Gresty Masi
Universitas Sam Ratulangi

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA PEMAKAIAN LAMA KONTRASEPSI SUNTIK 3 BULAN DENGAN PERUBAHAN BERAT BADAN DI PUSKESMAS RANOMUUT MANADO Moloku, Mentari; Hutagaol, Ester; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.12013

Abstract

Abstract. Family planning is a basic prominent preventive health service as well as a mortality prevention. Family planning can be going on through the use of contraception. 3 months injection contraception is a sort of liquid which is injected into woman’s body intramuscularly (once in 3 months). This research was aimed to find out the association between the usage of 3 months injection contraception duration and the mother’s weight changing at Ranomout Public Health Center, Manado.The Method of Research was an analytic observational using a cross sectional design. The research was conducted on December 2015 –January 2016 at Ranomuut Public Health Center, Manado. The samples of the research covers a group which consist of 42 mothers who use 3 months injection contraception. Sampling process used was a purposive sampling method. The research used questionnaires and scales as the instruments. Data analysis was done by using chi-square test in the 95% significant level (α ≤ 0,05) results in ρ=0,004, which was less than α=0,05. Conclusion :There is a association between the usage of 3 months injection contraception duration and the mother’s weight changing at Ranomuut Public Health Center, Manado. It is suggested for mothers to look for information about the contrateption used in order to maintain an ideal weight. Keywords: Duration contraception usage, Contraception Injection 3 Months, The weight changing Abstrak.Keluarga berencana merupakan upaya pelayanan kesehatan preventif yang paling dasar dan utama, serta pencegahan kematian.Pelayanan keluarga berencana dapat dilakukan dengan penggunaan alat kontrasepsi.Kontrasepsi 3 bulan suntik adalah jenis cairan yang disuntikan ke tubuh wanita secara intramuskular (3 bulan sekali).Tujuan penelitianuntuk mengetahui hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan pada ibu di Puskesmas Ranomuut Manado.Metode penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional.Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Ranomuut Manado pada Desember 2015 – Januari 2016.Sampel penelitian adalah ibu yang menggunakan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan jumlah sampel 42.Teknik pengambilan sampel, yaitu dengan metode purposive sampling.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan timbangan badan (injak). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square, pada tingkat kemaknaan 95% (α ≤ 0,05) menunjukan nilai ρ=0,004, nilai ini lebih kecil dari α=0,05. Kesimpulan : ada hubungan lama pemakaian kontrasepsi suntik 3 bulan dengan perubahan berat badan pada ibu di Puskesmas Ranomuut Manado. Saran untuk ibu berusaha mencari informasi tentang kontrasepsi yang digunakan, untuk menjaga berat badan ideal. Kata Kunci:Lama Pemakaian Kontrasepsi, Kontrasepsi Suntik 3 Bulan, Perubahan Berat Badan
SCREENING FAKTOR RESIKO DIABETES MELITUS PADA INDIVIDU DENGAN RIWAYAT KELUARGA DIABETES MELITUS DI RSUD JAILOLO Watta, Relin; Masi, Gresty; Katuuk, Mario E.
JURNAL KEPERAWATAN Vol 8, No 1 (2020): E-JOURNAL KEPERAWATAN
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v8i1.28410

