Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COOPERATIVE SCRIPT DENGAN ARTIKULASI PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VIII MTsN 3 PIDIE KECAMATAN KEMBANG TANJUNG KABUPATEN PIDIE Ully Daiyana; Syamsul Bardi; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Percobaan ini berhubungan dengan membandingkan hasil belajar peserta didik dari dua model pembelajaran yakni Cooperative Script dengan Artikulasi. Rumusan masalah dalam percobaan ini yaitu apakah hasil belajar peserta didik yang dibimbing dengan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Script lebih unggul daripada model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie. Maksud dilakukan percobaan ini untuk melihat apakah hasil belajar peserta didik yang dibimbing dengan model pembelajaran kooperatif tipe Cooperative Script lebih unggul daripada model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie. Dalam pemeriksaan ini memakai pendekatan hitungan dan jenis penelitian eksperimen. Peserta didik kelas VIII MTsN 3 Pidie sebanyak 148 menjadi populasi percobaan ini. Pemilihan sampel diambil dengan cara purposive sampling, dipakai hanya dua kelas yaitu kelas VIII-C sebanyak 25 siswa dan kelas VIII-D sebanyak 27 siswa. Cara mendapatkan data berbentuk tes awal dan tes akhir. Cara pengerjaan data dilakukan dengan uji beda didapat thitung= 2,20 ttabel= 1,68 dengan taraf signifikansi 5% dan dk = 50 makanya Ha diterima. Simpulan dari penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Cooperative Script lebih unggul daripada hasil belajar peserta didik menggunakan model pembelajaran Artikulasi pada mata pelajaran IPS Terpadu Kelas VIII MTsN 3 Pidie. Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, Cooperative Script, Artikulasi, IPS Terpadu
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PROBLEM BASED LEARNING DAN SPONTANEOUS GROUP DISCUSION DALAM PELAJARAN GEOGRAFI KELAS XI DI SMA NEGERI 12 BANDA ACEH . Maulidin; Amsal Amri; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan belajar mengajar menjadikan guru sebagai contoh untuk mendukung dan membimbing siswa agar berhasil menempuh pendidik annya. Karena itu dalam proses pembelajaran guru harus menyajikan model-model pembelajaran yang berpaut pada keaktifan siswa sehingga mendapatkan hasil yang baik. Model yang baik digunakan ialah model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning dan Spontaneous Group Discussion. Rumusan dalam penelitian ini yaitu apakah belajar siswa yang diajarkan memakai model pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning lebih bagus dibandingkan dengan hasil belajar dengan memakai model pembelajaran Spontaneous Group Discussion dalam mata pelajaran Geografi. Capaian penelitian ini yakni agar mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajarkan menggunakan cara pembelajaran Kooperatif Tipe Problem Based Learning lebih bagus dibandingkan dengan perolehan hasil belajar dengan menggunakan cara pembelajaran Spontaneous Group Discussion dalam pelajaran Geografi kelas XI di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Pemeriksaan ini memakai pedekatan hitungan dengan jenis penelitian eksperimen. Jumlah data adalah semua siswa kelas XI IS di SMA Negeri 12 Banda Aceh sebanyak 74. Pegambilan data dengan cara sampling puiposive, dua kelas yaitu XI-IS I sebanyak 26 dan XI-IS II sebanyak 25. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes kepada siswa, yaitu pre-test dan post-test. Cara olahan data memakai rumus uji beda, diperoleh nilai tthitung= -1,01 ttabel =1,68 pada taraf signifikasi 0,05 dengan dk = 49 berarti thitung ttabel, akibatnya Ha ditolak. Kesimpulan dari yang di teliti yakni hasil belajar siswa  yang diajarakan dengan model Kooperatif Tipe Problem Based Learning tidak lebih baik atau sama dengan hasil belajar siswa  memakai  model Spontaneous Group Discussion pada pelajaran geografi di SMA Negeri 12 Banda Aceh. Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, geografi, Problem Based Learning, Spontaneous Group Discussion
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI BERBASIS K13 REVISI 2017 UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SEMESTER GANJIL 2018 DI SMA NEGERI 5 TAKENGON Andika Bayangkara; Thamrin Kamaruddin; Daska Aziz
