Atikah Atikah
Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dorongan Psikis Tokoh pada Novel Ayat-Ayat Cinta 2 Karya Habiburrahman El Shirazy (The Psikis Drive of the Characters of Ayat-Ayat Cinta 2 Novel By Habiburrahman El Shirazy) Abdul Rozak; Atikah Atikah; Diana Rahmawati Rozak
Indonesian Language Education and Literature Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v6i2.8029

Abstract

The purpose of this study was to describe the concept of psychic impulses in the characters in the novel Ayat-Ayat Cinta 2 by Habiburrahman El Shirazy. This study uses a qualitative method with a descriptive-analytical working mechanism. The approach used is a literary psychology approach. The data collection technique applied is documentation. The data analysis activities consist of data reduction, data presentation, and concluding/verification. The results of the study indicate that there is an impetus that drives or underlies the behaviour of each character. Interaction between characters leads to encouragement, namely encouragement that comes from the spiritual aspect, encouragement to fulfil desires without regard to values, and encouragement that is influenced by news in the mass media. Changes in the character of the antagonist are influenced by the behaviour of practising the Qur'an and hadith by the main character. Thus, reflected in the pattern of the relationship between individual history, goals, and aspirations of individuals to the behaviour of the characters.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan konsep dorongan psikis pada tokoh dalam novel Ayat-Ayat Cinta 2 karya Habiburrahman El Shirazy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mekanisme kerja deskriptif analitik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan psikologi sastra. Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan adalah dokumentasi. Aktivitas analisis data tersebut terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dorongan yang menggerakkan atau melatarbelakangi perilaku setiap tokoh. Interaksi antartokoh mengarah pada adanya dorongan, yakni dorongan yang berasal dari aspek spiritualitas, dorongan memenuhi keinginan tanpa memperhatikan nilai-nilai, dan dorongan yang dipengaruhi oleh pemberitaan di media massa. Perubahan karakter tokoh antagonis dipengaruhi perilaku pengamalan Al-Qur’an dan hadis oleh tokoh utama. Dengan demikian, tercermin adanya pola hubungan antara sejarah individu, tujuan, dan aspirasi individu terhadap perilaku tokoh.
HUMAN RELATIONSHIP WITH NATURE IN MATA DAN RAHASIA PULAU GAPI NOVEL BY OKKY MADASARI Atikah, Atikah
ATAVISME Vol 27, No 1 (2024): ATAVISME
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24257/atavisme.v27i1.738.59--63

Abstract

Abstrak: Alam dan manusia memiliki relasi dengan tokoh dan latar tempat. Tidak hanya sebagai latar, karya sastra mampu menghadirkan tokoh sebagai makhluk ekologis. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan interaksi tokoh dan alam dalam novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari. Penelitian ini memanfaatkan metode kualitatif dengan mekanisme kerja deskriptif analitik. Pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan ekokritik sastra. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi. Kegiatan analisis data terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya paradigma antroposentrisme dan ekosentrisme yang mendeskripsikan bentuk interaksi antara tokoh dan alam. Terdapat tokoh manusia dan hewan yang merefleksikan kepedulian terhadap pusaka Pulau Gapi. Paradigma antroposentrisme tercermin dari tokoh para penjajah yang melakukan perusakan di tanah Ternate dan para pekerja proyek yang ingin merobohkan benteng peninggalan Portugis. Kekayaan alam Ternate menjadi salah satu pemicu ekspansi dan eksploitasi yang dilakukan oleh satu negara ke negara lain.Abstract: Nature and humans have a relationship with characters and place settings. Not only as a background but literary works can also present characters as ecological creatures. This research aims to describe the interaction between characters and nature in Mata dan Rahasia Pulau Gapi's novel by Okky Madasari. This study uses qualitative methods with a descriptive-analytic working mechanism. The approach applied is the literary ecocritical approach. The data collection technique used is documentation. Data analysis activities consist of data reduction, data presentation, and concluding/verification. The result shows that there are fulfillments and violations of the principles of the environmental movement, which describe the form of interaction between characters and nature. There are human and animal figures who reflect concern for the heritage of Gapi Island. The anthropocentrism paradigm is reflected in the colonizers' figures who carried out the destruction of the land of Ternate and the project workers who wanted to demolish the heritage fortress of the Portuguese. Ternate's natural wealth is one of the triggers for expansion and exploitation carried out by one country to another.
KERUSAKAN ALAM PADA NOVEL MATA DAN RAHASIA PULAU GAPI (KAJIAN EKOKRITIK SASTRA) Atikah, Atikah
Widyaparwa Vol 52, No 2 (2024)
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/wdprw.v52i2.1668

