu dalam menganalisis soal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kesulitan peserta didik ketika mengerjakan soal dimateri fungsi komposisi dilihat pada langkah penyelesaian. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif dengan populasi selu­ruh anak didik SMK Negeri kelas X Keuangan di Banjarmasin tahun pelajaran 2016/ 2017. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampel total dan sampel acak. Cara pengumpulan data memakai tes dan analisis data memakai persentase. Hasil pe­ne­litian menunjukkan bahwa untuk menyelesaikan soal komposisi dua fungsi (g o f)(x) dan (f o g)(x) peserta didik mengalami kesulitan dalam mensubsti­tusikan fungsi. Menentukan fungsi jika komposisi fungsi dan fungsi lain diketahui peser­ta didik mengalami kesulitan ketika melakukan permisalan kemudian pensub­stitusian. Menyelesaikan soal komposisi tiga fungsi peserta didik mengalami kesuli­tan menuliskan rumus komposisi tiga fungsi (f o g o h)(x). Menyele­saikan soal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (soal cerita) menggunakan fungsi kom­posisi peserta didik mengalami kesulitan dalam menentukan rumus komposisi dua fungsi yang digunakan. Kata kunci: Identifikasi Kesulitan, Fungsi Komposisi
ANALISIS KESALAHAN MAHASISWA PGSD DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI DITINJAU DARI PRIOR KNOWLEDGE Subanji Subanji; Elli Kusumawati; Indah Setyo Wardhani
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 11, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v11i2.17141

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesalahan mahasiswa dalam memecahkan masalah geometri melalui penelusuran prior knowledge. Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus tipe instrumental melibatkan 185 mahasiswa PGSD Universitas Trunojoyo Madura. Subjek menyelesaikan instrumen pelacak prior knowledge dan dilanjutkan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71 (38,37%) gagal menyelesaikan masalah segitiga dan 124 (67,02%) subjek gagal menyelesaikan masalah jajar genjang. Kesalahan menyelesaikan masalah tersebut dikarenakan kesalahan memahami prior knowledge. Kesalahan pemecahan masalah dapat dikelompokkan menjadi empat bentuk yaitu: (1) kesalahan representasi; (2) kesalahan menggambar garis tinggi, (3) kesalahan dalam menggunakan teorema phytagoras, dan (4) kesalahan memahami konteks berbeda. Sebaran kesalahan prior knowledge: 87,75% kesalahan memahami aksioma, definisi dan representasi dalam geometri sebesar; dan 26,49% kesalahan representasi gambar.   Kata kunci: Prior Knowladge, Pemecahan Masalah, Geometri Abstract: This study examines students' mistakes in solving geometric problems through searching prior knowledge. This research is an instrumental type case study involving 185 PGSD students at Trunojoyo University, Madura. The subject completed the prior knowledge tracking instrument and continued problem solving. The results showed that 71 (38.37%) failed to solve the triangle problem and 124 (67.02%) subjects failed to solve the parallelogram problem. Errors in solving these problems are due to errors in understanding prior knowledge. Problem solving errors can be grouped into four forms, namely: (1) misrepresentation; (2) mistakes in drawing heights, (3) mistakes in using the Pythagorean theorem, and (4) mistakes in understanding different contexts. Prior knowledge error distribution: 87.75% error in understanding the axioms, definitions and representations in geometry by; and 26.49% image representation error. Keywords: Prior Knowladge, Problem Solving, Geometry.
PENGEMBANGAN HANDOUT GEOMETRI EUCLID UNTUK MENUMBUHKAN KOMUNIKASI MATEMATIS MAHASISWA BERBASIS PROYEK Alfiani Athma Putri Rosyadi; Baiduri Baiduri; Arif Hidayatul Khusna; Elli Kusumawati
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i1.21614

