Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search
Journal : TEKNO

Analisis Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Soil Nailing Menggunakan Program Slope/W Dan Geostructural Imbar, Enricho R. B.; Mandagi, Agnes T.; Rondonuwu, Steev G.
TEKNO Vol 17, No 72 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada kasus lereng yang tidak stabil perlu dilakukan peningkatan pada stabilitasnya. Ada beberapa metode peningkatan stabilitas lereng salah satunya adalah perkuatan dengan soil nailing. Soil nailing merupakan jenis perkuatan pasif pada tanah dengan menancapkan potongan-potongan baja (nails) yang kemudian di-grout. Penelitian ini dimodelkan dengan program Slope/W dan Geostructural. Analisis pengujian data tanah dilakukan untuk mengetahui nilai parameter tanah, didapatkan nilai c = 35.81 t/m2, φ = 9.61 o, dan g =16.09 kN/m3. Pada hasil penelitian diperoleh bahwa lereng dalam kondisi kritis sehingga diberi perkuatan soil nailing, variasi nail paling efisien didapatkan pada diameter baja ulir 0.043 m, diameter lubang bor 0.15 m, jumlah nail 10 dengan panjang masing-masing 8 m , kemiringan nail 17.5º, spasi jarak nail vertikal 1 m, dan horizonal 1 m. Dari hasil analisis setelah diberi perkuatan diperoleh desain tersebut mampu menahan kelongsoran dengan angka keamanan sebesar 1.659 pada perhitungan secara manual, sedangkan pada program Slope/W mendapatkan angka keamanan sebesar 1.534 dan pada program Geostructural mendapatkan angka keamanan sebesar 1.53. Kata kunci — stabilitas lereng, soil nailing, Bishop, slope/w, geostructural
Pengaruh Tebal Plat Pada Daya Dukung Pondasi Rakit Di Tanah Pasir Dan Tanah Lempung Akibat Beban Aksial Statis Sollar, Johanes P. P.; Balamba, Sjachrul; Sarajar, Alva N.; Mandagi, Agnes T.
TEKNO Vol 17, No 72 (2019): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konstruksi bangunan tingkat tinggi saat ini, sudah banyak yang menggunakan pondasi dangkal khususnya pondasi rakit yang merupakan plat beton berukuran besar untuk memikul berat bangunan. Untuk mengetahui pengaruh tebal plat terhadap daya dukung pondasi rakit, dibuat model skala kecil pondasi rakit dengan dimensi panjang dan lebar yang sama dan tebal plat yang berbeda. Model pondasi rakit kemudian diuji di laboratorium, dengan dilakukan pemodelan dengan dua jenis tanah yang berbeda untuk mendapatkan penurunan yang terjadi. Hasil yang diperoleh kemudian dibandingkan dengan pemodelan pondasi rakit dengan menggunakan program Plaxis 3D Foundation. Tanah yang digunakan adalah tanah Pasir dan Tanah Pasir Berlempung hasil uji fisik laboratorium. Penurunan tanah maksimum yang diperoleh untuk tanah Pasir memiliki selisih sekitar 12.063% dengan nilai ouput program Plaxis 3D Foundation lebih besar dari hasil laboratorium, dan 6.055% dengan nilai ouput program Plaxis 3D Foundation lebih kecil dari hasil laboratorium untuk tanah Pasir Berlempung. Pengaruh variasi penambahan tebal plat pondasi rakit terhadap daya dukung di tanah Pasir, mengikuti persamaan; untuk hasil Laboratorium y = 19.155x – 134.07; untuk hasil perhitungan Metode Terzaghi y = 13.375x + 157.99; dan untuk hasil analisis Plaxis 3D y = 2.6x + 177.24; sedangkan pengaruh variasi penambahan tebal plat pondasi rakit terhadap daya dukung di tanah Pasir Berlempung, mengikuti persamaan; untuk hasil Laboratorium y = -9.575x2 + 9.585x + 107.25; untuk hasil perhitungan Metode Terzaghi y = 5.605x2 – 8.495x + 175.79; dan untuk hasil analisis Plaxis 3D y = 0.15x + 254.28. Tebal plat pondasi rakit mempengaruhi daya dukung pondasi. Kata kunci — tebal plat pondasi rakit, penurunan, daya dukung
