Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : JURNAL SIPIL STATIK

ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI JEMBATAN GORR I Roschedy, George; Manoppo, Fabian J.; Mandagi, Agnes T.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 4 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jenis pondasi sumuran merupakan bentuk peralihan antara pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pada lokasi penelitian, proyek jembatan GORR I di STA 10 + 825 diperolah nilai SPT > 50 pada kedalaman 7,5 m. Yang menandakan bahwa tanah telah mencapai tanah keras. Sehingga pada kasus ini dirasa cocok untuk menggunakan jenis pondasi sumuran sebagai pondasi yang menahan beban bekerja pada abutmen jembatan.Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap variasi desain pondasi guna mencari desain yang efektif dan efiseien untuk diterapkan dilapangan. Dari hasil perhitungan didapat 4 unit sumuran dengan diameter 3 meter dan kedalaman 4 meter sebagai desain yang paling efisien dibandingkan desain lain yang telah di tinjau sebelumnya sebagai pembanding. Dari hasil perhitungan secara analitis menggunakan rumus yang disarankan Meyerhof, Terzaghi dan menggunakan program bantu Allpile, 4 unit pondasi sumuran dengan diameter 3 meter memiliki kapasitas dukung sebesar 13142,67 kN (Meyerhof) dan 17582,23 kN (Terzaghi) berdasarkan cara analitis, dan 16796,18 kN sebagai kapasitas dukung yang diberikan program Allpile 6.. Kapasitas dukung tersebut lebih besar dari beban bekerja sebesar 10110,58 kN, yang berarti desain mampu menahan beban bekerja pada abutment jembatan. Kata Kunci: Sumuran, Kaisson, Allpile6
PENGARUH PENAMBAHAN SERBUK ARANG KAYU DAN SERAT KARUNG PLASTIK TERHADAP NILAI CBR LABORATORIUM TANPA RENDAM Lope, Brandon Winslow; Mandagi, Agnes T.; Sumampouw, Josef E. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan tempat dimana perkerasan jalan dibuat. Dalam pelaksanaan konstruksi perkerasan jalan nilai CBR tanah sangat berpengaruh terhadap tebal lapisan atas, oleh karena itu banyak cara di lakukan untuk menaikan nilai CBR tanah.Stabilisasi tanah dengan campuran serbuk arang kayu dan serak karung plastik dianggap dapat meningkatkan nilai CBR tanah karena arang dapat mengikat karbon dan dapat mengurangi kembang susut pada tanah sehingga indeks plastisitas tanah dapat terreduksi, serat karung plastik juga merupakan bahan yang ringan dan tidak mudah terdekomposisis oleh mikroorganisme pengurai sehingga dapat di pergunakan sebagai bahan perkuatan tanah, penggunaan plastik juga dapat mengurangi penumpukan limbah plastik di alam.Dari hasil pengujian penambahan serbuk arang kayu dan serat karung plastik ternyata dapat meningkatkan nilai CBR dimana nilai maksimumnya terjadi pada penambahan campuran serbuk arang kayu 4% dan serat karung plastik 0.2% dimana nilai CBR tanah asli sebesar 18.647% meningkat menjadi 28.807%Kata Kunci: Tanah, Arang Kayu, Karung Plastik, CBR
PENGARUH PENAMBAHAN SEMEN DAN ABU SEKAM PADI TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG Kartika, Andi; Mandagi, Agnes T.; Manaroinsong, Lanny D. