Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ekstrak Air Biji Pepaya (Carica papaya L.) terhadap Stuktur Mikroanatomi Intestinum Tenue Mencit (Mus musculus L.) Betina Ibnu Thoriq Hidayat; Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 6, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.6.1.2021.35-41

Abstract

Ekstrak biji Pepaya (Carica papaya L.) mengandung saponin, alkaloid, flavonoid, dan tannin biasa digunakan sebagai bahan obat tradisional. Ekstrak ethanol biji papaya menunjukkan reaksi penghambatan pada kontraksi jejunum dan secara signifikan bersifat irreversible. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian ekstrak air biji pepaya terhadap struktur mikroanatomi intestinum mencit (Mus musculus L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu P0 (akuades), P1 (1,4 mg/0,5 ml), P2 (3,5 mg/0,5 ml) dan P3 (7 mg/0,5 ml). Perlakuan dilakukan secara oral selama 21 hari. Pemberian pakan secara ad libitum. Intestinum tenue diisolasi sepanjang 2 cm dari lambung sepanjang 1 cm kemudian di buat sediaan histologis dengan metode parafin dengan tebal sayatan 5 µm dan pewarnaan Hemaktosilin dan Eosin (H&E). Pengukuran panjang vili dan diameter intestinum tenue dilakukan pada 3 sayatan di setiap 3 sediaan histologis intestinum tenue. Data dianalisis  dengan uji Anova, dilanjutkan dengan  uji Duncan dengan taraf signifikansi 5%. Hasil analisis menunjukan paparan bahan uji tidak berpengaruh signifikan (p>0,05) terhadap panjang vili, dan bobot badan, tetapi menunjukan perbedaan yang signifikan (p,0.05) pada diameter intestinum. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak air biji pepaya selama 21 hari tidak mempengaruhi struktur intestinum tenue mencit sehingga aman digunakan sebagai bahan obat. 
Bobot Badan Mencit (Mus musculus L.) setelah Pemberian Ekstrak Ethanol Daun Nimba (Azadirachta indica) Secara Oral Selama 21 Hari Agung Janika Sitasiwi
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 3, Nomor 1, Tahun 2018
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.3.1.2018.133-139

Abstract

Penggunaan Nimba sebagai tanaman obat perlu dikaji dengan lebih teliti karena memiliki beberapa senyawa yang bersifat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penggunaan ekstrak ethanol daun A. indica sebagai bahan obat herbal terhadap perubahan bobot badan  mencit jantan. Ekstraksi daun Nimba dilakukan  dengan teknik maserasi menggunakan ethanol 70%. Dua puluh empat mencit Swiss Webster jantan dewasa dengan usia 2.5 bulan digunakan sebagai hewan uji. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan empat perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu P0 (akuades), P1, P2, dan P3 berupa ekstrak ethanol daun Mimba dengan dosis 8, 11.2 dan 14 mg/kgBB/hari. Perlakuan diberikan secara oral selama 21 hari. Pengamatan bobot badan dilakukan pada awal perlakuan, dilanjutkan setiap tujuh hari. Konsumsi pakan diukur setiap tiga hari. Konsumsi minum diukur setiap hari.  Data dianalisa dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata bobot badan hewan uji pada akhir perlakuan adalah 36.62±3.52 untuk P0, 33.02±1.69 untuk P1, 32.40±2.89 untuk P2 dan 32.93±1.79 untuk P3. Bobot badan hewan uji kelompok kontrol menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) dengan kelompok perlakuan P1, P2 dan P3. Konsumsi minum hewan uji kelompok kontrol menunjukkan perbedaan bermakna (p<0.05) dengan kelompok perlakuan P2 dan P3 tetapi konsumsi pakan menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0.05). Dapat disimpulkan bahwa paparan ekstrak ethanol daun Nimba menyebabkan penurunan bobot badan hewan uji. Kata kunci: nimba; bobot badan; mencit
Efek Antifertilitas Ekstrak Air dari Biji Carica papaya terhadap Keteraturan Siklus Estrus Mencit (Mus musculus L.) Agung Janika Sitasiwi; Siti Muflichatun Mardiati
Buletin Anatomi dan Fisiologi Volume 1, Nomor 1, Tahun 2016
Publisher : Departemen Biologi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/baf.1.1.2016.68-74

