Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERFORMA PRODUKSI BROILER PADA KANDANG CLOSED HOUSE BERBASIS INTERNET OF THINGS Manullang, Julinda Romauli; Khafid, Khaidir; Ardiansyah, Ardiansyah; Mariati, Rita
Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman Vol 13 No 1 (2025): Agrinimal Jurnal Ilmu Ternak dan Tanaman
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/ajitt.2025.13.1.1-7

Abstract

Peningkatan produktivitas broiler tercermin dari performanya, yang dapat diukur melalui tingkat mortalitas, konsumsi pakan, dan bobot badan. Faktor yang mempengaruhi broiler untuk mencapai performa yang optimal, salah satunya adalah manajemen kandang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa broiler dalam kandang closed house berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dibandingkan dengan kandang closed house tanpa IoT. Penelitian dilakukan di Kecamatan Palaran, Samarinda, dengan metode observasi langsung terhadap performa broiler yang dipelihara pada kandang berbasis IoT dan tanpa IoT. Variabel penelitian meliputi konsumsi pakan, pertumbuhan bobot badan, konversi pakan (FCR), bobot panen, dan mortalitas ayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kandang tanpa IoT jumlah konsumsi pakan 3,140 dan 3,088, nilai FCR 1,72 dan 1,68, bobot panen 2,02 kg/ekor dan 2,01 kg/ekor, persentase mortalitas 10,1% dan 8,2%, indeks performa (IP) 289 dan 312 yang berada pada kategori “Kurang dan Cukup”. Kandang yang menggunakan sistem IoT meningkatkan efisiensi pada konsumsi pakan dibandingkan kandang tanpa IoT menunjukan jumlah konsumsi pakan 2,838 g/ekor dan 2,665 g/ekor, menurunkan nilai FCR 1,45 dan 1,30, kandang dengan IoT menghasilkan bobot panen 1,98 kg/ekor dan 2,18 kg/ekor menghasilkan bobot panen lebih tinggi pada periode akhir dibandingkan dengan kandang tanpa IoT, kandang dengan IoT berpengaruh dalam mengurangi persentase mortalitas ayam dibandingkan dengan kandang tanpa IoT yaitu 1,5% dan 3,5%. Indeks performa (IP) 407 dan 405 yang berada pada kategori “istimewa” dengan nilai >400. ABSTRACT Increased broiler productivity is reflected in its performance, which can be measured through mortality rates, feed consumption, and body weight. One of the factors that influence broilers to achieve optimal performance is cage management. This study aims to analyze broiler performance in closed house cages based on Internet of Things (IoT) technology compared to closed house cages without IoT. The study was conducted in Palaran District, Samarinda, using a direct observation method on the performance of broilers kept in IoT-based cages and without IoT. The research variables include feed consumption, body weight growth, feed conversion (FCR), harvest weight, and chicken mortality. The results showed that in cages without IoT the amount of feed consumption was 3,140 and 3,088, FCR values ​​1.72 and 1.68, harvest weights 2.02 kg/head and 2.01 kg/head, mortality percentages 10.1% and 8.2%, performance index (IP) 289 and 312 which are in the "Less and Sufficient" categories. The cage using IoT system increases the efficiency of feed consumption compared to the cage without IoT showing the amount of feed consumption of 2,838 g/head and 2,665 g/head, reducing the FCR value of 1.45 and 1.30, the cage with IoT produces a harvest weight of 1.98 kg/head and 2.18 kg/head producing a higher harvest weight in the final period compared to the cage without IoT, the cage with IoT has an effect on reducing the percentage of chicken mortality compared to the cage without IoT, which is 1.5% and 3.5%. Performance index (IP) 407 and 405 which are in the "Excellent" category with a value of >400.
Analisis Tingkat Literasi Keuangan Petani Padi Sawah di Kecamatan Tenggarong Seberang Mariyah, Mariyah; Mariati, Rita; Arifin, Eko Harri Yulianto
Baselang Vol 5, No 1: APRIL 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v5i1.243