Analisis Pengaruh Campuran Garam Dan Belerang Pada Tanah Pasir Terhadap Kuat Geser Ho, Patrick Alexander; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 77 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah banyak dilakukan penelititian atau percobaan terhadap tanah pasir untuk mencari cara atau alternatif untuk dapat meningkatkan stabilitas tanah tersebut. Tanah merupakan hal yang penting dalam bidang konstruksi. Dalam hal ini, Tanah pasir dalam kondisi padat cenderung memiliki sifat-sifat yang baik. Namun pada kondisi tertentu, seperti bila dalam kondisi lepas dan jenuh air, dapat memiliki kuat geser yang rendah ketika terjadi beban siklik seperti gempa bumi tanah dengan belerang dan garam. Garam memiliki kelebihan untuk dapat memperbaiki sirkulasi air dan udara dalam tanah . Selain itu, garam juga memiliki kelebihan untuk mengikat karbon dalam tanah. Dan belerang merupakan pozzolan alam, karena termasuk abu vulkanik. Reaksi antara pozzolan basah dan halus dapat menghasilkan senyawa keras dan tidak larut dalam air, yaitu calcium silicate hydrate. Penelitian ini dibuat untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penambahan garam dan belerang terhadap kuat geser tanah. Dimana parameter geser tanah ditentukan melalui pengujian kuat geser langsung (Direct Shear). Penelitian kali ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan stabilisasi pada tanah pasir menggunakan belerang dan garam dengan persentase 6% belerang yang konstan dicampur dengan persentase garam 6%, 8%, 10%, 12%. Penelitian ini juga untuk mengetahui pengaruh bahan stabilisasi pada tanah pasir terhadap kuat geser tanah. Nilai kohesi tanah asli 0.062 kg/cm2 dan untuk variasi campuran 6% belerang + 6% garam 0.088 kg/cm2 , 6% belerang + 8% garam 0.091 kg/cm2 , 6% belerang + 10% garam 0.095 kg/cm2 , 6% belerang + 12% garam 0.098 kg/cm2. Pada penelitian saya kali ini, kuat geser yang terbaik didapat pada variasi 6% belerang + 12% garam. Pengaruh penambahan variasi bahan stabilisasi ini grafik hubungan nilai kohesi (c) dengan variasi campuran dan grafik hubungan nilai sudut geser dalam dengan variasi campuran juga meningkat.Kata kunci – Pasir, Belerang, Garam, Kuat Geser Langsung, Stabilisasi Tanah.
Analisis Rembesan Pada Dam Tailing Di Desa Tokin Kecamatan Motoling Timur Singal, Sheren S.; Mandagi, Agnes T.; Sarajar, Alva N.
TEKNO Vol 19, No 78 (2021): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambangan mineral logam yang berada di Desa Tokin, Karimbow, dan Picuan Lama, Kecamatan Motoling Timur, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara, adalah pertambangan mineral (emas). Dalam pertambangan mineral (emas) pada proses pengolahan bijih menghasilkan tailing dimana Teknik pengolahannya dengan membangun dam tailing yang biasanya konstruksi dari urugan tanah yang memiliki angka pori yang besar sehingga mempunyai rembesan yang besar. Oleh karena itu kita perlu adanya analisis besar rembesan pada dam tailing. Analisis dimulai dengan mencari nilai k koefisien rembesan dengan uji permeabilitas lapangan yang dilakukan dengan metode Test PIT. Nilai permeabilitasnya menggunakan hukum Darcy. Dari hasil ini di peroleh nilai k tanah dibagian atas Dam sebesar  dan nilai k tanah di bagian bawah Dam sebesar , dan untuk analisis rembesan dengan cara Craig di dapat besar rembesan q =  dan untuk cara Schaffernak di dapat besar rembesan q =  pada kondisi tinggi tailing maksimum.  Kata kunci – dam tailing, hukum Darcy, rembesan
Studi Literatur Tentang Analisis Stabilitas Lereng Dengan Perkuatan Soil Nailing Menggunakan Program GEO5 Barrang, Yosri Ega; Mandagi, Agnes T.; Riogilang, Hendra
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruas jalan Trans Manado – Tomohon terdapat lereng yang cukup tinggi dan kemiringan curam sehingga sering terjadi longsor. Pada tanggal 16 Mei 2021 terjadi longsor di dua titik jalur utama Manado – Tomohon desa Tinoor Kota Provinsi Sulawesi Utara akibat curah hujan cukup tinggi menyebabkan jalan tertutup oleh tanah sehingga arus lalu lintas tersendat untuk beberapa saat. Hasil penelitian dengan kondisi esksisting dan percobaan Muka Air Tanah 1m, 2m, dan 3m diperoleh bahwa lereng berada dalam kondisi yang kritis akibat pengaruh muka air tanah 1m sehingga diberikan perkuatan soil nailing. Variasi nail paling efisien didapatkan pada panjang nail 25 m, jumlah nail 16 buah, diameter nail 16 mm, kemiringan nail 10°, dan jarak vertikal dan jarak horizontal 1 m. Hasil analisis stabilitas lereng setelah diberi perkuatan soil nailing dengan bantuan program GEO5 diperoleh Faktor Keamanan menggunakan Metode Bishop Simplified sebesar SF 1.310 dan Metode Fellenius sebesar SF 1.260. Angka tersebut menunjukan bahwa perkuatan soil nailing mampu menahan kelongsoran.Kata kunci - sstabilitas lereng, muka air tanah, soil nailing, GEO5
