Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PERILAKU PERJALANAN PENGGUNA SEPEDA MOTOR UNTUK TUJUAN BEKERJA DI PUSAT KOTA SEMARANG (STUDI KASUS: KORIDOR SEGITIGA EMAS) Jonathan Suek; Okto Risdianto Manullang
TATALOKA Vol 21, No 1 (2019): Volume 21 No. 1, February 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.38 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.21.1.23-42

Abstract

Working activity is one of the subsistence activities with the highest motivation level to travel. In Semarang City, the workplace is still dominant (75.04%) located in the city center, so the city center has a great attraction. It makes the provision of public transportation, such as Trans Semarang has a high service area in the city center. Currently, the Segitiga Emas Corridor has been serviced by 5 bus lines, but workers are still using motorcycles. In city scale, the dependency of motorcycle use reached 79.58% in Semarang City. On the other hand, the value of Trans Semarang loading factor is only 54%. This phenomenon is suspected to occur because of public transport services that have not been in accordance with the user’s travel behavior. Travel behavior can be measured through travel patterns that are formed by scheduling daily activities. Decisions in determining travel patterns are inseparable from the socio-demographic, economic and residential aspects. This study aims to understand the relationship between the travel patterns of workers with these aspects, as well as analyzing predictor variables on understanding the provision of urban mass transportation. The research method used is quantitative approach by using descriptive statistics and multivariate analysis through structural equation model (SEM). The results showed that unmarried workers and workers who do not have children or already do not have children at school age are potential workers who can switch modes to Trans Semarang (49,5%). Therefore, married workers with dual-earners in households, have 1-2 school-age children and small households tend to travel complex and difficult to facilitate by Trans Semarang service. Thus, transport services should be tailored to the characteristics and needs of workers, at least for potential demand to attract new users
PERILAKU PERJALANAN RUMAH TANGGA PENGGUNA SEPEDA MOTOR YANG TINGGAL DI KAWASAN PUSAT KOTA (STUDI KASUS: KECAMATAN SEMARANG TENGAH) Kefas Radito Umbu Saki; Okto Risdianto Manullang; Mardwi Rahdriawan
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.913 KB)

Abstract

Kawasan pusat kota adalah kawasan yang menempati lokasi sentral dengan jarak relatif dekat dengan lokasi aktivitas serta fasilitas yang ada dan dapat diakses dengan jaringan pelayanan angkutan umum, sehingga angka penggunaan kendaraan pribadi khususnya bagi penduduk yang tinggal di dalamnya dapat berkurang (Naess, 2005), namun kondisi tersebut tidak ditemui di Kota Semarang, di mana angka penggunaan sepeda motor cenderung tinggi yang ditunjukkan dengan angka ratio kepemilikan sepeda motor yang tinggi. Fenomena tersebut patut dicermati dari skala paling kecil yaitu rumah tangga sebagai pelaku utama pergerakan, dengan mengidentifikasi karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor yang tinggal di kawasan pusat kota, di mana hal tersebut menjadi tujuan dari penelitian ini. Karakteristik perilaku perjalanan tersebut dikaitkan dengan aspek spasial, sosial-demografi, ekonomi, serta alokasi waktu aktivitas dan pola pergerakan. Berdasarkan hasil analisis dan temuan studi, diketahui bahwa suami dan istri memiliki perilaku perjalanan yang berbeda. Pergerakan suami lebih banyak dilakukan untuk kegiatan bekerja, sedangkan istri lebih banyak berperan dalam aktivitas rumah tangga. Selain itu, perilaku perjalanan rumah tangga pada saat hari kerja dan akhir pekan juga berbeda, di mana variabel yang paling mempengaruhi perilaku perjalanan pada hari kerja adalah aktivitas harian yaitu mengantar anggota keluarga, sedangkan pada saat akhir pekan, lebih dominan dipengaruhi oleh variabel aktivitas non-harian seperti rekreasi, jalan-jalan,dan mengunjungi kerabat. Usulan berdasarkan hasil penelitian ini adalah terkait pengambilan kebijakan oleh pemerintah mengenai isu transportasi, seperti kebijakan subsidi bahan bakar minyak dan penyediaan angkutan umum, yang perlu dikaji berbasis pada aktivitas atau perilaku perjalanan rumah tangga, sehingga kebijakan yang ditetapkan dapat sesuai dengan kondisi di lapangan. Selain itu, juga diperlukan upaya dari pemerintah untuk membatasi penggunaan kendaraan sepeda motor khususnya di kawasan pusat kota.
Kajian Karakteristik Spasial Dan Nonspasial Pengguna Ojek Daring Di Kawasan Pendidikan Tinggi Tembalang Puspita Dhian Nusa; Okto Risdianto Manullang
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 9, No 4 (2020): November 2020
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Technological developments are increasing from time to time and impact on all fields of life, including transportation. One of the online transportation services is online motorcycle that provides services for service users on a door to door basis. These conditions change people's travel behavior from public transportation to online transportation. The purpose of this study is to examine the variables of spatial and non-spatial characteristics that have a significant effect on the frequency of online transportation use. The research approach used is quantitative and analytical tools in the form of cross tabulation. The results of the study show that the spatial variable that is considered in determining the frequency of online transportation use is the distance of residence to local facilities. In addition, non-racial variables that have a relationship with the frequency of online transportation use are gender, age structure, motor vehicle ownership and income. The proposal is based on the results of research, related to the issue of online transportation in terms of online transportation users, the majority of whom are women, namely the need for additional features related to vehicle location, the identity of the driver who is forwarded to the family at home to ensure the safety of service users.
PERILAKU PERJALANAN RUMAH TANGGA PENGGUNA SEPEDA MOTOR YANG TINGGAL DI DAERAH PINGGIRAN KOTA SEMARANG (Studi Kasus: Perumnas Banyumanik Kecamatan Banyumanik) Ikfi Maryama Ulfa; Okto Risdianto Manullang; Imam Buchori
Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota) Vol 2, No 3 (2013): Agustus 2013
Publisher : Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.384 KB)

