Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

DESAIN LKPD BERBASIS MASALAH UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN ABAD 21 Nabillah Agmita; Iyon Suyana; Selly Feranie
Journal of Teaching and Learning Physics Vol 6, No 2 (2021): Journal of Teaching and Learning Physics (Agustus 2021)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jotalp.v6i2.10984

Abstract

Pada abad ke-21 masyarakat dituntut untuk dapat mengimbangi kemajuan teknologi informasi, oleh karena itu keterampilan abad ke-21 sangat perlu dilatihkan salah satunya melalui pembelajaran di sekolah. Keterampilan abad ke-21 yang diprioritaskan dalam pembelajaran dikenal dengan 4C (critical thinking, creativity, communication, dan collaboration). Keterampilan abad ke-21 atau 4C dapat dilatihkan melalui berbagai metode, model, dan pendekatan pembelajaran, salah satunya dengan pembelajaran berbasis masalah. Namun, berdasarkan studi pendahuluan ditemukan bahwa guru masih belum melakukan pembelajaran untuk melatihkan keterampilan abad ke-21 dikarenakan keterbatasan waktu dalam menyiapkan perangkat pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh draf perangkat pembelajaran berupa LKPD berbasis masalah pada materi listrik searah. Penelitian ini menggunakan metode R&D dengan model ADDIE. Partisipan dari penelitian ini yaitu 5 orang dosen pendidikan fisika, 2 orang guru, dan 10 orang siswa kelas XII di salah satu SMA di Kota Bandung. Instrumen dari penelitian ini yaitu lembar validasi dan lembar observasi respon peserta didik dan guru. Hasil dari penelitian ini yaitu diperoleh draf akhir LKPD berbasis masalah yang telah divalidasi dan diujicobakan secara terbatas.
UPAYA PENINGKATAN KOMUNIKASI VISUAL DAN PRESTASI BELAJAR SISWA MELALUI KEGIATAN LESSON STUDY DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PICTURE AND PICTURE Jajang Kunaedi; Wiwin Wiwin; Parsaoran Siahaan; Iyon Suyana
Jurnal Pengajaran MIPA Vol 9, No 1 (2007): JPMIPA: Volume 9, Issue 1, 2007
Publisher : Faculty of Mathematics and Science Education, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18269/jpmipa.v9i1.35718

Abstract

Kemampuan siswa dalam mengkomunikasikan konsep-konsep fisika terutama secara visual dirasakan sangat kurang. Hal tersebut berdasarkan hasil observasi awal di kelas VIII - C SMP Laboratorium Percontohan UPI semester 1 tahun pelajaran 2006/2007, yang hanya 17,6 % siswa aktif mengungkapkan ide-idenya baik melalui lisan, tulisan maupun gambar, 88,2 % siswa menyatakan kesulitan memahami konsep-konsep fisika terlebih lagi kalau sudah menyelesaikan soal-soal yang berhubungan dengan pe$amaan matematis, dan rata-rata nilai ulangan siswa (UTS) hanya mencapai 34,10 %. Kesulitan lain yang dirasakan guru adalah ketika mengkondisikan siswa aktif dalam proses pembelajaran. Mengatasi kenyataan tersebut dilakukan penelitian kolaboratif melalui kemitraan dengan jurusan pendidikan fisika dalam kegiatan Lesson Study pada metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model pembelaiaran kooperatif, yang di khususkan dalam meningkatkan kemampuan siswa melalui komunikasi visual. Hasil yang diperoleh ternyata terjadi peningkatan rata-rata komunikasi visual siswa tiap siklus sebesar 46,22 %, dan peningkatan rara-rata prestasi belajar siswa tiap siklus sebesar 49,50 %. Adapun komunikasi visual yang paling banyak dilakukan siswa setiap siklusnya yaitu pada aspek menyajikan gambar dengan indikator menyatakan data hasil penginderaan ke dalam bentuk gambar sebesar 46,67 % untuk siklus satu, 62,22 % untuk siklus dua, dan 71,11 % untuk siklus tiga. Sedangkan komunikasi visual yang paling sedikit dilakukan siswa yaitu pada aspek menstranfer gambar dengan indikator mampu menyatakan konsep dalam bentuk gambar sebesar 13,33 % untuk siklus satu, 26,67 % untuk siklus dua, dan 48,89% untuk siklus tiga.
Desain Pembelajaran untuk Menyelidiki Pengaruh Representational Activity Tasks terhadap Kemampuan Koherensi Representasi pada Materi Ayunan Bandul Sederhana Qori Aina; Iyon Suyana; Arif Hidayat
DIFFRACTION: Journal for Physics Education and Applied Physics Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Pendidikan Fisika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/diffraction.v2i2.1996