Abstract

Penellitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek antifertilitas ekstrak air biji pepaya dalam mempengaruhi keteraturan siklus estrus mencit. Mencit strain Swiss Webster betina dara digunakan sebagai hewan uji. Hewan uji dibagi dalam 5 kelompok perlakuan, yaitu K(-), bahan perlakuan berupa akuades; K(+), bahan perlakuan sediaan pil kontrasepsi merk X dengan dosis ; P1, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 1,4 mg/ekor/hari; P2, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 3,5 mg/ekor/hari; P3, bahan perlakuan ekstrak air biji pepaya dengan dosis 1,4 mg/ekor/hari. Masing-masing kelompok perlakuan diulang 7 kali. Perlakuan diberikan selama 21 hari. Pengamatan siklus estrus dilakukan dengan membuat sediaan apus vagina dengan pewarnaan Giemsa, setiap 5 hari. Persentase keteraturan siklus estrus ditentukan dengan menghitung jumah hewan yang mengalami siklus estrus teratur dibandingkan jumlah seluruh hewan uji pada kelompok perlakuan yang sama. Efek penghambatan siklus estrus esktrak air dari biji pepaya ditunjukkan pada P2 dan P3 yang memiliki keteraturan siklus estrus 57.1 dan 42.8%. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa paparan esktrak air dari biji pepaya menunjukkan efek antifertilitas dengan mempengaruhi siklus estrus hewan uji. Kata kunci: C. papaya; antifertilitas; siklus estrus
Pengaruh Pemberian Ekstrak Biji Fenugreek (Trigonella foenum-graecum L.) terhadap Struktur dan Morfometri Ren Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Kasiyati Kasiyati; Siti Nabela; Agung Janika Sitasiwi
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v7i2.54646

Abstract

Fenugreek menjadi salah satu tanaman herbal yang diteliti karena khasiatnya dapat mengobati berbagai penyakit. Ekstrak biji fenugreek memiliki kandungan senyawa antioksidan flavonoid berupa polifenol yang memiliki peran mengurangi stress oksidatif, menangkap radikal bebas, memperbaiki fungsi ginjal, dan menjaga fungsi ginjal dalam kondisi normal. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian ekstrak biji fenugreek selama 30 hari dengan dosis 500 mg/kg BB, 1000 mg/kg BB, dan 1500 mg/kg BB terhadap struktur dan morfometri ren tikus putih. Parameter yang diamati adalah diameter glomerulus, bobot ginjal, tebal kapsula Bowman, dan kadar eritrosit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 kelompok perlakuan yaitu P0 (tikus normal diberi aquades), P1 (tikus normal diberi ekstrak biji fenugreek dosis 500 mg/kg BB), P2 (tikus normal diberi ekstrak biji fenugreek dosis 1000 mg/kg BB), dan P3 (tikus normal diberi ekstrak biji fenugreek dosis 1500 mg/kg BB). Uji analisis statistik menggunakan ANOVA-satu arah yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak biji fenugreek pada dosis 500 mg/kg BB, 1000 mg/kg BB, dan 1500 mg/kg BB tidak memberikan pengaruh yang bermakna (p>0,05) terhadap diameter glomerulus, tebal kapsula Bowman, dan kadar eritrosit. Sedangkan pemberian ekstrak biji fenugreek pada dosis 500 mg/kg BB, 1000 mg/kg BB, dan 1500 mg/kg BB memberikan bobot organ ginjal berbeda bermakna. Ekstrak biji fenugreek dengan dosis 500 mg/kg BB, 1000 mg/kg BB, dan 1500 mg/kg BB tidak mengubah struktur dan morfometri ren tikus putih, sehingga aman digunakan sebagai obat.
Profil Leukosit Tikus Jantan (Rattus novergicus L.) Galur Sprague Dawley Setelah Paparan Nanopartikel Kitosan Ekstrak Etanol Daun Mimba (Azadirachta indica A. Juss.) Fauziah Mustika Putri; Agung Janika Sitasiwi; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardati
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 1 (2023): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.75946