Abstract

Fenomena urban sprawl menyebabkan adanya pola guna lahan yang terpencar, sedangkan sarana transportasi tidak mampu menjawab kebutuhan akan pergerakan penduduk secara keseluruhan. Penduduk semakin banyak tinggal di pinggiran kota, sedangkan lokasi aktivitas tetap berada di pusat kota menciptakan adanya variasi perilaku perjalanan yang dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari pelaku perjalanan itu sendiri, maupun oleh faktor spasial tempat tinggal dan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana perilaku perjalanan dalam penggunaan sepeda motor untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga yang tinggal di daerah pinggiran Kota Semarang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dan alat analisis berupa regresi linear berganda. Hasil studi menunjukkan bahwa dari keseluruhan variabel, jarak lokasi tinggal ke lokasi kerja merupakan variabel bebas yang paling sering mempengaruhi perilaku pejalanan suami istri, yang merupakan pelaku utama kegiatan produksi dan konsumsi yang berperan besar dalam munculnya keputusan-keputusan rumah tangga yang diambil. Artinya bahwa kepemilikan dan penggunaan sepeda motor oleh rumah tangga dilatarbelakangi oleh tujuan utama mengoptimalkan pergerakan rumah tangga dalam mencari penghasilan bagi keluarga. Penambahan unit motor akan dilakukan untuk lebih mengoptimalkan pergerakan pasangan suami dan istri seiring dengan penambahan penghasilan yang dimiliki oleh rumah tangga.
IMPLIKASI PERILAKU PERJALANAN PELAJAR PENGGUNA SEPEDA MOTOR TERHADAP KESELAMATAN BERLALU LINTAS (Studi Kasus: Pelajar Sekolah Menengah Atas di Pusat Kota Semarang) Nafisah Anas; Okto Risdianto Manullang
Jurnal Pengembangan Kota Vol 5, No 2: Desember 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.23 KB) | DOI: 10.14710/jpk.5.2.181-189

Abstract

Movement in Semarang City has dependence on motorcycle, evidenced by the domination of motorcycle that reach 79%. It causes the highest percentage of accident rates by motorcycle users, reaching 66% of 5,378 incidents and 18.4% of them are high school students. Based on that problem, conducted research that aims to understand travel behavior of high school students motorcycle users in Semarang Central City and understand how dependence on motorcycles and safety riding awareness on the student. This research is use mix approach research to combine quantitative and qualitative method. The method of data analysis used in this study are descriptive statistics, network analysis and phenomenology analysis. The results show that social demographic aspects as measured by student participation in additional activities after school affect the student's travel behavior. Schedule and location of activities after school will form student travel pattern and then shaping the student travel behavior. It causes the motorcycle become the main mode of student travel. Besides travel behaviour, motorcycle dependence is caused by accumulation negligence by various parties. Such negligence is the provision of school parking following the demand growth, lack of integration of public transportation modes, and the permission of students to use motorcycles without driver license. Unfortunately, motorcycle dependence has not been accompanied by safety riding, it is evidenced by the percentage of causes of the highest accidents caused by driver factor, which reached 96%. 98% of students had committed traffic violations and 96% of them were deliberate. This is happened because students feel tired due to increased hours of activity from full day school system and additional activities after school so that students become unaware and not obey. These problems cause both well-informed and uninformed students ignore smart riding method.
PROSPEK DAN STRATEGI PENGEMBANGAN E-LEARNING PEMETAAN DALAM INVENTARISASI ASET TANAH DESA (STUDI KASUS: PETA ASET TANAH DESA ASINAN, KECAMATAN BAWEN, KABUPATEN SEMARANG) Fikrah Elhifzi Harahap; Okto Risdianto Manullang
Jurnal Pengembangan Kota Vol 7, No 1: Juli 2019
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.397 KB) | DOI: 10.14710/jpk.7.1.1-14