Abstract

Tingkat literasi keuangan merupakan salah satu faktor penentu dalam kinerja usaha tani dengan kemampuan petani untuk mengakses modal dari pembiayaan formal. Modal merupakan salah satu kendala dalam mengembangkan usaha tani. Kecamatan Tenggarong Seberang merupakan salah satu daerah penghasil beras di Kabupaten Kutai Kartanegara yang berasal dari pertanian padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi keuangan petani padi sawah berdasarkan pengetahuan, perilaku, dan sikap keuangan. Penelitian dilakukan di Desa Bukit Pariaman dan Desa Bhuana Jaya, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara pada bulan Maret hingga September 2024. Jumlah responden sebanyak 60 orang dengan menggunakan metode purposive sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis indeks literasi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan petani berada pada kategori rendah dengan rata-rata indeks literasi keuangan sebesar 52,48%, pengetahuan sebesar 49,72%, perilaku sebesar 51,67%, dan sikap sebesar 56,04%. Sebaran jumlah petani yang berada pada kategori tinggi sebanyak 1 orang, kategori sedang sebanyak 17 orang, dan kategori rendah sebanyak 42 orang. Tingkat literasi keuangan di lokasi penelitian perlu ditingkatkan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan keuangan kepada petani melalui kolaborasi antara pemerintah desa, balai penyuluhan pertanian, perguruan tinggi, dan lembaga keuangan formal.
Pembekalan Dan Pelatihan Penulisan Esai Pada Mahasiswa/i Jurusan Agribisnis Putra, Gisky Andria; Mariati, Rita
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 4 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i4.420

Abstract

Rendahnya minat menulis di kalangan Gen-Z, tidak bisa dipandang sebelah mata. Padahal semestinya generasi Gen-Z, khususnya mahasiswa/i ketika menempuh pendidikan, harus mengasah kemampuan menulisnya, agar nantinya mereka mampu menghasilkan tugas akhir yang berkualitas. Kegiatan pembekalan dan pelatihan penulisan esai ditujukan untuk meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa/i secara sistematis dan logis. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan. Kegiatan pembekalan dan pelatihan penulisan esai dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 30 Oktober sampai dengan 1 November 2023 di laboratorium IKPM Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Peserta berjumlah 21 orang, dan dilaksanakan secara luring (luar jaringan) atau offline. Kegiatan ini diawali dengan memberikan pemahaman dari sejarah penulisan esai, alasan menulis esai, berbagai pemahaman tentang esai, esai akademis dan esai kreatif, dan tips menulis esai. Hasil dari pelaksanaan kegiatan pembekalan dan pelatihan penulisan esai ini adalah secara keseluruhan kegiatan ini telah mampu memberikan hasil yang positif bagi para peserta. Peserta dinilai berhasil menulis esai yang logis dan sistematis, dan hal ini memberikan peluang bagi peserta untuk berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Di samping itu, kegiatan ini bukan hanya sekadar pembekalan dan pelatihan penulisan esai, tetapi juga langkah nyata menuju peningkatan kapasitas peserta, serta memperkuat semangat keberanian dalam mengemukakan gagasan atau ide melalui tulisan.
Pola Saluran Dan Margin Pemasaran Bawang Merah Di Pasar Segiri Kota Samarinda Lukmanminasa, Muhammad; Mariati, Rita
Baselang Vol 4, No 1: APRIL 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v4i1.138

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan di beberapa daerah yang dibudidayakan petani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran, margin pemasaran dan efisiensi pemasaran bawang merah di tingkat Pasar Segiri Kota Samarinda. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan snowball sampling dengan jumlah responden sebanyak 11 orang. Hasil penelitian diketahui bahwa distributor Pasar Segiri Kota Samarinda memperoleh bawang merah langsung dari pulau Sulawesi dan Jawa, serta mempunyai 2 saluran pemasaran yaitu saluran pemasaran II distributor memasarkan bawang merah ke pedagang pengumpul dengan margin Rp30.000,00/kg dengan mengambil keuntungan Rp4.000,00/kg. Pengepul memasarkan bawang merah ke pengecer dengan harga Rp32.000,00/kg dengan mengambil keuntungan Rp2.000,00 / kg. Pengecer memasarkan bawang merah ke konsumen dengan harga Rp. 33.000,00/kg dengan mengambil keuntungan Rp.1.000,00/kg. Saluran Pemasaran I Distributor memasarkan bawang merah ke pengecer dengan margin Rp.32.000,00/kg dengan mengambil keuntungan Rp.6.000,00/kg. Pengecer memasarkan bawang merah ke konsumen dengan harga Rp33.000,00/kg dengan mengambil keuntungan sebesar Rp1.000,00/kg. Diketahui efisiensi pemasaran dengan membagi biaya pemasaran bawang merah dengan selisih jumlah, total biaya, biaya pemasaran, jarak, efisiensi teknis , saluran II lebih efisien. Pemahaman dan pelatihan petani bawang merah lokal agar hasil panen yang ada di Kalimantan Timur terus meningkat.
Analisis Kelayakan Usaha Penangkaran Benih Padi di Desa Gunung Mulia, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara Ardiansyah, Irvan; Mariati, Rita
Jurnal Pertanian Khairun Vol 2, No 2: (Desember, 2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v2i2.7274