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam suatu kegiatan belajar mengajar haruslah memiliki sesustu hal yang dapat meningkatakan hasil belajar siswa dan keterampilan guru dalam sustu pembelajaran sehingga perlua adanya metode dan kurikulum yang singkron sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan maka dari itu peneliti menerapkan Metode inkuiri untuk menjawab tatangan tersebut dikarenakan metode inkuiri merupakan satuan kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan sisiwa untuk mencari, menyelidiki, dan menyimpulkan jawaban dari suatu masalah dengan kemampuannya sendiri. Sehingga peneliti dengan Kurikulum  K13 Revisi 2017 yang telah di susun oleh pemerintah sebagai pedoman.Penelitian ini berupa PTK yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar, aktivitas, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS1 SMA Negeri 5 Takengon yang berjumlah 28 orang. Analisis data dengan hasil sebagai berikut Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 35% siklus I menjadi 61% siklus II dan 82% siklus III. Ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 62,5% siklus II dan 87,5% pada siklus III. aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III.Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari  2,48 kategori sedang pada siklus I menjadi 2,85 kategori baik pada siklus II dan 3,37 kategori baik pada siklus III. Umumnya siswa menyatakan setuju bahwa penerapan metode Inkuiri sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dikatakan bahwa penerapan metode pembelajaran Inkuiri berbasis k13 revisi 2017 dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Kata Kunci:  Pelaksanaan, Metod Inkuiri, K13 Revisi, Hasil Belajar, XI IPS
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR IPS TERPADU DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO DAN MEDIA POWERPOINT SISWA KELAS VII MTsN RUKOH BANDA ACEH Alfina Dwiyanniza; Amsal Amri; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 3 (2018): Agustus 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Alat bantu belajar digunakan untuk membantu guru dalam menyampaikan pembelajaran disebut sebagai media pembelajaran. Adapun beberapa media dalam proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi program aplikasi komputer adalah media video dan PowerPoint sehingga siswa mudah memahami materi yang disampaikan. Dalam penelitian ini, adapun rumusan masalahnya yakni apakah hasil belajar siswa yang menggunakan media video lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa dengan hasil belajar yang menggunakan PowerPoint  pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN Rukoh Banda Aceh. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui perbandingan antara hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan video dengan yang menggunakan PowerPoint pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas VII MTsN Rukoh Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen (experimental design). Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 163 siswa. Teknik purposive sampling digunakan dalam pengambilan sampel, menggunakan dua kelas yaitu kelas VII-1 sebanyak 28 siswa dan kelas VII-2 sebanyak 34 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan secara observasi, dokumentasi, dan pemberian tes kepada siswa, yakni pre-test dan post-test. Teknik pengujian hipotesis menggunakan uji t. Hasil pengolahan data, diperoleh nilai  dengan nilai  berdasarkan signifikan 0,05 dengan dk = 60 sehingga  diterima. Kesimpulan yang dapat diambil adalah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan menggunakan video lebih baik dibandingkan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan PowerPoint pada materi kegiatan ekonomi.Kata kunci: perbandingan, hasil belajar, media video, media PowerPoint, IPS terpadu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES BERBANTUAN APLIKASI MOVIE MAKER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMAN 1 DARUL IMARAH ACEH BESAR Muliani Muliani; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 6, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker adalah model yang menampilkan vidoe atau gambar sebagai contoh untuk dianalisis. Penelitian bertujuan untuk: (1) Mengetahui peningkatan hasil belajar siswa kelas XI IPS 1 SMAN 1 Darul Imarah Aceh Besar; (2) Mengetahui aktivitas guru dan siswa; (3) Mengetahui keterampil guru dalam mengelola pembelajaran (4) Respon siswa setelah penggunaan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa Kelas XI IPS 1 SMAN 1 Darul Imarah yang berjumlah 20 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan  tes hasil belajar, lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa, lembar pengamatan keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran, dan angket respon siswa menggunakan penerapan model Examples Non Examples berbantuan  aplikasi Movie Maker. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) peningkatan hasil belajar mengalami peningkatan pada setiap siklus baik secara individual maupun klasikal; ketuntasan individual pada siklus I sebanyak 35%, klasikal 40%, pada siklus II meningkat untuk individual menjadi 65%, klasikal 60%, selanjutnya siklus III ketuntasan individual meningkat menjadi 85% dan klasikal menjadi 90%.  (2) Aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan kesesuaian yakni, dari 12 aktivitas 6 aktivitas yang sesuai pada siklus I, meningkat menjadi 9 aktivitas sesuai pada siklus II, kemudian meningkat hingga 11 aktivitas sesuai pada siklus III; (3) keterampilan guru dalam mengolah pembelajaran mengalami perubahan cukup baik, pada siklus I dengan perolehan skor 2,2 dengan kategori sedang, meningkat mejadi baik dengan perolehan skor 2,8 pada siklus II, dan meningkat lagi pada siklus III mencapai skor 3,2 dengan kategori baik; dan (4) sekitar 93,5% atau pada umumnya peserta didik kelas XI IPS 1 menyatakan ya, bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples berbantuan aplikasi Movie Maker sangat membantu siswa memahami materi secara mendalam, melatih berbicara secara aktif.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN BERBANTUAN MEDIA SMART CARD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI PESERTA DIDIK KELAS XI IPS-2 SMA NEGERI 12 BANDA ACEH Mera Anggrela; Thamrin Kamaruddin; Alamsyah Taher
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 2 (2020): Mei 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berjudul penerapan model pembelajaran discovery learning dengan berbantuan media smart card. Terkait dengan tujuannya yaitu untuk mengetahui peningkatan hasil belajar, kegiatan guru dan peserta didik, keterampilan guru, dan respon terhadap pembelajaran. Subjeknya yaitu peserta didik kelas XI IPS-2 SMA Negeri 12 Banda Aceh yang berjumlah 25 orang. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa post-test, lembar kegiatan guru dan peserta didik, lembar pengamatan keterampilan guru, dan angket respon peserta didik. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Persentase ketuntasan individual terjadinya peningkatan yaitu pada percobaan I dari 62% menjadi 78% pada percobaan II, sedangkan 88% pada percobaan III. Secara klasikal persentase ketuntasan pada percobaan I mencapai 43%, kemudian percobaan II yaitu 71%, dan meningkat menjadi 86%  pada percobaan III; (2) Kegiatan guru dan peserta didik pada percobaan I dari 11 kegiatan secara keseluruhan yaitu 4 yang sesuai dan 7 yang tidak sesuai dengan perencanaan, percobaan II yaitu 7 sesuai dan 4 yang tidak sesuai, sedangkan pada percobaan III meningkat menjadi 9 kegiatan sesuai dan 2 kegiatan yang tidak sesuai; (3) Keterampilan guru pada percobaan I memperoleh skor 2,14 dikategorikan sedang, sedangkan percobaan II memperoleh skor 3,01 dapat dikategorikan baik, selanjutnya pada percobaan III meningkat menjadi 3,59 dengan kategori sangat baik; dan (4) Respon peserta didik dalam pembelajaran menyatakan bahwa 88% atau pada umumnya memberikan respon yang sangat baik.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEKTUAL TEACHING AND LEARNING BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR GEOGRAFI SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 BANDA ACEH Silvya Anggrainy; Daska Azis; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneliti menerapkan Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual untuk menjawab tatangan tersebut dikarenakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual merupakan satuan kegiatan belajar yang melibatkan kemampuan sisiwa dituntut untuk menangkap hubungan antara pengalaman belajar di sekolah dengan kehidupan nyata. Penelitian ini berupa PTK yang bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari hasil belajar, aktivitas, keterampilan guru dan respon siswa. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI IPS2 SMA Negeri 9 Banda Aceh yang berjumlah 28 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan (1) Analisis pre-test dan post-test; (2) Lembar pengamatan aktivitas guru dan siswa; (3) Lembar pengamatan keterampilan guru dan (4) Angket respon siswa. Analisis data menggunakan statistik deskriptif persentase. Dengan hasil sebagai berikut (1) Persentase ketuntasan secara individual meningkat dari 35% pada siklus I menjadi 61% pada siklus II dan 82% pada siklus III. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 50% pada siklus I menjadi 62,5% pada siklus II dan 87,5% pada siklus III. (2) Jumlah aktivitas guru dan siswa meningkat dari 6 aktivitas sesuai pada siklus I menjadi 8 aktivitas sesuai pada siklus II dan 10 aktivitas sesuai pada siklus III. (3) Keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran meningkat dari skor 2,48 dengan kategori sedang pada siklus I menjadi 2,85 dengan kategori baik pada siklus II dan 3,37 dengan kategori baik pada siklus III. (4) Respon siswa pada umumnya menyatakan setuju bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio Visual sangat menyenangkan dan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran. Berdasarkan hasil belajar siklus I, II, dan III maka dapat dikatakan bahwa penerapan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning Berbantuan Media Audio dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN BELAJAR EVERYONE IS A TEACHER HERE PELAJARAN IPS TERPADU KELAS VII SMP NEGERI 10 BANDA ACEH Mega Novita Sari; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 4, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses belajar merupakan perencanaan dasar bagi seorang guru mengenai tata cara pelaksanaan belajar secara tanggung jawab dalam mengorganisasikan pengetahuan belajar guna mempreoleh tujuan belajar dan diharapkan mampu meningkat aktivitas siswa dalam proses belajardan hasil belajar yang optimal. Terdapat beberapa proses belajar Student Facilitator and Explaining dan Everyone is a Teacher Here yang dapat meningkatkan kemampuan dan keaktifan siswa selama proses belajar. Rumusan masalah dalam penelitian bagaimana hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus dari model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah apakah hasil belajar mata pelajaran IPS Terpadu menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih bagus daripada model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah siswa Kelas VII dengan jumlah 135 siswa. Purposive Sampling adalah tehknik yang digunakan pada pengambilan sampel, yaitu hanya 22 siswa dari Kelas VII-1 dan21 siswa dari Kelas VII-2. Total sampel yang digunakan sebanyak 43 siswa. Dimana 43 siswa tersebut akan diberikan pre-test dan post-test sebagai teknik pengambilan data dan teknik pengolahan data menggunakan uji-t. Hasil data yang diolah pada penelitian ini, peneliti memperoleh thitung= 3,80 dan ttabel =1,68 dimana taraf signifkansi 5%  dan dk = 41, artinya thitungttabelHa diterima. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa yang menggunakan model belajar Student Facilitator and Explaining lebih baik dibandingkan dengan model belajar Everyone is a Teacher Here pada siswa Kelas VII SMP Negeri 10 Banda Aceh. Nilai rata-rata siswa pada belajar  model Student Facilitator and Explaining adalah 74,77 dan di belajar model Everyone is a Teacher Here adalah 68,07. Kata Kunci: hasil belajar, Student Facilitator and Explaining, Everyone is a Teacher Here, IPS Terpadu.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VIII DI MADRASAH TSANAWIYAH SWASTA SAMAHANI ACEH BESAR Ummu Uwaimir; Thamrin Kamaruddin; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 3, No 4 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Model pembelajaran ARIAS  ditujukan agar dapat menanamkan rasa yakin dan percaya diri dan dapat membentuk keadaan belajar yang mana siswa berperan dalam kegiatan pembelajaran dengan dibantu media audio visual. Hal-hal yang dikaji dalam masalah ini yaitu  (1)  nilai yang akan didapatkan siswa ketika belajar (2)  hal-hal yang akan dilakukan oleh siswa dan pengajar di dalam kelas  (3);baik-buruknya guru