Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR–FAKTOR PENYEBAB KETERLAMBATAN PADA PROYEK KONSTRUKSI DAN ALTERNATIF PENYELESAIANNYA (STUDI KASUS : DI MANADO TOWN SQUARE III) Hassan, Haekal; Mangare, Jantje B.; Pratasis, Pingkan A. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 11 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pekerjaan proyek konstruksi biasanya terjadi kendala pada pekerjaan proyek tersebut, baik kendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang di luar perhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnya penyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai dengan rencana, dalam hal ini pada proyek pembangunan Mall (Manado Town Square III) dimana sering terjadi keterlambatan baik dari segi teknis maupun non teknis. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan atau mengetahui faktor-faktor utama pendukung yang mempengaruhi keterlambatan, penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuisioner dengan responden pada proyek tersebut. Metode Rangking digunakan untuk menentukan Rangking para responden dan memberikan perioritas terhadap variable studi, setelah pengumpulan data dari responden, kemudian di analisis dengan nilai Mean, yang merupakan teknik penjelasan kelompok yang di dasarkan dari nilai rata-rata tersebut untuk mendapatkan nilai Mean pengolahan data kuisioner menggunakan program SPSS dengan metode analisis Descriptives. Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking-rangking tiap faktor yang menjadi penyebab keterlambatan penyelesaian proyek. Faktor-faktor yang menjadi penyebab utama yang mempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan Mall (Manado Town Square III) yaitu Kekurangan bahan konstruksi, Perubahan material pada bentuk, fungsi, dan spesifikasi, Keterlambatan pengiriman bahan, Kerusakan peralatan, Ketersedian keuangan selama pelaksanaan, Keterlambatan proses pembayaran oleh owner, Kesalahan desain yang dibuat oleh perencana, Kekurangan tenaga kerja, Kemampuan tenaga kerja, Perbedaan jadwal sub kontraktor dalam penyelesaian proyek. Dari faktor-faktor keterlambatan yang telah didapat di sarankan beberapa alternatif penyelesaian. Kata Kunci: Faktor–faktor keterlambatan, Kuisioner, Manado Town Square, SPSS
MANAJEMEN RESIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PROYEK KONSTRUKSI (Studi Kasus: Pembangunan Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Unsrat) Tagueha, Winda Purnama; Mangare, Jantje B.; Arsjad, Tisano Tj.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 6, No 11 (2018): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek konstruksi sangat rentan terhadap kecelakaan. Pembangunan yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi yang sederhana maupun yang menggunakan teknologi tingkat tinggi, memiliki resiko yang dapat menimbulkan bahaya kecelakaan kerja sehingga mengakibatkan kerugian bagi suatu perusahaan jasa konstruksi. Kerugian jiwa, material, uang dan waktu merupakan akibat-akibat yang tentu saja akan menghambat secara langsung pelaksanaan proyek konstruksi. Keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk menciptakan kondisi yang mendukung kenyamanan kerja bagi tenaga kerja, sehingga mampu meningkatkan manajemen risiko.Dilakukan wawancara, observasi, dan kuesioner yang dibagikan kepada 30 orang tenaga kerja yang bekerja pada Proyek Pembangunan Gedung Laboratorium Fakultas Teknik Unsrat untuk mendapatkan data pengujian. Data yang didapatkan adalah data tentang status tenaga kerja, pengalaman kerja dalam proyek konstruksi, serta variabel yang diukur dalam penelitian adalah variabel X (kesehatan dan keselamatan kerja) dan variabel Y (manajemen risiko). Dalam analisis digunakan beberapa metode, yaitu Analisis Korelasi, Koefisien Penentuan, Analisis Regresi, Uji F dan Uji t.Berdasarkan variabel bebas X (keselamatan dan kesehatan kerja) dan variabel terikat Y (manajemen risiko) maka dari Analisis Korelasi didapatkan Koefisien Korelasi r sebesar 0,896962 dan Koefisien penentu (Chi Square) sebesar 80,45%. Hasil dari Analisis Regresi Linear sederhana didapatkan persamaan regresi sebagai berikut Y’ = 0,0213x + 2205,9725. Fhitung = 72,074338 > Ftabel = 4,206. Serta thitung = 7,138209 > ttabel = 1,701. Dengan demikian hipotesis H1 diterima, artinya ada pengaruh signifikan antara penerapan keselamatan dan kesehatan kerja terhadap manjemen risiko. Kata kunci: Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Korelasi, Proyek konstruksi, Manajemen Risiko.