Studi Eksperimental Pengaruh Sampah Plastik Terhadap Kuat Geser Tanah Lempung Lumi, Angeli F.; Mandagi, Agnes T.; Sumampouw, Joseph E. R.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki ciri ciri kembang susut yang sangat besar dimana kadar air tanah sangat mempengaruhi kondisi tanah tersebut. Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang banyak menimbulkan masalah dalam konstruksi sipil, karena memiliki daya dukung rendah, plastisitas tinggi, dan kembang susut yang tinggi pada saat tanah tersebut mengandung air. Cara untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan menstabilkan tanah agar meningkatnya daya digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan sampah plastik dengan jenis polyethylene terephthalate. Oleh karena itu penelitian kali ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh campuran bahan pada tanah lempung ekspansif menggunakan sampah plastic jenis polyethylene terephthalate dengan unkuran 0.5 cm x 1 cm dan terdapat tiga rasio campuran dengan persentase 0,5% , 1%, dan 2%. pada penelitian ini di ambil sampel di daerah kairagi jl. Ring Road. Hasil Penelitian menunjukan bahwa tanah tersebut memenuhi syarat tanah lempung ekspansif dilihat dari IP = 31,30%. Untuk tanah itu sendiri berdasarkan klasifikasi tanah ASTM 2487 versi USCS, sampel termasuk jenis CH (Clay-High Plasticity) lempung anorganik dengan plastisitas tinggi. Pada pengujian kuat tekan bebas, nilai qu tanah asli yaitu 18 kg/cm2. Nilai qu terbesar didapat pada tanah campuran variasi 0.5 % yaitu 18.66 kg/cm2. Untuk tanah asli didapatkan nilai kohesi undrained (Cu) sebesar 9 kg/cm2. Nilai kohesi undrained (Cu) terbaik pada penelitian ini didapat pada tanah campuran 0.5% yaitu 9.33 kg/cm2. Sedangkan hasil pengujian pemadatan didapatkan hasil grafik berat isi kering yang meningkat hanya pada variasi 0.5% seiring bertambanya variasi berat isi kering semakin menurun dan kadar air yang semakin naik seiring bertambanya variasi. Kata kunci – stabilisasi tanah, sampah plastik, lempung ekspansif, kuat geser tanah
Analisis Kestabilan Bendung Penahan Fly Ash Dengan PLAXIS 3D, Studi Kasus: Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kema Ivan Martua Hutasoit; Fabian J. Manoppo; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bendung penahan limbah yang terletak di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kema, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara adalah bendung penahan limbah fly ash. Dalam pembuangan dari imbah itu sendiri perlu adanya Bendung penahan limbah supaya tidak mencemari lingkungan disekitarnya Pembangunan bendung penahan limbah ini mempunyai resiko tinggi berupa kemungkinan terjadinya kegagalan, sehingga perlu dilakukan analisis bendung baik dari segi Deformasi, hingga Safety Factor, Adapun dalam hal menganalisis digunakan program (software) yaitu PLAXIS 3D yang merupakan program dengan metode elemen hingga bertujuan khusus untuk menganalisis masalah-masalah di bidang geoteknik. Penelitian yang dilakukan ada 2 jenis pemodelan, yaitu bendung tanpa Geogrid dan bendung dengan Geogrid. Untuk kondisi bendung terdapat 6 kondisi yaitu 1. bendung kosong; 2. bendung terisi sebagian oleh Fly Ash; 3. bendung terisi penuh oleh Fly Ash; 4. bendung terisi sebagian oleh Air; 5. bendung terisi penuh oleh Air; 6. bendung terisi penuh oleh Fly Ash dan Air. Kondisi terkritis terletak pada bendung terisi penuh oleh Fly Ash untuk kedua pemodelan. Kondisi terkritis pada bendung tanpa geogrid didapatkan SF: 1,672 dengan Deformasi: 0,3743 m. Kondisi terkritis pada bendung dengan geogrid didapatkan SF: 1,695 dengan Deformasi: 0,3805 m. Kata kunci – PLAXIS 3D, geogrid, SF, deformasi
