Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

MODEL STRATEGI COPING PENYELESAIAN STUDI SEBAGAI EFEK DARI STRESSOR SERTA IMPLIKASINYA TERHADAP WAKTU PENYELESAIAN STUDI MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 11, No 02 (2013): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSkripsi merupakan kewajiban yang harus ditempuh dan diselesaikan mahasiswa sebagai syarat untuk memperoleh gelar kesarjanaan. Sebagai kewajiban, skripsi dapat dimaknakan oleh mahasiswa sebagai tuntutan yang membebani atau stressfull dan membutuhkan model strategi coping yang tepat agar mahasiswa dapat  menyelesaikan studinya secara tepat waktu. Pemilihan model strategi coping untuk setiap mahasiswa berbeda-beda dan bersifat individual. Model strategi jenis problem focused coping cenderung berorientasi pada upaya langsung untuk menghadapi atau mengatasi stressor. Sementara itu, model strategi jenis emotion focused coping lebih berorientasi  pada upaya untuk mengurangi, menghilangkan dan meredakan emosi yang muncul saat menghadapi stressor. Strategi coping yang dipilih dan digunakan mahasiswa saat menghadapi beban skripsi menentukan penyelesaian studi, sehingga dalam penelitian ini akan dikaitkan efek dari strategi coping ini terhadap waktu penyelesaian studi pada mahasiswa. Penelitian ini menggunakan data primer. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa psikologi yang sedang menyelesaikan skripsi pada semester Ganjil 2013/2014 di Universitas Esa Unggul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, strategi emotion focus coping dan strategi problem focus coping keduanya mampu secara efektif memediasi pengaruh stressor yang dialami dan dirasakan mahasiswa psikologi terhadap penyelesaian waktu studi. Dengan kata lain, model strategi coping yang dipilih mahasiswa psikologi yang sedang menyelesaikan skripsi dapat mempengaruhi stressor dan memiliki implikasi terhadap waktu penyelesaian studi. Kata kunci: stressor, coping stress, emotional focus coping
PROFIL PSYCHOLOGICAL WELL BEING MAHASISWA REGULER PROGRAM STUDI PSIKOLOGI SEMESTER 1 DI UNIVERSITAS ESA UNGGUL Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 15, No 2 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe University's policy of imposing mandatory counseling to students of EsaUnggul University starting from 2nd semester students who have a GPA <2.00 is one of the preventive ways to identify stressfull problems by students, both academic and non academic and find solutions from the beginning, so that students are able to complete their studies on time. The amount of psychological stress experienced by students as a result of the demand to adjust to the new situation is one indicator of the psychological well-being level and is usually greater experienced by students at the beginning of the lecture. First semester students will be able to undergo a transition period well needed a very important thing that is psychological well being. The purpose of this study is the availability of psychological profile profilewell being a new student in the psychology department and the factors that influence it. This research is descriptive quantitative research, with saturated sampling method which involves all students of psychology semester one study program is 51 regular students, using psychological well-being scale scale reliability value of coefficient (α) = 0,86. From the results of the categorization of students visible semester 1 (one) tend to have more psychological well being low (51%). Other findings suggest that sex, family status, family economic conditions, shelter, and dating status do not affect the psychological well being of the student. Keywords: psychological well being, semester 1, psychology student AbstrakKebijakan Universitas yang memberlakukan konseling wajib kepada para mahasiswa Universitas Esa Unggul yang dimulai dari mahasiswa semester 2 (dua) yang memiliki IPK <2,00 merupakan salah satu cara preventif untuk mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang dirasakan stressfull oleh mahasiswa, baik akademik maupun non akademik serta menemukan solusi sejak awal, agar mahasiswa mampu menyelesaikan studinya dengan tepat waktu.  