METODE KERJA PEMASANGAN TIANG PANCANG PADA JEMBATAN (STUDY KASUS: JEMBATAN JAMBU SARANG BOLAANG MONGONDOW UTARA) Mawira, Marcelino Kenvin; Mangare, Jantje B.; Tjakra, Jermias
JURNAL SIPIL STATIK Vol 7, No 6 (2019): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi saat ini, banyak ditemukan jenis-jenis konstruksi dengan berbagai spesifikasi dan fungsi serta pemanfaatannya, seperti bangunan-banguan bertingkat, jalan layang (fly over), jembatan, bendungan dan konstruksi lainnya dengan fungsi dan metode kerja yang berbeda-beda, dengan menggunakan tiang pancang sebagai penopang utama. Pondasi tiang pancang (pile foundation) adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak pada kedalaman tertentu. Tiang pancang bentuknya panjang dan langsing yang menyalurkan beban ke tanah yang lebih dalam. Bahan utama dari tiang adalah kayu, baja (steel) dan beton.Penelitian metode kerja pemasangan tiang pancang dilakukan pada Jembatan Jambu Sarang Desa Jambu Sarang Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Didapatkan faktor-faktor yang mempengaruhi pelaksanaan pemasangan tiang pancang pada Jembatan Jambu Sarang yaitu: Penyelidikan tanah; Penentuan alat pancang yang digunakan; Penentuan hammer yang digunakan; Penentuan titik-titik yang akan dipancang; Mobilisasi tiang pancang; Mobilisasi alat pancang; Settingan alat pancang; dan Pemancangan. Kata kunci: Desa Jambu Sarang, Pemasangan, Pondasi, Tiang Pancang, Metode Kerja
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PADA PROYEK PERUMAHAN CASA DE VIOLA DAN ALTERNATIF PENYELESAIANNYA Puspitasari, Yayuk Indah; Mangare, Jantje B.; Pratasis, Pingkan A. K.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 2 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada dasarnya proyek konstruksi tidak lepas dari kendala yang ada yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan pada proyek yang sementara berjalan. Keterlambatan penyelesaian pekerjaan suatu proyek dapat menyebabkan kerugian terhadap waktu operasi hasil proyek, sehingga penggunaan hasil pembangunan proyek menjadi mundur atau terlambat. Pekerjaan yang mengalami masalah dapat menyebabkan keterlambatan dan mengakibatkan kerugian  dan berbagai cara dilakukan guna menghindari masalah yang mengakibatkan keterlambatan dan kerugian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari faktor utama yang menyebabkan keterlambatan penyelesaian pada proyek perumahan Casa De Viola.Dalam penelitian ini pengolahan data menggunakan program SPSS untuk mencari seberapa besar pengaruh faktor-faktor keterlambatan. Dan dari faktor-faktor keterlambatan yang akan diolah dalam program SPSS digunakan analisis descriptive dengan menggunakan metode frequencies. Analisis descriptive yang digunakan untuk menjelaskan hubungan variabael dan untuk mencari nilai rata-rata dari masing-masing faktor penyebab keterlambatan.Dan dari hasil penelitian ini didapat bahwa faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan adalah metode pelaksanaan pekerjaan tidak tepat dengan nilai mean yang didapat adalah 3.80. Untuk mengatasinya dengan memperhatikan faktor keterlambatan akibat metode pelaksanaan pekerjaan tidak tepat yang terjadi pada pekerjaan. Agar dapat memperhitungkan aspek sumber daya material dan alat serta biaya yang digunakan. Dan untuk meninjau progress yang ada dilapangan secara rutin agar dapat mengetahui pekerjaan yang sementara berjalan mengalami keterlambatan atau tidak. Kata Kunci : Faktor-faktor Keterlambatan, Kuesioner, SPSS
PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU DENGAN METODE ANALISIS NILAI DAN HASIL DENGAN MICROSOFT PROJECT 2010 (STUDI KASUS : GEDUNG MANTOS TAHAP III) Pinontoan, Mitchel D. M.; Mandagi, Robert J. M.; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 3, No 12 (2015): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian dalam proyek merupakan fungsi paling pokok dama pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Pengendalian sebagai alat untuk membantu mengendalikan proyek, membantu pelaksanaan dan penyelesaian dalam suatu proyek konstruksi. Pelaksanaan suatu proyek umumnya sering terjadi penyimpanan – penyimpangan dimana biaya yang dikeluarkan dan jadwal yang direncanakan melampaui batas yang direncanakan. Pengendalian proyek bertujuan untuk mengendaliakn biaya dan waktu agar sesuai dengan biaya dan jadwal yang direncanakan. Metode nilai hasil merupakan pengembangan teknik pengendalian grafik S sampai mampu menganalisis varians biaya secara stimulant sehingga dapat melihat kemajuan proyek dari jadwal dengan anggaran yang telah dialokasikan. Metode nilai hasil ini mencakup rencana anggaran dan biaya (RAB), daftar harga satuan upah dan bahan, analisa harga satuan serta laporan kemajuan proyek di olah untuk mendapatkan BCWS (Budgeted Cost of Work Schedule), ACWP (Actual Cost of Work Performance) dan BCWP (Budgeted Cost of Work Performance) Dari hasil penerapan metode konsep nilai hasil diketahui sampai hasil tinjauan pada minggu ke 6 di dapatkan BCWS = Rp. 46,932,747,947.29; ACWP = Rp. 45,928,815,000.00; BCWP = Rp. 47,633,716,500.77; sedangkan varian biaya (CV) pada bulan satu sampai tiga adalah negative (-) dan pada bulan ke empat sampai akhir pelaksanaan proyek adalah positif (+) begitu pun varian jadwal. Dan dapat diketahui prakiraan biaya akhir proyek EAC (Estimate At Complection) adalah Rp. 70,829,440,000.00, dengan anggaran rencana sebesar Rp. 72,391,666,414.54. Estimate Complection Date (ECD) proyek mengalami sedikit kemajuan terhadap jadwal yang direncanakan yaitu 2 hari Kata Kunci : Rencana anggaran biaya, Kurva S, Penerapan konsep nilai hasil
ANALISA PENERAPAN MANAJEMEN WAKTU PADA PEMBANGUNAN JARINGAN DAERAH IRIGASI SANGKUP KIRI Gerung, Jenaldo O.; Dundu, A. K. T.; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 4, No 7 (2016): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan suatu proyek tidak terlepas dari perencanaan dan pengelolaan waktu yang baik, terlebih pada proyek-proyek yang berskala besar dimana permasalahannya sangat kompleks dan bervariasi. Perencanaan dan pengelolaan waktu tentunya bertujuan untuk mengurangi berbagai macam resiko yang bisa terjadi dalam pengerjaan sebuah proyek. Salah satu resiko yang sering terjadi adalah keterlambatan. Penggunaan manajemen waktu yang tepat, praktis, cepat dan aman sangat membantu dalam penyelesaian pekerjaan pada suatu proyek konstruksi. Sehingga setiap perencanaan yang ditetapkan dapat tercapai. Manajemen waktu sendiri adalah proses merencanakan, menyusun dan mengen-dalikan jadwal kegiatan proyek. Dalam pelaksanaan proyek ini secara keseluruhan pihak kontraktor bisa menyelesaikan proyek sesuai dengan jadwal. Tapi dalam hal efisiensi waktu, pihak kontraktor seharusnya bisa menyelesaikan proyek lebih cepat dari jadwal yang sudah ditetapkan. Hal ini dikarenakan pada bulan ke-12 realisasi pekerjaan sudah mencapai 62,13%, sedangkan dalam perencanaan yang diharapkan selesai pada bulan ke-12 adalah 46,22%. Kondisi ini tidak dipertahankan pihak kontraktor, sehingga proyek tetap selesai sesuai dengan jadwal atau dengan kata lain percepatan penyelesaian 0%. Kata Kunci : Manajemen waktu, perencanaan, pengendali
ANALISA KELAYAKAN INVESTASI ASPHALT MIXING PLANT (Studi kasus : PT. Lumbung Berkat Indonesia base camp Molobok Kabupaten Bolaang Mongondow Timur) Supit, Vinky Viktor; Tjakra, Jermias; Mangare, Jantje B.
