Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika

Komunikasi Matematis Tulis Mahasiswa pada Mata Kuliah Geometri Menggunakan Penggaris dan Busur Sari, Asdini
EDU-MAT Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Unlam Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Matematika memiliki peran sebagai bahasa simbolik yang memungkinkan terwujudnya komunikasi secara cermat dan tepat. Matematika tidak hanya sekedar alat bantu berfikir tetapi matematika sebagai wahana komunikasi antar siswa dan guru dengan siswa. Semua orang diharapkan dapat menggunakan Bahasa matematika untuk mengkomunikasikan informasi maupun ide-ide yang diperolehnya. kemampuan komunikasi siswa sangat terbatas hanya pada jawaban pendek untuk masalah yang diajukan oleh guru terutama masalah menentukan besar sudut suatu objek geometri. Melihat hal di atas maka tentulah komunikasi merupakan bagian yang sangat penting pada matematika dan pendidikan matematika. Komunikasi matematis pada geometri bias dilihat dari penggunaan alat peraga. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud mengetahui komukasi matematis tulis mahasiswa pada mata kuliah geometri menggunakan penggaris dan busur. Penelitian ini merupakan studi kasus salah satu strategi dalam sebuah penelitian kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat pada bulan Oktober 2016 Pengumpulan data dilakukan langsung oleh peneliti dalam situasi yang sesungguhnya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yang digunakan adalah mengamati hasil pekerjaan dan cara penyelesaian mahasiswa tentang kasus geometri yang diberikan.
MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 BANJARMASIN Febriyanti Lusiana Hasibuan; Hidayah Ansori; Asdini Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v6i2.5683

Abstract

Pada jenjang Pendidikan, pembelajaran matematika memiliki suatu tujuan salah satunya supaya siswa mempunyai kemampuan untuk memahami konsep matematika. Observasi pendahuluan saat Praktik Pengalaman Lapangan yang dila­kukan peneliti, diketahui hasil belajar yang diperoleh siswa SMP Negeri 1 Ban­jar­masin di kelas VII tahun pelajaran 2017/2018 masih rendah terlihat dari hasil penilaian tengah semester genap (PTS) yang masih berada pada ketuntasan yang rendah. Terdapat faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar salah satunya adalah pemahaman konsep. Dalam usaha mengembangkan pemahaman konsep pada siswa salah satu upaya yang bisa dilakukan dalam proses pembelajaran yaitu penggunaan model advance organizer. Adapun suatu tujuan dipenelitian ini yaitu untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan suatu pemahaman siswa akan kon­sep matematis antara siswa kelas model pembelajaran advance organizer dengan sis­wa kelas model pembelajaran langsung. Penggunaan metode untuk penelitian kali ini yaitu quasi experimental design. Subjek yang ada pada penelitian ini adalah siswa di kelas VII G dan siswa di kelas VII H. Objek dipenelitian ini adalah pemahaman konsep matematis siswa kelas VII pada kelas VII G yang merupakan kelas eks­perimen dan siswa kelas VII H yang merupakan kelas kontrol. Penggunaaan model pembelajaran advance organizer dilaksanakan di kelas eksperimen dan penggunaan model pembelajaran langsung dilaksanakan di kelas kontrol. Teknik dan alat pe­ngumpul data pada penelitian ini menggunakan dokumentasi dan tes. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa pemahaman konsep siswa pada kelas model pembelajaran advance organizer berada pada kategori baik dan pemahaman konsep siswa pada kelas model pembelajaran langsung berada pada kategori cukup, serta terdapat adanya perbedaan yang signifikan pemahaman konsep matematis siswa di kelas model pembelajaran advance organizer dengan siswa di kelas model pembe­lajaran langsung pada pembelajaran. Kata kunci: Pemahaman konsep matematis, model pembelajaran advance organizer.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL QUICK ON THE DRAW Rossyda Rahma Damayanti; Iskandar Zulkarnain; Asdini Sari
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v8i1.8352

