Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Organizational Support and Service Leadership in Improving Organizational Citizenship Behavior (OCB) Among Private High School Teachers in Depok City Dian Renata; Sri Setyaningsih; Dian Wulandari
International Journal of Technology and Education Research Vol. 3 No. 02 (2025): April - June, International Journal of Technology and Education Research (IJET
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v3i02.1984

Abstract

This study aims to analyze the influence of organizational support and service leadership on organizational citizenship behavior (OCB) among private high school teachers in Depok City. Organizational citizenship behavior (OCB) refers to voluntary contributions made by employees that support organizational effectiveness, beyond their formal obligations. This study employs a quantitative approach with a survey design and involves 234 teachers from various private schools in Depok City. Data were collected through a questionnaire measuring organizational support, service leadership, and OCB. The data analysis technique used was multiple linear regression to test the influence of each variable on OCB. The results of the study indicate that both organizational support and service leadership have a significant influence on increasing OCB behavior. These findings provide insights for private school management to develop policies that support OCB behavior through adequate support and service-based leadership. Thus, this study confirms the importance of the role of organizational support and leadership in creating a productive and collaborative work environment in the education sector.
PERAN PENALARAN LOGIKA DALAM PEMECAHAN MASALAH PAMALI DI LEMBANG RATTE KECAMATAN MASANDA Fitin Buda Tasik; Karlina Karlina; Natalia Sapu'; Dian Wulandari
ENGGANG: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol. 3 No. 1 (2022): Desember : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Publisher : FKIP, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/enggang.v3i1.7839

Abstract

Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah untuk menganalisis peran penalaran logika dalam pemecahan masalah pemali. Dengan metode penelitian kualitatif melalui teknik wawancara dan melakukan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah budaya atau tradisi, keunikan dalam suatu masyarakat tidak dapat kita pisahkan dari kehidupan kita. Salah satunya yaitu pemali. Pemali adalah sesuatu yang tidak boleh dilakukan dan ketika hal itu dilanggar akan menghasilkan sesuatu yang tidak baik. Namun hal ini tidak dapat dibuktikan apa hal ini benar adanya atau hanya sebuah mitos yang berkembang di masyarakat. Dalam tulisan ini ditemukan kesimpulan bahwa untuk menyikapi persoalan-persoalan yang demikian kita memerlukan cara berpikir yang logis. Dalam berpikir logis sendiri dibutuhkan penalaran. Masyarakat atau orang memerlukan penalaran yang baik untuk menyikapi masalaah pemali ini sehingga Setelah masyarakat menalar dengan baik mereka akan mendapatkan pengetahun baru dari pamali dan dapat menentukan bahwa hal itu dapat dilakukan, diyakini atau tidak.
EDUKASI MAKANAN SEHAT DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PADA RUKUN WARGA 25 KELURAHAN CIBEUREUM Suharsih, Ririn; Aas Rahayu; Dhiya Agniya Fauziyani; Dian Wulandari; Fadhlur Rahman, Muhammad; Nadiva Nuraisa Putri; Padilah Nurasipa; Rendy Luqman Fauzan; Rakhma Zulfa; Rifani Putri Rengganis; Zulkarnaen, Shafa Safira
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 4 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v3i4.956

Abstract

ABSTRAK Kementerian Kesehatan RI 2022 menunjukan hasil survey dari status gizi indonesia (SSGI) menyebutkan bahwasanya angka stunting pada balita di tahun 2022 adalah 21,6%, dan dari masa ke masa semakin menurun hingga mencapai angka 14%. Stunting merupakan suatu kondisi pertumbuhan dan perkembangan yang mengalami kegagalan, dan dialami oleh anak-anak yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam kurun waktu yang cukup lama. Sehingga kegagalan pertumbuhan yang dialami oleh anak ini terjadi pada tinggi badan dan berat badan yang tidak sesuai dengan usia nya. Kota cimahi menjadi salah satu kota dengan prevalensi balita nya mengalami stunting yang cukup tinggi, yakni 16,4%. Akan tetapi, stunting dapat dicegah sedari awal yakni melalui ibu hamil, ibu menyusui, dan orang tua yang memiliki balita untuk menghindar dari ancaman stunting, sehingga pentingnya mengadakan edukasi terkait makanan sehat dan pemberian makanan tambahan agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara mengolah makanan yang sehat sehingga dapat memperoleh gizi dari makanan yang diberikan. Adapun tujuan dari kegiatan edukasi dan pemberian makanan tambahan ini yakni untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya asupan gizi, dan pola hidup sehat. Metode yang diterapkan pada pelaksanaan pengabdian masyarakat edukasi dan pemberian makanan tambahan ini ialah observasi, sosialisasi dan tatap muka secara langsung. Hasil menunjukkan bahwa 90% masyarakat merasa puas terhadap pemberian edukasi dan pemberian makanan tambahan, hal itu menunjukan bahwa materi yang disampaikan berhasil dipahami oleh masyarakat. Kata kunci : Stunting, Kepuasan Masyarakat, Edukasi, Pemberian Makanan Tambahan
Peningkatan Pemahaman Hukum dan Psikologis Bullying pada Siswa SMA: Dari Bystander Menjadi Upstander Dian Wulandari; Hosna, Asmakul; Nuraeny, Henny; Nurwati
Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Bina Pengabdian Kepada Masyarakat (Articles In Progress)
Publisher : Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jbpkm.v6i1.4515

Abstract

Peningkatan bullying di sekolah salah satu pemicunya adalah lebih banyak siswa pasif dan diam dalam menghadapi tindakan bullying, hal ini disebabkan siswa belum paham mengenai bagaimana bertindak efektif menghadapi bullying. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa SMA mengenai aspek hukum dan psikologis dari tindakan bullying. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Garut pada bulan Mei 2025 dengan melibatkan 30 siswa sebagai peserta. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, berbagi pengalaman dari pelaku dan korban bullying, dan diskusi untuk memperdalam pemahaman. Tujuan utama PKM adalah meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak psikologis dan konsekuensi hukum dari bullying, sekaligus memotivasi mereka untuk berperan aktif dalam mencegah bullying dengan menjadi upstander—individu yang berani melawan atau melaporkan tindakan bullying. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman secara umum sebesar 29,78%, dengan rincian, pemahaman aspek hukum meningkat 17,78%, pemahaman psikologis bullying meningkat 21,9%, pemahaman tentang peran upstander meningkat signifikan sebesar 48%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan interaktif dan penyampaian materi berbasis pengalaman nyata efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa. Kegiatan ini juga mendorong perubahan sikap dari pasif (bystander) menjadi aktif (upstander), yang diharapkan dapat mengurangi kasus bullying di lingkungan sekolah