Abstract

Ketidakjelasan aset tanah di Desa Asinan menyebabkan Pemerintah Desa sulit dalam melakukan perencanaan dan pengembangan desanya. Metode pemetaan partisipatif dipilih agar tidak terjadi perselisihan ketika melakukan inventarisasi aset tanah desa dan memberikan suatu pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam melakukan pengelolaan pemetaan. Saat ini dan masa mendatang, penggunaan teknologi dapat menjadi solusi dalam peningkatan kemampuan seseorang melalui pendekatan e-learning pemetaan. Dalam mengetahui keberlanjutan dari e-learning pemetaan di Desa Asinan, maka perlu diketahui prospek dan strategi pengembangan terhadap e-learning tersebut, sehingga dilakukan analisis Importance Performance Analysis (IPA) dan analisis internal dan eksternal factor analysis summary. Berdasarkan hasil IPA, penerapan e-learning pemetaan dalam inventarisasi desa memiliki tingkat kepuasan 76,82%, berarti e-learning pemetaan memiliki prospek yang tinggi. Dalam mendukung prospek dibutuhkan strategi pengembangan berupa analisis internal dan eksternal factor analysis summary (IFAS dan EFAS) agar pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di Desa Asinan dalam Inventarisasi Aset Tanah Desa dapat diwujudkan.
KAJIAN KEBUTUHAN INTEGRASI LAYANAN ANGKUTAN UMUM MASSAL DI KOTA SEMARANG DAN SEKITARNYA Okto Risdianto Manullang; Paldibo Alfriramson Sitorus
Jurnal Pengembangan Kota Vol 8, No 1: Juli 2020
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.034 KB) | DOI: 10.14710/jpk.8.1.90-99

Abstract

Angkutan umum massal berbasis jalan telah dikembangkan oleh Pemerintah Kota Semarang sejak tahun 2009 hingga kini (Trans Semarang). Disisi lain, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak tahun 2017 juga melakukan hal yang sama di Wilayah Aglomerasi Kedungsepur (Trans Jateng). Namun terkesan berjalan sendiri-sendiri dan terjadi tumpang tindih layanan di ruas-ruas jalan tertentu. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian kebutuhan pengintegrasian layanan angkutan umum massal di Kota Semarang dan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif dan analisis spasial untuk mengetahui karakteristik dan pola permintaan perjalanan penggunanya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna Koridor 1 dan 2 Trans Semarang dari luar Kota Semarang mencapai 39,14% dan 60,86% berasal dari dalam Kota Semarang. Pengguna dengan tujuan ke luar Kota Semarang mencapai 42,23% dan 57,77% tujuan di dalam Kota Semarang. Hal ini membuktikan bahwa Koridor 1 dan 2 mengakomodasi penumpang yang asal tujuannya cukup besar dari luar Kota Semarang. Terdapat tumpang tindih layanan mencapai 60% dari panjang lintasan di Koridor 1 Trans Jateng dan Koridor 2 Trans Semarang. Moda first mile pengguna Koridor 2 didominasi oleh Trans Jateng sebesar 51,51% dan last mile didominasi oleh penggunaan motor sebesar 48,10%. Penelitian ini menyarankan bahwa rute layanan Trans Jateng kedepannya dapat mengakomodir permintaan perjalanan di dalam kawasan penyangga dengan konsep layanan loop (mengelilingi), berbeda dari kondisi saat ini. Selanjutnya, layanan Trans Jateng yang menuju ke Kota Semarang dapat berhenti di titik perbatasan, dimana pergerakan kemudian dilayani oleh Trans Semarang dan diharapkan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada masyarakat di Kota Semarang dan sekitarnya. 
PERUBAHAN PEMANFAATAN LAHAN PADA KAWASAN PENDIDIKAN TINGGI DAN ASOSIASINYA TERHADAP LALU LINTAS DI KORIDOR SIMPANG TIGA K.H.SIROJUDIN-MULAWARMAN RAYA Dearny Aggryeva Sihaloho; Okto Risdianto Manullang
Jurnal Pengembangan Kota Vol 6, No 2: Desember 2018
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (680.17 KB) | DOI: 10.14710/jpk.6.2.155-163