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis dalam proses pembelajaran sangat diperlukan oleh siswa. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan ini yaitu melaksanakan  model pembelajaran Quick on the Draw. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran dengan model Quick on The Draw di SMPN 3 Banjarmasin, (2) kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran dengan pembelajaran langsung di SMPN 3 Banjarmasin, (3) perbedaan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam pembelajaran antara menerapkan model Quick On The Draw dengan pembelajaran langsung di SMPN 3 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan yaitu kuasi eksperimen dengan the static-Group Comparison. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Banjarmasin. Sampel pada penelitian ini yaitu kelas VIIIG dan VIIIH. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data yaitu dengan dokumentasi dan tes evaluasi. Teknik analisis yang digunakan yaitu nilai rata-rata, uji normalitas, uji homogenitas, dan uji beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan komunikasi matematis siswa SMPN 3 Banjarmasin yang diajar dengan model pembelajaran Quick on the Draw dan model pembelajaran langsung. Kemampuan komunikasi matematis siswa dengan model Quick on the Draw berada pada kategori baik, sedangkan dengan model pembelajaran langsung berada pada kategori cukup. Kata Kunci: Kemampuan komunikasi matematis, quick on the draw, pembelajaran langsung Abstract: Mathematical communication skills in the learning process are needed by students. One of the efforts made to improve this ability is by implementing the Quick on the Draw learning model. The purpose of this study was to determine: (1) students 'mathematical communication skills in learning by Quick on The Draw model at SMPN 3 Banjarmasin, (2) students' mathematical communication skills in learning by direct learning model at SMPN 3 Banjarmasin, (3) the differences of students' mathematical communication skills in learning between applying the Quick on The Draw model and direct learning model at SMPN 3 Banjarmasin. The research method used is quasi experiment with the static-Group Comparison. The study population was students of grade VIII SMPN 3 Banjarmasin. The sample in this study is the students of grade VIIIG and VIIIH. The sampling technique uses purposive sampling. Data collection techniques used documentation and evaluation tests. The analysis techniques used are mean, normality test, homogeneity test, and t-test. The results showed that there were significant differences in the students’ mathematical communication skills of SMPN 3 Banjarmasin who were taught with the Quick on the Draw learning model and the direct learning model. Students’ mathematical communication skills with the Quick on the Draw model are in the good category, while the direct learning model is in the sufficient category. Keywords: Mathematical communication skills, quick on the draw, direct learning
PENGEMBANGAN SOAL MATEMATIKA BERBASIS KONFLIK KOGNITIF UNTUK MENUMBUHKAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA KELAS XII Asdini Sari; Karim Karim; Agni Danaryanti; Maulana Fatiehurrizqie Arrasyid
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v9i2.11945

