Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peran Gaya Kepemimpinan Ketua RW dalam Membentuk Budaya Organisasi dan Kerukunan Antar Warga: Sebuah Studi Kasus pada Organisasi Rukun Warga di Kabupaten Karawang Seia Piantara; Dede Jajang Suyaman; Kholida Atiyatul Maula
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1873

Abstract

Keberagaman latar belakang agama, suku, dan pekerjaan masyarakat pada kawasan permukiman menuntut adanya kepemimpinan komunitas yang mampu membangun budaya organisasi serta menjaga kerukunan antarwarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran gaya kepemimpinan Ketua Rukun Warga dalam membentuk budaya organisasi dan memperkuat kerukunan antarwarga melalui studi kasus pada RW 24 Kelurahan Palumbonsari, Kecamatan Karawang Timur, Kabupaten Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap sembilan informan yang terdiri atas pengurus Rukun Warga, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan menerapkan teknik triangulasi sumber untuk meningkatkan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ketua Rukun Warga menerapkan gaya kepemimpinan demokratis dan partisipatif yang diwujudkan melalui musyawarah, keterbukaan informasi, serta pelibatan aktif masyarakat dalam berbagai kegiatan. Praktik kepemimpinan tersebut membentuk budaya organisasi yang ditandai oleh berkembangnya nilai gotong royong, keterbukaan, toleransi, dan solidaritas sosial. Budaya organisasi tersebut menjadi fondasi terciptanya kerukunan antarwarga yang tercermin dari meningkatnya partisipasi masyarakat, menguatnya kepercayaan sosial, bertambahnya kolaborasi lintas kelompok, serta menurunnya konflik di lingkungan permukiman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya organisasi berperan sebagai mekanisme yang menghubungkan praktik kepemimpinan Ketua Rukun Warga dengan terbentuknya kerukunan antarwarga pada komunitas permukiman yang multikultural.
Analisis Kendala dalam Pemungutan Pajak Alat Berat pada Bapenda Provinsi Jawa Barat UPTD Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Karawang Imas Komalasari; Angga Sanita Putra; Nesti Hapsari; Kholida Atiyatul Maula; Achmad Nawawi
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i2.2357

Abstract

Heavy Equipment Tax is one of the provincial taxes implemented based on Law Number 1 of 2022 concerning Financial Relations between the Central Government and Regional Governments. As a relatively new type of regional tax, its implementation still encounters various constraints that may affect the optimization of regional tax revenue. This study aims to identify the constraints in Heavy Equipment Tax collection, the factors causing such constraints, the efforts undertaken to overcome them, and the effectiveness of these efforts at BAPENDA of West Java Province, UPTD PPPD Karawang Regency Area. The study employed a descriptive method with a qualitative approach through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the main constraints in Heavy Equipment Tax collection include companies that have not reported the use of heavy equipment, the use of leased heavy equipment, and ownership of heavy equipment located outside the Karawang Regency area and the Province of West Java. The primary factor causing these constraints is that Heavy Equipment Tax is a relatively new type of tax, requiring further adjustments in its implementation. Efforts undertaken to address these constraints include field data collection, taxpayer outreach, and coordination with related agencies. These efforts have been relatively effective, as evidenced by the increase in the number of registered taxpayers and the realization of Heavy Equipment Tax revenue exceeding the established targets.
Analisis Kendala dalam Pemungutan Pajak Alat Berat pada Bapenda Provinsi Jawa Barat UPTD Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Karawang Imas Komalasari; Angga Sanita Putra; Nesti Hapsari; Kholida Atiyatul Maula; Achmad Nawawi
JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN Vol. 4 No. 2 (2026): April : JURNAL EKONOMI BISNIS DAN MANAJEMEN
Publisher : CV. ALIM'SPUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/jise.v4i2.2357

