Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

STRATEGI WALI KELAS DALAM MEMBINA KREATIVITAS SISWA KELAS V DI RW 01 DESA RAMBATAN KULON KECAMATAN LOHBENER KABUPATEN INDRAMAYU Lathifatunnisa, Lathifatunnisa; Masnun, Moh; Maufur, Syibli
Indonesian Journal of Elementary Education (IJEE) Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ijee.v5i1.6897

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan yang diketahui dari study pendahuluan, yang mana terdapat permasalahan mengenai kreativitas belajar siswa di RW 01 Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu, dimana terdapat beberapa siswa khususnya di kelas V masih terdapat siswa yang pasif ketika belajar, siswa yang tidak mandiri dan bertanggung jawab, siswa yang bosan didalam kelas serta siswa yang mengobrol di dalam kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi wali kelas dalam membina kreativitas siswa kelas V di RW 01 Desa Rambatan Kulon Kecamatan Lohbener Kabupaten Indramayu. Adapun pendekatan metode yang digunakan dilihat dari jenis penelitiannya adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologik yaitu menekankan berbagai aspek subjektif dari perilaku selanjutnya. Subjek penelitian dilaksanakan pada siswa kelas V yang ada di RW 01 yang berjumlah 22 siswa. Peneliti menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) strategi pembelajaran saintifik yang digunakan wali kelas meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, dan mengkomunikasikan hasil karya kolase di depan kelas. 2) hasil kreativitas belajar siswa pada mata pelajaran SBdP materi kolase yaitu siswa dapat mengenal warna dan memadukannya, mengenal aneka jenis bahan, mengenal sifat bahan dan menghasilkan suatu karya yang indah dan menarik. 3) tingkat kepuasan siswa terhadap penerapan strategi pembelajaran wali kelas menunjukan prosentase 78% pada kategori tinggi artinya siswa merasa puas dengan strategi yang digunakan wali kelas tersebut. Kata kunci : Strategi Saintifik Learning, Kreativitas Belajar Siswa, Pembelajaran SBdP Materi Kolase.AbstractThis research is related to research related to preliminary studies, which research is related to student learning in RW 01, Rambat Kulon Village, Lohbener District, Indramayu Regency, which contains some students in class V who are not independent and responsible, students who are bored in class and also students chatting in class. This study was designed to describe the strategy of the homeroom teacher in fostering the creativity of fifth grade students in RW 01, Rambat Kulon Village, Lohbener District, Indramayu Regency. Research on the research method used is qualitative research with phenomenological studies, namely research on various aspects of subsequent research. The research subjects were carried out on the fifth grade students in RW 01 who transmitted 22 students. Researchers used data collection techniques by means of interviews, and documentation. While the data analysis technique is by data reduction, data presentation and drawing conclusions. Based on the results of the study it can be concluded that 1) the scientific learning strategy used by the homeroom teacher for approval, asking questions, reasoning, trying, and communicating the work of collages in front of the class. 2) the results of students' learning creativity on collage material SBdP subjects namely students can recognize colors and integrate them, recognize various types of materials, recognize the nature of materials and produce a beautiful and interesting work. 3) the level of student satisfaction with the implementation of homeroom learning strategies shows the percentage of 78% in the high category means students are satisfied with the strategies used by the homeroom teacher. Keywords: Scientific Learning Strategy, Student Learning Creativity, SBdP Learning Collage Material.
Pengaruh Penggunaan Metode Audio Lingual Terhadap Keterampilan Berbicara Dialog Bahasa Arab Kelas V MI Nurdesviani, Luthfiah; Masnun, Moh; M.Ag, Patimah
Indonesian Journal of Elementary Education (IJEE) Vol 5, No 1 (2023): April 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ijee.v5i1.8933