TEKNO Vol 12, No 61 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan pembangunan sarana prasarana transportasi yang semakin pesat membuat adanya peningkatan mutu jalan dari aspal penetrasi menjadi aspal beton. Untuk dapat memenuhi kebutuhan bahan jalan berupa campuran aspal panas (Hotmix) yang memenuhi sisi kualitas dan kuantitas, diperlukan sarana pengelolaan campuran aspal (asphalt mixing plant) yang memadai. Peningkatan kebutuhan Hotmix membuat banyak para investor berminat untuk menanamkan modalnya pada usaha jasa Asphalt Mixing Plant.Dengan demikian pengambilan keputusan investasi proyek pembangunan Asphalt Mixing Plant  perlu dilakukan studi kelayakan proyek. Studi kelayakan proyek ditinjau dari berapa aspek , diantaranya finansial, hukum, lingkungan, dan lain sebagainya. Pada penelitian ini ditinjau dari aspek fianasial yang bertujuan menganalisa kelayakan dan besar keuntungan  pada proyek investasi asphalt mixing plant pada PT. Lumbung Berkat Indonesia, yang terdiri dari Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Annual Equivalen (AE), dan Benefit Cost Ratio (BCR), serta menilai apakah menguntungkan atau tidak. Dengan menganalisis kriteria investasi, data arus dana diolah untuk mendapatkan dana investasi. disamping menganalisa diperlukan data yang langsung dari perusahaan yang bersangkutan. Hasil penelitian menunjukkan Net Present Value = Rp23,595,466,409 yang bernilai positif,  Internal Rate of Return = 10,00733 %, Break Event Point = 37.301.387.942 pada tahun 2014 bulan ke-1 ,Annual Equivalen = 6.845.196.440 , dan Benefit Cost Ratio= 6.37 >1. Asphalt Mixing Plant PT. Lumbung Berkat Indonesia memenuhi syarat dalam kriteria investasi sehingga investasi pada proyek ini menguntungkan dan baik untuk dilaksanakan. Penyusunan arus dana sangat menentukan dalam menganalisa biaya investasi, untuk itu diperlukan ketelitian dalam mengestimasi pendapatan dan biaya proyek. maka sebaiknya dilakukan penelitian yang lebih luas lagi untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat mengenai kelayakan suatu proyek. Kata Kunci :     Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Break Event Point (BEP), Annual Equivalen (AE), dan Benefit Cost Ratio (BCR)
ANALISIS PENYEBAB KETERLAMBATAN WAKTU PELAKSANAAN PROYEK PADA PERUMAHAN GRAND VICTORIAN KAIRAGI Pondaag, Nathalia Elizabeth; Malingkas, Grace Y.; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 8, No 4 (2020): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi menyebabkan kerugian, pihak yang terkena dampak dari kerugian adalah yang berkaitan langsung dengan proyek yaitu kontraktor. Kontraktor mengalami kerugian waktu dan biaya karena tidak mencapai target yang diharapkan sehingga pembangunan proyek menjadi mundur atau terhambat. Para pekerja konstruksi dituntut untuk dapat meningkatkan mutu hasil pekerjaan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yaitu owner dan kontraktor agar dapat berkompetisi dan memajukan usahanya. Dari kasus diatas tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui penyebab keterlambatan proyek yang ada di kota manado yaitu  pada perumahan Grand Victorian Kairagi.Penelitian ini menggunakan program software IBM Statistik SPSS 20, untuk mencari tahu faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan proyek perumahan. Dan dari faktor keterlambatan tersebut akan diolah dalam program software IBM Statistik SPSS 20 dengan menggunakan metode Analisis descriptive dengan menggunakan metode frequencies. Analisis descriptive menjelaskan hubungan variable untuk mencari nilai rata-rata dari masing-masing penyebab keterlambatan.Dari hasil penelitian ini didapat Faktor penyebab utama yang menyebabkan keterlambatan yaitu ada pada Masalah Keuangan Kontraktor dengan Mean rata-rata 3.91. Masalah keuangan harus ditunjang dengan adanya marketing yang baik dan untuk meninjau progress yang ada di lapangan secara rutin agar dapat mengetahui pekerjaan yang sementara berjalan mengalami keterlambatan atau tidak. Kata Kunci: Keterlambatan, Keuangan, IBM Statistik SPSS 20
ANALISIS PENGGUNAAN TENAGA KERJA DAN MATERIAL PADA RUMAH TINGGAL (Studi Kasus Rumah Tinggal 2 Lantai Di Sea II Kec.Pineleng Kabupaten Minahasa) Koloay, Laurience Joe; Arsjad, Tisano Tj.; Mangare, Jantje B.