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam perencanaan bangunan teknik sipil. Dari setiap jenisnya tanah memiliki spesifikasi yang berbeda, sehingga memerlukan penanganan yang berbeda baik secara mekanis dan kimia Seringkali tanah belum bisa langsung digunakan. Masalah tersebut  biasanya terdapat pada tanah lempung yang umumnya memiliki kuat geser yang rendah. Oleh karena itu, diperlukan stabilisasi untuk memperbaiki sifat –sifat tanah tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan semen, dan abu sekam padi terhadap kuat geser tanah lempung dengan  perbandingan variasi 1 (1:3:4), variasi 2 (1:4:3), variasi 3 (1:5:2), variasi 4 (1:6:1).Hasil dari penelitian pemadatan terjadi peningkatan pada variasi 4 dengan berat isi kering sebesar 1.378 gr/cm3. Nilai maksimum tegangan geser dan sudut geser dalam pada variasi 1 dengan nilai τ sebesar 15.996 t/m2 dan sudut geser dalam ϕ sebesar 39 ̊. Nilai kohesi tanah mencapai maksimum pada variasi 4 sebesar 2.2153t/m2. Semakin tinggi kadar air optimum maka nilai kohesi  semakin besar juga sedangkan nilai sudut geser dalam dan tegangan geser semakin kecil dengan demikian terjadi peningkatan kuat geser dari kondisi tanah asli.          Kata Kunci : Stabilisasi Tanah, Semen, Abu Sekam Padi, kuat geser tanah
ANALISIS STABILITAS LERENG DENGAN PERKUATAN SOIL NAILING MENGGUNAKAN SOFTWARE SLIDE 6.0 (STUDI KASUS: RUAS JALAN MANADO-TOMOHON) Pragustus, Depniel; Mandagi, Agnes T.; Turangan, Arens E.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 11 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis kestabilan lereng dilakukan pada ruas jalan Manado-Tomohon Km 15. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis kestabilan lereng dan mengetahui nilai faktor keamanan lereng dengan perkuatan soil nail. Dalam penelitian ini analisis kestabilan lereng dihitung dengan menggunakan Software Rocscience Slide 6.0 metode Bishop Simplified. Hasil analisis kestabilan lereng dengan menggunakan Software Rocscience Slide 6.0 diperoleh nilai faktor keamanan lereng yaitu SF = 0.403 yang menunjukkan bahwa lereng tidak stabil. Kemudian setelah diadakan Slope Protection menggunakan soil nail dengan dimensi nail yakni panjang nail = 18 m, diameter nail = 32 mm, jarak antar nail = 1.8 m dan posisi nail = 90o (tegak lurus bidang miring) diperoleh nilai faktor keamanan SF = 1.823 yang menunjukkan bahwa lereng dalam keadaan stabil.  Kata Kunci: Faktor Keamanan, metode Bishop Simplified, Nail, Software Slide 6.0
ANALISIS KESTABILAN LERENG SEBAGAI PERKUATAN DESAIN DINDING MSE PADA RUAS JALAN TOL 2 MANADO - BITUNG STA 9+745 MENGGUNAKAN SOFTWARE SLIDE V.6.005 Sampouw, Billy Graham; Mandagi, Agnes T.; Ticoh, Jack H.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 12 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ruas jalan Tol 2 Manado - Bitung dibuat jalan diatas permukaan yang miring dan berlereng, sehingga perlu dilakukan penimbunan untuk mengatur elevasi tanah agar aman dan sesuai desain perencanaan agar lereng terhindari dari kelongsoran, untuk itu perlu dilakukan analisa faktor keamanan  lereng dan dibuat perkuatan pada lereng. Pada penelitian ini dianalisa kestabilan lereng dan didesain perkuatan pada lereng dengan metode Mechanically Stabilized Earth MSE, menggunakan software Slide V.6.005 dengan panjang perkuatan 0,7 He / 8,4 m tinggi dinding 12 m dan jarak vertikal antar perkuatan 0.6 m, material perkuatan yaitu geogrid UX 1100, UX 1400, UX 1500, UX 1600, UX 1700, UX 1800.Hasil penelitian menunjukan bahwa lereng eksisting pada ruas jalan tol 2 Manado - Bitung STA 9+745 aman karena memiliki faktor keamanan lebih dari 1. Dalam desain dinding MSE dengan jarak antara perkuatan 0,6 m dan menggunakan 20 lapis perkuatan, didapat nilai faktor keamanan untuk metode bishop simpilified 1.607, metode ordinary/fellenius 1.533, dan metode janbu simplified 1.507, Faktor keamanan desain yang direncanakan aman dan memenuhi syarat karena memiliki nilai diatas 1.3. Kata kunci : Lereng, Desain Dinding MSE, Software Slide V.6.005.