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai metode pembelajaran Audio Lingual sebagai wadah dalam meningkatkan keterampilan berbicara dialog siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. metode yang digunakan adalah pre-eksperimental dengan desain One-Shoot Case Study. Menggunakan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket, tes dan dokumentasi. Sampel yang diambil adalah siswa kelas V MI PUI Kodasari yang berjumlah sebanyak 20 siswa. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan SPSS 24.0 for window melalui uji normalitas, uji lineritas, uji koefisien regresi, dan uji hipotesis. Hasl penelitian menunjukan bahwa dari 20 responden, prosentase pencapaian skor responden terhadap metode Audio Lingual adalah (1144 : 1600) X 100% = 71,5%, yang artinya metode Audio Lingual memiliki kategori kuat kategori tersebut berada diantara 60% - 80% karena nilai signifikan lebih besar dari 0,05 dan t hitung (5,019) lebih besar dari t tabel (1,734) maka Ho ditolak , artinya bahwa terdapat pengaruh penggunaan metode Audio Lingual terhadap keterampilan berbicara dialog mata pelajaran bahasa Arab kelas V MI PUI Kodasari Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka tahun 2021 M / 1442 H.Kata Kunci : Metode Audio Lingual, Keterampilan Berbicara.
KESIAPAN MADRASAH IBTIDAIYAH DALAM MENGHADAPI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA Masnun, Moh
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v4i1.1327

Abstract

The implementation of the Independent Curriculum is a big step in advancing education in Indonesia. Through the Independent Curriculum, it is hoped that it can improve the quality and relevance of education in facing the times. Although many public schools under the Ministry of Religion have implemented the Independent Curriculum, implementation in madrasas is still not intensive. This study used a descriptive qualitative research method which was conducted on the madrasah head, deputy head of curriculum, and 28 representative teachers from each Madrasah Ibtidaiyah Cirebon City for the 2022/2023 academic year. Data was collected by distributing questionnaires and interviews. The results showed that madrasa readiness in facing the implementation of the Independent Curriculum was quite good, with three aspects of readiness: learning planning with sufficient criteria, the learning process with sufficient criteria, and the assessment process with insufficient criteria. The conclusion is that several Islamic Elementary Schools in Cirebon City which are included in the study have sufficient readiness to face the implementation of the independent curriculum, where readiness includes readiness to plan lessons, and carry out learning.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH Moh. Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 2 No. 1 (2015)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v2i1.190

Abstract

ABSTRAKSalah satucara untuk membangkitkan  aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran adalah dengan mengganti cara/pendekatan pembelajaran yang selama ini tidak diminati lagi oleh peserta didik, seperti pembelajaran yang dilakukan dengan ceramah dan tanya-jawab, pendekatan pembelajaran ini membuat peserta didik jenuh dan tidak kreatif. Suasana belajar mengajar yang diharapkan adalah menjadikan peserta didik sebagai subjek yang berupaya menggali sendiri, memecahkan sendiri masalah-masalah dari suatu konsep yang dipelajari, sedangkan guru lebih banyak bertindak sebagai motivator dan fasilitator. Situasi belajar yang diharapkan disini adalah peserta didik yang lebih banyak berperan (kreatif).Pendekatan pembelajaran kontekstual merupakan konsep  belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata peserta didik  dan mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluargadan masyarakat. Dengan konsep itu ,hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi peserta didik.Kata Kunci : Pembelajaran Kontekstual, Aktifitas, Peserta Didik
STRATEGI PENINGKATAN KINERJA GURU Moh Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 2 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.351

