Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Konten Youtube Yuk Ngaji TV Terhadap Peningkatan Pengetahuan Agama Islam di Kalangan Subscribernya Hana Hanifah Amatulloh; Ida Afidah; Asep Ahmad Sidiq
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i1.6520

Abstract

Abstract. The phenomenon of Islamic preaching through digital platforms, one of which is YouTube, offers various features that provide users with convenience, including enhancing their knowledge of Islam. This study aims to analyze the impact of YouTube content from Yuk Ngaji TV on increasing Islamic religious knowledge among its subscribers. YouTube, as a digital preaching medium, is becoming increasingly popular, especially among the younger generation. Yuk Ngaji TV presents religious content in an engaging and interactive manner, making it a potential tool for improving Islamic understanding. However, there is an issue regarding how subscribers perceive and receive the messages conveyed.  This study employs a quantitative research method. Data was collected through questionnaires distributed to Yuk Ngaji TV subscribers. The findings indicate that Yuk Ngaji TV content contributes to a 48.6% increase in Islamic religious knowledge, while the remaining 51.4% is influenced by other factors not examined in this study.  Abstrak. Fenomena dakwah Islam melalui platform digital salah satunya yaitu platform YouTube yang memiliki berbagai fitur memberikan pengguna kemudahan termasuk dalam meningkatkan pengetahuan agama Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konten YouTube Yuk Ngaji TV terhadap peningkatan pengetahuan agama Islam di kalangan subscribernya. Platform YouTube sebagai media dakwah digital semakin diminati, khususnya oleh generasi muda. Yuk Ngaji TV menghadirkan konten religius yang dikemas secara menarik dan interaktif, sehingga memiliki potensi untuk meningkatkan pemahaman agama Islam. Terdapat masalah yaitu dalam proses penerimaan pesan yang dirasakan oleh subscriber. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada subscriber Yuk Ngaji TV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari konten Yuk Ngaji TV dengan peningkatan pengetahuan agama Islam sebesar 48,6% dan 51,4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
Strategi Dakwah Kang Cecep pada Akun Instagran @cleanermasjid Firdousy Sabbih Muhammad; Ida Afidah; Fauzi Arif
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i1.6557

Abstract

Abstract. The media for da'wah continues to develop very quickly. The emergence of social media in society clearly has an impact on da'wah methods. This research is based on Cecep, the owner of the @cleanermasjid account, who is one of the creators of da'wah content on the account and implements da'wah strategies through the account. The purpose of this study is to analyze the content on the @cleanermasjid account and find out the da'wah strategy applied in the account. The research method used is descriptive qualitative, using Albayanuni's da'wah strategy theory of posts on the account over a period of time. The results showed that @cleanermasjid uses digital da'wah methods by utilizing Instagram features and spreading its da'wah messages through mosque cleanliness. By using sentimental, rational, and sensory da'wah strategies, they provide good teaching to others. Cecep started his da'wah on Instagram from the beginning of 2024 and continues to be active until now. Abstrak. Media dakwah terus berkembang dengan sangat cepat. Munculnya media sosial di masyarakat jelas berdampak pada metode dakwah. Penelitian ini didasarkan pada Cecep, pemilik akun @cleanermasjid, yang merupakan salah satu kreator konten dakwah di akun tersebut dan menerapkan strategi dakwah melalui akun tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konten di akun @cleanermasjid dan mengetahui strategi dakwah yang diterapkan di akun tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, menggunakan teori strategi dakwah Albayanuni terhadap postingan di akun tersebut selama periode waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa @cleanermasjid menggunakan metode dakwah digital dengan memanfaatkan fitur Instagram dan menyebarkan pesan dakwahnya melalui kebersihan masjid. Dengan menggunakan strategi dakwah sentimental, rasional, dan indrawi, mereka memberikan pengajaran yang baik kepada orang lain. Cecep memulai dakwahnya di Instagram dari awal tahun 2024 dan terus aktif hingga saat ini.
Analisis Pesan Dakwah dalam Kitab Maulid Ad-Dhiyaaul Laami' Karya Habib Umar bin Hafidz Jihan Nurhabibah; Ida Afidah; Asep Ahmad Sidiq
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 1, Juli 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i1.6669

