Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

REKAM MEDIS ELEKTRONIK ANALISIS KEAMANAN SISTEM REKAM MEDIS ELEKTRONIK UNTUK MENJAMIN PRIVASI PASIEN DI RUMAH SAKIT MITRA IDAMAN KOTA BANJAR MOCHAMAD FAHMI MOCHAMAD FAHMI; SRI SUGIARSI; ERNA Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i2.202

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya menjaga keamanan dan privasi data pasien dalam sistem rekam medis elektronik (RME) di Rumah Sakit Mitra Idaman Kota Banjar. Dengan adopsi teknologi RME yang semakin luas, perlindungan terhadap informasi medis menjadi krusial untuk menghindari akses tidak sah dan manipulasi data. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi implementasi keamanan sistem RME serta persepsi dan pengalaman pengguna dan pasien terkait keamanan dan privasi data medis mereka. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam kepada berbagai informan, termasuk pengelola layanan RME, pengguna sistem, dan pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RS Mitra Idaman Kota Banjar telah mengimplementasikan langkah-langkah keamanan yang solid melalui penggunaan kontrol akses ketat, teknologi jaringan yang aman, enkripsi data, serta audit dan backup data yang rutin. Pengguna dan pasien menyadari pentingnya penggunaan username dan password yang kuat serta transparansi dalam pengelolaan dan akses terhadap data medis mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah peningkatan kesadaran dan kepercayaan pengguna dan pasien terhadap keamanan sistem RME di rumah sakit. Temuan ini juga memberikan landasan bagi penyedia layanan kesehatan untuk terus meningkatkan sistem keamanan dan privasi data, serta memberikan edukasi yang lebih baik kepada pengguna dan pasien tentang pentingnya menjaga kerahasiaan informasi medis.
Analisis Perbedaan Tarif Riil dengan Tarif INA-CBGs Pasien Rawat Inap Pada Kasus Odontectomy Di RSUD Dr Moewardi Surakarta Riyanti Tyas Wanandi; Sri Sugiarsi; Erna Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i3.206

Abstract

Dalam pelaksanaan pengklaiman rawat inap di RSUD Dr. Moewardi masih terdapat kesenjangan tarif antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs. Pasien rawat inap pada kasus odontectomy juga termasuk dalam sepuluh besar tindakan rawat inap tahun 2022 dan semester 1 tahun 2023. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan antara tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy. Rancangan penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan komparatif. Populasi penelitian ini adalah lembar klaim individual pasien keluaran E-klaim pasien rawat inap pada kasus odontectomy bulan Januari sampai dengan Juni Tahun 2023 sejumlah 310 dokumen. Sampel yang diambil adalah sampel jenuh artinya seluruh populasi digunakan untuk sampel yaitu 310 dokumen. Pengumpulan data dengan menggunakan Check list. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan perhitungan secara menyeluruh terdapat 274 kasus memiliki selisih negatif dan 36 kasus memiliki selisih positif. Rata-rata tarif riil pasien rawat inap kasus odontectomy sebesar Rp. 10.229.267,93, sedangkan rata-rata tarif INA-CBGs pasien kasus odontectomy sebesar Rp. 833.7291,94. Jika diperhitungkan secara keseluruhan maka total tarif riil rumah sakit lebih besar dari total tarif INA-CBGs dengan selisih negatif Rp 552.412.559 maka rumah sakit bisa dikatakan mengalami kerugian. Simpulan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan tarif riil dengan tarif INA-CBGs pasien rawat inap kasus odontectomy di RSUD Dr. Moewardi Surakarta sehingga disarankan pihak manajemen rumah sakit melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap klaim pasien kasus odontectomy
TINJAUAN KEAMANAN DATA REKAM MEDIS ELEKTRONIK PADA APLIKASI SIMPUS BERDASARKAN ASPEK CONFIDENTIALITY, INTEGRITY, DAN AVAILABILITY DI PUSKESMAS TASIKMADU KARANGANYAR : REVIEW OF ELECTRONIC MEDICAL RECORD DATA SECURITY IN THE SIMPUS APPLICATION BASED ON THE ASPECTS OF CONFIDENTIALITY, INTEGRITY AND AVAILABILITY AT TASIKMADU KARANGANYAR HEALTH CENTER Septiana Wahyu Widiyanti; Nunik Maya Hastuti; Erna Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v4i2.212