Abstract

Fisika merupakan salah satu mata pelajaran yang mempelajari berbagai fenomena di kehidupan sehari-hari. Pada saat mempelajari suatu konsep, prinsip maupun fenomena fisika peserta didik sering kali dihadapkan dengan berbagai representasi seperti persamaan matematis, grafik, tabel, dan diagram benda bebas. Untuk memperoleh sebuah pengetahuan yang utuh peserta didik dituntut untuk mencapai koherensi dari berbagai representasi yang digunakan. Akan tetapi, berdasarkan hasil studi pendahuluan ditemukan bahwa guru jarang sekali melatihkan kemampuan representasi secara eksplisit pada saat pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana desain pembelajaran untuk menyelidiki pengaruh Representastional Activity Tasks terhadap kemampuan koherensi representasi peserta didik pada materi ayunan bandul sederhana. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Research and Development dengan desain penelitian pada model Three-D. Partisipan pada penelitian ini adalah dosen, guru mata pelajaran fisika, serta calon guru yang dimintai respon akademik terhadap desain pembelajaran yang disusun. Selain itu beberapa peserta didik di salah satu SMAN di Kota Bandung sebagai responden untuk melakukan uji soal tes koherensi representasi. Instrumen yang digunakan berupa angket respon akademik terhadap desain pembelajaran dan soal tes koherensi representasi. Hasil analisi respon akademik menunjukkan bahwa desain pembelajaran menunjukkan hasil validitas yang cukup tinggi sehingga bahan ajar telah siap diimplementasikan.
ANALISIS PENINGKATAN KONSISTENSI ILMIAH SISWA PADA PEMBELAJARAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN SCIENTIFIC BERBASIS MULTIREPRESENTASI Iyon Suyana; Shelly Feranie
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 5 (2016): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2016
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.348 KB) | DOI: 10.21009/0305010306

Abstract

The research aimed to determine the improvement and description of students’ scientific consistency in a senior high school after learning using scientific approach based on multiple sepresentasi. The sampel of the research was 31 students with purposive sampling method. The research method used was quasi-experiment with one shot case study design experiment. To determine the studens’ scientific consistency, three-tier test with verbal question, image and mathematical question were applied. The result showed that there is an improvement of students’ scientific consistency in medium category, and for some particular subconcepts showed the improvement in low, medium and high categories. Keywords: scientific consistency, multirepresentation scientific approach
PENGEMBANGAN TES DIAGNOSTIK BERFORMAT FOUR-TIER UNTUK MENGIDENTIFIKASI MISKONSEPSI SISWA PADA TOPIK USAHA DAN ENERGI Dedah Siti Jubaedah; Ida Kaniawati; Iyon Suyana; Achmad Samsudin; Endi Suhendi
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 6 (2017): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2017
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.376 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2017.01.RND.06