Abstract

AbstractBackgroud: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by an increase in blood glucose. The purpose of this study is to describe the risk factors for diabetes mellitus in individuals with a family history of diabetes mellitus. This method used a descriptive design with a Survey approach. The sample in this study were 100 people in family members who have a family history of diabetes mellitus. The test results obtained are a family history of diabetes mellitus with a high risk of 96 respondents (96%). The description of knowledge on high-risk eating patterns was 80 respondents (80%), while attitudes toward eating patterns show 81 respondents (81%) were at high risk. The description of knowledge about physical activity shawed that 76 respondents (76%) had a high risk, while the attitude towards physical activity showed 37 respondents (37%) had a high risk and 63 respondents (63%) had a low risk. Conclusion there is a high risk of diabetes mellitus in individuals with a family history of diabetes, most respondents have low knowledge and attitudes about eating patterns so that they have a high risk of diabetes, and respondents' knowledge about high-risk physical activity but attitudes to low-risk physical activity.Keywords: Screening, Risk factors, Diabetes mellitusAbstrakLatar belakang: Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme kronis  yang ditandai dengan peningkatan glukosa darah. Tujuan penelitian diketahui gambaran faktor resiko diabetes melitus pada individu dengan riwayat keluarga diabetes melitus . Metode penelitian deskriptif  dengan metode Survey. Sampel dalam penelitian ini adalah 100 orang pada anggota keluarga yang memiliki riwayat keluarga diabetes melitus. Hasil hasil uji diperoleh yaitu gambaran riwayat keluarga diabetes melitus yang beresiko tinggi sebanyak 96 orang responden (96%). Gambaran pengetahuan pada pola makan yang beresiko tinggi sebanyak 80 orang responden (80%), sedangkan  sikap pada pola makan menunjukan  81 orang responden (81%) beresiko tinggi. Gambaran  pengetahuan tentang aktivitas fisik menunjukan 76 orang responden (76%) beresiko tinggi, sedangkan sikap pada aktivitas fisik yang menunjukan 37 orang responden (37%) beresiko tinggi dan  63 orang responden (63%) yang beresiko rendah. Kesimpulan terdapat resiko tinggi diabetes melitus pada individu dengan riwayat keluarga diabetes, sebagian besar responden memiliki pengetahuan dan sikap yang rendah tentang pola makan sehingga memiliki resiko tinggi terhadap diabetes, dan pengetahuan responden tentang aktivitas fisik beresiko tinggi tetapi  sikap pada aktivitas fisik  beresiko rendah.Kata Kunci : Screening, Faktor Resiko, Diabetes Melitus.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN STRES DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI GRADE 1 DAN 2 PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAMONJI KECAMATAN PALU BARAT Taslim, Risky Wulan Ramadani; Kundre, Rina; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.10853

Abstract

Abstract :One of the psychological changes experienced by pregnant mother are feelings of anxiety, fear, and depressed. If all of them felt by pregnant mother it is called stress. Physical changes of pregnant mother causes increasing metabolism energy, because of that the need of energy and other nutrients increases during pregnancy. The physical changes of pregnant mother are change of appetite and eating habits. If all problem can not be controled by pregnant mother it can cause health problem of pregnant mother, especially hypertension. The purpose of this study was to describe the relationship between dietary pattern and stress with the incidence of hypertension in pregnant women at the working areas of health center Kamonji West Palu Subdistrict.Research Methodsin this analytic survey is using cross sectional approach. Sampling technique is total sampling with a sample size of 35 respondent. The analysis was performed using Fisher Exact test statistic with degrees of confidence of 95% (á=0.05). The results showed that there is a relationship between dietary pattern with hypertension in pregnant women with p-value of 0.012 (<0.05) and there is a relationship between stress with the incidence of hypertension in pregnant women, with p-value of 0.000 (<0,05).Conclusion of the study show that there is correlational of diet and stress with hypertension grade 1 dan 2 pregnant women at the working areas of health center Kamonji West Palu Subdistrict. Suggestion to decrease the hypertension in pregnant women incident, the risk factors need to be managed. Keyword :Dietary Pattern, Stress, Hypertension grade 1 and 2 in Pregnancy Abstrak :Salah satu perubahan psikologis yang di alami ibu hamil yakni perasaan cemas, takut, bahkan tertekan, apabila ke tiganya dirasakan oleh ibu hamil maka hal tersebutlah yang dinamakan stres. Perubahan fisik yang terjadi pada ibu hamil menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan, hal ini mendorong perubahan selera makan dan pola makan ibu hamil yang pada umumnya meningkat.Jika kedua hal ini tidak dikontrol maka dapat menyebabkan masalah kesehatan pada ibu hamil salah satunya adalah hipertensi.Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan antara pola makan dan stres dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kamonji Kecamatan Palu Barat.Metode penelitian survei analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total samplingdengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik Fisher Exactdengan derajat kepercayaan 95% (á=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola makan dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu hamil dengan p-value 0,012 (<0,05) serta ada hubungan antara stres dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu hamil, dengan p-value 0,000 (<0,05).Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pola makan dan stres dengan kejadian hipertensi grade 1 dan 2 pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kamonji Kecamatan Palu Barat.Saran untuk menurunkan angka kejadian hipertensi pada ibu hamil diperlukan pengendalian faktor risiko hipertensi dalam kehamilan. Kata Kunci : Pola Makan, Stres, Hipertensi grade 1 dan 2 pada Ibu Hamil
HUBUNGAN SIKAP PERAWAT DENGAN STRES AKIBAT HOSPITALISASI PADA ANAK USIA PRA SEKOLAH DI RSU PANCARAN KASIH GMIM MANADO Hulinggi, Ismanto; Masi, Gresty; Ismanto, Amatus Yudi
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19479