ANALISIS STABILITAS DINDING PENAHAN TANAH (STUDI KASUS: SEKITAR AREAL PT. TRAKINDO, DESA MAUMBI, KABUPATEN MINAHASA UTARA) Kalalo, Melania; Ticoh, Jack H.; Mandagi, Agnes T.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 5, No 5 (2017): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kestabilan suatu konstruksi bangunan merupakan hal yang paling penting dalam perencanaannya. Seperti halnya konstruksi dinding penahan tanah yang ada di areal PT.Trakindo, desa Maumbi, Kabupaten Minahasa Utara yang telah mengalami pergeseran, menunjukkan ketidakstabilan konstruksi dinding penahan tanah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui nilai faktor keamanan dinding penahan tanah tersebut, dengan fluktuasi muka air tanah dan beban gempa sebagai variabel. Penelitian tentang Analisis stabilitas dinding penahan tanah ini, akan dianalisis secara manual dan dengan program bantu PLAXIS V.8.2 sebagai pembandingnya. Dari analisis stabilitas dinding penahan tanah akibat pengaruh m.a.t. pada puncak pondasi untuk kondisi 2 yaitu kondisi 1, kondisi rencana awal dinding penahan tanah yang ada di lokasi (kondisi normal), dan kondisi 2, (kondisi eksisting) menunjukkan bahwa dinding penahan tanah pada kondisi 2 sudah tidak stabil dengan angka faktor keamanan daya dukung tanah 1.848 dan 1.031. Dari hasil analisis stabilitas dinding penahan tanah dengan pengaruh beban gempa (zona 5) untuk kondisi 2 menunjukkan kondisi sudah tidak stabil. Dan dengan program bantu PLAXIS untuk m.a.t. pada puncak  pondasi, menunjukkan dinding penahan tanah yang tidak stabil dengan angka faktor keamanan 1.0 Kata Kunci : Stabilitas Dinding Penahan Tanah, Muka Air Tanah, Gempa Pseudostatik, Faktor Keamanan
ANALISIS DINDING MECHANICALLY STABILIZED EARTH (MSE) (STUDI KASUS: RUAS JALAN TOL MANADO BITUNG STA 6+475) Ratag, Cut Meutia C. F.; Mandagi, Agnes T.; Legrans, Roski I. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 8 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada ruas jalan Tol Manado Bitung akan dibuat jalan diatas permukaan tanah yang miring sehingga perlu penimbunan tanah agar elevasi tanah sesuai perencanaan. Hal tersebut dapat menyebabkan kelongsoran apabila tidak diberi pengaman lereng pada area tanah timbunan. Pada penelitian ini dilakukan analisis pengaplikasian dinding Mechanically Stabilized Earth (MSE) yang direncanakan mulai dari kestabilan ekternal, internal dan global dengan variasi panjang perkuatan 0,3 He; 0,4 He; 0,5 He; 0,6 He; 0,7 He; 0,8 He; 0,9 He (He = Tinggi dinding MSE), jarak vertikal perkuatan 1 m; 1,2 m; 1,5 m; 2 m; 3 m dan jenis geogrid UX 1100, UX 1400, UX 1500, UX 1600, UX 1700, dan UX 1800.Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng eksisting pada ruas jalan Tol Manado Bitung STA 6+475 memiliki faktor keamanan lebih dari 1 sehingga dapat dikategorikan aman. Dalam mengaplikasikan dinding MSE pada lokasi studi kasus dengan dimensi yang direncanakan untuk panjang perkuatan 0,6 He dan 0,5 He memenuhi syarat kestabilan eksternal namun tidak memenuhi syarat kestabilan internal. Stabilitas global dengan menggunakan kohesi tanah 20 kPa sebagai facing sudah memenuhi persyaratan stabilitas global yakni diatas 1,3 sehingga lereng dengan perkuatan dinding MSE yang direncanakan dapat digunakan. Kata kunci: “Dinding MSE”,” Lereng”, “Geogrid”. 
PENGARUH MODULUS GESER TANAH TERHADAP KESTABILAN PONDASI MESIN JENIS BLOK STUDI KASUS: MESIN ID FAN PLTU 2 AMURANG SULUT Lolo, Almey; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.; Mandagi, Agnes T.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 1, No 9 (2013): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mesin ID Fan merupakan salah satu mesin penunjang untuk mesin penghasil listrik. Mesin ini menghasilkan beban statis berupa berat mesin itu sendiri dan beban dinamis berupa getaran ketika mesin tersebut beroperasi. Untuk itu, diperlukan analisis statis dan analisis dinamissebagai indikator dalam menentukan kestabilan pondasi mesin dan mengaitkan pengaruh modulus geser tanah terhadap kestabilan pondasi mesin. Analisis statis yang memperhitungkan penurunan tanah dan daya dukung tanah dengan menggunakan Metode Terzaghi dan Metode Meyerhof, sedangkan untuk analisis dinamis memperhitungkan frekuensi, redaman, dan amplitudo getaran yang terjadi pada getaran vertikal, getaran horizontal, getaran rocking dan getaran torsi dengan menggunakan Metode Lumped Parameter. Pada analisis statis, untuk Metode Terzaghi hasil yang diperoleh yaitu daya dukung tanah ultimate (qu) = 447,20 t/m2 dan daya dukung izin (qall) = 149,07 t/m2 sedangkan untuk Metode Meyerhof hasil yang diperoleh yaitu daya dukung tanah ultimate (qu) = 472,95 t/m dan daya dukung izin (qall)= 157,65 t/m2. Nilai beban pondasi untuk pondasi blok massive (σ) =6,24 t/m2  dan pondasi blok rangka (σstatis) = 2,19 t/m2. Hal ini menunjukkan bahwa nilai beban dari pondasi lebih kecil dari daya dukung tanah yang diizinkan sehingga daya dukung tanah aman mendukung beban struktur. Sedangkan hasil yang diperoleh pada penurunan tanah  untuk pondasi blok massive akibat beban statis 137,68  ton yaitu 0,0196 cm dan pondasi blok rangka akibat beban statis 48,38 ton yaitu 0,0069 cm.   