Abstract

Abstrak Miskonsepsi merupakan suatu masalah dalam pembelajaran fisika yang cukup menghantui guru dan siswa serta membuat tujuan pembelajaran tidak tercapai dengan baik. Berdasarkan studi literatur, four-tier test dapat digunakan untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang dialami siswa. Meskipun demikian, tes diagnostik dalam bentuk four-tier test belum banyak dikembangkan, salah satunya pada topik Usaha dan Energi. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengembangan tes diagnostik dalam format four-tier untuk topik Usaha dan Energi. Penelitian ini menggunakan model 4D (Defining, Designing, Developing, and Disseminating) dalam mencapai tujuan penelitian. Sampel yang digunakan adalah 30 siswa pada salah satu SMA Negeri di Kota Bandung. Penelitian menghasilkan pengembangan tes diagnostik dalam format four-tier pada topik Usaha dan Energi. Dengan adanya pengembangan ini, miskonsepsi pada topik tersebut dapat dengan mudah diidentifikasi oleh guru. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai pengembangan awal untuk penelitian selanjutnya. abstrak dalam bahasa Indonesia pada bagian ini. Kata-kata kunci: Four-Tier Test, Usaha dan Energi, Miskonsepsi, model 4D. Abstract Misconception is a problem in physics learning that is quite haunting teachers and students and make learning goals are not achieved properly. Based on the literature study, four-tier tests can be used to identify student’s misconceptions. Nevertheless, diagnostic tests in the form of four-tier tests have not been widely developed, one of them on the topic of Work and Energy. Therefore, it is necessary to develop diagnostic tests in a four-tier format for Work and Energy topics. This research uses 4D model (Defining, Designing, Developing, and Disseminating) in achieving research objectives. The sample used 30 students of Senior High School in Bandung. The research resulted development of diagnostic tests in a four-tier format on Work and Energy topics. Given this development, misconceptions on that topic can be easily identified by the teacher. This research can be used as initial development for further research Keywords: Four-Tier Test, Work dan Energi, Misconception, 4D model
ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS Anggia Rizki Permata; Muslim Muslim; Iyon Suyana
PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) Vol 8 (2019): PROSIDING SEMINAR NASIONAL FISIKA (E-JOURNAL) SNF2019
Publisher : Program Studi Pendidikan Fisika dan Program Studi Fisika Universitas Negeri Jakarta, LPPM Universitas Negeri Jakarta, HFI Jakarta, HFI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.68 KB) | DOI: 10.21009/03.SNF2019.01.PE.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan salah satu kemampuan abad 21 yaitu kemampuan berpikir kritis (critical thinking) siswa SMA pada materi Momentum dan Impuls. Subyek penelitian ini adalah siswa SMA tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 20 orang. Kemampuan berpikir kritis mengacu pada indikator kemampuan berpikir kritis Ennis (2011). Instrumen terdiri dari 25 butir soal pilihan ganda yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil penelitian menunjukan kemampuan memberikan penjelasan dasar, membangun keterampilan dasar, inferensi, membuat penjelasan lebih lanjut, strategi dan taktik. Kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah dan kemampuan membuat penjelasan lebih lanjut memiliki nilai yang lebih rendah dibandingkan kemampuan lainnya. This study aims to describe one of the capabilities of the 21st century, critical thinking of high school students on momentum and impulse concepts for 2018/2019 the academic year. The subject of this study were senior high school students totaling 20 people. Critical thinking ability refers to the indicators of Ennis’s critical thinking skills (2011). The instrument consists of 25 questions with multiple choice that have been validated by experts. The results of the study show the ability to provide basic explanations, build basic skill, inference, making further explanations, strategies and tactics. Students’ critical thinking skills are still relatively low, the ability making further explanations has a lower value than other abilities.
PENGEMBANGAN ELECTRICITY CONCEPT TEST BERFORMAT FOUR-TIER TEST Invea Nur Mukti Lestari; Iyon Suyana; Agus Jauhari
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 3, No 1 (2018): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.883 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v3i1.10943

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Electricity Concept Test (ECT) berformat four-tier test sebagai sebuah alat tes yang mampu mengungkap miskonsepsi peserta didik pada materi listrik statis. Instrumen dikembangkan dari instrumen ECT oleh Esra Bilal dan Mustofa Erol berupa two-tier open ended question, dengan langkah-langkah sebagai berikut: adaptasi kurikulum, adaptasi bahasa, menentukan option jawaban, uji coba dan evaluasi. Uji coba dilakukan terhadap siswa SMA di kabupaten Bandung Barat. Hasil uji coba menunjukkan instrumen yang dikembangkan mampu mengungkap peserta didik yang miskonsepsi, tidak menguasai konsep, menguasai konsep sebagian dan menguasai konsep. Analisis lebih lanjut dari hasil uji coba merekomendasikan perlu perbaikan berupa: perbaikan Bahasa serta distraktor agar dapat ditindaklanjuti untuk uji coba lebih luas. Kata kunci: listrik statis; ECT; miskonsepsi; four-tier test ABSTRACT This research aimed to develop the Electricity Concept Test (ECT) four-tier test formatted as a diagnostic test which can revealed student’s misconception at electrostatic. The instrument was developed from the ECT instrument by Esra Bilal and Mustafa Erol in the form of a two-tier open ended question, with the following steps: curriculum adaptation, language adaptation, choice of options, trials, and evaluation. The isntrument has been tested on high school students in the regency of West Bandung. The results of the test showed that the developed instrument is able to showed the students who misconception, do not understand the concept, partially understand and understand the concept. Further analysis of the trial results recommends improvements in the form of: Language improvement and the distractors to be followed up for a wider trial. Keywords: electrostatic; ECT; misconception; four-tier test
Upaya Meningkatkan Kemampuan Representasi Visual Siswa melalui Penerapan Pembelajaran Berbasis Masalah pada Pembelajaran Hukum Newton Rana Marzuqah; Lily Amalia; Andhy Setiawan; Iyon Suyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.597 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15817

