AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan perilaku berkendara aman pada kelompok pemuda desa melalui edukasi keselamatan lalu lintas berbasis rambu lalu lintas dan marka jalan. Latar belakang kegiatan didasarkan pada masih rendahnya literasi keselamatan berkendara pada pengguna jalan usia muda yang aktif menggunakan kendaraan bermotor, khususnya di lingkungan perdesaan. Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman anggota DKM Karang Taruna Desa Perampuan, Kecamatan Labuapi terhadap fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, dan prinsip perilaku berkendara aman. Mitra sasaran kegiatan adalah 15 anggota aktif Karang Taruna yang terlibat dalam kegiatan sosial masyarakat desa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan sosialisasi edukatif partisipatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi visual, observasi lapangan, serta evaluasi pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 47,3 meningkat menjadi 87,14 pada post-test atau mengalami peningkatan sebesar 39,81 poin. Secara kualitatif, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan marka jalan dalam aktivitas berkendara sehari-hari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi keselamatan lalu lintas berbasis komunitas efektif diterapkan sebagai model penguatan perilaku berkendara aman di wilayah perdesaan. Kata kunci: perilaku berkendara aman; rambu lalu lintas; marka jalan; karang taruna. AbstractThis community service activity was conducted to improve safe riding understanding and behavior among rural youth through traffic safety education based on traffic signs and road markings. The activity was initiated due to the low level of road safety literacy among young road users who actively use motor vehicles, particularly in rural areas. The program aimed to improve the understanding of members of DKM Karang Taruna in Perampuan Village, Labuapi District, regarding the function of traffic signs, road markings, and safe riding principles. The target participants consisted of 15 active youth members involved in village social activities. The implementation method applied a participatory educational approach through interactive lectures, discussions, visual simulations, field observation, and pre-test and post-test evaluation. The results showed a significant increase in participant knowledge, with the average pre-test score rising from 47.3 to 87.14 in the post-test, indicating an increase of 39.81 points. Qualitatively, participants demonstrated improved awareness of the importance of complying with traffic signs and road markings in daily riding activities. This activity indicates that community-based traffic safety education is effective as a model for strengthening safe riding behavior in rural areas. Keywords: safe riding behavior; traffic signs; road markings; youth community.