Ramdiana Ramdiana
Unknown Affiliation

Published : 36 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

TRANSFORMASI TRADISI MEUDIKEE DALAM KONTEKS MASYARAKAT SAMALANGA KABUPATEN BIREUEN Lidia Fitri; Ramdiana Ramdiana; Rida Safuan Selian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 2 (2019): MEI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen”. Mengangkat masalah bagaimana tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen dan bagaimana transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tradisi Meudikee dalam kontes masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen dan transformasi tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen. Jenis pendekatan yang digunakan ialah pendekatan kualitatif dan merujuk ke dalam jenis penelitian menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian ini ialah TPA Baburrisyad desa Mesjid Baro Kecamatan Samalanga Kabupaten Bireuen, objek yang diteliti adalah menegenai tradisi Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga Kabupaten Bireuen. Sumber data yaitu Tgk. Jamil sebagai pimpinan pesantren, Tgk. Maidi dan Ustazah Fakriah. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah mereduksi data terlebih dahulu kemudian penyajian data dalam bentuk uraian singkat selanjutnya verefikasi data atau penarikan kesimpulan dan menguji keabsahan data menggunakan metode triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan Meudikee dalam konteks masyarakat Samalanga sebagai tradisi yang sangat sakral berisikan doa, shalawat sanjungan kepada nabi Muhammad SAW dalam memperingati hari kelahirannya dan tradisi Meudikee dalam masyarakat Samalanga di Kabupaten Bireuen mengalami perubahan yang signifikan terutama dari bentuk meliputi anggota, gerak, syair, properti dan kostum serta fungsinya telah menjadi seni pertunjukan sebagai hiburan tanpa mengubah fungsi utamanya yaitu sebagai tradisi maulid (memperingati kelahiran nabi Muhammad SAW).Kata kunci: transformasi, tradisi, Meudikee
KERAJINAN KAYU GERUPEL DALAM KONTEKS MASYARAKAT GAYO Arif Seswi Anugraini; Rida Safuan Selian; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 2, No 1 (2017): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.218 KB)

Abstract

 ABSTRAK             Penelitian yang berjudul “Kerajinan Akar Kayu Gerupel dalam Konteks Masyarakat Gayo” ini dilakukan di Kecamatan Jagong Jeget pada pertengahan bulan Juni hingga awal September 2016. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Hasil analisis data menunjukkan bahwa proses pembuatan kerajinan akar kayu gerupel terdiri dari: Pengolahan bahan (pengadaan dan membersihkan bahan), menentukan bentuk, mewujudkan bentuk (kontruksi), serta finishing. Teknik yang digunakan adalah teknik tempel dan teknik raut. Sementara itu, berdasarkan perkembangannya kerajinan kayu gerupel awalnya hanya dimanfaatkan sebagai peti mati¸ namun seiring berjalannya waktu saat ini kayu gerupel telah menjadi produk kerajinan kayu kebanggan daerah yang memiliki beragam variasi dengan bentuk dan fungsi yang beragam pula.Kata Kunci: kerajinan, kayu gerupel, kebudayaan Gayo
BASIC STICKING SNARE DRUM PADA BATTERY LINE DRUM CORPS UNIVERSITAS SYIAH KUALA Rahmayana Rahmayana; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 4, No 4 (2019): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian yang berjudul “Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala”. Adapun  yang  menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana Basic sticking  Snare  Drum pada Battery  Line Drum  Corps  Universitas  Syiah  Kuala  dan   apa   saja  kendala  yang  dialami pelatih  selama proses latihan Basic sticking Snare Drum. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala dan mendeskripsikan kendala yang dialami pelatih   selama proses latihan berlangsung. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pelatih dan alumni pemain snare drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala Darussalam, Banda Aceh. Sedangkan teknik  pengumpulan data yang  digunakan adalah teknik observasi untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai hal yang diteliti, wawancara untuk  menggali  keterangan yang  lebih  mendalam,  dan dokumentasi yang dilakukan  dengan cara  menyelidiki benda-benda untuk membantu peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Basic sticking Snare Drum pada Battery Line Drum Corps Universitas Syiah Kuala meliputi pengenalan alat, cara memegang stick, basic sticking, dan rudiment. Kendalanya adalah sulit menyamakan posisi tangan kanan  dan  kiri sesuai dengan teknik tradisional grip, sulit menyatukan ketukan  ketika melakukan  rudiment   pada  setiap  pemain,  sulit  mengontrol tangan kanan   dan   kiri,  serta  kurangnya kedisiplinan  pemain  saat proses latihan  berlangsung.Kata kunci: basic sticking, snare drum, Battery Line Drum Corps
