Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Sosialisasi Transformasi Kantin Sekolah Sehat di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram Aulia Amini; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Muthoharoh Muthoharoh; Biantari Alika Maharani
Journal of Community Development Vol. 5 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v5i2.268

Abstract

Children's health is the most important aspect in building a strong and high-quality young generation. Good nutrition and healthy eating habits play a central role in the growth and development of children. This community service activity aims to promote the transformation of healthy school canteens at SD 'Aisyiyah 1 Mataram and to introduce the concept of healthy canteens to all parties involved in the education and development of children, including students, teachers, school staff, and parents. The activity begins with identifying needs through an initial survey highlighting the condition of the school canteen and students' eating habits. This includes providing education on the importance of healthy and nutritious food by bringing in nutrition experts for students, teachers, canteen staff, and parents/guardians to enhance understanding of healthy food, balanced diets, and their impact on health. Program evaluation is conducted by measuring changes in knowledge and attitudes through questionnaires distributed before and after the activity. Direct observation is also carried out to see real changes in canteen operations and students' eating habits. The evaluation results show a significant increase in awareness and knowledge about healthy food among students, teachers, and canteen managers. There has been a positive change in the provision of healthy menus in the school canteen. It is hoped that this can become a model for other schools in creating a healthy learning environment that supports the optimal development of children.
EDUKASI GIZI SEIMBANG PADA ANAK MELALUI KARTU EDUKASI INTERAKTIF DI SD ‘AISYIYAH 1 KOTA MATARAM Aulia Amini; Cahaya Indah Lestari; Indriyani Makmun
Amare Vol. 5 No. 1 (2026): Januari - Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52075/5h6bsc02

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan literasi gizi seimbang siswa sekolah dasar melalui media kartu edukasi interaktif. Sasaran kegiatan adalah 38 siswa kelas 1-3 SD ‘Aisyiyah 1 Kota Mataram. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan singkat, permainan edukatif menggunakan flashcard, diskusi reflektif, serta evaluasi sederhana melalui pre-test dan post-test berisi 10 butir pertanyaan. Hasil evaluasi menunjukkan proporsi jawaban benar siswa meningkat dari 55,3% sebelum kegiatan menjadi 67,5% setelah kegiatan, atau meningkat 12,2%. Selama kegiatan, siswa menunjukkan partisipasi aktif melalui keberanian menjawab pertanyaan, berdiskusi, dan mengidentifikasi contoh makanan sehat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kartu edukasi interaktif dapat menjadi media edukasi gizi yang mudah diterapkan, menarik bagi anak, dan berpotensi mendukung penguatan program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).
SENYAMAN BUMIL (Skrining dan Edukasi Ketidaknyamanan Ibu Hamil) di Desa Peresak Kecamatan Narmada. Catur Esty Pamungkas; Cahaya Indah Lestari; Aulia Amini; Ni wayan Ari Adiputri; Rizkia Amilia; Indriyani Makmun; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Evi Diliana Rospia; Ana Pujianti Harahap; Syatila Syatila; Nur Hikmah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 3 (2026): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v%vi%i.40099