Abstract

Abstract: Hospitalization in children is a stressful experience for both the children themselvesand their parents. The number of stressors experienced by children when undergoinghospitalization interfere adversely affecting the child's development. The hospital environmentcanbe a cause of stress and anxiety in children.In line with the increase in the number ofchildren who were hospitalized late population at risk of an increase in children who havedevelopmental disorders. The Purpose of this study was to is to analyze correlation betweennurse behavior and stres of hospitalzation to Children at Pre School at Pancaran KasihChristian Evangelical Church In Minahasa Hospital Manado. Methode in this study useddescriptive analytic with cross sectional design. Sampling technique using tipe judgementsampling involved 47 respondents. Results of this study based on chi-square the views of thefisher’s exact test obtained ρ value=0,012. This means that the value of ρ is less than the valueof α (α=0.05), thus it can be said that H0 is rejected. Conclusion There is significantcorrelation between nurse behavior and stres of hospitalzation to Children at Pre School atPancaran Kasih Christian Evangelical Church In Minahasa Hospital Manado.Keywords : Between Nurse Behavior, Stres Of Hospitalzation, Children at Pre SchoolAbstrak: Hospitalisasi pada anak merupakan pengalaman yang penuh dengan stress, bagi anakitu sendiri maupun orang tua. Banyaknya stressor yang dialami anak ketika menjalanihospitalisasi menimbulkan dampak negatif yang menganggu perkembangan anak. Sejalandengan peningkatan jumlah anak yang dirawat dirumah sakit akhir-akhir ini, beresiko terjadipeningkatan populasi anak yang mengalami gangguan perkembangan. Tujuan penelitian iniadalah untuk menganalisis hubungan sikap perawat dengan stress akibat hospitalisasi pada anakusia pra sekolah di RSU Pancaran Kasih GMIM Manado. Metode penelitian yang digunakanyaitu deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Teknik Pengambilan Sampel padapenelitian ini yaitu tipe judgement sampling dengan jumlah 47 sampel. Hasil Penelitianberdasarkan uji chi-square yang dilihat dari fisher’s exact test diperoleh nilai ρ value=0,012.Hal ini berarti nilai ρ lebih kecil dari nilai α (α=0,05), dengan demikian dapat dikatakan bahwaH0 ditolak. Kesimpulan terdapat hubungan yang signifikan antara hubungan sikap perawatdengan stress akibat hospitalisasi pada anak usia pra sekolah di RSU Pancaran Kasih GMIMManado.Kata Kunci : Sikap Perawat, Stres Akibat Hospitalisasi, Anak Usia Pra Sekolah
HUBUNGAN KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN KEMAMPUAN MANAJEMEN STRES PADA NARAPIDANA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIA MANADO Wullur, Winda; Kumaat, Lucky; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2251