Besarnya stress psikologis yang dialami mahasiswa sebagai akibat tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan situasi baru merupakan salah satu indikator dari level psychological well-being dan biasanya lebih besar dialami mahasiswa pada awal perkuliahan. Mahasiswa semester satu akan mampu menjalani masa transisi dengan baik dibutuhkan suatu hal yang sangat penting yaitu psychological well being. Tujuan penelitian ini adalah tersedianya profil kondisi psychological well being mahasiswa baru di prodi psikologi dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif, dengan metode sampling jenuh yang melibatkan seluruh mahasiswa prodi psikologi semester satu berjumlah 51 mahasiswa reguler, menggunakan alat ukur  psychological well-being scale nilai koefisien reliabilitas  (α)= 0,86. Dari hasil kategorisasi terlihat mahasiswa semester 1 (satu) cenderung lebih banyak yang memiliki psychological well being rendah (51%). Temuan yang lain menunjukkan bahwa jenis kelamin, status keluarga, kondisi ekonomi keluarga, tempat tinggal, dan status berpacaran tidak mempengaruhi psychological well being mahasiswa. Kata kunci : psychological well being, semester 1, mahasiswa psikologi
HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS ISLAM DAN PERILAKU SEKSUAL PRANIKAH PADA MAHASISWA UNIVERSITAS ESA UNGGUL TAHUN AJARAN 2015/2016 Husaini, Ibnu; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractPremarital sexual behavior in students is a behavior that is driven by sexual desire. One of the factors that influence sexual behavior before marriage is the level of religiosity, which is the level of confidence, faith, obedience, and the science of religion. The purpose of this study was to determine the correlation between religiosity of moslem and premarital sexual behavior in students. The research is a quantitative non-experimental with purposive sampling and non-probability sampling, totaling 100 students of the 2014. coefficient the reliability of measuring instruments coefficient (α) = 0.946 for religiosity with 41 items is valid, and (α) = 0.976 premarital sexual behavior with 37 items valid. The results is obtained pearson product moment correlation (sig = 0,013, p<0.05) with a coefficient correlation (r) = -0.247. It’s means, there’s a significant negative correlation between moslem religiosity and premarital sexual behavior. Religiosity contributed by 6.1% against premarital sexual behavior. then the result of sex, family status, old dating was not correlation with premarital sexual behavior. Sexual behavior dominant at Esa Unggul University students is oral sex.Keywords: Islamic religiosity, premarital sexual behavior, student AbstrakPerilaku seksual pranikah pada mahasiswa merupakan perilaku yang didorong dengan hasrat seksual. Salah satu faktor yang mempengaruhi perilaku seksual pranikah adalah tingkat religiusitas, yaitu tingkat  keyakinan, keimanan, ketaatan, dan ilmu pengetahuan tentang agama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara religiusitas islam dan perilaku seksual pranikah pada mahasiswa. Rancangan penelitian ini kuantitatif non-eksperimental dengan purposive sampling dan non-probability sampling, berjumlah 100 mahasiswa. Koefisiensi reliabilitas alat ukur (α) = 0,946 untuk religiusitas dengan 41 item valid, dan (α) = 0,976 perilaku seksual pranikah dengan 37 item valid. Hasil uji korelasi pearson product moment diperoleh nilai (sig = 0,013, p<0,05) dengan nilai koefisien korelasi (r) = -0,247. Artinya, terdapat hubungan negatif signifikan antara religiusitas dan perilaku seksual pranikah. Religiusitas memberikan sumbangan sebesar 6,1% terhadap perilaku seksual pranikah. kemudian diperoleh hasil jenis kelamin, status keluarga, lama berpacaran tidak berhubungan dengan perilaku seksual pranikah. Perilaku seksual yang dominan di mahasiswa Universitas Esa Unggul adalah oral seksual.Kata kunci: religiusitas islam, perilaku seksual pranikah, mahasiswa    
HUBUNGAN KONTROL DIRI (SELF-CONTROL) DENGAN INTENSI MENGAKSES PORNOGRAFI PADA MAHASISWA REGULER UNIVERSITAS ESA UNGGUL Putri, Gita Triana; Mariyanti, Sulis
Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2016): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractInternet easier for anyone to anything, anywhere and anytime without any restrictions except yourself. Internet facilitate students in finding additional sources of project work, but most of the students actually use the internet to access pornography. Students are required to have the self-control to be able to avoid the desire to access pornography. This study aims to determine the correlation of self-control with the intention of accessing pornography. This research is a quantitative non experimental. Sample of 130 respondents. The sampling technique was propotional random sampling, the measuring instrument of self-control (item 31 is valid) and intentions accessing pornography (44 items is valid). The coefficient of reliability (α) 0.951 to control themselves and (α) 0.970 for accessing pornographic intentions. Based on the statistical test results, obtained sig 0.000 (P <0.05) with a correlation (r) of -0460, meaning that there is a negative and significant correlation between self-control with the intention of accessing pornography on UEU students. Students UEU more had a lower intention to access pornography. There is no difference in knowledge about the impact of pornography and the media used to the intention accessing pornography. Keywords: self-control, intentions, pornography AbstrakInternet memudahkan siapapun untuk mengakses apapun, dimanapun dan kapanpun tanpa adanya batasan kecuali diri sendiri. Internet memudahkan mahasiswa dalam mencari sumber tugas kuliah tambahan, namun sebagian mahasiswa justru menggunakan internet untuk mengakses pornografi. Mahasiswa dituntut untuk memiliki pengendalian diri agar mampu menghindari keinginan untuk mengakses pornografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kontrol diri dengan intensi mengakses pornografi. Penelitian ini bersifat kuantitatif non eksperimental. Sampel berjumlah 130 responden. Teknik pengambilan sampel adalah propotional random sampling, dengan alat ukur kontrol diri (31 item valid) dan intensi mengakses pornografi (44 item valid). Koefisien reliabilitas (α) 0.951 untuk kontrol diri dan (α) 0.970 untuk intensi mengakses pornografi. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai sig 0.000 (p<0.05) dengan korelasi (r) sebesar -0.460, artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara kontrol diri dengan intensi mengakses pornografi pada mahasiswa UEU. Mahasiswa UEU lebih banyak memiliki intensi rendah untuk mengakses pornografi. Tidak ada perbedaan pengetahuan tentang dampak pornografi dan media yang digunakan terhadap intensi mengakses pornografi. Kata kunci: kontrol diri, intensi, pornografi
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN JASA OJEK ONLINE GO-JEK Prasetyo, Dwi; Mariyanti, Sulis; Safitri, Safitri
Jurnal Psikologi Vol 15, No 01 (2017): Jurnal Psikologi
Publisher : Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Jakarta kini dihadapkan pada beberapa pilihan ojek online dengan penawaran yang menarik dalam mendukung aktivitasnya.Persaingan ojek online yang semakin marak menyebabkan kualitas pelayanan terbaik menjadi salah satu faktor pembentuk loyalitas pelanggan.Pelanggan Go-Jek yang menilai kualitas pelayanan Go-Jek memuaskan memiliki loyalitas lebih tinggi sedangkan pelanggan Go-Jek yang menilai kualitas pelayanan tidak memuaskan memiliki loyalitas yang rendah.Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan ojek online Go-Jek. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif non-eksperimental, dengan teknik pengambilan sampel non-probability sampling berjenis insidental sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 385 pengguna Go-Jek yang beraktifitas di Jakarta Selatan.Alat ukur kualitas pelayanan dengan 70 item valid dan nilai reliabilitas 0,962, sedangkan alat ukur loyalitas pelanggan dengan 43 item valid dan nilai reliabilitas 0,946.  Hasil penelitian memperoleh nilai sig. 0,000 (p < 0,05) dengan nilai R Square 0,374 artinya terdapat pengaruh positif secara signifikan kualitas pelayanan terhadap loyalitas pelanggan ojek online Go-Jek, dengan pengaruh sebesar 37,4%. Hasil kategorisasi menunjukkan lebih banyak pelanggan Go-Jek  yang berada pada kategori loyalitas rendah (54,5%). Hasil crosstab juga menunjukkan adanya hubungan loyalitas pelanggan dengan jenis kelamin, usia, lama menggunakan layanan dan jaminan dari layanan. Kata kunci: Kualitas pelayanan, Loyalitas pelanggan, Pengguna Go-Jek
Keberfungsian Keluarga Dan Aspek-Aspek Yang Berkontribusi Terhadap Perilaku Kecanduan Smartphone Remaja di Jakarta Sulis Mariyanti; Lita Patricia Lunanta; Aziz Luthfi
Journal of Psychology "Humanlight" Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v2i1.556