Abstract

Keamanan data merupakan terjaganya kerahasiaan, keutuhan, dan ketersediaan informasi. Keamana data pasien pada SIMPUS di Puskesmas Tasikmadu Karanganyar belum adanya Automatic Log Off. Hal itu dapat mengakibatkan sistem diakses oleh orang pengguna yang tidak berhak (otorisasi) dan dapat terjadinya kebocoran informasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keamanan data SIMPUS di Puskesmas Tasikmadu Karanganyar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subyek dalam penelitian ini adalah pengguna SIMPUS bagian pendaftaran Rawat Jalan sedangkan objeknya adalah SIMPUS bagian pendaftaran Rawat Jalan. Cara pengumpulan data adalah wawancara dan observasi dengan menggunakan instrumen penelitian pedoman wawancara tidak terstruktur dan observasi. Teknik pengolahan adalah pengumpulan, editing, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis yang digunakan adalah deskriptif. Hasil penelitian tinjauan keamanan data rekam medis elektronik pada aplikasi SIMPUS berdasarkan aspek confidentiality, integrity, dan availability di Puskesmas Tasikmadu Karanganyarn bahwa keamanan data pada aspek confidentiality dimana saat log-in ke aplikasi SIMPUS user sudah mempunyai hak otentikasi menggunakan username dan password disetiap bagiannya. Hanya saja SIMPUS belum dilengkapi dengan Automatic Log Off. Dibagian aspek integrity keamanan datanya sudah dikatakan aman karena data hanya bisa diedit oleh pengguna pelayanan dibagiannya saja dan untuk penghapusan data hanya bisa dilakukan oleh pihak berwenang, di bagian aspek availability dimana dalam aspek ini sudah menunjang untuk keamanan datanya dikarenakan saat data dibutuhkan pasti tersedia. Data SIMPUS juga bisa diakses dimanapun asalkan mempunyai hak akses. Untuk back-up datanya masih manual yang dilakukan setiap hari atau bisa di lakukan secara periodic jadi belom otomatis back-up data.
ANALISIS PERBEDAAN TARIF RIIL RUMAH SAKIT DENGAN TARIF INA-CBG'S PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENYAKIT CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2024: ANALISIS PERBEDAAN TARIF RIIL RUMAH SAKIT DENGAN TARIF INA-CBG'S PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENYAKIT CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD) DI RSUD DR. DORIS SYLVANUS PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2024 DIYAH MARYANI; Astri Sri Wariyanti; Erna Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v5i2.231

Abstract

Penyakit CKD didefinisikan sebagai kelainan pada ginjal struktur atau fungsi, selama 3 bulan atau lebih. BPJS Kesehatan ditunjuk pemerintah untuk menyelenggarakan JKN. Tarif INA-CBG’s adalah pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada FKRTL atas paket layanan berdasarkan pengelompokan diagnosa penyakit dan prosedur. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan tarif riil RS dengan tarif INA-CBG’s pada pasien rawat inap dengan penyakit chronic kidney disease (CKD) di RSUD dr. Doris Sylvanus. Penelitian bersifat analisis deskriptif, data berupa rekam medis, biaya perawatan dan data klaim rawat inap pasien CKD. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 76 sampel yang telah memenuhi kriteria inklusi. Uji normalitas yang digunakan uji linear sederhana, uji variabel menggunakan uji Mann Whitney untuk mengetahui selisih biaya riil dengan tarif INA-CBG’s. Hasil penelitian terdapat selisih antara tarif riil dengan tarif INA-CBG’s pada pasien rawat inap dengan penyakit chronic kidney disease (CKD) di RSUD dr. Doris Sylvanus. Selisih yang terjadi -Rp 441.853.788. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai p < 0,05 (0,000) maka terdapat perbedaan yang signifikan antara tarif riil dengan tarif INA-CBG’s. Saran Manajemen rumah sakit perlu melakukan evaluasi dan review terhadap standar pelayanan dan penatalaksanaan pasien rawat inap penderita CKD.
Analisis Hubungan Pengetahuan Perawat Tentang Kelengkapan Pengisian Rme Rawat Jalan Di RSUD Lasinrang: Analysis Of The Relationship Between Nurses' Knowledge About The Completeness Of Outpatient Emr Filling At Lasinrang Regional Hospital Ali Rustam; Sri Sugiarsi; Erna Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v6i2.232

