Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Formula Bakteri Endofit Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Jagung Pada Tanah Masam Podsolik Merah-Kuning Ankardiansyah Pandu Pradana; Mardhiana; Suriana; Muh Adiwena; Ahmed Ibrahim Alrashid Yousif
Jurnal Ilmiah Inovasi Vol 22 No 1 (2022): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jii.v22i1.3091

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas formula cair bakteri endofit terhadap pertumbuhan tanaman jagung di tanah masam podsolik merah-kuning, dan menguji daya simpannya pada formula tersebut. Isolat bakteri yang digunakan adalah Pseudomonas sp. strain A175, Pseudomonas sp. strain F23, dan Micrococcus sp. strain S54. Ketiga isolat tersebut diformulasi dalam bahan pembawa ekstrak tauge, air kelapa, air beras, dan ekstrak ayam yang difortifikasi menggunakan 5g glukosa, 1 g urea, dan 10 g terasi. Pengujian di rumah kaca dilakukan menggunakan benih jagung varietas Bonanza F1 menggunakan tanah podsolik merah-kuning dengan pH 4,2. Pengujian dilakukan di rumah kaca mengikuti pola rancangan acak lengkap (RAL) dengan 29 perlakuan, 3 ulangan, dan setiap ulangan terdiri atas 3 unit percobaan. Uji viabilitas sel dilakukan mengikuti standar SNI 01-2897-1992. Hasil penelitian menunjukkan Seluruh formula bakteri endofit mampu memacu pertumbuhan tanaman jagung pada tanah masam podsolik merah-kuning. Formula bakteri endofit Pseudomonas sp. dan Micrococcus sp. yang konsisten dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman jagung adalah formulasi bakteri endofit berbahan dasar ekstrak tauge dengan perlakuan ETA, ETBC dan ETAB. formula yang memiliki kemampuan daya simpan paling baik formula EKAC dengan total sel bakteri 5,7 Log CFU mL-1 pada penyimpanan minggu ke-10
Aktivitas Antimikroba Tanaman Paku (Stenochlaena palustris dan Pteridium caudatum) Terhadap Bakteri (Ralstonia solanacearum dan Streptococcus sobrinus) Saat Egra; Mardhiana -; Randy Patriawan; Kartina -; Sudirman Sirait; Harlinda Kuspradini
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 4 No. 1 (2019): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.612 KB) | DOI: 10.29244/jji.v4i1.93

Abstract

Tanaman paku merupakan tanaman yang tumbuh subur dan liar di wilayah tropis, kehadirannya dalam dunia pertanian sebagai gulma, namun di sisi lain juga bermanfaat sebagai tanaman obat (hortikultur). Kehadiran tanaman paku sebagai obat diharapkan menjadi alternative bahan baru dalam pengobatan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Jurusan Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan. Sampel yang digunakan yaitu ekstrak daun S. Palustris dan P. Caudatum dengan konsentrasi 2%, 1% dan 0,5%. kontrol positif pada penelitian ini yaitu chloramphenicol dan kontrol negatif etanol 40%. Variabel yang diamati adalah perhitungan faktor kelembaban, persentase rendemen dan persentase diameter daerah hambatan (DDH). Hasil penelitian menunjukkan rendemen ekstrak P. Caudatum 2,5% sedangkan S. Palustris 1.6%. Selain itu hasil DDH menampilkan bahwa ekstrak etanol daun S. palustris dan P. caudatum pada konsentrasi 0.5%, 1% dan 2% tidak mampu menghambat pertumbuhan R. Solanacearum, tetapi mampu menghambat S. sobrinus dengan diameter tertinggi yaitu 13.7 mm pada konsentrasi 2%. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan menggunakan pelarut bertingkat pada proses ekstraksi untuk mengetahui golongan polaritas senyawa yang berpengaruh terhadapa aktifitas penghambatan bakteri.
PENGARUH PEMBERIAN GUANO WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.) Mardhiana Mardhiana; Aditya Murtilaksono; Kapsah Kapsah
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1498