Abstract

Abstract. This research aims to analyze the Da'wah messages contained in the book Maulid Ad-Dliyaaul Laami' authored by Habib Umar Muhammad Bin Salim Bin Hafidz. The study employs a qualitative method with a descriptive research type using Charles S. Pierce's Semiotic Analysis theory. The focus of this research is to identify and analyze the messages contained in the Maulid Ad-Dliyaaul Laami' as a reference for Muslims in achieving a comprehensive Muslim life. The analysis results reveal that through Charles S. Pierce's Semiotic Analysis, twelve texts containing Da'wah messages were identified in the Maulid Ad-Dliyaaul Laami', resulting in messages of obedience, repentance, patience, trust, gratitude, chastity, humility, equality, brotherhood, optimism, honesty, and trustworthiness. These twelve Da'wah message texts can be categorized into three areas of focus: three texts related to belief messages, five texts associated with Sharia messages, and five texts highlighting moral messages. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Pesan Dakwah dalam Kitab Maulid Ad-Dliyaaullaami’ Karya Habib Umar Muhammad Bin Salim Bin Hafidz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif menggunakan teori Analisis Semiotika Charles S. Pierce. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pesan yang terkandung dalam Kitab Maulid Ad-Dliyaaul Laami' untuk menjadi acuan seorang muslim dalam mencapai kehidupan muslim yang kaffah. Hasil analisis pesan Dakwah yang terkandung dalam kitab Maulid Ad-Dliyaaul laami' ialah diuraikan makna yang terkandung dalam teks-teks nadhom atau syair menggunakan Analisis Semiotika dari Charles S. Pierce. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Melalui Analisis Semiotika Charles S. Pierce ditemukan dua belas teks yang mengandung Pesan Dakwah dalam kitab Maulid Ad-Dliyaaul Laami' karya Habib Umar bin Hafidz yang menghasilkan Pesan dakwah; Ketaatan, Taubat, Sabar, Tawakal, Syukur, Iffah, Tawadhu, Musawwah, Ukhuwah, Optimis, Jujur dan Amanah. Dari ke-dua belas teks pesan Dakwah tersebut yang dapat dikategorikan ke dalam tiga area fokus pesan dakwah yaitu tiga teks dikaitkan dengan pesan aqidah, lima teks berhubungan dengan pesan syariah, dan lima teks lainnya menyoroti pesan akhlak.
Pesan Dakwah Akhlak dalam Kitab Alaa Laa Rasyid, Abdullah; Afidah, Ida; Arif, Muhammad Fauzi
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 5 No. 2 (2025): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v5i2.18486

Abstract

Abstract. Alaa Laa is a collection of poetry about morals compiled into a book totaling 37 verses. What makes this book attractive to research is that the identity of the author and the year it was published are unknown, and the title is taken directly from the beginning of the first stanza. This study aims to analyze the meaning contained in the book Alaa Laa to find out the da'wah messages in the moral aspects contained in the book. This type of research is Library Research, which is qualitative in nature. The data obtained in this study is from the Alaa Laa book in the form of verses of poetry which were then analyzed using the Takwil and Hermeneutic analysis methods. The results of the analysis are then classified according to the theory of the Moral Da'wah Message to find the moral da'wah messages contained in the poetry book Alaa Laa. The results of this study indicate that the book Alaa Laa is full of messages in the aspects of morality, including: Morals towards oneself, such as patience and perseverance; morals towards others, such as easy forgiveness and hospitality; and despicable morals that must be avoided, such as talkativeness, prejudice, enmity and pitting one another against each other. Abstrak. Alaa Laa merupakan sebuah kitab kumpulan syair tentang akhlak yang berjumlah 37 baris. Yang menjadi daya tarik kitab ini bagi peneliti adalah bahwa kitab ini tidak diketahui identitas pengarang maupun tahun diterbitkannya, serta judulnya diambil dari awal bait pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam Kitab Alaa Laa untuk diketahui pesan dakwah dalam aspek akhlak yang terkandung dalam kitab tersebut. Jenis penelitian ini adalah Library Research atau penelitian perpustakaan, yang bersifat kualitatif. Data yang didapat dalam penelitian ini bersumber dari kitab Alaa Laa yang berupa bait-bait syair yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis Takwil dan Hermeneutik. Hasil analisis kemudian diklasifikasi sesuai teori Pesan Dakwah Akhla untuk menemukan Pesan Dakwah Akhlak yang terkandung dalam kitab syair Alaa Laa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kitab Alaa Laa sarat dengan pesan dakwah aspek akhlak, diantaranya: Akhlak terhadap diri sendiri, seperti sabar dan tekun; akhlak terhadap orang lain, seperti mudah memaafkan dan silaturahmi; dan akhlak tercela yang harus dihindari, seperti banyak bicara, berprasangka buruk, hasad dan mengadu domba.
DAKWAH SEBAGAI AKTIVITAS SEJARAH Yulianti; Fitriani Aisyah, Fia; Afidah, Ida
HIKMAH : Jurnal Dakwah Dan Sosial Volume 5, No.2, Oktober 2025
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah (Universitas Islam Bandung)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/hikmah.v5i2.7297