JURNAL SIPIL STATIK Vol 9, No 4 (2021): JURNAL SIPIL STATIK
Publisher : JURNAL SIPIL STATIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek kontruksi, suatu perencanaan dalam hal waktu dan biaya sangat diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan kontruksi. Baik ataupun buruknya suatu perencanaan proyek kontruksi sangat berpengaruh pada pelaksanaan proyek kontruksi dilapangan. Perencanaan proyek kontruksi berfungsi sebagai alat kontrol dalam pelaksanaan proyek dilapangan agar memudahkan dalam pengawasan dan pengaturan tenaga kerja dilapangan, khususnya dalam hal pengawasan tenaga kerja, dan pengadaan material di proyek. Salah satu faktor yang mempengaruhi besarnya produktivitas pekerjaan adalah jumlah tenaga kerja, namun jumlah tenaga kerja perharinya perlu dibatasi berdasarkan kuantitas pekerjaan dan ongkos pekerjaan proyek tersebut. Dengan demikian estimasi ongkos pekerjaan perlu diketahui dari jumlah tenaga kerja yang mengerjakan suatu pekerjaan. Perhitungan estimasi material juga diperlukan agar dalam pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material menjadi efisien dan efektif. Penelitian dilakukan dengan mencari studi literatur kemudian melakukan pengamatan di lapangan, dan menggunakan data sekunder berupa gambar kerja berdasarkan survey dilapangan, dimana hal yang diamati adalah ukuran dan volume. Dari data tersebut dapat dihitung produktivitas pekerjaan per hari dan biaya material setiap pekerjaan, sehingga didapatkan hasil analisis setiap pekerjaannya.Berdasarkan perhitungan dari hasil penelitian, dengan menggunakan koefisien tenaga kerja pada metode SNI didapatkan jumlah total tenaga kerja sebesar 1647 Orang dengan biaya Rp. 224.367.377,36., dan jumlah keseluruhan biaya kebutuhan material sebesar Rp. 412.133.993,89., dengan rencana durasi waktu pekerjaan 120 hari. Kata kunci: RAB (Rencana Anggaran Biaya), Metode SNI, Tenaga Kerja, Material, Penjadwalan Proyek
Perencanaan Dan Analisis Biaya Pelaksanaan Proyek Gedung IAIN Ternate Syahrul, Muhammad; Mangare, Jantje B.; Pratasis, Pingkan A. K.
TEKNO Vol 19, No 79 (2021)
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan suatu bangunan harus memenuhi persyaratan teknis sesuai peraturan dan dapat bermanfaat dalam penggunaannya, serta sesuai dengan rencana awal baik segi biaya, mutu dan waktu. Rencana Anggaran Biaya (RAB) ialah perkiraan biaya yang diperlukan untuk setiap pekerjaan dalam suatu proyek konstruksi sehingga akan diperoleh biaya total yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu proyek. Langkah yang dilakukan untuk menghitung rencana anggaran biaya bangunan adalah mengidentifikasi setiap item pekerjaan yang ada dalam proyek yang sedang dihitung. Penelitian ini mengenai perhitungan kembali Rencana Anggaran Biaya gedung perkuliahan mahasiswa IAIN Ternate dengan mengacu pada harga upah dan bahan tahun 2021 kota Ternate dengan menggunakan AHSP SNI 2016. Pembangunan ini diperuntukan untuk gedung perkuliahan mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa biaya pelaksanaan yang dibutuhkan sebesar Rp 12.154.997.000,00,- Kata kunci – perencanaan, analisis biaya pelaksanaan, gedung IAIN Ternate