Abstract

Abstract: Emotional Intelligence accounts for 80% of success  in life while Intelligence Quotient (IQ) contributes at best about 20%. Emotional Intelligence are skills such as self motivation and hold out against frustration, self control and not overjoyed; emotional manage and avoiding cognitive paralyzed; empathy and praying. One of characteristic from emotional intelligence is about stress management which is how a person not paralyzing his cognitive. Studies conducted with nurses and nursing students show that emotional intelligence is a skill that minimises the negative stress consequences. Increases in stress, anxiety and worry erode mental abilities. Distress not only wears away at mental abilities but also makes people less emotionally intelligent (Ramezar, Koortzen and Oosthuizen, 2009). This research method was Cross-Sectional Study with Purposive Technique Sampling. This research showed that there was a significant relationship between emotional intelligence and stress management ability in prisoner at Manado Prison (ρ=0,008<α=0,05). Keywords: stress management, emotional intelligence, IQ. Abstrak: Kecerdasan emosional menyumbang 80% bagi faktor-faktor yang menentukan sukses dalam hidup dimana IQ hanya menyumbang 20% nya saja. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seperti kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustasi; mengendalikan dorongan hati dan tidak melebih-lebihkan kesenangan; mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stres tidak melumpuhkan kemampuan berpikir; berempati dan berdoa. Salah satu ciri dari kecerdasan emosional yaitu tentang manajemen stres individu yaitu bagaimana individu mengelola stres agar tidak melumpuhkan cara berpikir. Studi yang diadakan oleh perawat dan mahasiswa keperawatan, menunjukkan bahwa kecerdasan emosional adalah suatu keterampilan yang dapat meminimalisir efek negatif stres. Peningkatan stres dapat mengikis kemampuan mental. Stres bukan hanya mengurangi kemampuan mental, tapi juga mengurangi kecerdasan emosional seseorang (Ramesar, Koortzen dan Oosthuizen, 2009). Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan Cross-Sectional Study dengan purposive technique sampling. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan manajemen stres pada narapidana (nilai ρ=0,008<α=0,05). Kata kunci: manajemen Stres, Kecerdasan Emosional, IQ
PENGARUH TERAPI DIET PISANG AMBON (MUSA PARADISIACA VAR. SAPIENTUM LINN) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KLIEN HIPERTENSI DI KOTA BITUNG Tangkilisan, Lizel R.; Kalangi, Sonny; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2197

Abstract

Abstract: The prevalence of hypertension in Indonesia has reached 31,7% and most cases are not detected yet. Hypertension is a main cause of heart disease, renal failure, and stroke. One of the non pharmacotherapy that can lower the blood pressure is Ambon banana. The purpose of this research was to analyze the effects of Ambon banana dietary therapy on lowering the blood pressure in clients with hypertension in Bitung City. This research used one group pre test- post test design. The sampling technique that used was non probability sampling type of purposive sampling. The total number of sample was 22 respondents who were selected based on inclusion and exclusion criteria. Result of paired t test at the systolic blood pressure before and after given the therapy showed p value 0,000. Result of paired t test at the diastolic blood pressure before and after given the therapy showed p value 0,000. These results explain that there are significant effects of Ambon banana dietary therapy to lower the systolic and diastolic blood pressure in clients with hypertension. Banana can lower the hypertension because it contains high potassium that works similar to antihypertensive drugs in human body. It can be concluded that Ambon banana dietary therapy (Musa Paradisiaca var Sapientum Linn) can lower the blood pressure in clients with hypertension in Bitung City. In further day, people should measure their blood pressure routinely, live with healthy lifestyle, and they can eat banana to prevent and control their blood pressure. Keywords: Ambon Banana, Musa Paradisiaca var Sapientum Linn, Blood Pressure, Hypertension Abstrak: Prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31,7 % dan sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdeteksi. Hipertensi merupakan penyebab utama penyakit jantung, gagal ginjal, dan stroke. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat menurunkan tekanan darah ialah pisang ambon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi diet pisang ambon (Musa Paradisiaca var. Sapientum Linn) dalam menurunkan tekanan darah pada klien hipertensi. Jenis penelitian yang digunakan ialah one group pre test-post test. Pendekatan sampel yang dipakai adalah sampling non probabilitas dengan metode purposive sampling. Banyaknya sampel yang digunakan ialah 22 orang yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil uji t berpasangan data tekanan darah sistolik sebelum dan sesudah diberikan terapi menunjukkan p value 0,000. Hasil uji t berpasangan tekanan darah diastolik sebelum dan sesudah diberikan terapi menunjukkan p value 0,000. Hal ini berarti secara signifikan terapi diet pisang ambon menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada klien hipertensi. Pisang dapat menurunkan tekanan darah karena mengandung kalium tinggi yang bekerja mirip obat antihipertensi di dalam tubuh manusia. Dapat disimpulkan bahwa terapi diet pisang ambon (Musa Paradisiaca var. Sapientum Linn) dapat menurunkan tekanan darah pada klien hipertensi di Kota Bitung. Di hari selanjutnya, masyarakat sebaiknya mengukur tekanan darah secara rutin, hidup dengan pola hidup sehat, dan mereka dapat mengonsumsi pisang untuk mencegah maupun mengontrol tekanan darah mereka. Kata Kunci: Pisang Ambon, Musa Paradisiaca var. Sapientum Linn, Tekanan Darah, Hipertensi
HUBUNGAN DISMENORE DENGAN AKTIVITAS BELAJAR REMAJA PUTRI DI SMA KRISTEN I TOMOHON Saguni, Fersta Cicilia Apriliani; Madianung, Agnes; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2182