dalam mengatur pembelajaran dikelas (4) tanggapan siswa selama mengitu kegiatan belajar. Sasaran yang diteliti ini adalah siswa dari kelas VIII-1 MTs Swasta Samahani Aceh Besar yang berjumlah 17 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan pertanyaan berupa soal pre-test dan post-test, lembar kegiatan antara siswa dan guru didalam kelas, lembar untuk mengetahui baik atau tidaknya guru dalam mengatur pebelajaran. dan tanggapan mereka terhadap apa yang sudah dipelajari.data ini dikaji dengan menggunakan penjelasan secara rinci dan persentase. Kemudian data yang dari lapangan   tersebut menunjukan bahwa: (1) ketuntasan masing-masing siswa pada saat penelitian berlangsung mengalami peningkatan dari percobaan pertama hingga percobaan ketiga. Percobaan pertama  terdiri dari 9 siswa yang mampu menghasilkan nilai yang baik.pada percobaan kedua meningkat menjadi 13 siswa, dan menjadi 15 siswa saat percobaan ke III. Nilai dari hasil secara keseluruhan juga mengalami peningkatan , 40% saat percobaan kegiatan pertama , 80% pada percobaan kedua, 90% pada percobaan ketiga; (2) hal-hal yang dilakukan oleh guru dan siswa didalam kelas sudah memenuhi kriteria dari model ARIAS dengan media audio visual, pada kegiatan percobaan pertama, terdapat 5  kegiatan  dikategorikan sesuai, selanjutnya  8 kegiatan pada percobaan ketiga dan menjadi 10 dari 12 kegiatan pada percobaan ketiga ini. (3) Keterampilan guru dalam menyisipkan model ARIAS didalam kelas dibantu dengan media audio visual juga berpengaruh baik dengan nilai  3.11 percobaan pertama, nilai 3.56 pada percobaan kedua dan meningkat menjadi 3.72 pada percobaan ketiga dengan hasil baik sekali; dan (4) siswa secara  keseluruhan menganggap  bahwa pembelajaran dengan menggunakan model ARIAS dapat memudahkan mereka dalam memahami materi dengan persentase 94.70..Kata Kunci: Model Pembelajaran ARIAS, Media Audio Visual, Hasil Belajar
KORELASI NILAI MATA KULIAH STRATEGI PEMBELAJARAN GEOGRAFI DAN PERENCANAAN PEMBELAJARAN GEOGRAFI DENGAN NILAI MATA KULIAH MAGANG III MAHASISWA JURUSAN PENDIDIKAN GEOGRAFI FKIP UNSYIAH ANGKATAN 2014-2015 Yuswardi Crysia Rangga; . Hasmunir; Thamrin Kamaruddin
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi Vol 5, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Geografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kualitas tenaga pendidik akan tercapai diantaranya dengan melakukan suatu kegiatan pembelajaran. Kegiatan pembelajaran akan berkualitas apabila pengajar menguasai 4 kompetensi,  yaitu  kompetensi  pedagogik, kepribadian,  profesional  dan  sosial. Kompetensi tersebut diajarkan diantaranya melalui mata kuliah strategi pembelajaran geografi, perencanaan pembelajaran geografi dan magang III. Rumusan masalah ialah apakah terdapat korelasi nilai Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Geografi dan Perencanaan Pembelajaran Geografi dengan nilai Mata Kuliah Magang III Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Angkatan 2014-2015. Tujuan penelitian untuk  mengetahui  korelasi nilai  Mata  Kuliah Strategi Pembelajaran Geografi dan Perencanaan Pembelajaran Geografi dengan nilai Mata Kuliah Magang III Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Angkatan 2014-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan  kuantitatif  serta  jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian  ini  ialah keseluruhan  mahasiswa  Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah angkatan tahun 2014 dan 2015 yang telah mengambil Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Geografi, Perencanaan Pembelajaran Geografi serta Mata Kuliah Magang III, dimana angkatan 2014 berjumlah 46 orang dan angkatan 2015 berjumlah 19 orang. Objek dalam penelitian ini berjumlah kurang dari 100 orang, maka penulis mengambil semua data sehingga merupakan penelitian populasi. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi. Teknik pengolahan data menggunakan uji regresi linier sederhana dan uji korelasi spearman. Dari hasil pengolahan data dan pembahasan  maka  diambil  simpulan  nilai Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Geografi dan Perencanaan Pembelajaran Geografi dengan nilai Mata Kuliah Magang III Mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah angkatan 2014-2015 memiliki korelasi yang cukup kuat