TRANSFORMASI GEUDEU-GEUDEU MENJADI SENI PERTUNJUKAN DI TRIENGGADENG KABUPATEN PIDIE JAYA Laina Wahyuni; Ramdiana Ramdiana; Ismawan Ismawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 3, No 4 (2018): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Transformasi Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan di Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya”. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Transformasi bentuk permainan Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan Geudeu-geudeu di Trienggadeng Pidie Jaya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan transformasi bentuk permainan Geudeu-geudeu menjadi seni pertunjukan Geudeu-geudeu di Trienggadeng Pidie Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendakatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yaitu melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil dari penelitian tentang budaya Geudeu-geudeu ini menunjukkan bahwa Geudeu-geudue adalah permainan rakyat yang merupakan salah satu identitas dari masyarakat dan berkembang didalamnya sesuai dengan lingkungan adat istiadat dimana masyarakat itu berada. Budaya Geudeu-geudeu yang dimainkan oleh 3 orang laki-laki yang dulunya merupakan upacara ritual paska panen tetapi sekarang berubah menjadi hiburan bagi masyarakat setempat. Penelitian mengenai Geudeu-geudeu ini telah terjadi transformasi yang sangat sederhana walau tidak secara keseluruhan.Kata Kunci: transformasi, pertunjukan, Geudeu-geudeu
KARAKTERISTIK ALAT MUSIK TRADISIONAL SULING GAYO Muazin Muazin; Ari Palawi; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 4 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Karakteristik Alat Musik Tradisional Suling Gayo”, mengangkat masalah bagaimana karakteristik alat musik tradisional suling gayo yang ada di bagian uken (hulu) dan toa (hilir). Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan karakteristik alat musik tradisional suling gayo yang ada di bagian uken (hulu) dan toa (hilir). Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah suling gayo sedangkan objek dalam penelitian ini adalah karakteristik suling gayo khususnya daerah uken dan toa. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Aceh Tengah, di dua desa yaitu desa uken dan toa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suling gayo merupakan alat musik yang dimainkan dengan cara ditiup yaitu melalui lubang yang telah disediakan dari suling tersebut tergantung bentuk karakter suling itu sendiri. Pada umumnya suling gayo saat ini ditiup dari samping bagian kepala suling. Karakter nada suling gayo bagian uken sering disebut dengan kata loteng yang berarti melenting karena karakter nada ini berasal dari suara wanita yang tinggi sedangkan Karakter nada suling gayo bagian toa sering disebut dengan kata lungun yang berarti merdu karena karakter nada ini berasal dari suara lelaki yaitu rendah. Yang membedakan karakteristik peniupan yaitu yang pertama dari tinggi atau rendah nada dan yang kedua adalah dari bentuk dan jenis suling itu sendiri. Tergantung dari besar, sedang dan kecil bentuk suling. Nada suling ini tidak pasti cukup menggunakan rasa atau feeling sehingga mendapatkan karakter nada yang diinginkan. Suling uken memiliki panjang kurang lebih 25 cm dan menghasilkan suara yang melenting. Pada umumnya suling loteng berawal dari pepongoten dan memiliki alunan-alunan sering disebut denang (lagu) ditambah lagi dengan sarik (teriakan). Suling toa memiliki panjang kurang lebih 40 cm yang menghasilkan suara yang rendah. Pada umumnya suling lungun berawal dari sebuku yang memiliki alunan denang (lagu) yang merdu.Kata kunci: Karakteristik, Alat Musik, Suling Gayo.