Abstract

Salah satu pengguna aktif smartphone terbanyak di Indonesia adalah kalangan remaja. Pada masa remaja, mereka memiliki kebutuhan yang untuk memperoleh support, afeksi dan komunikasi yang hangat dengan anggota keluarganya. Namun demikian, beberapa remaja mengalami hambatan untuk mengekspresikan masalahnya karena merasa berjarak dengan anggota keluarganya. Remaja lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan psikologis, emosional dan sosial dengan mengakses media sosial melalui smartphone dengan tujuan memperoleh kenyamanan, ketenangan dan kesenangan hingga menimbulkan kecanduan. Tujuan penelitian ini adalah terciptanya model konseptual yaitu model keberfungsian keluarga dan aspek-aspek yang berkontribusi terhadap kecanduan smartphone pada remaja Jakarta. Rancangan penelitian ini adalah kuantitatif-kausal komparatif dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan teori Family Assesment Device (FAD) dari Epstein, Baldwin & Bishep (1983) dengan 52 item valid dan nilai reliabilitas (α) = 0,950. Sedangkan alat ukur kecanduan smartphone menggunakan teori Smartphone Addiction Scale (SAS) dari Kwon, et.al (2013) dengan 27 item valid denga nilai reliabiltas (α) = 0,908. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh negative yang signifikan Keberfungsian Keluarga Terhadap Kecanduan Smartphone Remaja di Jakarta dengan nilai signifikan (p) sebesar 0,035 (p < 0,05). Keberfungsian Keluarga memiliki kontribusi sebesar 5,1% terhadap munculnya Kecanduan Smartphone. Kecanduan smartphone yang dialami remaja Jakarta lebih banyak dalam bentuk daily-life disturbances. Selain ini, dari data menunjukkan bahwa (61,3%) remaja mengaku bahwa ibu merupakan figur yang dipilih sebagai tempat berkeluh kesah dan mayoritas (70,8%) menyatakan menggunakan smartphone di saat perasaan bosan melanda.
PERSEPSI TERHADAP USTADZ, MATERI KAJIAN DAN MOTIVASI MENGIKUTI KAJIAN DI MAJELIS TA’LIM JAKARTA SELATAN Sulis Mariyanti; Safitri; Tia Listiani
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 1 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i1.2363

Abstract

The Ta'Lim Assembly is a forum for religious activities that are carried out at the mosque regularly with relatively large congregations with the aim of increasing religious knowledge and building Islamic character. Pilgrims who come regularly to Islamic study activities have different levels of motivation. They came because of their perception of the presenter Ustadz and also because of the study material he delivered. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of Ustadz and motivation to participate in the study. This research is quantitative correlational, with a non-probability sampling technique involving 100 congregational subjects studied by the Ta'Lim Council in South Jakarta. The measuring instrument used is the perception measuring scale with 34 valid items and the reliability coefficient (α) = 0.915, and the motivation measuring instrument scale with 28 valid items and the reliability coefficient (α) = 0.924. The results obtained sig (p) of 0.000, (p <0.05) with a coefficient value (r) of 0.489. This means that the hypothesis is accepted, that is, there is a significant positive relationship between the perception of Ustadz and motivation to participate in the study at the Ta'Lim Council in South Jakarta. The contribution of perception to Ustadz is 23.9% which affects motivation to participate in the study. The congregation's perception of the presenter Ustadz is more positive (51%) and the congregation's motivation to take part in the study is more high (54%). Another finding is the high motivation to come to Islamic studies because of the consideration of the material presented by the Ustadz and more because of the support from his partner. Keywords: Perception, Ustadz, speaker, motivation, Ta’lim council Majelis Ta’Lim merupakan wadah kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di Masjid secara rutin dengan jamaah yang relatif banyak dengan tujuan menambah pengetahuan agama serta membangun karakter akhlak Islami. Jamaah yang datang secara rutin pada kegiatan kajian Islami memiliki tingkatan motivasi yang berbeda-beda. Mereka datang karena persepsinya terhadap Ustadz pemateri dan juga karena materi kajian yang disampaikannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara persepsi terhadap Ustadz dengan motivasi mengikuti kajian. Penelitian ini bersifat kuantiatif korelasional, dengan teknik nonprobability sampling yang melibatkan 100 Subjek jamaah kajian Majelis Ta’Lim di Jakarta Selatan. Instrument alat ukur yang digunakan ialah skala alat ukur persepsi dengan 34 aitem valid dan koefisien realibilitas (α) = 0,915, serta skala alat ukur motivasi dengan 28 aitem valid dan koefisien realibilitas (α) = 0,924. Didapatkan hasil sig (p) sebesar 0.000, (p < 0,05) dengan nilai koeffisiensi (r) sebesar 0,489. Artinya hipotesis diterima, yaitu terdapat hubungan positif signifikan antara persepsi terhadap Ustadz dengan motivasi mengikuti kajian di Majelis Ta’Lim di Jakarta Selatan. Kontribusi persepsi terhadap Ustadz sebesar 23,9% yang mempengaruhi motivasi mengikuti kajian. Persepsi jamaah terhadap Ustadz pemateri lebih banyak yang positif (51%) dan motivasi jamaah dalam mengikuti kajian lebih banyak yang tinggi (54%). Temuan lainnya adalah motivasi tinggi untuk datang ke kajian Islami karena pertimbangan materi yang dibawakan Ustadz serta lebih banyak karena dukungan dari pasangan. Kata Kunci: Persepsi, Ustadz, pemateri, motivasi, Majelis Ta’lim
MODEL WORK-LIFE BALANCE DALAM PENINGKATAN EMPLOYEE ENGAGEMENT PADA PEREMPUAN BEKERJA YANG MENJALANI PERAN GANDA Sulis Mariyanti; Lita Patricia Lunanta; Aisyah Ratnaningtyas
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i2.3428