Abstract

Nature does not only exist as a setting, but also as a complete construction of meaning in a literary work. The characters in literary works represent the behavior of mankind. Literary discourse can present environmental issues as a campaign for nature conservation. The purpose of this study is to describe the destruction of nature in the novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi by Okky Madasari. The method used is a qualitative method with an eco-critical approach. The data collection technique applied is documentation, reading, and note taking. Data analysis activities consist of data reduction, data presentation, and drawing conclusions/verification. The results of the study show that the natural problems contained in the novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi are the loss of two villages due to the eruption of Mount Gamalama and the formation of Lake Tolire, air pollution and hot temperatures, earthquakes, Gamalama volcano erupted, development (malls, hotels, and golf courses) on top of historical buildings, rare bird hunting and colonization. The study of natural damage is related to the paradigm of anthropocentrism and ecocentrism. The implication of this research is a contribution to the scientific repertoire to support ecocritical research and as a medium for ecological awareness campaigns.Alam tidak hanya hadir sebagai latar, tetapi juga sebuah konstruksi makna utuh dari sebuah karya sastra. Adapun tokoh dalam karya sastra mewakili perilaku umat manusia. Wacana sastra dapat menampilkan isu lingkungan sebagai sebuah kampanye pelestarian alam. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan kerusakan alam dalam novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi karya Okky Madasari. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan ekokritik. Teknik pengumpulan data yang diaplikasikan adalah dokumentasi, simak, baca, dan catat. Aktivitas analisis data terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya permasalahan alam yang terdapat di dalam novel Mata dan Rahasia Pulau Gapi, yakni hilangnya dua desa karena letusan Gunung Gamalama dan terbentuknya Danau Tolire, polusi udara dan suhu udara yang panas, gempa bumi, meletusnya Gunung Gamalama, pembangunan (mal, hotel, dan lapangan golf) di atas bangunan bersejarah, perburuan burung langka, serta penjajahan. Kajian kerusakan alam tersebut berkaitan dengan paradigma antroposentrisme dan ekosentrisme. Implikasi penelitian ini adalah sumbangsih bagi khazanah keilmuan untuk penunjang penelitian ekokritik dan sebagai media kampanye kesadaran ekologis.
Representasi Nilai Budaya dalam Tradisi Mapag Tamba serta Implementasinya sebagai Materi Ajar BIPA Gasanti, Rosi; Yudin, Jaki; Atikah, Atikah
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4782.122-133