Abstract

Berdasarkan Kurikulum 2013 perlunya mengembangkan soal matematika berbasis konflik kognitif untuk siswa SMA. Informasi yang diperoleh dari sekolah adalah, ketersediaan soal matematika yang memenuhi karakteristik konflik kognitif pada buku pegangan siswa sangat sulit ditemukan. Kondisi seperti ini menuntut untuk dilakukannya penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan perangkat soal matematika berbasis konflik kognitif untuk menumbuhkan berpikir kritis siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pengembangan (Research and Development). Penelitian ini mengembangkan soal matematika berbasis konflik kognitif untuk menumbuhkan berpikir kritis siswa SMA. Sebagai prototipe, materi matematika yang dikembangkan adalah materi SMA kelas XI. Pengembangan soal matematika berbasis konflik kognitif ini menggunakan model 4 D. Untuk keperluan uji coba soal, subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 5 Banjarmasin. Hasil penelitian ini adalah tujuh soal Matematika berbasis konflik kognitif tersebut telah divalidasi oleh validator dan telah diujicobakan kepada peserta didik. Berdasarkan hasil validasi dan ujicoba keterbacaan dan keefektifan jawaban siswa, maka soal matematika yang dikembangkan dapat dikatakan menumbuhkan bepikir kritis siswa SMA.Kata kunci: Soal Matematika, Konfik Kognitif, Berpikir Kritis, Siswa SMAAbstract: Based on the 2013 curriculum, it is necessary to develop cognitive conflict-based math problems for high school students. Information obtained from schools is that the availability of math problems that meet the characteristics of cognitive conflict in student handbooks is very difficult to find. Conditions like this require research that aims to get a set of cognitive conflict-based math problems to foster critical thinking in high school students. The research method used is the development method (Research and Development). This study develops cognitive conflict-based math problems to foster critical thinking in high school students. As a prototype, the mathematics material developed is material for high school class XI. The development of this cognitive conflict-based mathematical problem uses the 4 D model (four D model). For the purposes of testing the questions, the subjects of this study were students of class XI SMAN 5 Banjarmasin. The results of this study are the seven cognitive conflict-based Mathematics questions that have been validated by the validator and have been tested on students. Based on the results of the validation and testing of the readability and effectiveness of students' answers, the mathematical problems developed can be said to foster critical thinking in high school students.Keywords: Math Problems, Cognitive Confiction, Critical Thinking, High School Students
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERUPA TEKA-TEKI SILANG (TTS) BERKONTEKS LINGKUNGAN LAHAN BASAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD/MI Rahimah Rahimah; Asdini Sari; Rahmita Noorbaiti
EDU-MAT: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 13, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/edumat.v13i2.22384

Abstract

Berdasarkan hasil observasi, diketahui bahwa media pembelajaran yang dipakai guru masih kurang bervariasi, sehingga membuat siswa kurang tertarik dan mengalami kesulitan dalam memahami materi. Hal ini mendorong perlunya media pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan dengan konteks kehidupan siswa agar proses pembelajaran lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa Teka-Teki Silang (TTS) berkonteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD/MI. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate). Subjek uji coba penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Melayu 11 Banjarmasin. Media yang dikembangkan berfokus pada materi operasi bilangan cacah dengan melibatkan unsur kearifan lokal di Kalimantan Selatan, seperti makanan khas, kerajinan, dan tempat wisata. Hasil uji validasi dari 3 validator menunjukkan media ini sangat valid dengan skor kevalidan 83,69%. Uji kepraktisan memperoleh hasil sebesar 97,07% (siswa) dan 97,22% (guru), yang keduanya pada kategori sangat praktis. Hasil uji keefektifan menunjukkan persentase sebesar 87% atau pada kriteria efektif dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Dengan demikian, dihasilkan media pembelajaran berupa teka-teki silang (TTS) berkonteks lingkungan lahan basah untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa SD/MI yang sangat valid, sangat praktis, dan efektif.   Kata kunci: Teka-Teki Silang, Konteks Lingkungan Lahan Basah, Hasil Belajar Matematika Abstract: Based on observations, the learning media used by teachers is still lacking in variety, causing students to lose interest and struggle to understand the material. This indicates the need for more innovative and contextually relevant media to enhance learning effectiveness. This study aims to develop a crossword puzzle-based learning medium with a wetland environment context to improve elementary students’ mathematics learning outcomes. The research employed the Research and Development (R&D) with the 4D model (Define, Design, Develop, Disseminate). The trial subjects were fifth grade students of SD Negeri Melayu 11 Banjarmasin. The media focused on whole number operations, incorporating elements of South Kalimantan’s local wisdom such as traditional foods, crafts, and tourist sites. Validation test results from 3 validators showed that this media was very valid with a validity score of 83.69%. Practicality tests resulted in 97.07% (students) and 97.22% (teachers), both in the very practical category. Effectiveness test results showed a percentage of 87% or in the effective criteria in improving students' math learning outcomes. Thus, the resulting learning media in the form of crossword puzzles with a wetland environment context to improve mathematics learning outcomes of elementary students are very valid, very practical, and effective. Keywords Crossword Puzzles, Wetland Environment Context, Math Learning Outcome