Abstract

Ekstrak daun mimba memiliki aktivitas antioksidan yang memberikan efek terapeutik luas. Penelitian in vivo berbasis bio-nanomaterial banyak digunakan sebagai drug delivery untuk meningkatkan ketersediaan hayati pada obat selama berada di sirkulasi sistemik. Kombinasi antara nanopartikel dan ekstrak daun mimba perlu diketahui kadar keamananya bagi tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh nanopartikel kitosan ekstrak etanol daun mimba terhadap profil leukosit tikus jantan galur Sprague Dawley jantan yang ditunjukkan dengan jumlah total dan diferensial leukosit. Penelitian ini menggunakan desain RAL dengan 4 ekor tikus jantan dari 4 kelompok perlakuan terdiri dari P0 (akuades), P1 (larutan nanopartikel kitosan), P2 (NEEDM 50%), P3 (NEEDM 100%). Pemberian perlakuan diberikan secara oral selama 28 hari. Semua prosedur penelitian telah disetujui oleh komisi etik KEPK FK UNDIP, Semarang dengan nomor sertifikat 29/EC/H/FK-UNDIP/III/2021. Sintesis nanopartikel kitosan menggunakan metode gelasi ionik dan berhasil mendapatkan ukuran nano sebesar 232,3 nm, 700,1 nm, dan 297,3 nm. Uji fitokimia pada ekstrak etanol daun mimba positif mengandung senyawa fenolik, alkaloid, flavonoid, terpenoid, tanin, dan saponin. Variabel yang diamati yaitu jumlah total dan diferensial leukosit. Data dianalisis dengan Statistical Product and Service Solution (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan secara nyata antar kelompok perlakuan (P>0,05). Jumlah total leukosit, dan jumlah rataan limfosit, monosit, dan neutrofil segmen masih dalam kisaran normal. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa pemberian sediaan nanopartikel kitosan ekstrak etanol daun mimba memberikan efek protektif terhadap sistem imun dan tidak bersifat toksik.
IDENTIFIKASI PROTEIN PENENTU IMPLANTASI EMBRIO PADA TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) Agung Janika Sitasiwi; Muhammad Anwar Djaelani
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 7, No 2 (2013): September
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.398 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v7i2.896

Abstract

Penelitian dengan tujuan mengidentifikasi protein penentu implantasi embrio pada tikus Wistar (Rattus norvegicus) dilakukan sebagai upaya eksplorasi agen imunokontrasepsi baru untuk regulasi fertilitas hewan liar. Hewan uji yang digunakan adalah tikus Wistar betina dewasa kelamin dengan bobot badan berkisar 280-300 g. Tikus dibagi dalam dua kelompok, satu kelompok sebagai kontrol (tidak dikawinkan) sedangkan kelompok lain adalah kelompok yang dikawinkan. Tikus dipelihara dan dikawinkan dalam kondisi laboratorium yang terkontrol. Kebuntingan ditentukan dengan adanya vaginal plug pada tikus betina setelah dikawinkan. Protein diisolasi dari sampel uterus yang diambil pada umur kebuntingan 3-5 hari. Isolasi dan separasi protein dilakukan berdasarkan manual dan standar protein produk Bio-Rad. Hasil penelitian menunjukkan pita protein yang terekspresi pada hari ke-4 kebuntingan dengan berat molekul berkisar 45 kDa diduga leukemia inhibitory factor.
MOLECULAR EXPRESSION OF WINGLESS-TYPE MMTV INTEGRATION SITE FAMILY MEMBER 4 GENE USING Escherichia coli BL21 Agung Janika Sitasiwi; Wayan Tunas Artama; Agung Budiyanto; Edy Dharmana
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 11, No 1 (2017): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.407 KB) | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v11i1.5891