Abstract

Abstract: One of the menstrual disturbance that cause discomfort physical is dysmenorrhea. Dysmenorrhea is menstrual pain that is felt in the lower abdomen and radiates up into the pelvis that can interfere with daily activities. One of the activities that can be interrupted is a learning activity. Dysmenorrhea is often experienced by young women who are in the productive age. The research ever conducted shows that dysmenorrhea can lower a woman's quality of life for example, students who experience dysmenorrhea decreased concentration will study due to menstrual pain that is felt (Ningsih, 2011). Purpose. This research conducted to determine The Relation Of  Dysmenorrhea With Learning  Activities Teen Daughter  At Christian High School  Tomohon. Research methods  is survey analytic by design research cross sectional. Population. The captured population is teen daughters at christian high  school I Tomohon with total sample 132 people, determination samples with purposive sampling techniques. Data obtained through questionnaire is a conecction between dysmenorrhea with learning  activities teen daughter  At Christian High School  Tomohon. Results of statistical tests using the test initially chi square with boundaries that have been prepared. This research in using analysis test statistic chi square and obtained value p = 0,000 < alpha = 0,005, which means Ho rejected. But because requirements test chi square unfulfilled and test used is test the alternative is fisher and obtained value p = 0,000 < alpha = 0,005 which means Ho rejected. The conclusions of this research are a relation of  dysmenorrhea with learning  activities teen daughter  at Christian High School  Tomohon. Key words: Dysmenorrhea, Learning Activities, Teen Daughter. Abstrak: Salah satu gangguan mesntruasi yang menyebabkan ketidaknyamanan fisik yaitu dismenore. Dismenore adalah nyeri haid yang dirasakan di bagian perut bagian bawah dan menjalar sampai ke panggul yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu aktivitas yang dapat terganggu adalah aktivitas belajar. Dismenore sering dialami oleh remaja putri yang yang ada pada usia produktif. Penelitian yang pernah dilakukan menunjukan bahwa dismenore dapat menurunkan kualitas hidup seorang wanita sebagai contoh siswi yang mengalami dismenore konsentrasi belajarnya akan menurun karena nyeri haid yang dirasakan (Ningsih, 2011). Tujuan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan diketahui hubungan dismenore dengan aktivitas belajar remaja putri di SMA Kristen I Tomohon. Metode penelitian ini adalah survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Populasi yang diambil adalah remaja putri di SMA Kristen I Tomohon dengan jumlah sampel 132 orang, penentuan sampel dengan teknik Purposive Sampling. Data yang diperoleh melalui kuisioner yang telah disiapkan. Dalam penelitian ini menggunakan analisis uji statistic chi square dan didapatkan nilai p = 0,000 < α = 0,05 yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara dismenore dengan aktivitas belajar remaja putrid di SMA Kristen I Tomohon. Hasil uji statistik pada awalnya menggunakan uji Chi-Square dengan batas kemaknaan = 0,05, tetapi karena syarat uji chi-square tidak terpenuhi maka uji yang digunakan adalah uji alternatifnya yaitu fisher dan didapatkan nilai p = 0,000 < alpha = 0,05, yang berarti Ho ditolak. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara dismenore dengan aktvitas belajar remaja putri di SMA Kristen I Tomohon. Kata Kunci: Dismenore, Aktivitas Belajar, Remaja Putri
HUBUNGAN KONSUMSI FASTFOOD DENGAN KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK SD DI KOTA MANADO Damapolii, Winarsi; Mayulu, Nelly; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2250