Abstract

Heavy Equipment Tax is one of the provincial taxes implemented based on Law Number 1 of 2022 concerning Financial Relations between the Central Government and Regional Governments. As a relatively new type of regional tax, its implementation still encounters various constraints that may affect the optimization of regional tax revenue. This study aims to identify the constraints in Heavy Equipment Tax collection, the factors causing such constraints, the efforts undertaken to overcome them, and the effectiveness of these efforts at BAPENDA of West Java Province, UPTD PPPD Karawang Regency Area. The study employed a descriptive method with a qualitative approach through observation, interviews, and documentation. The results of the study indicate that the main constraints in Heavy Equipment Tax collection include companies that have not reported the use of heavy equipment, the use of leased heavy equipment, and ownership of heavy equipment located outside the Karawang Regency area and the Province of West Java. The primary factor causing these constraints is that Heavy Equipment Tax is a relatively new type of tax, requiring further adjustments in its implementation. Efforts undertaken to address these constraints include field data collection, taxpayer outreach, and coordination with related agencies. These efforts have been relatively effective, as evidenced by the increase in the number of registered taxpayers and the realization of Heavy Equipment Tax revenue exceeding the established targets.
Analisis Penerapan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 Pada Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan Bekasi Nasywa Aulia Khairunnisa; Kholida Atiyatul Maula; Achmad Nawawi; Angga Sanita Putra; Nesti Hapsari
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pelaksanaan serta mengevaluasi tingkat kepatuhan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 pada Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan Bekasi dalam transaksi pengadaan barang operasional. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dan dokumentasi berupa data transaksi, bukti potong elektronik (E-Bupot), serta laporan perpajakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PPh Pasal 22 telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku, mulai dari proses pengadaan barang, identifikasi objek pajak, perhitungan Dasar Pengenaan Pajak (DPP), pemotongan tarif sebesar 1,5%, pembuatan E-Bupot, penyetoran pajak, hingga pelaporan SPT Masa melalui sistem Coretax. Penggunaan sistem digital seperti Coretax dan E-Bupot mampu meningkatkan efisiensi, akurasi, dan transparansi administrasi perpajakan. Namun, masih terdapat beberapa kendala, seperti gangguan sistem dan potensi kesalahan input data yang dapat memengaruhi ketepatan pelaksanaan pajak. Secara keseluruhan, penerapan PPh Pasal 22 di Balai/Pusat Pengujian Mutu dan Sertifikasi Pakan Bekasi telah berjalan dengan baik dan sesuai peraturan perpajakan, meskipun masih diperlukan upaya optimalisasi untuk meningkatkan efektivitas administrasi dan kepatuhan perpajakan.
Analisis Kredit Bermasalah Pada Kredit Konsumer Bank BJB Kantor Cabang Karawang Periode 2022-2025 Zahra Aulia Hamdani; Nesti Hapsari; Madjidainun Rahma; Angga Sanita Putra; Kholida Atiyatul Maula; Achmad Nawawi
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penyebab, kendala pengawasan, dan upaya penanganan kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) pada kredit konsumer Bank BJB Kantor Cabang Karawang periode 2022–2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan rasio NPL mengalami fluktuasi, yaitu 0,17% (2022), 0,38% (2023), 0,41% (2024), dan menurun menjadi 0,35% (2025). Seluruh rasio masih berada di bawah batas maksimum 5% yang ditetapkan OJK sehingga tergolong kategori sangat sehat. Faktor utama penyebab NPL meliputi pemutusan hubungan kerja akibat pelanggaran disiplin debitur, tekanan ekonomi makro, serta meningkatnya pinjaman ganda melalui layanan keuangan digital. Kendala pengawasan berupa keterbatasan informasi kepegawaian secara real time dan sulitnya memantau kewajiban digital debitur. Upaya penanganan dilakukan melalui penagihan aktif, restrukturisasi kredit berupa rescheduling, reconditioning, dan restructuring, serta klaim asuransi kredit untuk meminimalkan risiko kerugian bank.
Analisis Efektivitas dan Kontribusi Pajak Reklame terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Purwakarta Periode 2021- 2025 Ririn Destiani; Madjidainun Rahma; Nesti Hapsari; Kholida Atiyatul Maula; Achmad Nawawi; Angga Sanita Putra