Abstract

This research was conducted to find out the Wnt4 recombinant proteins which expressed by Escherichia coli (E. coli) BL21 carrying the recombinant DNA wnt4 (E. coli transformation). Research materials were E. coli BL21 transformation and E. coli BL21 non-transformation (negative control). The expression of recombinant protein was conducted by culturing E. coli for 24 hours in Luria-Bertani (LB) media with isopropyl β-D-1-thiogalactopyranoside (IPTG) induction. Recombinant protein was isolated by sonication of pellet bacteria. Protein analysis performed by 15% sodium dodecyl sulphate polyacrylamide gel electrophoresis (SDS-PAGE). The results showed that recombinant protein with a molecular weight of 33 kDa has been expressed by E. coli BL21 transformation successfully. 
Uji Potensi Kurkumin Terhadap Perbaikan Disfungsi Testis Tikus (Rattus norvegicus) Jantan Setelah Paparan Ekstrak Etanol Daun Mimba Agung Janika Sitasiwi; Tyas Rini Saraswati; Silvana Tana; Sri Isdadiyanto; Siti Muflichatun Mardiati
Al-Kauniyah: Jurnal Biologi Vol 17, No 1 (2024): AL-KAUNIYAH JURNAL BIOLOGI
Publisher : Department of Biology, Faculty of Science and Technology, Syarif Hidayatullah State Islami

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/kauniyah.v17i1.30801

Abstract

 AbstrakMimba merupakan tanaman yang terbukti memiliki efek antifertlitas. Efek senyawa antifertilitas dapat menyebabkan disfungsi organ reproduksi yang menyebabkan perubahan ukuran organ atau gangguan sintesis hormonal. Kurkumin merupakan sediaan yang dapat meningkatkan sintesis hormon testoteron pada tikus, tetapi belum digunakan untuk meningkatkan potensi reproduksi pada hewan yang telah terpapar senyawa antifertilitas. Penelitian ini menguji potensi kurkumin dalam memperbaiki disfungsi testis yang disebabkan oleh paparan ekstrak etanol daun mimba. Tikus Wistar (R. norvegicus) jantan dewasa digunakan sebagai hewan uji, dikelompokkan menjadi empat kelompok, yaitu P0 (kontrol, hewan uji diberi akuades), P1, P2, dan P3 (kelompok perlakuan, diberi sediaan ekstrak etanol daun mimba masing-masing dengan dosis 60, 80, dan 100 mg/kgBB/hari). Pemberian bahan uji dilakukan secara oral selama 14 hari, dilanjutkan dengan pemberian kurkumin dengan dosis 1,35 mg/200gBB/hari selama 14 hari. Pengambilan sampel testis dan darah untuk pengukuran testoteron dilakukan setelah paparan bahan uji 1 selesai (hari ke-15) dan setelah paparan bahan uji 2 (hari ke-29). Variabel penelitian adalah indeks gonadosomatik, volume testis dan kadar testoteron. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurkumin mampu meningkatkan kandungan hormon testoteron serta meningkatkan indeks gonadosomatik hewan uji sehingga dapat disimpulkan bahwa kurkumin berpotensi memperbaiki disfungsi testis akibat paparan senyawa antifertilitas.AbstractNeem is a plant that has been proven to have antifertility effects. The effects of antifertility compounds can cause reproductive organ dysfunction which causes changes in organ size or disruption of hormonal synthesis. Curcumin is a preparation that can increase testosterone hormone synthesis in mice, but has not been used to increase reproductive potential in animals that have been exposed to antifertility compounds. This research was conducted to test the potential of curcumin in improving testicular dysfunction caused by exposure to ethanol extract of neem leaves. Adult male Wistar rats (R. norvegicus) were used as test animals, identified into four groups, namely P0 (control, test animals given distilled water), P1, P2, and P3 (treatment groups, given ethanol extract of neem leaves each with doses of 60, 80, and 100 mg/kgBW/day). The test material was administered orally for 14 days, followed by administration of curcumin at a dose of 1.35 mg/200gBW/day for 14 days. Testicular and blood samples were taken for testosterone measurement after exposure to test substance 1 was completed (day 15) and after exposure to test substance 2 (day 29). The research variables were gonadosomatic index, testicular volume and testosterone levels. The results of the study showed that curcumin was able to increase testosterone hormone content and increase the gonadosomatic index of test animals, so it can be concluded that curcumin has the potential to recover testicular dysfunction due to exposure to antifertility compounds.