Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Journal of Integrative International Relations

Sumber Konflik Perang Sipil Myanmar Pasca Kudeta Militer Tahun 2021 Annisa Febrianti Putri Indrasari; Taufik Muhammad Ramadhan; Prilla Marsingga
Journal of Integrative International Relations Vol. 8 No. 2 (2023): November
Publisher : Center for Integrative International Studies Laboratory, Faculty of Political and Social Sciences, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jiir.2023.8.2.98-114

Abstract

The research was intended to find out why the civil war in Myanmar was possible, by trying to identify the sources of the conflict of the post-military coup in 2021. Using a framework of human needs theories developed by John Burton as the chief analysis tool. The theory provides the framework for understanding conflict resolution and peace development by emphasizing the importance of governments to meet the basic needs of their individual citizens. When it comes to the theory of conflict resolution, research that uses a thorough approach to meeting aspects of human need remains rare. The study shows that the source of Myanmar's civil war conflict proved unable to be contained after a military campaign in 2021 caused by various factors, with the failure to meet the basic human need for continued peace and stability. Systematic violations of security, identity, recognition and participation by the military junta have intensified the cycle of conflict, suffering poverty and food among Myanmar's civilians. Meeting these basic human needs is essential to achieving continued peace and reconciliation in myanmar. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu mengapa perang sipil di Myanmar bisa terjadi, dengan berusaha mengidentifikasi sumber-sumber konflik nya pasca-kudeta militer di tahun 2021. Dengan menggunakan kerangka teori-teori Kebutuhan Dasar Manusia (Human Needs Theory) yang dikembangkan oleh John Burton sebagai alat analisis utama. Teori tersebut memberikan kerangka kerja untuk memahami resolusi konflik dan pembangunan perdamaian dengan menekankan pentingnya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar individu warga nya. Jika berbicara mengenai teori resolusi konflik, penelitian yang menggunakan pendekatan menyeluruh pada pemenuhan aspek kebutuhan dasar manusia masih jarang dilakukan. Penelitian ini menunjukkan, sumber konflik Perang sipil Myanmar terbukti tak lagi bisa dibendung pasca kudeta militer pada tahun 2021 yang disebabkan oleh berbagai faktor, dengan tidak terpenuhinya kebutuhan dasar manusia yang mendasar untuk mencapai perdamaian dan stabilitas yang berkelanjutan. Pelanggaran sistematis terhadap keamanan, identitas, pengakuan, dan partisipasi oleh junta militer telah memperparah siklus konflik, penderitaan kemiskinan dan pangan di antara rakyat sipil Myanmar. Memenuhi kebutuhan dasar manusia ini merupakan hal yang sangat penting untuk mencapai perdamaian dan rekonsiliasi yang berkelanjutan di Myanmar
Co-Authors Abda Abda Abdul Asha Syahdad Ade, Pinto Rahmat Akmal, Mochamad Aliyayahya, Fara Amelia, Givenchy Citra Amelia, Winda Anggoro, Catur Wisnu Annisa Febrianti Putri Indrasari Argenti, Gili Argenti, Gili Aulia, Chisty Aulia, Muhamad Dava Aulia, Yolanda Putri Azzahra, Naila Putri Cahyani, Agista Nur Chrishanum, Nadila Darel Farros Kurniawan Dhiaulhaq, Sultan Egy Ferdian Elvira Ramdayanti Eva Monica Eva Monica Eva Monica, Eva Monica Faridah, Silvia Nurhaliza Ferdian, Egy Firdaus, Muhammad Fadhil Fitriyanti, Andini Aulia Gili Argenti Gili Argenti Gilli Argenti Hanny Purnamasari Komalasari, Apriyani Nur Lisa Novita Hartanti Lubis, Flori Mardiani Made Panji Teguh Santoso Maharanie, Popy Maudina, Jeanita Seilia Maulana Rifai Maulana Rifai Mayza Ariella Nurandriyanti Muchamad Nauval N S Muhammad Fauzan, Nanda Muhammad Wilda Nurifqi Nadila Chrishanum Nafisah Ikbar Fadhilah Nanda Galih Saputra Nindya Ellise Nurifqi, Muhammad Wilda Nurul Hichmah Pramudya, Fathur Rizky Pratama, Dafa Wisuda Pratama, Tio Purnamasari, Hanny Putri, Dzikra Zhafira Putri, Fannissa Melya Puziah, Dini Septi Rachmania Dwi Septiana Rahmadini, Fanika Rahmat Hidayat Rifai, Maulana Rifa’i, Maulana Safiqri, Farhan Afif Sandra Mutiara Pratiwi Santosa, Annisa Ramadhani Santoso, Made Panji Teguh Sarah, Junia Serrafona, Bethany Setyani, Nindi Nurfahmi Setyowati, Kinanti Diah Ayu Sitorus, Lydia Angelica Solihah, Alfiyana Sopyani, Indah Taufik Muhammad Ramadhan Teguh Santoso, Made Panji Umul, Nazwatul Fathi Waldy, Bryan Alexander Wardah, Sofia Yasmin Alya Salsabila Yosia, Aldo Zahra, Nazhifah Zubair, M Ferry Zubair, M. Ferry