Abstract

Abstract: Obesity during childhood may be caused due to eating beyond need, lack of physical activity, and because of the excessive influence of food advertising. Today's lifestyle can also lead to obesity which is a trend likely to consume fast food or modern fast food such as burgers, pizza, fries Frenc peneletian aims to determine the relationship of fast food consumption with the incidence of obesity in primary school children in the city of Manado by using analytic survey research methods by using a cross sectional design (cross-sectional), using a test using the chi-square test (x2), at the 95% significance level (α 0,05). The results there is a relationship between fast food consumption relationship with the incidence of obesity in primary school children in the city of Manado with p = 0.024 conclusion Obesity prevalence in primary school children in the city of Manado in 2013 were 44 males (32.4%) and 24 women people (17.6%) fast food energy intake in children> average and 33.8% are obese and not obese at 23.5% There is a relationship between fast food consumption with the incidence of obesity in primary school children in the city of Manado p value = 0.024 suggestion Fast food is the cause of childhood obesity in this study should be a concern for policy makers to pay more attention to eating habits of children. The parents should be limiting children consume excessive amounts of snack foods or foods high in calories but low in fiber (fast food and junk food), and teaches healthy life and to get children exercising. Keywords: fast food, obesity Abstrak: Kegemukan saat anak-anak bisa disebabkan akibat makan melebihi kebutuhan, kurangaktivitas fisik, dan karena pengaruh iklan makanan yang berlebihan. Gaya hidup masa kini juga bisamenyebabkan kegemukan yaitu adanya kecenderungan suka mengkonsumsi makan cepat saji ataufast food modern seperti burger, pizza, frenc fries peneletian bertujuan Untuk mengetahui hubungan  konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada anak  SD di Kota Manado dengan menggunakan metode penelitian survei analitik dengan menggunakan  rancangan Cross sectional (potong lintang), dengan menggunakan uji menggunakan uji chi-square (x2), pada tingkat kemaknaan 95%   (α 0,05). Hasil penelitian ada hubungan antara hubungan  konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada anak  SD di Kota Manado dengan nilai p = 0,024 kesimpulan Prevalensi Obesitas pada anak SD di Kota Manado pada tahun 2013 adalah laki-laki 44 orang (32,4%)  dan perempuan 24 orang (17,6%) Asupan energi fast food pada anak > rata-rata  dan mengalami obesitas sebesar  33,8% dan tidak mengalami obesitas sebesar 23,5% Terdapat hubungan antara konsumsi fast food dengan kejadian obesitas pada Anak  SD di kota Manado dengan nilai p = 0,024 saran Fast food yang menjadi penyebab obesitas anak pada penelitian ini hendaknya menjadi perhatian bagi pengambil kebijakan untuk lebih memperhatikan kebiasaan makan anak. Pihak orang tua sebaiknya lebih membatasi anak mengkonsumsi makanan camilan dalam jumlah berlebih atau makanan yang tinggi kalori namun rendah serat (fast food dan junk food) serta mengajarkan hidup sehat dan membiasakan anak berolah raga. Kata kunci: fast food, obesitas
HUBUNGAN TINGKAT DEMENSIA DENGAN KONSEP DIRI PADA LANJUT USIA DI BPLU SENJA CERAH PROVINSI SULAWESI UTARA Bidjuni, Hendro; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25170