Abstract

Pusat pertumbuhan baru dengan fungsi utama pendidikan tinggi memicu munculnya aktivitas pendukung kawasan untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa. Aktivitas pendukung kawasan membawa perubahan fungsi bangunan serta perubahan lahan non-terbangun menjadi lahan terbangun di sekitar kampus terutama pada lahan di sisi akses utama karena memiliki aksesibilitas yang tinggi. Perubahan ini didominasi oleh perdagangan dan jasa dengan bangkitan tarikan yang menambah beban pada jalan. Lahan yang belum dilengkapi ruang parkir akan menambah hambatan samping dan dapat menimbulkan kemacetan. Tipologi perubahan pemanfaatan lahan di koridor terdiri dari warung makan, café, supermarket, toko ATK, toko pakaian, laundry, print/fotocopy, dan kost-an. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis regresi, analisis trip rate, dan analisis komparasi tingkat perjalanan dengan volume lalu lintas. Identifikasi perubahan pemanfaatan lahan 10 tahun terakhir (2008-2018) dilakukan untuk menentukan sampel yang akan dicari datanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan pemanfaatan lahan yang paling banyak terjadi adalah pada aktivitas warung makan. Jenis aktivitas tersebut berkontribusi 34% terhadap volume lalu lintas di koridor. Identifikasi tingkat perjalanan perdagangan dan jasa menunjukkan prediksi volume lalu lintas yang akan timbul jika perubahan pemanfaatan lahan di sisi akses utama menuju kampus masih terus berlanjut. Tingkat perjalanan aktivitas ini dapat dijadikan bahan pertimbangan oleh stakeholders dalam mengendalikan pemanfaatan ruang di kawasan pendidikan tinggi.
Karakteristik Perilaku Perjalanan Rumah Tangga Pengguna Sepeda Motor di Pinggiran Kota Semarang Okto Risdianto Manullang
Ruang Vol 2, No 2 (2016): Ruang
Publisher : Department of Urban and Regional Planning, Faculty of Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.043 KB) | DOI: 10.14710/ruang.2.2.122-129

Abstract

Urban sprawl menyebabkan adanya pola guna lahan yang terpencar, sedangkan sarana transportasi tidak mampu menjawab kebutuhan akan pergerakan penduduk secara keseluruhan. Hal ini menciptakan adanya variasi perilaku perjalanan yang dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari pelaku perjalanan itu sendiri, maupun oleh faktor spasial berupa lokasi tempat tinggal rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor dan kondisi sosial ekonomi demografinya yang tinggal di daerah pinggiran Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan analisis crosstab (tabulasi silang). Hasil studi menunjukkan bahwa pada hari kerja, jarak tempuh rumah tangga dipengaruhi oleh jumlah kepemilikan sepeda motor dan pendapatan rumah tangga. Disisi lain, frekuensi perjalanan pada akhir pekan dipengaruhi oleh jumlah anggota keluarga dan pendapatan rumah tangga, serta waktu tempuh dipengaruhi oleh pendapatan rumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa karakteristik perilaku perjalanan rumah tangga pengguna sepeda motor pada akhir pekan lebih dipengaruhi oleh pendapatan rumah tangga. Biasanya rumah tangga tersebut melakukan aktivitas rekreasi atau jalan-jalan.  
Layanan Transportasi dalam Pengembangan Pariwisata di Kabuapten Kerinci Baddal Hayat Al Abror; Okto Risdianto Manullang
Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Vol 6, No 2 (2019): JULI
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mtl.v6i2.306

Abstract

Indonesia is one of the best tourist destination countries in the world.  It can be concluded fromthe availability of tourism transportation services in Indonesia. Sungai Penuh as a promoted city of Regional Activity Center (PKWp) has not served as the brand of Kerinci Regency for tourism in Jambi Province. It is caused by the lack of route services of public transportation for tourism in Kerinci Regency.  The purpose of this study is to determine the form of transportation services in the tourism development of Kerinci Regency. The analytical method used in this study was quantitative descriptive method by utilizing questionnaire data, observation interviews and documents to identify tourist characteristics, tourism activities and transportation infrastructure. The data processing was using Arcgis Software on Route Analysis, in order to find out the travel time, travel distance, costs incurred and types of tourist movements. The results of this study shows that there are two types of movements, which are the type of tour movement determined  by the closest distance between attractions and the type of trip destination movement determined  by the length of time needed  to reach a tourist attraction.  The result will be displayed in the form of Kerinci Regency tourism map. It is expected that with the availability of tourism transportation services in Kerinci regency, tourists could travel easily, safely and comfortably, which is expected to attract the number of tourists and increase the economic activities in Sungai Penuh.