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan representasi visual siswa melalui penerapan pembelajaran berbasil masalah pada pembelajaran Hukum Newton. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 6 Bandung pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 pada bulan September dan Oktober tahun 2018. Subjek dalam penelitian ini adalah 35 siswa kelas X MIPA 5 dengan menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Pada siklus I untuk indikator membuat gambar sketsa sebesar 57,14% dinyatakan tuntas dan untuk indikator membuat diagram bebas benda sebesar 37,14% dinyatakan tuntas. Pada siklus II untuk indikator membuat gambar sketsa sebesar 77,14% dinyatakan tuntas dan untuk indikator membuat diagram bebas benda sebesar 51,43% dinyatakan tuntas. Kesimpulannya ialah melalui penerapan pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan representasi visual siswa kelas X MIPA 5 pada pembelajaran Hukum Newton. Kata Kunci: Hukum Newton, pembelajaran berbasis masalah, penelitian tindakan kelas, representasi visual ABSTRACTThe purpose of this study was to improve the visual representation ability of students through the application of problem based learning in Law of Newton learning. This study was conducted in the State High School 6 of Bandung in the odd semester of the academic year 2018/2019 in September and Oktober 2018. The subjects for this study were 35 students of X MIPA 5 using a classroom action research design in two cycles. In the cycle I for the indicator of making sketch pictures reached 57,14% and for the indicator of making free body diagrams reached 37,14%. In the cycle II for the indicator of making sketch pictures reached 77,14% and for the indicator of making free body diagrams reached 51,43%. It was concluded that through the application of problem based learning could improve the visual representation ability of students of X MIPA 5 in Law of Newton learning. Keywords: classroom action research, Law of Newton, problem based learning, visual representation
Profil Miskonsepsi Siswa berdasarkan Hasil Tes Diagnostik Four Tier Test pada Materi Fluida Statis Shofyan Sholahuddin; Heni Rusnayati; Iyon Suyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 2 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.925 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i2.20201

Abstract

Miskonsepsi sering terjadi dalam pembelajaran fisika di SMA, salah satunya terjadi pada materi fluida statis. Miskonsepsi jika dibiarkan berlarut-larut tentunya akan menimbulkan masalah bagi siswa dalam memahami materi pada pembelajaran berikutnya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui profil miskonsepsi siswa terkait konsep fisika di materi fluida statis. Untuk mengetahui miskonsepsi yang terjadi, peneliti menggunakan tes diagnostik four tier test. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif yang dilakukan pada 31 siswa SMA di Kota Bandung. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data miskonsepsi yang terjadi di dalam konsep tekanan pada fluida yaitu: 41,94% terjadi pada tekanan hidrostatis dan 41,94% terjadi pada tekanan pada fluida dalam sistem tertutup. Adapun pada konsep gaya apung yaitu: 38,71% terjadi pada keterkaitan volume benda tercelup terhadap gaya apung dan 32,26% terjadi pada keterkaitan massa jenis fluida terhadap gaya apung. Hasil penelitian ini dijadikan pertimbangan untuk mengembangkan pembelajaran dengan penerapan bahan ajar Conceptual Change Text (CCT).      Kata Kunci:  Fluida Statis; Four tier test; Miskonsepsi ABSTRACT Misconceptions often occur in learning physics in senior high school, one of which occurs in static fluid. The ignored misconception will cause problems for students when understanding the material in the next learning. This research was conducted to determine the profile of students' misconceptions regarding the concept of physics in static fluid. To find the occured misconception, researcher used the diagnostic test four tier test. This research employed quantitative descriptive method which was conducted on 31 students of senior high school in Bandung. From the results of the research that had been executed, the obtained data on misconceptions that occur in the concept of pressure on the fluid, namely: 41.94% occurs in hydrostatic pressure and 41.94% occurs in the pressure on the fluid in an isolation system. As for concept of buoyancy, namely: 38.71% occurs in the relationship of the volume of immersed objects to buoyancy force and 32.26% occurs in the relation of fluid density to buoyancy force. The results of this study were taken into consideration to develop learning with the application of Conceptual Change Text (CCT) teaching materials. Keywords:  Static Fluid; Four Tier Test; Misconception
Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Menggunakan Model Inkuiri Terbimbing Pada Pembelajaran Kinematika Gerak Lurus Renita Putri Lestari; Lily Amalia; Andhy Setiawan; Iyon Suyana
WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) Vol 4, No 1 (2019): WaPFi (Wahana Pendidikan Fisika) 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.568 KB) | DOI: 10.17509/wapfi.v4i1.15818