Abstract

Abstrak Ketidaknyamanan fisik pada kehamilan trimester III kategori sedang bisa mencapai 77,8% dan ketidaknyamanan psikologis dengan kategori sedang sebanyak 46% ibu hamil trimester III (Wulandari & Wantini, 2021). Ketidaknyamanan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari ibu dan berpotensi menurukan kualitas hidup jika tidak dikelola dengan baik. Skrining dini terhadap kondisi ketidaknyamanan dan masalah Kesehatan lain yang sering dialami selama kehamilan merupakan Upaya penting dalam pelayanan antenatal care (ANC). Skrining dini tidak hanya berfungsi dalam deteksi dini resiko Kesehatan, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memulai edukasi Kesehatan kepada ibu hamil agar dapat memahami, mencegah, dan mengatasi ketidaknyamanan yang dialami. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk melakukan pemantauan kesehatan ibu hamil dengan skrining ketidaknyamanan selama hamil dan peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang ketidaknyamanan yang bisa dialami selama hamil. Pelaksanaan kegiatan pengabdian akan dibagi menjadi 6 tahapan yaitu sosialisasi, penyampaian materi, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, keberlanjutan program.  Sasaran pada kegiatan ini yaitu ibu hamil sehat yang ada di Desa Peresak sebanyak 10 orang. Kegiatan pengabdian ini melibatkan 15 ibu hamil di Desa Peresak dengan karakteristik responden terbanyak tidak beresiko yaitu berusia 21 sd 34 tahun sebanyak 10 (66,6%). Kemudian usia kehamilan terbanyak pada trimester 2 sebanyak 8 (53,3%). Hasil skrining Kesehatan ibu hamil unutk indeks masa tubuh (IMT) terbanyak kategori berat badan normal (18,5-24,9 kg/m2) yaitu 9 (60%). Hasil kadar hemoglobin (HB) ibu hamil terbanyak pada kategori normal (≥ 11 gr%) sebanyak 8 (53,3% dan hasil tekanan darah ibu hamil terbanyak pada kategori normal (120/80 mmHg) yaitu 14 orang (93,4%). Hasil pengetahuan pre test terbanyak tentang ketidaknyamanan pada kategori cukup yaitu 6 ibu hamil (40%) dan terendah pada kategori baik sebanyak 4 ibu hamil (26,7%). Pengetahuan post test tentang ketidaknyaman terbanyak pada kategori baik yaitu 11 ibu hamil (73,3%) dan terendah pada pengetahuan dengan kategori 4 ibu hamil (26,7%). Pada kegiatan pengabdian ini didapatkan nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil sebelum edukasi atau sosialisasi ketidaknyamanan didapatkan 67,2 dan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil setelah edukasi ketidaknyamanan meningkat menjadi 80,2. Sehingga dapat disimpulkan rata-rata peningkatan nilai pengetahuan ibu hamil sebanyak 13. Mitra sasaran sangat mengapresiasi positif kegiatan pengabdian ini, karena dengan adanya kegiatan pengabdian ini ibu hamil mendapatkan gambaran kesehatan dari skrining kesehatan yang telah dilaksanakan. Kemudian pengetahuan ibu hamil meningkat tentang ketidaknyamanan yang mungkin terjadi selama kehamilan setelah mendapatkan edukasi tentang ketidaknyamanan ibu hamil trimester I, II, dan III. Kata kunci: skrining; ketidaknyamanan; kehamilan. Abstract Moderate physical discomfort during the third trimester of pregnancy can affect up to 77.8% of pregnant women, while moderate psychological discomfort affects 46% of pregnant women in the third trimester (Wulandari & Wantini, 2021). This discomfort can interfere with a mother’s daily activities and potentially reduce her quality of life if not properly managed. Early screening for discomfort and other health issues commonly experienced during pregnancy is a critical component of antenatal care (ANC). Early screening not only aids in the early detection of health risks but also serves as a gateway to initiate health education for pregnant women, enabling them to understand, prevent, and manage the discomfort they experience. Objective: This community service activity aims to monitor the health of pregnant women through screening for discomforts during pregnancy and to enhance their knowledge regarding discomforts that may be experienced during pregnancy. The implementation of this community service activity will be divided into 6 stages, namely socialization, presentation of materials, application of technology, mentoring and evaluation, and program sustainability. The target of this activity is 10 healthy pregnant women in Peresak Village. This community service project involved 15 pregnant women in Peresak Village, with the majority of respondents (10, or 66.6%) falling into the low-risk category—specifically, those aged 21 to 34 years. The most common gestational age was in the second trimester, with 8 (53.3%). The results of the health screening for pregnant women regarding body mass index (BMI) showed that the majority fell into the normal weight category (18.5–24.9 kg/m²), totaling 9 (60%). The most common hemoglobin (Hb) level among pregnant women was in the normal category (≥ 11 g/dL), with 8 (53.3%), and the most common blood pressure was in the normal category (120/80 mmHg), with 14 women (93.4%). The highest number of pre-test knowledge scores regarding discomfort was in the “adequate” category, with 6 pregnant women (40%), and the lowest was in the “good” category, with 4 pregnant women (26.7%). The highest number of post-test knowledge scores regarding discomfort was in the “good” category, with 11 pregnant women (73.3%), and the lowest was in the “good” category, with 4 pregnant women (26.7%). In this community service activity, the average knowledge score of pregnant women before education or awareness-raising on discomfort was 67.2, and the average knowledge score of pregnant women after education on discomfort increased to 80.2. Thus, it can be concluded that the average increase in the knowledge score of pregnant women was 13. The target partners highly appreciated this community service activity, as it provided expectant mothers with an overview of their health based on the health screenings that were conducted. Furthermore, the expectant mothers’ knowledge of potential discomforts during pregnancy increased after receiving education on discomforts experienced during the first, second, and third trimesters. Keywords: creening; discomfort; pregnancy.
PEMBERDAYAAN BIDAN DALAM PENGGUNAAN PARTOGRAF UNTUK DETEKSI DINI PENCEGAHAN SECTIO CAESAREA DI PMB AYU ASTUTI KECAMATAN TALIWANG, SUMBAWA BARAT Firda Liantanty; Aulia Amini; Indriyani Makmun; Evi Diliana Rospia; Dwi Kartika Cahyaningtyas; Catur Esty Pamungkas
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35386

