Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Pharmascience

Potensi Tanaman Lokal sebagai Tanaman Obat dalam Menghambat Penyebaran COVID-19 Yuli Kusuma Dewi; Baiq Amelia Riyandari
Jurnal Pharmascience Vol 7, No 2 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i2.8793

Abstract

COVID-19 (Corona Virus Disease of 2019) merupakan wabah penyakit yang menginfeksi saluran pernafasan pada manusia. Wabah ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan terjadi hampir di seluruh negara di Dunia. COVID-19 ini menjadi wabah yang meresahkan karena penyebarannya terjadi dengan sangat cepat melalui kontak antara manusia dengan manusia dan hingga saat ini belum tersedianya vaksin terhadap virus SARS-CoV-2 yang telah diuji klinis untuk mengatasi penyebaran virus ini. Salah satu upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 adalah meningkatkan sistem kekebalan tubuh (sistem imunitas) melalui asupan makanan yang kaya akan kandungan senyawa antioksidan maupun imun booster. Berdasarkan studi literatur yang telah dilakukan, beberapa tanaman lokal Indonesia diprediksi dapat menjadi kandidat penghambat COVID-19. Tanaman yang memiliki potensi sebagai antiviral yang dapat menghambat COVID-19 antara lain: jahe merah (Zingiber officinale), kunyit (Curcuma longa L.), temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb), teh hijau (Camelia sinensis), meniran (Phyllantus niruri L.), salam (Syzygium polyanthum), jambu biji (Psidium guajava), cengkeh (Sygizium aromaticum), dan bawang putih (Allium Sativum). COVID-19 (Corona Virus Disease of 2019) is one of disease infecting human respiratory system. This pandemic spreads out not only in Indonesia, but also in all countries around the world. In nowdays, COVID-19 become a terrible disease because the virus can infect very fast through human to human transmission and there is no clinically published vaccine against the SARS-CoV-2 virus to prevent the transmission. One of prevention methods of COVID-19 is by enhancing immune system. Consuming of some food which contain antioxidant agent or immune booster is known as one of method to enhance the immune system. Based on literature studies, there are some Indonesian local plants predicted as the inhibitor against COVID-19. Those plants which are potential as the antiviral to inhibit COVID-19 including red ginger (Zingiber officinale), turmeric (Curcuma longa L.), temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb), green tea (Camelia sinensis), meniran (Phyllantus niruri L.), salam (Syzygium polyanthum), guava (Psidium guajava), clove (Sygizium aromaticum), dan garlic (Allium Sativum).Keywords: COVID-19, SARS-CoV-2, medicinal plants, antiviral
Potensi Kacang Gude, Kayu Manis, dan Kulit Jeruk Nipis sebagai Bahan Baku Minuman Fungsional Berbasis Antioksidan Yuli Kusuma Dewi
Jurnal Pharmascience Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v10i1.14401

Abstract

Dewasa ini penggunaan bahan-bahan alam sebagai bahan obat-obatan kembali menjadi trend di kalangan masyarakat setelah pandemi COVID-19 merebak, terutama pada bahan-bahan alam yang memiliki kandungan senyawa bioaktif antioksidan. Beberapa contoh bahan alam yang ada di sekitar kita yang mudah didapatkan dan memiliki kandungan senyawa bioaktif adalah kacang gude, kayu manis dan kulit jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan dari kacang gude, kayu manis, dan kulit jeruk nipis untuk digunakan sebagai bahan baku dari minuman berbasis antioksidan. Parameter uji yang dilakukan pada penelitian ini adalah uji fitokimia, uji kadar air dengan metode thermogravimetri dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Vitamin C digunakan sebagai pembanding pada uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kacang gude, kayu manis dan kulit jeruk nipis memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bahan baku minuman berbasis antioksidan dengan nilai aktivitas peredaman (% inhibisi) pada konsentrasi 80 ppm secara berturut-turut sebesar 63,80%; 81,25%; dan 50,23% dengan proses pengeringan sinar matahari tidak langsung selama 12 hari. Kata Kunci: Teh Antioksidan, Cajanus cajan, Cinnamomum burmannii, Citrus aurantifolia, Kacang Gude, Kayu Manis  Today, the use of natural ingredients as medicinal ingredients is again becoming a trend among the public after the COVID-19 pandemic spread, especially on natural ingredients that contain antioxidant bioactive compounds. Some examples of natural ingredients that are around us that are easily available and contain bioactive compounds are gude beans, cinnamon and lime peel. This study aims to determine the antioxidant potential of gude beans, cinnamon, and lime peel as raw materials for antioxidant-based beverages. The test parameters carried out in this study were phytochemical tests, water content tests using the thermography method and antioxidant activity tests using the DPPH method. Vitamin C was used as a comparison in the antioxidant activity test. The results showed that gude beans, cinnamon and lime peel have the potential to be developed into raw materials for antioxidant-based drinks with reducing activity values (% inhibition) at a concentration of 80 ppm, respectively, of 63.80%, 81.25%, and 50.23% using indirect sunlight drying process for 12 days.