KEGIATAN BERTEATER SELAMA PANDEMI COVID-19 DI TAMAN BUDAYA ACEH Maisarah Maisarah; Rida Safuan Selian; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Kegiatan Berteater Selama Masa Pandemi Covid-19 di Taman Budaya Aceh”. Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana kegiatan berteater selama masa pandemi covid-19 di Taman Budaya Aceh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mendokumentasikan kegiatan berteater selama masa pandemi covid-19 di Taman Budaya Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dokumentasi, wawancara, observasi (pengamatan). Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian proses kegiatan berteater selama masa pandemi covid-19 di Taman Budaya Aceh dengan pertunjukan teater  melakukan proses naskah, casting aktor, proses latihan selama masa pandemi covid-19, reading, olah tubuh, olah vokal, olah rasa, bentuk pertunjukan, property, kostum, tata rias, musik pertunjukan pengambilan video, daring/luring dan pertunjukan live streaming. Dengan pembahasan kegiatan berteater selama pandemi covid-19 di Taman Budaya Aceh. Ada dua pertunjukan teater yang diteliti yaitu pertunjukan teater Catan Kecil dan pertunjukan teater Mengapa Menangis Pukes dengan garapan yang dilakukan selama masa pandemi covid-19. teater Catatan Kecil di angkat dari puisi Cut Ratna yang menceritakan tentang pandemi covid-19 sedangkan teater Mengapa Menangis Pukes di angkat dari cerita masyarakat gayo tentang seorang putri yang menjadi batu karena melanggar amanah dari ibunya. Kedua pertunjukan ini ditampilkan di khanal Youtube Tamana Budaya Aceh dengan live streaming dan jadwal yang beda, teater Catatan Kecil  tayang  pada tanggal 18 April 2021 pukul 22.00 WIB sedangkan Mengapa Menangis Pukes tayang pada tanggal 30 April 2021 pukul 22.00 WIB. Dari awal proses latihan sampai pengambilan video semua dihimbau tetap mematuhi protokol kesahatan dari pemerintah mengunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak minimal satu meter dan menggunakan hand sanitize dan menghindari kerumunan (4M).Kata kunci: Pandemi Covid-19, Teater, Virtual
CANANG KAYU DALAM TARI DAMPENG Tio Zikri Alfadla; Ahmad Syai; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 6, No 3 (2021): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berjudul “Peran Canang Kayu dalam Tari Dampeng” mengangkat masalah tentang peran canang kayu dalam tari Dampeng dan pola ritme Canang kayu dalam tari Dampeng di Kabupaten Aceh Singkil. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan peran Canang kayu dalam tari Dampeng dan pola ritme Canang kayu dalam tari Dampeng di Kabupaten Aceh Singkil. Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah pelaku seni yang berkecimpung sejak lama dalam permainan alat musik Canang kayu di Aceh Singkil yaitu Rafliansyah dan Isfandi. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik induktif meliputi tiga langkah; reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peranan Canang kayu dalam tari Dampeng sangatlah penting karena canang kayu dan tari Dampeng pada dasarnya tidak dapat dipisahkan sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh dan juga Canang kayu adalah sebagai warna musik dalam tarian Dampeng. Pola ritme Canang Kayu menggunakan ritme 4/4. Pola Ritme ini kemudian, dimasukkan syair- syair pada bagian awal sampai akhir pola ritme Canang kayu agar penari dapat mengikuti ketukan dari canang kayu itu sendiri. Canang kayu sangat monoton apabila karya pola permainan Canang kayu hanya berpatokan pada dua pola saja. Tetapi permainan Canang kayu yang dimainkan harus memiliki karakter keras dan lembut pada pukulan Canang kayu agar suara yang dihasilkan menjadi lebih indah dan menarik dari dua pola, sehingga hasilnya akan menjadi indah dan dapat diikuti oleh para penari tari Dampeng.Kata kunci: Canang Kayu, Peran, Pola.
