Eka Fitriah
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING BERVISI SETS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN KREATIVITAS SISWA SMA BERBASIS PESANTREN Eka Fitriah
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.516

Abstract

Pembelajaran biologi tidak hanya bersifat materi oriented akan tetapi harus memberikan pengalaman secara langsung pada siswa. Penggunaan model dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan akan membuat guru dapat berkomunikasi baik dengan siswa, membuka wawasan berpikir yang beragam dari seluruh siswa, sehingga siswa dapat mempelajari seluruh konsep dengan baik. Salah satu model pembelajaran yang dapat membuat siswa menjadi lebih aktif, kreatif, melatih keterampilan proses sains dalam memecahkan masalah, dan meigkatkan hasil belajar siswa adalah model Creative Problem Solving (CPS). Tujuan penelitian, adalah : untuk mengkaji tahap-tahap implementasi model Creative Problem Solving Bervisi SETS pada pembelajaran biologi, mengetahui peningkatan KPS siswa SMA berbasis pesantren setelah diterapkan model Creative Problem Solving bervisi SETS, mengetahui peningkatan kretativitas siswa SMA berbasis pesantren setelah diterapkan Model Creative Problem Solving bervisi SETS, mengetahui respon siswa dan guru terhadap Implementasi Model Creative Problem Solving bervisi SETS pada pembelajaran biologi. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif,dengan metode penelitian quasi eksperimen, desain penelitian one group pretest dan postes design. Hasil penelitian menunujukkan bahwa dalam menerapkan model Creative Problem Solving bervisi SETS, ada lima tahap yang dilakukan dalam kegiatan proses belajar mengajar, yaitu: klarifikasi masalah, pengungkapan pendapat, evaluasi dan pemilihan, implementasi dan performance kreativitas. Terdapat peningkatan KPS siswa ditunjukkan dengan rata-rata nilai  N-gain sebesar 0,63. Persentase kriteria KPS siswa SB 61,92%, B 28,52%, C 9,52%. Persentase kriteria kreativitas siswa SB 23,80%, B 47,61%, 21,57% C. Siswa dan Guru memberikan tanggapan positif terhadap penerapan pembelajaran yang telah dilakukan. Kata Kunci : Model Pembelajaran Creative Problem Solving, SETS, KPS dan Kreativitas
STUDI ANALISIS PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE KABUPATEN CIREBON Eka Fitriah; Yuyun Maryuningsih; Edy Chandra; Asep Mulyani
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v2i2.521

Abstract

Telah dilakukan studi analisis Pengelolaan Hutan Mangrove kabupaten Cirebon dengan pendekatan kulitatif deskriptif untuk mengkaji Peningkatan kerusakan yang berpotensi terhadap pelestarian kawasan mangrove, penurunan produktivitas sumber daya di kawasan mangrove, pelanggaran dan penyalahgunaan dalam pemanfaatan kawasan mangrove, potensi konflik horizontal pada masyarakat di kawasan mangrove dan Terjadi degradasi kearifan lokal dalam pengelolaan kawasan mangrove. Penelitian ini dilakukan dengan  pendekatan kualitatif deskriptif. Metode Penelitian yang digunakan adalah Field Research. Penelitian diawali dengan studi pustaka mengumpulkan referensi, kemudian melakukan Observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan masyarakat. Kerusakan ekosistem mangrove merupakan hal yang sangat mengkhawatirkan, kerusakan ini disebabkan tekanan dari luar yang diperoleh dari perkembagan yang ada di sekitar wilayah mangrove, dan tekanan dari dalam yang berasal eksploitasi yang berlebihan terhadap kawasan mangrove. Masalah kerusakan hutan mangrove dapat ditangani dengan mengatasi akar permasalahan klasik yang melingkupinya. Pengolahan dapat diwujudkan melalui pengelolaan dan perlindungan ekosistem hutan mangrove secara terpadu dan berbasis masyarakat. Strategi pelibatan masyarakat dalam pelestarian hutan mangrove dengan menerapkan sistem insentif yang diharapkan dapat merangsang dan memacu usaha-usaha kegiatan pengelolaan ekosistem hutan mangrove yaitu melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan peningkatan peran serta masyarakat. Kata kunci: Analisis hutan mangrove, kabupaten Cirebon, berbasis masyarakat.
PENERAPAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS NILAI IMTAQ PADA KONSEP SISTEM REPRODUKSI MANUSIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI – IPA SMA NEGERI 1 MANDIRANCAN Sutisna Sutisna; Eka Fitriah; Anda Juanda
Scientiae Educatia: Jurnal Pendidikan Sains Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Tadris Biologi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/sc.educatia.v3i1.548

Abstract

Bangsa indonesia saat ini sedang mengalami krisis akhlak khususnya dikalangan pelajar seperti tawuran antar pelajar, tindak kekerasan, perilaku seks yang tidak normal, seks bebas dikalangan pelajar dan lain-lain sepertinya sudah menjadi penghias rutin setiap berita dimedia massa. Peran guru sebagai agent of change (agen perubahan) sangatlah penting dalam pendidikan dan pembelajaran. Guru merupakan salah satu penentu keberhasilan siswa mendapatkan pengalaman belajar dalam membangun kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ) untuk mencapai puncak prestasi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Mandirancan, tepatnya dikelas XI IPA 1 (Kelas eksperimen) dengan jumlah siswa 27 siswa dan kelas XI IPA 3 (kelas kontrol) dengan jumlah siswa 27 siswa. Penelitian menggunakan desain Pre test Post test Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar observasi, tes dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik meliputi uji normalitas, uji homogenitas dan uji t (hipotesis). Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya pembelajaran biologi berbasis nilai imtaq. Peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol hal ini dibuktikan dengan hasil rata-rata N-Gain 0,61 dengan kriteria  sedang pada kelas ekperimen dan 0,43 pada kelas kontrol dengan kriteria  sedang. Aktivitas on task siswa pada kegiatan awal, kegiatan pembelajaran dan kegiatan evaluasi sebesar 72,48% dengan off task sebesar 27,52% pada kelas eksperimen dan respon siswa terhadap penerapan pembelajaran biologi berbasis nilai imtaq sangat baik dengan rata-rata pernyataan positif memperoleh persentase 68,79% dengan kriteria kuat, sedangkan rata-rata pernyataan negatif memperoleh presentase 64,31% dengan kriteria kuat. Kata Kunci : Penerapan Pembelajaran Biologi Berbasis Nilai Imtaq, Hasil Belajar