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa menggunakan model inkuiri terbimbing pada pembelajaran kinematika gerak lurus. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek 35 siswa kelas X MIPA 6 SMAN 6 Bandung, 20 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi untuk mengamati aktivitas siswa khususnya aktivitas verbal (mengeluarkan pendapat, bertanya), aktivitas mental (menanggapi), dan aktivitas fisik (melakukan percobaan) serta mengamati keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing. Pada siklus 1, persentase siswa yang mengeluarkan pendapat 41,18%, bertanya 66,18%, menanggapi 31,62% dan melakukan percobaan 46,32%. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus 1 adalah 46,32%. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing pada siklus 1 mencapai 82,35% dengan 3 langkah pembelajaran yang belum terlaksana. Berdasarkan data tersebut, model inkuiri terbimbing dinyatakan belum berhasil meningkatkan aktivitas belajar siswa karena belum mencapai indikator keberhasilan sebesar 75%. Pada siklus 2, persentase siswa yang mengeluarkan pendapat 78,03%, bertanya 84,85%, menanggapi 83,58% dan melakukan percobaan 85,61%. Rata-rata aktivitas belajar siswa pada siklus 2 adalah 82,77%. Keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model inkuiri terbimbing pada siklus 2 mencapai 100% dengan semua langkah pembelajaran telah terlaksana. Berdasarkan data tersebut, model inkuiri terbimbing dinyatakan berhasil meningkatkan aktivitas belajar siswa pada pembelajaran kinematika gerak lurus. Kata Kunci: aktivitas belajar siswa; model inkuiri terbimbing; kinematika gerak lurus; penelitian tindakan kelas ABSTRACTThis study is a classroom action research which aims to improve students’ learning activities using guided inquiry model on straight kinematic movement lesson. The study was conducted on the first semester on academic year of 2018/2019 with 35 subjects of  X MIPA 6 SMAN 6 Bandung students, 20 male students and 15 female students. The data collection technique was done by observing students’ activities especially on verbal activity (giving and asking opinion), mental activity (responding), and physical activity (experimenting) also observing the phases of learning activities using guided inquiry model. On 1st cycle, percentage of students giving opinion is 41,18%, asking opinion 66,18%, responding to opinion 31,62% and experimenting 46,32%. The average of learning activity of the 1st cycle is 46,32%. Learning completion using guided inquiry model on 1st cycle reaches 82,35% with 3 incomplete steps of learning. Based on the data, guided inquiry model has not been able to improve students’ leaning activities because it hasn’t reached its indicator of completion for 75%. On 2nd cycle, percentage of students giving opinion is 78,03%, asking opinion 84,85%, responding to opinion 82,58% dan experimenting 85,61%. The average of learning activity done on 2nd cycle is 82,77%. Learning activities completion using guided inquiry model on 2nd cycle reached 100% with all leaning steps completed. Based on the data, guided inquiry model is improving students’ learning activities on straight kinematic movement. Keywords: students’ learning activities; guided inquiry model; straight kinematic movement; classroom action research.