Abstract

Abstrak: Komunikasi matematis merupakan keterampilan yang sangat penting bagi mahasiswa matematika. Namun, banyak mahasiswa masih mengalami kesulitan dalam mengkomunikasikan ide-ide matematis mereka secara efektif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa salah satu faktor yang menyebabkan kesulitan ini adalah kurangnya pengalaman dalam menerapkan konsep-konsep matematika dalam konteks yang nyata. Geometri Euclid, sebagai salah satu cabang matematika yang fundamental, seringkali diajarkan secara abstrak dan kurang menarik bagi mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan HandOut geometri Euclid yang berbasis proyek dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis mahasiswa. Metode yang digunakan adalah Research and Development dengan menggunakan model ADDIE. Instrumen yang digunakan adalah tes dan wawancara. Subjek pada penelitian ini adalah mahasiswa semester tiga jurusan pendidikan matematika Universitas Muhammadiyah Malang. Pengembangan HandOut geometri Euclid untuk menumbuhkan komunikasi matematis mahasiswa berbasis proyek dilakukan melalui tahapan analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Secara umum, hasil pengembangan HandOut ini memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Hasil yang diperoleh yaitu kejelasan penyampaian, kelengkapan penyelesaian, dan interpretasi hasil mendapatkan hasil baik. Sedangkan untuk penggunaan model dan representasi ide pada kategori cukup. Posisi penelitian  ini berada dalam tren pengembangan bahan ajar matematika yang inovatif, khususnya HandOut, yang tidak hanya menyajikan materi tetapi juga dirancang untuk meningkatkan komunikasi matematis mahasiswa.  Kata kunci: HandOut, komunikasi matematis, geometri Euclid, berbasis proyek Abstract: Mathematical communication is an essential skill for mathematics students. However, many students still experience difficulties in communicating their mathematical ideas effectively. Previous research has shown that one of the factors causing this difficulty is the lack of experience in applying mathematical concepts in a real context. Euclid geometry, one of the fundamental branches of mathematics, is often taught abstractly and less appealing to students. Therefore, this study aims to develop a project-based Euclid geometry HandOut to improve students' mathematical communication skills. The method used is Research and Development using the ADDIE model. The instruments used are tests and interviews. The subjects in this study were third-semester students majoring in mathematics education at Muhammadiyah University of Malang. The development of Euclid geometry HandOuts to foster project-based student mathematical communication through the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The results of developing this HandOut meet the validity, practicality, and effectiveness criteria. The results obtained are clarity of delivery, completeness of completion, and interpretation of results, which get good results for using models and representing ideas in the sufficient category. The position of this research is in the trend of developing innovative mathematics teaching materials, especially HandOuts, which not only present material but are also designed to improve students' mathematical communication.  Keywords: HandOut, mathematical communication, Euclid geometry, project-based
META ANALISIS: PENGARUH PENDEKATAN ETNOMATEMATIKA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA Alma Nisfia Safira; Karim; Elli Kusumawati
JURMADIKTA Vol. 6 No. 1 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i1.3676

Abstract

Meskipun kemampuan berpikir kritis matematis di Indonesia masih relatif rendah, kemampuan tersebut merupakan komponen penting dalam pembelajaran matematika. Pendekatan etnomatematika dinilai mampu menjadi solusi karena mengaitkan konsep matematika dengan budaya lokal siswa. Studi ini bertujuan guna mengevaluasi pengaruh yang signifikan dari penggunaan pendekatan etnomatematika terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika. Metode yang diterapkan yakni systematic review pada teknik meta analisis. Pencarian Google Scholar digunakan untuk menemukan artikel dari tahun 2017 hingga 2025. Ada 14 artikel yang memenuhi syarat untuk analisis. Analisis studi ini dilakukan memakai perangkat lunak Comprehensive Meta-Analysis (CMA) V3.0. Persamaan Hedges serta model estimasi efek acak digunakan untuk menghitung ukuran efek. Berlandaskan hasil keseluruhan studi, pendekatan etnomatematika mempunyai ukuran efek keseluruhan sejumlah 1,075 terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa, yang menempatkannya dalam kelompok efek besar. Dua variabel moderator tingkat kelas serta bahan ajar dipertimbangkan dalam menganalisis variasi dalam studi ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis etnomatematika memberikan pengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Temuan juga menunjukkan bahwa siswa kelas 3 memperoleh manfaat terbesar dari penerapan pendekatan ini. Selain itu, materi geometri datar menjadi bidang studi yang menunjukkan hasil yang optimal.
PENGEMBANGAN TES FORMATIF MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL BERBASIS ETNOMATEMATIKA PASAR TERAPUNG Alfina Damayanti; Chairil Faif Pasani; Elli Kusumawati
JURMADIKTA Vol. 5 No. 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.2966

Abstract

Salah satu upaya untuk dapat mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran matematika siswa adalah dengan tes formatif. Materi sistem persamaan linear dua variabel dapat dikaitkan dengan etnomatematika pasar terapung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjabarkan proses dan menghasilkan tes formatif untuk siswa kelas VIII SMP yang valid dan reliabel. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Research and Development mengikuti alur ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Analisis data ditinjau dari kriteria valid, reliabel, indeks tingkat kesukaran, dan indeks daya pembeda. Tes formatif dievaluasi oleh dua validator diperoleh skor validitas logis sebesar 3,67 yang termasuk dalam kategori valid. Sedangkan, analisis validitas empiris butir soal didapatkan 10 butir soal valid dan 5 butir soal tidak valid. Hasil analisis reliabilitas memperoleh nilai koefisien 0,858 yang termasuk dalam kategori reliabilitas sangat tinggi. Tes formatif memiliki tingkat kesukaran sedang dengan rata-rata indeks kesukaran 0,68 dan daya pembeda baik dengan rata-rata indeks daya pembeda 0,47. Hasil akhir penelitian diperoleh 10 butir soal pilihan ganda yang valid dan reliabel.
PENGEMBANGAN SOAL BERBASIS HIGHER ORDER THINKING SKILLS UNTUK MENGUKUR KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Fina Arumanisa; Hidayah Ansori; Elli Kusumawati
JURMADIKTA Vol. 5 No. 1 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i1.3017