Abstract

Women who have multiple roles hope to live a balanced life. On the one hand, as an employee, she tries to be engaged in her work to a maximum performance. On the other hand, personal matters, household domestic tasks can be completed satisfactorily to make them happy. One of the efforts that can be made by women who have multiple roles to remain engaged in their work is to balance their personal affairs with their work or work-life balance. The purpose of this study was to determine the effect of work-family balance on the work engagement of working women who have multiple roles. This research method is quantitative-causal comparative with a purposive sampling technique, involving 201 working and married mothers in Indonesia. The work-life balance measurement tool refers to the theory of Greenhaus et.al (2002) with 21 valid items (range (r) ≥ 0.3) and reliability (α) = 0.905. The work engagement scale uses the Utrecht Employee Engagement Scale (UWES) from Schaufeli and Bakker (UWES) adapted from Titien (2016) with 28 valid items and reliability (α) = 0.922. The results of this study indicate that there is an effect of work-life balance on work engagement in working women who have multiple roles with a significant value (p) of 0.000 (p <0.05), with a simple linear regression equation Y = 1.138 + 0.614 X1. Work-Life Balance contributes 51.5% to Employee Engagement. More working women who have multiple roles feel a low work life balance (62.7%) and also more have low work engagement (61.7%). Keywords: Work-life balance, work engagement, women, work, multiple roles, Indonesia Perempuan yang menjalani peran ganda berharap dapat menjalani kehidupannya dengan seimbang. Di satu sisi, sebagai karyawati, ia berupaya bisa engaged terhadap pekerjaannya hingga berkinerja maksimal. Di sisi lain urusan pribadi, tugas domestik rumah tangga pun dapat diselesaikan dengan memuaskan hingga membuatnya bahagia. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh perempuan yang menjalani peran ganda agar tetap engaged terhadap pekerjaannya adalah dengan tetap menyeimbangkan urusan pribadinya dengan pekerjaannya atau work-life balance. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh work-family balance terhadap work engagement perempuan bekerja yang menjalani peran ganda. Metode penelitian ini berjenis kuantitatif-kausal komparatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 201 ibu bekerja dan telah menikah di wilayah Indonesia. Alat ukur work-life balance mengacu pada teori Greenhaus et.al (2002) dengan 21 item valid (rentang (r) ≥ 0,3) dan reliabilitas (α) = 0,905. Skala work engagement menggunakan Utrecht Employee engagement Scale (UWES) dari Schaufeli dan Bakker (UWES) yang diadaptasi dari Titien (2016) dengan 28 item valid dan reliabilitas (α) = 0,922. Hasil penelitian ini menunjukkan ada pengaruh work-life balance terhadap work engagement pada perempuan bekerja yang menjalani peran ganda dengan nilai signifikan (p) sebesar 0,000 (p < 0,05), dengan persamaan regresi linier sederhana Y= 1,138 + 0,614 X1. Work-Life Balance berkontribusi 51,5% terhadap Employee Engagement. Perempuan bekerja yang menjalani peran ganda lebih banyak yang merasakan work life balance rendah (62,7%) dan juga lebih banyak yang memiliki work engagement rendah (61,7 %) Kata Kunci: Work-life balance, work engagement, perempuan, bekerja, peran ganda, Indonesia
RESISTANCE TO CHANGE MAHASISWA PSIKOLOGI UNIVERSITAS ESA UNGGUL YANG MENGIKUTI PERKULIAHAN ONLINE Sulis, Mariyanti
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 18, No 02 (2020): Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v18i02.108