Abstract

Abstract North Borneo is one of the largest walet nest producers in Indonesia and can improve the economy of North Borneo. The obstacle faced by walet breeders in North Borneo is walet droppings. Not much research on walet bird droppings, walet droppings is one of the organic fertilizers. The function of organic fertilizer is to increase soil pH and increase soil fertility. Brassica juncea L is a commodity planted by North Borneo farmers. North Borneo has low levels of acidity and fertility. This study aims to see the effect of giving guano walet to the growth and yield of Brassica juncea L.. The study design was a one-factor randomized design and was repeated 5 times. Treatments W0: without  guano walet (control), W1: guano walet 1.25 tons / ha, W2: walet guano walet 2.5 tons / ha, W3: guano walet 5 tons / ha and W4: guano walet 10 tons / ha. Analysis of the data used is ANOVA (Analysis of Variants) 95% confidence level to determine the effect of treatment. If there are parameters that influence it is done by Duncan's test of 5% level. The results of the study were the treatment of W4 gave the highest value and significantly affected the treatment of W0, W1, and W2 but did not significantly affect the treatment of W3 on plant height, leaf number and leaf width parameters. The W4 treatment had the highest average value significantly affected the other treatments on the plant wet weight parameters Key words: Brassica juncea L, organic fertilizer, guano walet, North Borneo Abstrak Kalimantan Utara merupakan salah satu penghasil sarang burung walet terbesar di Indonesia dan dapat meningkatkan perekonomian Kalimantan Utara. Kendala yang dihadapi oleh peternak burung walet di Kalimantan Utara adalah kotoran burung walet. Belum banyak penelitian tentang kotoran burung walet, kotoran burung walet salah satu pupuk organik. Fungsi pupuk organik adalah meningkatkan pH tanah dan menambah kesuburan tanah. Sawi merupakan komoditas yang ditanam oleh petani Kalimantan Utara. Kalimantan Utara memiliki tingkat keasaaman dan kesuburan yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian guano walet terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi. Rancangan penelitian adalah Rancangan Acak Kelompok satu faktor dan diulang sebanyak 5x. Perlakauan W0 : tanpa guano walet (kontrol), W1 : guano walet 1,25 ton/ha , W2: guano walet 2,5 ton/ha, W3: guano walet 5 ton/ha dan W4 :  guano walet 10 ton/ha. Analisis data yang digunakan adalah ANOVA (Analisis of Variants) taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Apabila terdapat parameter yang berpengaruh maka dilakukan dengan uji Duncan taraf 5%. Hasil penelitian adalah perlakukan W4 memberikan nilai tertinggi dan berpengaruh nyata terhadap perlakuan W0, W1, dan W2 tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap perlakuan W3 pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun dan lebar daun.   Perlakuan W4 memiliki nilai rata-rata yang tertinggi berpengaruh nyata terhadap perlakuan lainnya pada paramater berat basah tanaman  Kata kunci: sawi (Brassica juncea L.), pupuk organik,  guano walet, Kalimantan Utara
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG KEDELAI TERHADAP DOSIS PUPUK FOSFOR DAN VARIETAS YANG BERBEDA Aditya Murtilaksono; Mardhiana Mardhiana; Made Emilius Adhi
J-PEN Borneo : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jpen.v2i1.1492