Pemodelan Pondasi Box Di Tanah Berpotensi Likuifaksi Alfian H. Soeratinoyo; Fabian J. Manoppo; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak sebagai tanah dasar pondasi di bawah konstruksi embankment sering menimbulkan permasalahan dalam hal penurunan, perpindahan total dan juga karena adanya potensi likuifaksi pada tanah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis potensi likuifaksi dan perbaikan kondisi tanah lunak sebagai tanah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pondasi Box terhadap perilaku tanah dasar berupa tanah lunak (tanah rawa) yang berpotensi likuifaksi. Penelitian ini berdasarkan metode elemen hingga dengan menggunakan program PLAXIS 3D FOUNDATION. Konstruksi embankment dimodelkan tiga dimensi dengan tipe material Drained, pondasi Box yang digunakan hanya satu jenis penampang dengan dimensi P = 4m, L = 4m, T = 2m, dengan tebal tiap sisi 0,5m, serta tanah dasar dengan tipe material Undrained A. Berdasarkan hasil analisis potensi likuifaksi dan analisis numeris di PLAXIS 3D FOUNDATION terhadap normal embankment pada pemodelan pondasi Box di tanah berpotensi likuifaksi. Dapat diketahui bahwa terjadi potensi likuifaksi pada lapisan tanah di kedalaman 1,5m – 4,5m untuk variasi gempa Mw = 7.0 dan Mw = 7.3, untuk variasi gempa Mw = 7.5 terjadi potensi likuifaksi pada lapisan tanah 1,5m – 4,5m dan lapisan tanah di kedalaman 9m dan kondisi kritis di kedalaman lapisan 6m, untuk Mw = 7.8 dan Mw = 8.0 terjadi potensi likuifaksi di kedalaman lapisan 1,5m – 6m. Hasil analisis numeris menggambarkan bahwa penurunan sebelum dimodelkan pondasi Box sebesar 23,2m dibandingkan penurunan sesudah dimodelkan pondasi Box sebesar 0,256m  dan perpindahan total sebelum dimodelkan pondasi Box sebesar 34,96m dibandingkan perpindahan total sesudah dimodelkan sebesar 0,303m. Kata kunci – likuifaksi, penurunan, perpindahan total, PLAXIS 3D, pondasi box, tanah rawa
Pengaruh Campuran Kapur Dan Abu Ampas Tebu Pada Kekuatan Tanah Lempung Kairagi Terhadap Nilai CBR Vega M.H. Gigir; O. B.A. Sompie; Agnes T. Mandagi
TEKNO Vol. 20 No. 81 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah merupakan dasar dari suatu struktur atau konstruksi baik itu konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan. Kekuatan tanah dasar memiliki peranan penting. Dalam pelaksanaan konstruksi, nilai CBR tanah dasar sangat mempengaruhi kekuatan tanah dasar. Daya dukung tanah dasar dipengaruhi oleh jenis tanah. Stabilisasi tanah dengan campuran Kapur dan Abu Ampas Tebu diharapkan dapat meningkatkan nilai CBR tanah. Kapur dipilih karena sifat nya yang cukup baik dalam mengikat partikel-partikel tanah sehingga dapat meningkatkan kekuatan tanah. Abu Ampas Tebu merupakan limbah yang memiliki kandungan silikat. Abu Ampas Tebu biasanya yang dihasilkan hanya dihampar di pekarangan dan tidak dimanfaatkan sehingga dapat mencemari udara karena ukurannya yang halus. Dibutuhkan pengolahan agar dapat mengurangi masalah tersebut. Abu Ampas Tebu mengandung silikat yang dapat mengikat karbon dan dapat mengurangi kembang susut pada tanah lempung, dan mengurangi limbah pabrik gula. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui bagaimana efek penambahan zat stabilisasi dan pengaruh terhadap daya dukung tanah menggunakan campuran kapur dan abu ampas tebu masing-masing sebesar 3%; 6%; 9%; dan 12%. Dari hasil pengujian penambahan kapur dan abu ampas tebu ternyata dapat meningkatkan nilai CBR dimana nilai maksimumnya terjadi pada penambahan campuran Kapur 6% dan Abu Ampas Tebu 9% dimana nilai CBR tanah asli sebesar 15.561% meningkat menjadi 24.434% dan untuk campuran abu ampas tebu meningkat menjadi 19,1933% Kata kunci – kapur, abu ampas tebu, CBR, tanah lempung
Studi Daya Dukung Ijin Tanah Berdasarkan Hasil Uji Sondir Di Lokasi Kel. Malalayang, Area Perum Aleandrew, Manado Joice E. Waani; Jack H. Ticoh; Agnes T. Mandagi; Cindy J. Supit
TEKNO Vol. 20 No. 80 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

daerah strategis tempat pertumbuhan ekonomi di daerah Sulawesi Utara. Untuk menopang hal tersebut maka diperlukannya data penunjang terutama data daya dukung tanah yang nantinya akan digunakan sebagai acuan untuk perencanaan bangunan sipil. Oleh karena hal tersebut, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui hal – hal diatas. Penelitian daya dukung tanah ini dilakukan dengan pengujian sondir dan boring. Kata kunci – sondir, boring, Malalayang, Manado