Abstract

Pengembangan yang dilaksanakan ialah pengembangan soal uraian berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang mengukur kompetensi berpikir kritis peserta didik Sekolah Menengah Pertama pada materi bangun ruang sisi datar. Tujuan dari pengembangan ini untuk menghasilkan soal-soal berbasis HOTS yang valid, praktis, serta reliabel dan bisa dipergunakan sebagai alat untuk mengukur kompetensi berpikir kritis peserta didik. Pengembangan ini menggunakan model Formatif Reseach menurut Tessmer dengan teknik analisis data berupa analisis kualitatif berupa saran perbaikan dari validator dan kuantitatif berupa hasil penilaian dari validator yang bertujuan untuk menganalisis validitas soal. Subjek uji coba pada studi ini ialah siswa kelas VIII B di SMPN 21 Banjarmasin yang berjumlah 31 siswa, dan objek pada penelitian ini ialah soal-soal uraian berbasis HOTS. Validitas soal dalam pengembangan ini diambil dari hasil validitas oleh dua orang dosen ahli dan satu orang guru matematika dengan memperoleh skor 3,45 yang berada pada kategori valid. Angket respon siswa memiliki hasil penilaian dengan skor 4,67 yang berada pada kategori praktis. Uji validitas empiris berdasarkan nilai hasil pengerjaan siswa memiliki koefisien reliabel tinggi dengan skor 0,765. Hasil dari pengembangan ini berupa 12 soal uraian berbasis HOTS yang bisa dipergunakan untuk mengukur kompetensi berpikir kritis peserta didik yang valid, praktis dan reliabel.
PENGEMBANGAN TES FORMATIF BILANGAN DESIMAL BERACUAN SELF-DIRECTED LEARNING ORIENTED ASSESSMENT (SLOA) UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR Noormahyanti Noormahyanti; Chairil Faif Pasani; Elli Kusumawati
JURMADIKTA Vol. 5 No. 3 (2025): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v5i3.3278

Abstract

Self-Directed Learning Oriented Assessment adalah sebuah gagasan penilaian yang berarah pada diri sendiri. SLOA melibatkan peserta didik dalam penilaian proses pembelajaran atau memungkinkan peserta didik untuk melakukan penilaian mandiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan tes formatif pada materi bilangan desimal yang beracuan SLOA (Self-Directed Learning Oriented Assessment) di kelas IV yang valid, praktis dan efektif. Metode penelitian ini adalah Research and Development (RnD) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation). Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan uji validitas dengan melakukan validitas kepada validator, uji kepraktisan dengan mengukur kepraktisan tes formatif yang diberikan kepada guru dan uji keefektifan dilakuakn dengan mengukur ketuntasan belajar siswa terhadap tes formatif yang diberikan. Teknik pengumpulan data dengan lembar validasi, angket kepraktisan guru dan tes formatif beracuan SLOA. Tes formatif ini dilengkapi dengan self assessment. Sampel penelitian ini adalah peserta didik kelas IV di SDN 1 Loktabat Selatan Banjarbaru dengan jumlah 20 peserta didik. Hasil penelitian juga menunjukkan tes formatif beracuan SLOA memenuhi kategori valid, praktis dan efektif. Hasil dari uji coba tes formatif beracuan SLOA menunjukkan adanya peningkatan jumlah peserta didik yang mampu menilai diri sendiri, tingkat keyakinan dan peningkatan pada pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tes formatif beracuan SLOA dapat digunakan lebih lanjut karena memenuhi kategori valid, praktis dan efektif.
PENGEMBANGAN MEDIA PUZZLE BERBASIS KUBUS SATUAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP VOLUME BANGUN RUANG Annisaturrahmah Annisaturrahmah; Elli Kusumawati; Muhammad Sa'duddien Khair
JURMADIKTA Vol. 6 No. 2 (2026): JURMADIKTA
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jurmadikta.v6i2.3700

Abstract

Pemahaman konsep berperan sebagai dasar utama dalam proses belajar matematika, terutama ketika siswa mempelajari materi volume bangun ruang. Namun, siswa sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep volume karena pembelajaran yang dominan bersifat simbolik dan berfokus pada penggunaan rumus tanpa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami pembelajaran yang bersifat konkret. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media konkret berupa puzzle volume berbasis kubus satuan yang dirancang untuk meningkatkan konsep volume bangun ruang pada siswa kelas V SD. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Plomp yang terdiri dari lima fase, yaitu investigasi awal, desain, realisasi atau konstruksi, tes, evaluasi, dan revisi serta implementasi terbatas. Subjek penelitian terdiri atas tiga validator dan delapan peserta didik kelas V SD Negeri Sungai Bakung sebagai subjek uji coba terbatas. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, dan soal evaluasi untuk mengukur pemahaman konsep volume bangun ruang. Hasil validasi menunjukkan media berada pada kategori sangat valid dengan skor rata-rata 3,4. Angket respons siswa menunjukkan bahwa media mudah digunakan dan menarik sehingga dinilai sangat praktis. Hasil keefektifan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep volume bangun ruang setelah penggunaan media puzzle volume berbasis kubus satuan yang ditunjukkan oleh meningkatkan hasil belajar siswa, dengan enam dari delapan siswa mencapai nilai di atas KKM. Dengan demikian, media konkret Puzzle volume ini dinyatakan valid, praktis, dan efektif digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep volume bangun ruang pada siswa kelas V SD.