Abstract

Glycine max is a plant that can be used as a variety of food ingredients, such as tofu, tempeh, soy sauce. Glycine max production in North Kalimantan in 2017 has decreased production. One effort to increase Glycine max production is to use phosphorus fertilizer. Phosphorus fertilizer has the function of stimulating root growth especially at the beginning of growth, accelerating flowering, ripening of seeds and fruit. Therefore it is necessary to fertilize to increase Glycine max production. The purpose of this study was to determine the response of growth and yield of Glycine max plants to the dose of phosphorus fertilizer (p) and different varieties to determine the effect of the interaction between the dose of fertilizer with Glycine max varieties.This study used a factorial randomized block design with 8 treatments, 4 replications to produce 32 treatment units. The first factor is the dose of phosphorus fertilizer consisting of without using P fertilizer (P0), P fertilizer application 0.138 g per plant (P1), P fertilizer application 0.276 g per plant (P2), and P fertilizer application 0.552 g per plant (P3) . The second factor is Glycine max varieties consisting of Devon 1 varieties (V1) and Dena 1 varieties (V2). Analysis of data using variance with 95% confidence level and if significantly different, continued with DMRT test. The results obtained are that the dose of phosphorus fertilizer cannot affect the growth and yield of Glycine max plants in Dena 1 and Devon varieties 1. The use of Dena 1 varieties has a significant effect on the growth and yield of Glycine max plants in the treatment of plant height 3 mst (34.46 cm), 4 mst (46.35 cm), 5 mst (96.76 cm), main stem diameter 2 mst (0.33 cm) and plant seed weight (6.89 grams) and seed weight per hectare (1.1 tons / ha) . There was no interaction with the dose of phosphorus fertilizer and the use of varieties on the growth and yield of Glycine max plants in Dena 1 and Devon 1 varieties. Key words: Fertilizer, Phosphorus, Glycine max, North Borneo Kedelai merupakan tanaman yang dapat dijadikan berbagai macam bahan makanan, contohnya seperti tahu, tempe, kecap. Produksi kedelai di Kalimantan Utara tahun 2017 mengalami penurunan produksi. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kedelai adalah menggunakan pupuk fosfor. Pupuk fosfor memiliki fungsi Merangsang pertumbuhan akar terutama pada awal-awal pertumbuhan, mempercepat pembungaan, pemasakan biji dan buah.oleh sebab itu perlu dilakukan pemupukan untuk meningkatkan produksi kedelai. Tujuan penelitian  ini adalah Mengetahui Respon pertumbuhan dan hasil tanaman kacang kedelai terhadap dosis pupuk fosfor (p) dan varietas yang berbeda mengetahui pengaruh interaksi antara dosis pupuk dengan varietas kacang kedelai. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 8 perlakuan, 4 ulangan sehingga menghasilkan 32 unit perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis pupuk fosfor yang terdiri dari tanpa menggunakan pupuk P (P0), pemberian pupuk P 0,138 g per tanaman (P1), pemberian pupuk P 0,276 g per tanaman (P2), dan  pemberian pupuk P 0,552 g per tanaman (P3). Faktor kedua yaitu varietas tanaman kedelai yang terdiri dari varietas Devon 1 (V1) dan varietas Dena 1 (V2). Analisis data menggunakan sidik ragam dengan tingkat kepercayaan 95% dan apabila berbeda nyata dilanjut dengan uji lanjut DMRT. Hasil penelitian yang diperoleh adalah Pemberian  dosis pupuk fosfor tidak dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas  Dena 1 dan Devon 1. Penggunaan varietas Dena 1 berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada perlakukan tinggi tanaman 3 mst (34,46 cm), 4 mst (46,35 cm), 5 mst (96,76 cm), diameter batang utama 2 mst (0,33 cm) dan  berat biji  pertanaman (6,89 gram) dan berat biji perhektar (1,1 ton/ha). Tidak terjadi interaksi pada pemberian dosis pupuk fosfor dan penggunaan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai varietas Dena 1 dan Devon 1. Kata Kunci: Pupuk, Fosfor, Kedelai (Glycine max), Kalimantan Utara
Perubahan Kapasitas Simpan Air Di Kota Tarakan Kalimantan Utara Sudirman Sirait; Suhani Suhani; Nur Indah Mansyur; Mardhiana Mardhiana; Dwi Santoso; F Fachruddin
Rona Teknik Pertanian Vol 14, No 2 (2021): Volume 14, No.2, Oktober 2021
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v14i2.22734

Abstract

Abstrak. Nilai kapasitas simpan air menentukan jumlah air yang tersedia di dalam tanah untuk mendukung kegiatan pertanian khususnya wilayah Kota Tarakan. Tanaman akan mengalami gangguan pertumbuhan dan penurunan produktivitas jika mengalami kekurangan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kapasitas simpan air berbasis  neraca air dan perubahan tata guna lahan di wilayah Kota Tarakan periode 2005- 2020. Prosedur penelitian terdiri dari beberapa tahapan yaitu analisis perubahan tata guna lahan, analisis neraca air dan analisis kapasitas simpan air. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan nilai surplus sebesar 44,26 mm dan limpasan  sebesar 59,47 mm. Namun nilai pengisian air tanah mengalami penurunan sebesar 15,21 mm. Nilai kapasitas simpan di wilayah Kota Tarakan selama periode 2005-2020 menunjukkan penurunan sebesar 7,57 mm yaitu 130,35 mm pada tahun 2005 dan 122,78 mm pada tahun 2020.The Changes Of Water Storage Capacity In Tarakan City Of North KalimantanAbstract. The value of water storage capacity determines the amount of water available in the soil to support agricultural activities, especially in Tarakan City area. The plants will experience growth disorders and decrease their productivity if they captivate lack of water. This study aimed at analyzing the changes in water storage capacity based on water balance and the changes in land use in Tarakan City area for the period 2005-2020. The procedure of this study consisted of several stages, namely land-use change analysis, water balance analysis, and water storage capacity analysis. The results of data analysis showed that the surplus-value increased by 44.26 mm and the water runoff enlarged by 59.47 mm. However, the groundwater recharging value decreased by 15.21 mm. The value of water storage capacity in Tarakan City area during the period 2005-2020 showed a decrease of 7.57 mm, namely 130.35 mm in 2005 and 122.78 mm in 2020.
Elevating the Growth and Production of Asparagus Beans Through the Use of Coffee Grounds and Rice Husk Ash Mardhiana, Mardhiana; Jenni, Jenni; Adiwena, Muh.
AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 28, No 1 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/agrium.v28i1.21311