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu indikator kemampuan keuangan daerah yang bersumber dari berbagai jenis penerimaan daerah, salah satunya adalah pajak reklame. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerimaan pajak reklame dan kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah Kabupaten Purwakarta selama periode 2021-2025. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa target dan realisasi penerimaan pajak reklame serta pendapatan asli daerah yang diperoleh dari Bapenda Kabupaten Purwakarta. Analisis data dilakukan dengan menghitung rasio efektivitas dan kontribusi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, kemudian hasilnya dideskripsikan untuk memberikan gambaran mengenai efektivitas dan kontribusi penerimaan pajak reklame. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas penerimaan pajak reklame selama periode penelitian berada pada kategori efektif hingga sangat efektif. Sedangkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah masih tergolong rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa meskipun pengelolaan penerimaan pajak reklame telah berjalan efektif, kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah optimal. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi pengelolaan pajak reklame guna meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Purwakarta.
Analisis Realisasi Pendapatan Asli Daerah untuk Menilai Efektivitas dan Efisiensi pada Bapenda Kabupaten Karawang 2021-2025 Suryadi Suryadi; Nesti Hapsari; Madjidainun Rahma; Angga Sanita Putra; Kholida Atiyatul Maula; Achmad Nawawi
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan instrumen penting dalam mendukung kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat efektivitas dan efisiensi realisasi PAD pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang periode 2021–2025. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA), dianalisis menggunakan rasio efektivitas dan efisiensi PAD berdasarkan formula Halim (2012) dan kriteria Kepmendagri Nomor 690.900-327 Tahun 1996. Hasil penelitian menunjukkan efektivitas PAD periode 2021–2025 berada pada kategori Sangat Efektif dengan rata-rata rasio 102,77%; realisasi melampaui target pada 2021, 2023, dan 2024, namun menurun pada 2022 dan 2025 akibat kenaikan target yang signifikan. Adapun efisiensi PAD secara konsisten berada pada kategori Sangat Efisien dengan rata-rata rasio 0,40%, menunjukkan biaya pemungutan yang sangat kecil dibandingkan realisasi PAD yang diperoleh.
Analisis Tren Pendapatan, Harga Pokok Penjualan, dan Laba Kotor pada PT. Gudang Garam Tbk Periode 2021-2025 Nazril Aidil Permana; Kholida Atiyatul Maula; Achmad Nawawi; Angga Sanita Putra; Nesti Hapsari
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren pendapatan, harga pokok penjualan (HPP), dan laba kotor pada PT Gudang Garam Tbk periode 2021-2025 sebagai dasar dalam menilai perkembangan kinerja keuangan perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Gudang Garam Tbk periode 2021-2025 yang diperoleh melalui teknik dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis tren dengan metode angka indeks, dengan menetapkan tahun 2021 sebagai tahun dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan PT Gudang Garam Tbk mengalami tren menurun secara konsisten selama periode penelitian. Harga pokok penjualan menunjukkan tren yang berfluktuasi dengan kecenderungan menurun setelah mengalami peningkatan pada tahun 2022 akibat kenaikan beban cukai hasil tembakau. Laba kotor juga mengalami fluktuasi yang dipengaruhi oleh perubahan pendapatan dan harga pokok penjualan. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa perkembangan pendapatan, harga pokok penjualan, dan laba kotor mencerminkan perubahan kinerja keuangan PT Gudang Garam Tbk yang dipengaruhi oleh kondisi operasional perusahaan serta faktor eksternal, terutama kebijakan cukai hasil tembakau. Dengan demikian, analisis tren dapat digunakan untuk menggambarkan perkembangan kinerja keuangan perusahaan selama periode penelitian.
Analisis Kinerja Keuangan PT. Charnic Capital Tbk Periode 2020-2025 Dengan Rasio Profitabilitas Dan Solvabilitas Angga Kusumah; Kholida Atiyatul Maula; Achmad Nawawi; Angga Sanita Putra; Nesti Hapsari
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Situasi ekonomi internasional telah menyebabkan fluktuasi yang signifikan di sektor properti dan investasi Indonesia. Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT Charnic Capital Tbk selama periode 2020 hingga 2025 dengan menggunakan rasio profitabilitas dan rasio solvabilitas. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data yang digunakan terdiri dari data sekunder berupa laporan keuangan tahunan perusahaan yang telah diaudit, diperoleh dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Kinerja dianalisis menggunakan beberapa rasio yaitu, Net Profit Margin (NPM), Return on Assets (ROA), Return on Equity (ROE), Debt-to-Asset Ratio (DAR), dan Debt-to-Equity Ratio (DER). Hasil penelitian menunjukkan fluktuasi yang ekstrem dalam tingkat profitabilitas. NPM tetap secara konsisten berkat pendapatan non-operasional yang tinggi, namun efisiensi aset dan ekuitas (ROA dan ROE) sempat turun ke nilai negatif pada pertengahan periode sebelum akhirnya pulih dan melampaui standar industri pada tahun 2025. Sebaliknya, kinerja solvabilitas tetap sangat sehat dan stabil. Rasio DAR dan DER secara konsisten tetap di bawah 2%, menunjukkan bahwa lebih dari 98% aset didanai oleh ekuitas internal. Secara keseluruhan, kemandirian keuangan yang kuat dan risiko utang yang sangat rendah berhasil mempertahankan stabilitas perusahaan meskipun profitabilitas sempat tertekan oleh dinamika pasar.