VARIASI PUKULAN DIDONG PADA GROUP ALIRAN MASA DI KABUPATEN BENER MERIAH Sultan Sahril; Ramdiana Ramdiana; Yuli Astuti
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 7, No 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Variasi Pukulan Didong Pada Grup Aliran Masa” Didong merupakan alat tubuh tradisional dengan carapukul yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh bagian Bener Meriah. Sedangkan variasi merupakan keunikan dan keistimewaan tersendiri yang berasal dari individualitas masing-masing. Mengangkat masalah variasi pukulan Didong tradisional Didong Gayo yang ada di bagian Delung. Yakni dengan mendeskripsikan variasi pukulan yang dihasilkan Didong serta memperkenalkan jenis dan bentuk variasi pukulan Didong Gayo. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Didong Gayo, sedangkan objek dalam penelitian ini adalah variasi Didong Gayo khususnya daerah Delung. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Bener Meriah, di desa Delung. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Didong Gayo merupakan alat musik tubuh yang dimainkan dengan cara dipukul. Pada umumnya Didong Gayo saat ini sudah mengeikuti perkebangan zamanya yaitu variasi pukulan yang sudah bervariasi. Variasi yang dihasilkan dari daerah Delung. Variasi irama Didong Gayo bagian Delung sering disebut dengan kata Tepok Runcang yang berarti gembira karena karakter irama ini berasal dari suara gemuru tepukan yang tinggi. Sedangkan yang membedakan variasi pukulannya yaitu yang pertama tingkah 1, 2, dan 6. Yaitu tingkah yang dilakukan pada saat sehabis Sarik yang polanya pada saat tingkah 1, pukulan ditegaskan sekali. Pada saat tingkah 2, pukulan ditegaskan dua kali. Sedangkan yang terakhir tingkah 6, pukulan ditegaskan 6 kali secara keseluruhan. Yang kedua yaitu tingkah Guel, tingkah yang terinspirasi dari musik tari Guel yang ada pada daerah dataran tinggi tanoh Gayo. Sedangkan yang terakhir tingkah canang, merupakan tingkah yang terinspirasi dari suara canang yang sering dilakukan pada saat acara menikah (Mungerje).Kata kunci: variasi pukulan Didong, Aliran Massa
NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA SEBUKU BEGURU DALAM KONTEKS SOSIAL MASYARAKAT ETNIK GAYO Nantuhateni Arda; Ismawan Ismawan; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK           Penelitian ini berjudul “Nilai-nilai Pendidikan pada Sebuku Beguru dalam Konteks Sosial Masyarakat Etnik Gayo”. Mengangkat masalah tentang nilai-nilai pendidikan pada adat beguru dalam konteks sosial masyarakat etnik Gayo. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan pada adat beguru dalam konteks sosial masyarakat etnik gayo. metode penelitian ini adalah Deskriptif, dengan pendekatan Kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Teknik analisis data yaitu mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses adat sebuku beguru merupakan salah satu dari proses upacara adat sebelum perkawinan Etnik Gayo yang dimulai dari Munginte, Mujule Emas, dan  Beguru. Nilai-nilai pendidikan dan kehidupan sosial yang terkandung di dalam adat Sebuku Beguru yaitu nilai pendidikan aqidah, nilai pendidikan ibadah, dan nilai pendidikan akhlak.Kata Kunci: Sebuku Beguru, Etnik Gayo, Nilai-nilai Pendidikan.
INSTRUMEN SARON SEBAGAI MUSIK IRINGAN TARI GEDRUK PADA SANGGAR KRIDHA MUDA DI JAGONG JEGET Dwi Artika Sari; Tri Supadmi; Ramdiana Ramdiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik Vol 5, No 3 (2020): AGUSTUS
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Seni, Drama, Tari & Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul “Instrumen Saron Sebagai Musik Iringan Tari Gedruk Pada   Sanggar Kridha Muda di Jagong Jeget”. Pada kesenian jawa dikenal salah satu bentuk kesenian Gedruk yang berkembang di Jagong dari dulu hingga saat ini,seni Gedruk merupakan seni tari yang diiringi musik secara langsung. Pada musik iringan terdapat salah satu alat musik tradisional yaitu alat musik Saron yang menjadi simbol/ikon pada kesenian ini, dengan suaranya yang keras dan nyaring menjadikan alat musik ini berperan penting dalam pertunjukan kesenian ini. Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk penyajian Saron dalam musik iringan tari Gedruk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penyajian Saron dalam musik iringan tari Gedruk pada sanggar Kridha Muda di Jagong Jeget. Yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah seniman/pemain alat musik Saron yaitu Tuparji Saputra dan Rejo selaku ketua sanggar Kridha Muda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data digunakan dengan Teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa instrument Saron memiliki pola irama yang sangat sederhana, ada 3 bentuk pola irama dalam pertunjukan kesenian ini yaitu, irama lancar, irama tanggung dan irama dados. Pada pertunjukan ini terdapat tiga pemain alat musik Saron yakni masing-masing pemain memakai Saron yang ukurannya berbeda-beda yakni Saron demung yang berukuran besar, Saron barung yang berukuran sedang dan Saron penerus/peking yang berukuran kecil.adapun alat musik pengiring lainnya yaitu, gong, kempul, bende, kendang, drum, keyboard, gitar bass, gitar melodi dan properti yaitu kerincingan/klintingan. Kesenian ini berfungsi sebagai hiburan rakyat .Kata kunci: Saron, Iringan Tari, Tari Gedruk.