Sylvia R. Marunduh
Unknown Affiliation

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Hubungan Usia Menarche dengan Indeks Massa Tubuh pada Siswi Sekolah Menengah Atas Mawikere, Johana E.; Marunduh, Sylvia R.; Sapulete, Ivonny M.
e-CliniC Vol. 13 No. 1 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i1.60183

Abstract

Abstract: Puberty is an important stage in the process of human growth and development. Menarche is the first menstrual period experienced by women. Early menarche is caused by various factors, one of which is nutritional status, which can be determined in adolescents by using body mass index (BMI). Early menarche causes increased risks of metabolic syndrome, diabetes mellitus, cardiovascular diseases, and breast cancer. This study aimed to evaluate the relationship between menarche age and body mass index among senior highs school students. This was an observational and analytical study with a cross-sectional approach. Sampling technique used was simple random sampling. Data were analyzed using the Spearman correlation test with a significance level of 0.05. The results obtained 246 female students as respondents. Majority of respondents experienced normal menarchial age (82.9%), and had normal BMI (58.1%). The Spearman correlation test obtained a p=0.000 (<0.05) and an r=-0.222, indicating a weak significant correlation with a negative direction. In conclusion, there is a significant correlation between the age of menarche and Body Mass Index among female students at SMAN 3 Manado. This implies that a higher BMI is associated with a greater likelihood of experiencing early menarche. Keywords: age of menarche; body mass index    Abstrak: Pubertas merupakan tahapan penting dalam proses pertumbuhan dan pekembangan manusia. Menarche merupakan periode menstruasi pertama yang dialami oleh seorang perempuan. Penurunan usia menarche ke semakin dini disebabkan oleh berbagai macam faktor salah satunya ialah status gizi. Menarche yang semakin dini menyebabkan peningkatan resiko penyakit sindrom metabolik, diabetes melitus, penyakit kardiovaskular, dan kanker payudara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan usia menarche dengan indeks massa tubuh (IMT) pada siswi Sekolah Menengah Atas. Jenis penelitian ialah observasional analitik dengan desain potong lintang. Teknik pengambilan sampel yakni simple random sampling. Untuk mengetahui status gizi digunakan IMT. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian mendapatkan 246 siswi sebagai responden. Sebagian besar responden memiliki usia menarche normal (82,9%) dan juga IMT normal (58,1%). Hasil uji korelasi Spearman mendapatkan nilai p=0,000 (<0,05) dan r=-0,222 yang menunjukkan hubungan bermakna dengan kekuatan korelasi lemah dan arah korelasi negatif. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara usia menarche dengan indeks massa tubuh pada siswi di SMAN 3 Manado, dengan kekuatan korelasi lemah dan arah korelasi negatif. Semakin besar IMT maka semakin tinggi kemungkinan mengalami menarche lebih dini.  Kata kunci: usia menarche; indeks massa tubuh
Perbandingan Kapasitas Vital Paksa Perokok Elektronik dan Perokok Tembakau Siwu, Imanuel L.; Engka, Joice N. A.; Marunduh, Sylvia R.
e-CliniC Vol. 13 No. 1 (2025): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v13i1.60617

Abstract

Abstract: Smoking can cause reduced lung function such as decreased forced vital capacity (FVC), heart diseases, and cancer. An electronic cigarette or vape is an electrically powerful device that heats an e-liquid aerosol containing propylene, glycerin, glycol, nicotine, and various additives to produce aerosols that can be breathed. Electronic cigarettes are popular because they are considered as safer and healthier device than conventional cigarettes since they do not contain tobacco that is hazardous to health. This study aimed to find out the comparison of forced vital capacity of electronic smokers with tobacco smokers among students of Universitas Sam Ratulangi. This was an observational and analytical study with a cross-sectional study design. Samples consisted of 51 students obtained by using the purposive sampling method and met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that highest percentages were found in respondents aged 20 years (39.2%), tobacco smokers (58.8%), and low FVC (76.5%). The independent sample t-test used to compare the FVC of electronic smokers with tobacco smokers obtained a p-value of 0.719 indicating there was no significant difference between the two groups. In conclusion, there is no significant comparison between the forced vital capacity values of electronic smokers and tobacco smokers among students of Universitas Sam Ratulangi. Keywords: FVC, electronic smokers; tobacco smokers    Abstrak: Merokok dapat menyebabkan penurunan fungsi paru antara lain penurunan kapasitas vital paksa (KVP), penyakit jantung dan kanker. Rokok elektronik atau vape adalah sebuah perangkat berdaya listrik yang memanaskan aerosol e-liquid yang mengandung propilena, gliserin, glikol, nikotin dan berbagai perasa yang aditif untuk menghasilkan aerosol yang bisa di hirup. Rokok elektronik atau vape populer karena dianggap sebagai perangkat yang lebih aman dan sehat daripada rokok konvensional karena tidak memiliki kandungan tembakau yang berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan KVP perokok elektronik dan perokok tembakau pada mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Jenis penelitian ialah analitik observasional dengan desain potong lintang. Sampel berjumlah 51 mahasiswa yang diperoleh dengan metode purposive sampling serta memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil penelitian mendapatkan persentase tertinggi pada responden berusia 20 tahun (39,2%), perokok tembakau (58,8%), dan hasil pengukuran KVP dengan nilai low (76,5%). Hasil uji independent sample t-test terhadap KVP perokok tembakau dan elektronik memperoleh nilai p=0,719, yang membuktikan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna antara nilai KVP perokok elektronik dan perokok tembakau. Simpulan penelitian ini ialah tidak terdapat perbandingan bermakna antara nilai kapasitas vital paksa perokok elektronik dan perokok tembakau pada mahasiswa Universitas Sam Ratulangi. Kata kunci: kapasitas vital paksa; perokok elektronik; perokok tembakau