Abstract

Asparagus beans (Vigna unguiculata subsp. Sesquipedalis) have high economic and nutritional potential, but their yield has declined due to suboptimal land fertility. Inorganic fertilizers pose adverse influence on the environment, so more eco-friendly organic materials, such as coffee grounds and rice husk ash are necessary. This study aims to evaluate the effect of coffee grounds and rice husk ash on the growth and production of asparagus beans. It was conducted in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Universitas Borneo, Tarakan City, using a Randomized Block Design (RBD) with five treatments: no coffee grounds and rice husk ash (P0), 1.5 ton/ha of coffee grounds (P1), 4 ton/ha of rice husk ash (P2), 0.75 ton/ha of coffee grounds + 2.0 ton/ha of rice husk ash (P3), and 1.5 ton/ha of coffee grounds + 4 ton/ha of rice husk ash (P4). The results corroborated that using 1.5 ton/ha of coffee grounds (P1) yields the highest outcome with respect to plant height (113.4 cm), the number of leaves (38 strands), the number of pods to the control (4 pieces), the length of the pods (4.01 cm), and the weight of the pods (140.65 g), compared to other treatments and control. Coffee grounds are proven a more effective material than its combination with rice husk ash in elevating the growth and yield of asparagus beans in red-yellow podzolic soil.
Sosialisasi Pemanfaatan Tandan Kosong Kelapa Sawit pada Tanaman Jagung di Pesantren: The Socialization of Utilizing Empty Palm Oil Fruit Bunches on Maize in Islamic Boarding Schools Mardhiana, Mardhiana; Meilissa, Bethy; Adiwena, Muh.
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i4.8377

Abstract

Islamic Miftahul Ulum Boarding Schools in Tarakan City, North Kalimantan, implements sustainable agricultural methods by utilizing empty fruit bunches (EFB) as organic fertilizer to enhance corn productivity. Through outreach activities, field demonstrations, and educational material distribution, students are taught how to process EFB and its application in corn cultivation. This approach not only reduces dependence on chemical fertilizers but also supports food security and maintains environmental balance. The results indicate an improvement in students' understanding and skills in environmentally friendly agricultural practices.
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan (IB) terhadap Peningkatan Populasi Sapi Potong dan Kesejahteraan Peternak Sapi di Kota Tarakan Suyanto, Hari; Mardhiana, Mardhiana; Rahim, Abdul
JURNAL PERTANIAN Vol 16, No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Respati
Publisher : Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jir.v16i1.5116

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan tingkat keberhasilan teknologi inseminasi buatan (IB), menganalisis tingkat kesejahteraan peternak sapi IB, menganalis hubungan antara tingkat keberhasilan IB terhadap populasi ternak, dan menganalisis hubungan antara tingkat keberhasilan IB terhadap kesejahteraan peternak atau akseptor di Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode sensus, dimana respondennya adalah seluruh inseminator yang ada pada setiap pos IB di Kota Tarakan. Ternak yang dijadikan sampel adalah 296 ekor, akseptor IB dari 156 peternak. Adapun tenik pengambilan sampel dilakukan secara Proportionate Stratified Random Sampling. Variabel yang diamati dalam melakukan penelitian ini adalah Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Calving Interval (CI), dan kesejahteraan peternak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan teknologi IB di Kota Tarakan ditunjukkan dengan nilai Servis per Conseption < 3, menunjukkan angka konsepsi di daerah penelitian sudah sangat bagus, nilai C/R > 75 %, hal ini menunjukkan bahwa tingkat keterampilan inseminator di lokasi penelitian sangat baik. Nilai CI rata-rata di Kota Tarakan adalah 14 bulan, hal ini mengindikasikan bahwa CI di Kota Tarakan kurang bagus. Kemudian terdapat hubungan antara tingkat keberhasilan inseminasi buatan terhadap peningkatan populasi ternak. Berdasarkan analisis disimpulkan bahwa nilai populasi (Y) di pengaruhi oleh nilai S/C dan C/R pada tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan. Kata kunci: Calving Interval (CI), Conception Rate (CR), Inseminasi buatan, kesejahteraan, Service per Conception (S/C)