Abstract

Seed breeding is an effort to produce superior seeds as source seeds which will later be used for planting. This research was conducted with the aim of finding out the feasibility of the rice seed breeding business in Gunung Mulia Village. This research was carried out in Gunung Mulia Village from June 2023 to August 2023 with a sample size of 8 people. The research was carried out by calculating production costs, revenues and business income so that later the Revenue Cost Ratio value could be obtained. Production costs are divided into two, namely fixed costs and variable costs. The results of the research show that the average production cost in the rice seed breeding business in Gunung Mulia Village is Rp. 12,283,625 mt-1 consisting of fixed costs of Rp. 1,778,313 mt-1 and variable costs Rp. 10,505,313 mt-1, average revenue Rp. 27,045,000 mt-1 resulting in income of Rp. 14,761,375 mt-1 and an average R/C value of 2.18. R/C value for the rice seed breeding business in Gunung Mulia Village is 2,18 which means that for every rupiah of production costs spent, revenue will be 2,18 which means the rice seed breeding business is feasible to do and develop.Keywords: breeding of rice seeds, feasibility analysis, income
STUDI KOMPARATIF PENJUALAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) LOKAL DAN NON LOKAL DI TINGKAT DISTRIBUTOR PASAR SEGIRI KOTA SAMARINDA Widodo, Wahyu; Mariati, Rita
Jurnal Pertanian Khairun Vol 2, No 2: (Desember, 2023)
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpk.v2i2.6253

Abstract

There are generally two types of tomatoes sold at Segiri Market, Samarinda City, namely local tomatoes and non-local tomatoes. The two types of tomatoes have many differences, including prices and stock in different markets. The purpose of this study was to determine the differences in prices and stocks of local and non-local tomatoes at the distributor level of Segiri Market, Samarinda City. This research was conducted for 12 weeks starting from September 2022 to November 2022. The data needed is primary data and secondary data with purposive sampling of 11 respondents, namely 4 respondents are local tomato distributors and 7 respondents are non-local tomato distributors. To find out the marketing channels for local tomatoes and non-local tomatoes at the Segiri Market distributor level, Sanarinda City, the snowball sampling method was used. Meanwhile, to find out the difference in price and stock of local and non-local tomatoes, an independent sample t-test can be used. The results of this study stated that the average price of local and non-local tomatoes had differences. Although based on the average price of local and non-local tomatoes had differences, when the sample t test was carried out for the selling prices of local and non-local tomatoes, it was known that the sig value. (2-tailed) of 0.193 0.05. So, according to the basis of decision making on the independent sample t test, it can be concluded that Ho is accepted and Ha is rejected. The sample t test for the purchase price of local and non-local tomatoes is known to have a sig value. (2-tailed) as much as 0.154 0.05. So, according to the basis of decision making in the independent sample t test, it can be concluded that Ho is accepted and Ha is rejected. Thus it can be determined based on the t test that there is no significant difference between the prices of local and non-local tomatoes. The amount of stock of local and non-local tomatoes also differs based on the average number of stocks. After testing the sample t test, it is known that the sig. (2-tailed) of 0.002 0.05. So, as the basis for decision making on the independent sample t test, it can be concluded that Ho is rejected and Ha is accepted. Thus it can be concluded that there is a significant difference between the number of local and non-local tomato stocks
Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Harga Cabai Besar (Capsicum annum L.) di Kota Samarinda Dewi, Indah Novita; Mariati, Rita
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 1 Mei 2013
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v1i1.19

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi harga cabai besar (Capsicum annum L.) yang meliputi hasil produksi cabai besar, hasil produksi cabai kecil, dan harga cabai kecil di Kota Samarinda. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Samarinda dari bulan Maret sampai dengan Mei 2009. Data penelitian ini berupa data sekunder menurut deret waktu (time series) selama enam tahun (tahun 2003 sampai tahun 2008). Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 9,625 ≤ Ftabel(0,05) = 19,160 yang berarti bahwa secara simultan antara hasil produksi cabai besar (X1), hasil produksi cabai kecil (X2) dan harga cabai kecil (X3) tidak mempengaruhi harga cabai besar akan tetapi t hitung = 4,994 > t tabel(α 5%;5) = 2,571 yang berarti bahwa secara parsial hanya harga cabai kecil (X3) saja yang mempengaruhi harga cabai besar khususnya di Kota Samarinda