Abstract

Berdasarkan survey pendahuluan ditemukan kendala dalam pelayanan masih banyak RME rawat jalan yang tidak terisi lengkap oleh tenaga medis poliklinik khususnya perawat sehingga mempengaruhi kualitas isi data rekam medis pasien. Tujuan penelitian mengetahui hubungan antara pengetahuan perawat dengan kelengkapan pengisian RME pasien rawat jalan di RSU Lasinrang. Jenis penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan crossectional, subyek penelitian adalah semua perawat yang bertugas di Instalasi Rawat Jalan, Obyek penelitian adalah dokumen rekam medis rawat jalan dengan menggunakan tehnik simple random sampling. Penelitian dimulai pada bulan Oktober – November 2024. Instrument penelitian menggunakan kuisioner untuk melihat tingkat pengetahuan perawat tentang RME. Menggunakan uji statistic chi squared dengan SPSS. Pengetahuan perawat tentang rekam medis dengan kelengkapan pengisian RME di dapat nilai signifikan nilai p = 0,013. Namun nilai tersebut tidak memenuhi syarat karena ada 4 sell yang nilainya kurang dari 5. Di lakukan uji fisher extract test dengan nilai p = 0,015. Kesimpulan hasil ada hubungan antara pengetahuan perawat tentang rekam medis dengan kelengkapan pengisian RME rawat jalan di RSUD Lasinrang.
Analisis Angka Kunjungan Pasien Rawat Jalan di UPT Puskesmas Ngargoyoso Tahun 2025 Salma Adzania Sasa; Nunik Maya Hastuti; Erna Adita Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mitra Husada Karanganyar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54877/ijhim.v6i2.260

Abstract

Kunjungan rawat jalan merupakan pelayanan kesehatan kepada pasien tanpa perawatan inap dan menjadi indikator pemanfaatan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Angka kunjungan pasien rawat jalan dapat mengalami fluktuasi pada setiap periode. Berdasarkan survei pendahuluan di UPT Puskesmas Ngargoyoso, rerata kunjungan rawat jalan tahun 2024 menunjukkan perbedaan antar triwulan, dengan kunjungan tertinggi pada triwulan III dan terendah pada triwulan II, sehingga menunjukkan ketidakstabilan pemanfaatan pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis angka kunjungan pasien rawat jalan di UPT Puskesmas Ngargoyoso Tahun 2025 berdasarkan jenis pasien, jenis kelamin, poliklinik, jenis pembayaran, serta menghitung rerata, rasio kunjungan, dan persentase pelayanan spesialistik. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Subjek penelitian adalah petugas rekam medis, sedangkan objek penelitian berupa data rekapitulasi sensus harian rawat jalan tahun 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan jumlah kunjungan pasien rawat jalan tahun 2025 sebanyak 49.935 kunjungan, dengan rerata 167 pasien per hari dan rerata kunjungan baru 16 pasien per hari. Rasio kunjungan baru sebesar 1:10 menunjukkan dominasi pasien lama. Kunjungan lebih banyak pada perempuan, tertinggi pada klaster 3 usia dewasa dan lanjut usia, serta didominasi pembayaran JKN PBI. Persentase pelayanan spesialistik tertinggi terdapat pada klaster 3 sebesar 51,33%.