Abstract

Abstract : The most common health problems in the elderly are dementia, where dementia also includes other cognitive impairments such as language, orientation, decision making abilities, abstract thinking, emotional and behavioral disorders that may affect self-concept. Research Objective to know correlation of dementia level with self concept in elderly in BPLU Senja Cerah North Sulawesi Province. This study uses descriptive analytics Design using cross sectional approach is a study that is measured simultaneously, instantaneously or once only in one time. The Sample technique used Total Sampling with the number of samples as many as 33 people. The results of the statistical test of Kolmogorov-smirnov with a confidence level of 95% confidence level (α = 0.05) and obtained p value 0.972> 0.05. The summary of this research was there is no correlation between dementia level with self concept in elderly in BPLU Senja Cerah North Sulawesi Province. Conclusion that there is no relationship of dementia level with self concept in elderly in BPLU Senja Cerah North Sulawesi Province.Keywords : Dementia Level, Self Concept, ElderlyAbstrak : Masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada lansia adalah demensia, dimana demensia juga terdapat gangguan kognisi lain seperti berbahasa, orientasi, kemampuan membuat keputusan, berpikir abstrak, gangguan emosi dan perilaku sehingga dapat mempengaruhi konsep diri. Tujuan Penelitian mengetahui hubungan tingkat demensia dengan konsep diri pada lanjut usia di BPLU Senja Cerah Provinsi Sulawesi Utara. Desain Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang diukur secara simultan, sesaat atau satu kali saja dalam satu kali waktu. Teknik pengambilan Sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Hasil uji statistik Kolmogorov-smirnov dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05) dan diperoleh p value 0.972 > 0.05. Simpulan yaitu tidak terdapat hubungan tingkat demensia dengan konsep diri pada lanjut usia di BPLU Senja Cerah Provinsi Sulawesi Utara.Kata kunci : Tingkat Demensia, Konsep Diri, Lanjut Usia
GAMBARAN PENGETAHUAN MAHASISWA UNIVERSITAS SAM RATULANGI ASAL TIMIKA PAPUA TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI Lokbere, Nas; Posangi, Jimmy; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 1, No 1 (1): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v1i1.2209

Abstract

Abstract: Defines adolescents as individuals who are going through a transition period gradually achieve sexual maturity, life changes of children into adulthood and economic circumstances change from dependency to self-relative (Sarwono, 2006). Based on the projected population of Indonesia in 2000-2005, the number of adolescents aged 10-24 years about 63 million or 26.8% of the total Indonesian population where as many as 233 million of the mare students (BKKBN 2010). This study aims to reveal the knowledge a student from the University of Sam Ratulangi Manado of Timika on Reproductive Health. This research is a descriptive study with cross-sectional research methods. Sample of this research are 69 respondents. The results show that knowledge most of the respondent shave good knowledge about reproductive health (94.20%), good attitude about reproductive health (65.21%), and the action of   good (65.21%). Based on the result above, Suggestions for the government or related organizations should establish rules with respect to the sexual behavior of students to improve the ethics, morality so that students are able to change the knowledge, attitude sand courses of action for the better. Keywords: behavior, student, reproductive health Abstrak: Mendefinisikan remaja sebagai individu yang sedang mengalami masa Peralihan yang secara berangsur-angsur menacampai kematangan seksual, mengalami perubahan  jiwa dari anak-anak menjadi dewasa dan mengalami perubahan keadaan ekonomi dari ketergantungan menjadi relative mandiri (Sarwono,2006). Berdasarkan hasil proyeksi Penduduk Indonesia  tahun 2000-2005, jumlah remaja umur 10-24 tahun sekitar 63 juta atau 26,8% dari jumlah penduduk Indonesia sebanyak 233 juta dimana diantaranya adalah mahasiswa(BKKBN 2010). Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pengetahun mahasiswa asal Timika Universitas Sam Ratulangi Manado  tentang Kesehatan Reproduksi. Penelitian ini adalah penelitian Deskriptif dengan Metode Penelitian Cross Sectional. Sampel 69 Responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan sebagian besar respoden mempunyai pengetahuan baik tentang kesehatan reproduksi (94,20%), sikap baik tentang kesehatan reproduksi (65,21%), dan tindakan baik  adalah (65,21%). Saran dalam penelitian ini untuk pemerintah atau intansi terkait sebaiknya membentuk peraturan-peraturan sehubungan dengan perilaku seksual mahasiswa untuk meningkatkan etika,moral mahasiswa sehingga mampu mengubah pengetahuan,sikap dan tindakan tindakan menjadi lebih baik. Kata kunci: perilaku, mahasiswa, kesehatan reproduksi