Pada analisis dinamis, hasil yang diperoleh dari perhitunganmenunjukkan bahwa pondasi blok massive dan pondasi blok rangka tetap stabil pada semua ragam getaran dengan nilai modulus geser tanah 528 t/m2. Selain itu, pondasi blok rangka juga tetap stabil pada getaran vertikal dan getaran horizontal dengan nilai modulus geser tanah 6274 t/m. Sedangkan, untuk hasil variasi nilai modulus geser tanah pada masing-masing ragam getaran didapat bahwa penambahan nilai modulus geser tanah berbanding lurus dengan frekuensi sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya resonansi. Namun untuk redaman, nilai yang dihasilkan tetap konstan dan untuk amplitudo getaran, nilai yang dihasilkan cenderung meningkat sebelum terjadi resonansi tetapi akan cenderung berkurang setelah terjadi resonansi. Hal ini berlaku untuk pondasi blok massive dan pondasi blok rangka.   Kata kunci : beban dinamis, pondasi mesin, pondasi massive, pondasi rangka, modulus geser
ANALISIS PERHITUNGAN STABILITAS LERENG METODE FELLENIUS MENGGUNAKAN PROGRAM PHP Panjaitan, Armando; Sompie, Oktovian B. A.; Mandagi, Agnes T.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 3 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Runtuhnya suatu lereng bisa terjadi akibat adanya gaya dorong yang timbul karena beban pada tanah. Upaya untuk mengurangi runtuhnya suatu lereng dapat dilakukan dengan cara menstabilkan lereng tersebut. Saat ini banyak metode untuk menghitung kestabilkan lereng. Salah satu metode yang sering digunakan dalam menghitung stabilitas lereng adalah metode Fellenius. Akan tetapi di dalam metode perhitungan safety factor pada stabilitas lereng dengan metode Fellenius jika dihitung secara manual banyak menggunakan rumus sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Salah satu cara untuk mendapatkan hasil perhitungan yang singkat dan juga akurat yaitu dengan cara membuat program safety factor menggunakan bahasa pemograman. Jika dibuat perbandingan antara perhitungan manual dengan program, selisih hasilnya kurang dari 1%, artinya program PHP ini layak digunakan.  Kata Kunci: Analisis Stabilitas Lereng, Faktor Aman, Metode Fellenius, PHP
PENGARUH PENGGUNAAN JERAMI PADI DAN GYPSUM SEBAGAI BAHAN STABILISASI PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF Untu, Meylita Anastasya; Mandagi, Agnes T.; Sumampouw, Joseph E. R.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 6 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki sifat kembang susut yang sangat besar dimana kadar air tanah  sangat mempengaruhi kondisi tanah tersebut. Dengan keadaan tanah yang kembang susut maka sangat beresiko jika ada konstruksi bangunan yang ada diatas tanah lempung ekspansif. Cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menstabilkan tanah agar meningkatnya daya dukung dan bisa mengurangi kembang susutnya. Bahan stabilisasi yang digunakan  dalam penelitian ini yaitu abu jerami padi dan gypsum.Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan stabilisasi pada  tanah lempung ekspansif menggunakan jerami padi dan gypsum dengan presentase 1%, 3%, 5%, 7% jerami padi dicampur dengan presentase gypsum yang konstan yaitu 5%. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh bahan stabilisasi pada tanah lempung ekspansif terhadap nilai kuat tekan bebas. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tanah tersebut memenuhi syarat tanah lempung ekspansif dilihat dari IP = 30,33%. Untuk tanah itu sendiri berdasarkan klasifikasi USCS termasuk jenis CH (Clay- High Plasticity) atau tanah lempung berplastisitas tinggi. Nilai qu tanah asli 9,4606 kg/cm2 dan untuk variasi campuran 1% Jerami Padi + 5% Gypsum 14,4858 kg/cm2 ,  3% Jerami Padi + 5% Gypsum 17,6240 kg/cm2 , 5% Jerami Padi + 5% Gypsum 23,9958 kg/cm2 , 7% Jerami Padi + 5% Gypsum 24,5187 kg/cm2. Maka, dengan bertambahnya presentase jerami padi yang ada dan prsentase gypsum yang konstan terlihat meningkatnya nilai tegangan runtuh (qu) pada setiap sampel. Kata Kunci : Lempung Ekspansif, Gypsum, Jerami Padi, Kuat Tekan Bebas, Stabilisasi Tanah