Abstract

AbstrakDengan teknologi internet yang semakin canggih, beberapa institusi pendidikan termasuk Universitas Esa Unggul mulai menyesuaikan diri dengan mengembangkan pola pembelajaran online/daring yang dinilai lebih efektif dan efisien, tidak hanya bagi dosen tetapi juga bagi para mahasiswa. Perubahan pola pembelajaran dari yang konvensional dengan menggunakan tatap muka penuh berganti dengan pola pembelajaran yang menggunakan pembelajaran jarak jauh atau yang dikenal dengan pembelajaran online tampaknya menuai beragam respon maupun sikap dari para mahasiswa psikologi yang mengikuti materi kuliah online maksimal 3 materi kuliah online di setiap semester. Setiap perubahan akan diikuti oleh ketidaknyamanan sehingga ada yang bersikap tidak mendukung dan menolak perubahan atau dikenal dengan istilah resistance to change, namun ada pula mahasiswa yang merasa beruntung dengan diterapkannya perkuliahan online. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui profil resistance to change mahasiswa psikologi yang mengikuti perkuliahan online. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan sampel 87 mahasiswa psikologi UEU yang pernah mengikuti perkuliahan tatap muka dan online minimum satu semester. Skala Resistance To Change (RTC) disusun berdasarkan acuan dari Oreg (2008) dengan 42 item valid dan nilai reliabilitas 0,97. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak mahasiswa psikologi yang rendah RTC nya (61%) atau lebih banyak yang menerima perubahan pola pembelajaran konvensional menjadi online. Mahasiswa yang rendah RTC nya adalah yang berstatus bekerja, belum menikah, berjenis kelamin laki-laki. Kata kunci: Resistance To Change, Pola Belajar Online, Mahasiswa Psikologi
Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Helath Belief Pada Pasien Penurunan Fungsi Ginjal Rangganis, Safira Tias; Mariyanti, Sulis; M, Safitri
Jurnal Psikologi : Media Ilmiah Psikologi Vol 17, No 2 (2019): Jurnal Psikologi
Publisher : Esa Unggul University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/jpsi.v17i2.58

Abstract

Penyakit penurunan fungsi ginjal memiliki jumlah penderita yang semakin meningkat setiap tahunnya. Pengobatan yang dijalankan dan resiko apabila tidak melakukan pengobatan menimbulkan beban bagi penderita. Pada penyakit ini penderita dituntut untuk selalu patuh dengan anjuran dokter atau memiliki health belief. Salah satu faktor yang mempengaruhi health belief seseorang adalah dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap health belief pada pasien penurunan fungsi ginjal. Penelitian ini bersifat kuantitatif non-eskperimental dengan 100 responden penelitian. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposif sampling. Alat ukur dukungan sosial diukur menggunakan skala dukungan sosial berdasarkan teori Sarafino yang diadaptasi dari Gideon (2010) berjumlah 36 aitem valid dengan nilai reliabilitas 0,920 dan alat ukur health belief diukur menggunakan skala health belief berdasarkan teori Janz dan Becker dari Widyaningsih (2018) yang dimodifikasi berjumlah 25 aitem dengan nilai reliabilitas 0,848. Hasil uji regresi linier sederhana memperoleh nilai sig.(p) = 0,000 dengan koefisien sebesar +0,308 yang artinya hipotesis diterima yaitu dukungan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap health belief. Nilai R2 menunjukkan dukungan sosial mempengaruhi health belief sebesar 16,4% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Pasien penurunan fungsi ginjal didominasi memiliki health belief negatif sebesar 51%. Jenis kelamin dan usia tidak memiliki hubungan dengan health belief pasien penurunan fungsi ginjal. Pasien yang memiliki health belief tinggi pada penelitian ini didominasi yang berjenis kelamin laki-laki dan pada usia dewasa akhir.Kata kunci: Dukungan Sosial, Health Belief, Pasien