Abstract

ABSTRAKSetiap professional ingin menunjukkan bahwa kinerjanya dapat dipertanggung-jawabkan. Guru sebagai seorang professional mempertaruhkan profesi pada kualitas kerjanya. Kinerja yang berkualitas menggambarkan kualitas profesionalnya, dan sebaliknya kinerja yang dibawah standar kerja menggambarkan ketidakberhasilannya menghormati profesinya sendiri.Semua pihak menyadari bahwa kinerja guru berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan. Sayangnya, tidak sedikit para guru bekerja di bawah standar kerja yang telah ditetapkan, bukan karena tidak mampu tetapi karena belum terbangun budaya kerja yang baik. Kondisi seperti itu disebabkan oleh rendahnya gairah kerja yang berdampak pada penurunan kinerja. Apabila diamati gairah kerja berbentuk seperti grafik sinus yang suatu saat akan menemui titik jenuh jika tidak ada upaya preventif dan kuratif baik dari dirinya sendiri maupun bimbingan dari atasannya. Oleh karena itu, penanganan yang paling tepat ialah melalui peningkatan motivasi kinerja. Motivasi kinerja memiliki empat tahap, yaitu : (1) penetapan standar kinerja; (2) audit kinerja; (3) pemberian umpan balik secara langsung; dan (4) motivasi kinerja.Mengingat pentingnya keterlibatan guru, profesi perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional sesuai jabatan fungsionalnya. Maka dari itu, salah satu upaya yang ditempuh ialah memberlakukan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) untuk menjamin proses pembelajaran yang berkualitas pada semua jenjang pendidikan. Penilaian kinerja guru perlu dilakukan agar fungsi dan tugas yang ada pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan dan kode etik yang berlaku.Kinerja guru tidak terwujud dengan begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Baik faktor internal maupun eksternal sama-sama membawa dampak terhadap kinerja guru. Faktor internal kinerja guru adalah faktor yang datang dari dalam diri guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, contohnya ialah kemampuan, keterampilan, kepribadian, persepsi, motivasi menjadi guru, pengalaman lapangan dan latar belakang keluarga.Faktor eksternal kinerja guru adalah faktor yang datang dari luar, guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, contohnya ialah (1) gaji; (2) sarana dan prasarana, (3) lingkungan kerja fisik; (4) kepemimpinan.Kata Kunci : Kinerja, Profesi, Penilaian
APLIKASI TQM DALAM PENGELOLAAN PENDIDIKAN Moh. Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 1 No. 1 (2014)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v1i1.462

Abstract

Abstraksi Di era globalisasi dan modernitas saat ini peningkatan mutu pendidikan menjadi masalah yang urgen. Pendidikan yang baik dan bermutu menjadi dasar pengembangan dan kemajuan. Oleh karena itu pengelola dan penyelenggara pendidikan harus merespon berbagai kebijakan pemerintah dan harapan masyarakat.Pendidikan yang dikelola lembaga pendidikan merupakan amanah. Bagaimanapun kepercayaan itu harus dibayar dengan layanan pendidikan yang memberikan kepuasan kepada pelanggan. Kepuasan tersebut hanya dapat dicapai melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Mutu yang benar-benar mampu memuaskan pelanggan adalah mutu yang secara teoritis nyaris tanpa cacad.Tulisan ini menyajikan pembahasan tentang TQM yang meliputi pengertian landasan pemikiran, hambatan, dan strategi aplikasinya ke dalam pendidikan.Kata Kunci :  Pendidikan, Manajemen, Mutu, Total, Kepuasan, Pelanggan
PENERAPAN PENDEKATAN SAINTIFIK DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU Moh Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 3 No. 1 (2016)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v3i1.590

Abstract

ABSTRAKKurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik adalah subjek yang memiliki kesempatan untuk secara aktif mencari, mengolah, mengonstruksi, dan menggunakan pengetahuan. Untuk itu pembelajaran harus berkenaan dengan kesempatan yang diberikan kepada peserta didik perlu didorong untuk bekerja memecahkan masalah, menemukan segala sesuatu untuk dirinya, dan berupaya keras mewujudkan ide-idenya.Guru memberikan kemudahan untuk proses ini, dengan mengembangkan suasana belajar yang memberi kesempatan peserta didik untuk menemukan, menerapkan ide-ide mereka sendiri, menjadi dasar dan secara sadar menggunakan strategi mereka sendiri untuk belajar. Guru mengembangkan kesempatan belajar kepada peserta didik untuk meniti anak tangga yang membawa peserta didik kepemahaman yang lebih tinggi, yang semula ditentukan dengan bantuan guru tetapi semakin lama semakin mandiri. Bagi peserta didik pembelajaran harus bergeser dari “diberi tahu” menjadi aktif mencari tahu.Keyword : Kurikulum 2013, Mandiri, Aktif
Respon Stakeholders Terhadap Kurikulum Berbasis Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Jurusan PGMI IAIN Syekh Nurjati Cirebon Moh Masnun; Syibli Maufur; Ahmad Arifuddin
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 5 No. 1 (2018): Published Online: Juni 2018
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v5i1.2479