Abstract

One of the oral traditions in Indonesia that needs attention so that its existence does not become extinct is the Mapag Tamba tradition in Tugu Village, Sliyeg District, Indramayu Regency. This research aims to describe, explore, find, and its implementation as BIPA teaching material in an effort to preserve it. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection was done through literature study, observation, and interviews. For data analysis techniques using Grounded Theory perspective.  Based on the research findings, the stages of the Mapag Tamba ceremony and the cultural values contained in the tradition are described. The cultural values include; 1) cultural values of human relations with God; 2) cultural values of human relations with nature; 3) cultural values of human relations with other humans; 4) cultural values of human relations with society, dan 5) cultural values of human relations with themselves. Furthenmore, as an effort to preserve oral tradition, the values contained in the Mapag Tamba tradition are implemented in the form of BIPA teaching materials. The utilisation of oral traditions in BIPA learning can enrich learners' cross-cultural understanding and strengthen their communicative competence. This tradition offers values that can build the cultural sensitivity of BIPA learnes. AbstrakSalah satu tradisi lisan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian supaya tidak punah keberadaannya adalah tradisi Mapag Tamba di Desa Tugu Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, menggali, menemukan, serta implementasinya nilai budaya dalam tradisi Mapag Tamba sebagai materi ajar BIPA dalam upaya pelestariannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang merepresentasikan nilai budaya pada tradisi Mapag Tamba dengan sumber data berupa informan/narasumber tokoh masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Untuk teknik analisis data menggunakan perspektif Grounded Theory. Berdasarkan hasil temuan penelitian, dideskripsikan proses tahapan pelaksanaan upacara Mapag Tamba dan nilai-nilai budaya yang terdapat pada tradisi tersebut. Nilai budaya yang dimaksud di antaranya; 1) nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, 2) nilai budaya hubungan manusia dengan alam; 3) nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain; 4) nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat; dan 5) nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Selanjutnya, sebagai upaya pelestarian tradisi lisan, nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Mapag Tamba tersebut diimplementasikan dalam bentuk materi ajar BIPA. Pemanfaatan tradisi lisan dalam pembelajaran BIPA dapat memperkaya pemahaman lintas budaya para pemelajar dan memperkuat kompetensi komunikatif mereka. Tradisi ini menawarkan nilai-nilai yang dapat membangun sensitivitas budaya para pemelajar BIPA.
Mengukur Pemikiran Kritis Calon Guru Bahasa melalui Teks Sastra Rozak, Abdul; Atikah, Atikah; Susilo, Jimat
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4800.134-148

Abstract

Critical thinking is a necessary skill for problem-solving in learning, especially for prospective teacher students. This study investigates the critical thinking skills of prospective teacher students at Universitas Sindang Kasih Majalengka through literary analysis. This research is based on the claim that there is a low number of graduates with critical thinking abilities. Meanwhile, courses that focus on literary analysis involve critical thinking skills by utilizing various literary approaches. Critical thinking in this context focuses on indicators such as the ability to provide simple explanations, develop basic skills, summarize/conclude, provide more detailed explanations, and decide on the next strategy. Specifically, this research examines critical thinking skills in the context of literary analysis activities, including poetry, prose, and drama. The findings show that literary analysis activities provide space for prospective teacher students to train their critical thinking skills. The critical thinking abilities of each student vary, but the essay assignment framework in literary analysis provides a framework for critical thinking among students. This directly impacts the development of literacy and the ability to read critically literary works in Indonesia. AbstrakBerpikir kritis adalah kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran, khususnya pada mahasiswa calon guru. Studi ini menyelidiki kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru di Universitas Sindang Kasih Majalengka melalui telaah karya sastra. Penelitian ini didasari oleh klaim rendahnya lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, mata kuliah yang berorientasi pada telaah karya sastra melibatkan kemampuan berpikir kritis dengan memanfaatkan berbagai pendekatan sastra. Kemampuan berpikir kritis dalam hal ini berpusat pada indikator kemampuan memberikan penjelasan sederhana, mengembangkan keterampilan dasar, meringkas/kesimpulan, memberikan penjelasan yang lebih rinci, dan memutuskan strategi selanjutnya. Secara khusus, penelitian ini meneliti kemampuan berpikir kritis dalam kegiatan telaah karya sastra, baik puisi, prosa, maupun drama. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan telaah karya sastra memberikan ruang untuk mahasiswa calon guru dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis setiap mahasiswa relatif berbeda, tetapi konstruk penugasan esai dalam telaah sastra memberikan kerangka kerja berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Hal ini berimplikasi langsung pada perkembangan literasi dan kemampuan membaca kritis karya sastra di Indonesia.