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Partograf merupakan alat yang direkomendasikan oleh WHO untuk digunakan secara rutin pada tahap pertama persalinan guna memantau kemajuan persalinan serta mencegah persalinan lama dan komplikasi. Efektivitas partograf telah dibuktikan melalui penelitian yang melibatkan 35.484 wanita. Meskipun sebagian besar bidan telah mengenal partograf, penggunaannya secara konsisten dan real-time masih rendah. Berdasarkan observasi awal dan wawancara di PMB Ayu Astuti menunjukkan bahwa beberapa bidan menganggap partograf hanya sebagai persyaratan administrasi, bukan sebagai alat klinis untuk pengambilan keputusan. Rendahnya pemanfaatan partograf dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan bidan dalam membaca serta mengisi partograf sesuai standar, serta keterbatasan waktu dan tenaga karena bidan praktik mandiri umumnya bekerja sendiri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi bidan melalui pemberdayaan dalam penggunaan partograf sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan tindakan sectio caesarea. Metode yang digunakan meliputi pre-test, pelatihan dan penyegaran materi, serta post-test dengan soal yang sama. Kegiatan dilaksanakan pada 18 September 2025. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan pengisian partograf dengan rata-rata kenaikan sebesar 20,2%. Mitra menyambut positif kegiatan ini karena membantu memperbarui pengetahuan bidan. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini juga berdampak pada sikap, pelaksanaan, dan pengambilan keputusan bidan.Kata kunci: Pemberdayaan; Partograf; Pencegahan; Deteksi Dini; Sectio Caesare. ABSTRACTThe partograph is a tool recommended by WHO for routine use in the first stage of labor to monitor the progress of labor and prevent prolonged labor and complications. The effectiveness of the partograph has been demonstrated through a study involving 35,484 women. Although most midwives are familiar with the partograph, its consistent and real-time use remains low. Based on initial observations and interviews at PMB Ayu Astuti, it was shown that some midwives considered the partograph only as an administrative requirement, not as a clinical tool for decision making. The low utilization of partographs is influenced by the lack of knowledge and skills of midwives in reading and filling out partographs according to standards, as well as limited time and energy because independent midwives generally work alone. This community service activity aims to improve the competence of midwives through empowerment in the use of partographs as an effort to detect early and prevent caesarean sections. The methods used included a pre-test, training and refresher courses, and a post-test using the same questions. The activity was conducted on September 18, 2025. Results showed an improvement in partograph filling skills, with an average increase of 20.2%. Partners welcomed this activity because it helped update midwives' knowledge. In addition to improving skills, this activity also impacted midwives' attitudes, practice, and decision-making.Keywords: Empowerment; Partograph; Prevention; Early Detection; Sectio Caesarea.