Abstract

AbstrakLahirnya KKNI dan SN DIKTI menuntut sebuah program studi, termasuk di dalamnya program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk segera meredesain kurikulumnya menjadi kurikulum yang mengacu KKNI dan SN DIKTI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respon stakeholders (pihak dosen, kepala MI, dan Kementerian Agama Kota Cirebon) terhadap kurikulum jurusan PGMI yang mengacu KKNI dan SN DIKTI. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat deskriptif kualitatif. Dimana dalam penelitian ini,  peneliti mencari dan menggunakan data-data yang bersifat deskriptif yaitu berupa kata-kata atau ungkapan, pendapat-pendapat dari subyek  penelitian, baik itu kata-kata secara lisan maupun tulisan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis dimulai dengan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Analisis data dilakukan sewaktu pengumpulan data dan setelah semua data terkumpul atau setelah selesai penelitian di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum respon stakeholders (dosen jurusan PGMI, Kepala MI Kota Cirebon, dan Kasi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Cirebon) terhadap kurikulum berbasis KKNI jurusan PGMI sudah baik dan sangat layak diimplementasikan di jurusan PGMI. Namun stakeholders memberikan rekomendasi agar ditambahkan satu mata kuliah baru, yaitu psikologi kepribadian dan hubungan sosial serta penambahan bobot sks pada mata kuliah keahlian profesi seperti perencanaan pembelajaran dan praktik pengalaman lapangan.Kata kunci: respon stakeholders, kurikulum berbasis KKNI, PGMIAbstractThe birth of KKNI and SN DIKTI demanded a study program, including the study program of Madrasah Ibtidaiyah Teachers (PGMI) Faculty of Tarbiyah and Training Teacher IAIN Syekh Nurjati Cirebon to immediately redesign the curriculum into a curriculum referring to KKNI and SN DIKTI. This study aims to describe the response of stakeholders (the lecturers, the head of MI, and the ministry of religion of Cirebon city) to the curriculum of PGMI which refers to KKNI and SN DIKTI. This research is a field research (field research) which is descriptive qualitative. Where in this study, researchers search and use data that is descriptive in the form of words or phrases, opinions of research subjects, both words orally and in writing. Data collection was done by interview and documentation method. Analytical techniques begin with data reduction, data presentation, and draw conclusions. Data analysis is during data collection and after all data collected or after completion of research in the field. The results showed that generally the response of stakeholders (the lecturers of PGMI, the head of MI, and the ministry of religion affairs of Cirebon city) to the curriculum of PGMI department which refers to KKNI is good and very feasible implemented in the PGMI department. However, stakeholders recommend that a new subject be added, that is personality psychology and social relationships and the addition of sks weight to professional proficiency courses such as lesson planning and field experience practice. But stakeholders recommended that a new course have to added, such as the psychology of personality and social relationships and the addition of sks weight on professional skills courses such as lesson planning and field experience practice.Keywords: responses of stakeholder, curriculum based on KKNI, PGMI department
The Implementation of School Based Management in Madrasah Ibtidaiyah Aceng Jaelani; Moh Masnun
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 6 No. 2 (2019): October 2019
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v6i2.3793

Abstract

AbstractThis study aims to determine the implementation of School Based Management (SBM) on student learning outcomes at Madrasah Ibtidaiyyah (MI) in Harjamukti District, Cirebon City. The research method adopted in this study was field research. Data collection is done through interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used in this qualitative research was inductive in nature, namely an analysis based on the obtained data. The steps taken were analyzing the data which has been collected; interpreting the data; drawing conclusions through way of thinking based on specific facts, where then directed to general conclusions. The results show that the implementation of SBM at MI in Harjamukti Cirebon District has been running quite effectively and efficiently. This can be seen from the support of all staff, SBM phasing, staff training, budget support and delegation of authority, high academic achievement of students, teachers mastery on materials and appropriate teaching procedures, efficient and effective use of facilities, teacher understanding of the characteristics of groups and individuals, a fun and interactive learning environment and the personality of teachers who can act as role models. Based on various aspects which have been arranged in school-based management, this has implications on improving student learning outcomes at Madrasah Ibtidaiyah in Harjamukti District, Cirebon City. Furthermore, this is evidenced in the school exam results.Keywords: school based management, learning outcomes, madrasah ibtidaiyah AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) terhadap hasil belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Se Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh. Langkah yang dilakukan adalah Menelaah data yang berhasil dikumpulkan, menafsirkan data, kemudian mengambil kesimpulan secara induktif, yaitu penarikan kesimpulan dengan cara berfikir berdasarkan fakta- fakta khusus, kemudian diarahkan kepada penarikan kesimpulan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan MBS di MI se Kecamatan Harjamukti Cirebon sudah berjalan cukup efektif dan efesien, hal ini tercermin dari dukungan seluruh staf & pelatihan staf, pentahapan MBS, dukungan anggaran dan pendelegasian wewenang, prestasi akademik siswa yang tinggi, penguasaan guru terhadap bahan dan prosedur mengajar yang tepat, pemanfaatan fasilitas secara efisien dan efektif, pemahaman guru tentang karakteristik kelompok dan perorangan, lingkungan belajar yang menyenangkan dan interaktif serta kepribadian guru yang bisa menjadi teladan. Berdasarkan berbagai aspek yang telah tersusun dalam manajemen berbasis sekolah, hal tersebut berimplikasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa di Madrasah Ibtidaiyah se Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon. Hal ini dibuktikan dalam hasil ujian sekolah.Kata kunci: manajemen berbasis sekolah, hasil belajar, madrasah ibtidaiyah.
Teacher’s Strategy in Improving Reading Comprehension Skills of Arabic Texts at Madrasah Ibtidaiyah Moh Masnun; Alvy Salmia Putri; Aceng Jaelani; Inayatul Ummah
Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI Vol. 9 No. 2 (2022): October 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/al.ibtida.snj.v9i2.11456

Abstract

AbstractThis study aims to describe the teacher's strategy for improving reading comprehension skills of Arabic texts in class v at Madrasah Ibtidaiyah (Islamic Elementary School) in Cirebon City. This qualitative research uses a descriptive approach. The sources of data or informants in this research are Arabic teachers, fifth-grade students, and school principals. The data were collected through observation, in depth-interviews and documentation. Data analysis starts with data reduction, presentation, and interpretation. The results showed that the Arabic teacher's strategies in improving reading comprehension skills of Arabic texts in class V were as follows: 1. Reading texts Aloud, 2; translating texts, 3. Reviewing translation results, 4, Answering questions, 5. Sharing answers, and 6. Repetition. Arabic text comprehension reading skills in class V are quite good, obtaining an average score that has met the minimum completeness criteria. The teacher and student experienced during the learning process reading comprehension skills in Class V supported by the activity of reading the Holy Qur'an every Monday to Thursday, which is carried out after learning activities, recitation activities at home with a teacher of the Qur'an, the availability of a library at school, and studying with peers. Then some of the difficulties faced are the lack of parental support, the habits of students who often play with gadgets, and the lack of availability of book facilities in the library.Keywords: teacher strategy, reading comprehension skills, Arabic text.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam meningkatkan keterampilan pemahaman membaca teks bahasa Arab di kelas V di salah satu Madrasah Ibtidaiyah di Kota Cirebon. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan deskriptif. Sumber data atau informan dalam penelitian ini adalah guru bahasa Arab, siswa kelas V, dan kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data yang dianalisis dimulai dari reduksi data, penyajian data, dan interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru bahasa Arab dalam meningkatkan keterampilan pemahaman membaca teks bahasa Arab di kelas V adalah sebagai berikut; 1. membaca teks dengan keras, 2. menerjemahkan teks, 3. menelaah hasil terjemahan, 4, menjawab pertanyaan, 5. berbagi jawaban, dan 6. pengulangan. Keterampilan membaca pemahaman teks bahasa Arab pada siswa kelas V sudah cukup baik dengan memperoleh nilai rata-rata yang telah memenuhi kriteria ketuntasan minimal. Pengalaman guru dan siswa selama proses pembelajaran keterampilan membaca pemahaman di Kelas V didukung dengan adanya kegiatan membaca Al-Qur'an setiap hari senin sampai dengan kamis yang dilaksanakan setelah kegiatan pembelajaran, kegiatan pengajian di rumah bersama guru mengaji, dan tersedianya perpustakaan di sekolah, serta belajar bersama teman sebaya. Kemudian beberapa kendala yang dihadapi adalah kurangnya dukungan orang tua, kebiasaan siswa yang sering bermain gadget, dan kurangnya ketersediaan fasilitas buku di perpustakaan.Kata kunci: strategi pembelajaran, keterampilan membaca pemahaman, teks