Abstract

ِThe history of Islamic da'wah is generally divided into three periods, namely: the classical, medieval and modern periods. These three periods have different characteristics, each with their own advantages and disadvantages. During the Nubuwwah period, it was divided into 2 phases, namely the Mecca and Medina phases. Whereas in the Mecca phase the Prophet's preaching was carried out in secret, the target starting from those closest to him, whereas in the Madinnah phase the Prophet's preaching was carried out openly, the target of his preaching was the elite (figures) of society. After the Prophet Muhammad died, the implementation of da'wah was continued by khulafa ar-râsyidin. During this period, the spread and teaching of Islam, as well as the application of Islamic law in people's lives, was accompanied by the expansion of areas where Islam spread. After that, Islamic preaching was continued by the Daulah government, namely the Umayyah Daulah, Abasiah, Usmaniah, Fathimiyyah, and others. Sejarah dakwah Islam secara umum dibagi kepada tiga periode, yaitu: periode klasik, pertengahan dan modern. Ketiga periode tersebut memiliki karakteristik yang berbeda, memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pada masa nubuwwah terbagi menjadi  2  fase,  yaitu  fase mekkah dan madinnah. Dimana pada fase mekkah dakwah nabi dilakukan secara sembunyi-sembunyi, sasarannya dimulai dari orang- orang terdekat sedangkan pada fase madinnah dakwah nabi sudah dilakukan secara terang- terangan, sasaran dakwahnya adalah kaum elite (tokoh) masyarakat. Setelah Nabi Muhammad wafat, pelaksanaan dakwah dilanjutkan oleh khulafa ar- râsyidin. Pada masa ini, penyebaran dan pengajaran Islam serta penerapan syariat Islam dalam kehidupan masyarakat, diiringi dengan meluasnya daerah penyebaran Islam. Setelah itu dakwah Islam dilanjutkan oleh pemerintah Daulah, yaitu Daulah Umayyah, Abasiah, Usmaniah, Fathimiyyah, dan lain-lain.
Pesan Dakwah Akhlak dalam Kitab Alaa Laa Abdullah Rasyid; Ida Afidah; M. Fauzi Arif
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8276

Abstract

Abstract. Alaa Laa merupakan sebuah kitab kumpulan syair tentang akhlak yang berjumlah 37 baris. Yang menjadi daya tarik kitab ini bagi peneliti adalah bahwa kitab ini tidak diketahui identitas pengarang maupun tahun diterbitkannya, serta judulnya diambil dari awal bait pertama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam Kitab Alaa Laa untuk diketahui pesan dakwah dalam aspek akhlak yang terkandung dalam kitab tersebut. Jenis penelitian ini adalah Library Research atau penelitian perpustakaan, yang bersifat kualitatif. Data yang didapat dalam penelitian ini bersumber dari kitab Alaa Laa yang berupa bait-bait syair yang kemudian dianalisis menggunakan metode analisis Takwil dan Hermeneutik. Hasil analisis kemudian diklasifikasi sesuai teori Pesan Dakwah Akhlak untuk menemukan Pesan Dakwah Akhlak yang terkandung dalam kitab syair Alaa Laa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kitab Alaa Laa sarat dengan pesan dakwah aspek akhlak, diantaranya: Akhlak terhadap diri sendiri, seperti sabar dan tekun; akhlak terhadap orang lain, seperti mudah memaafkan dan silaturahmi; dan akhlak tercela yang harus dihindari, seperti banyak bicara, berprasangka buruk, hasad dan mengadu domba. Abstrak. Alaa Laa is a collection of poetry about morals compiled into a book totaling 37 verses. What makes this book attractive to research is that the identity of the author and the year it was published are unknown, and the title is taken directly from the beginning of the first stanza. This study aims to analyze the meaning contained in the book Alaa Laa to find out the da'wah messages in the moral aspects contained in the book. This type of research is Library Research, which is qualitative in nature. The data obtained in this study is from the Alaa Laa book in the form of verses of poetry which were then analyzed using the Takwil and Hermeneutic analysis methods. The results of the analysis are then classified according to the theory of the Moral Da'wah Message to find the moral da'wah messages contained in the poetry book Alaa Laa. The results of this study indicate that the book Alaa Laa is full of messages in the aspects of morality, including: Morals towards oneself, such as patience and perseverance; morals towards others, such as easy forgiveness and hospitality; and despicable morals that must be avoided, such as talkativeness, prejudice, enmity and pitting one another against each other.
Pola Komunikasi Ustadzah Idah Saidah dalam Pembinaan Keagamaan Nasywa Zaqiyah Raihani; Ida Afidah; Sausan Muhammad Sholeh
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9947

Abstract

Abstract. This research is motivated by the crucial role of communication in religious guidance within majelis taklim, particularly for housewives with diverse religious education backgrounds. Majelis Taklim Adz-Dzikro in Kampung Cilokotot serves as a space for guidance that not only delivers religious materials but also fosters active and dialogic interactions. This study aims to describe the religious guidance programs and analyze the communication patterns of Ustadzah Idah Saidah in fostering aqidah (creed), syariah (Islamic law), and akhlak (morals). Employing a qualitative approach with descriptive methods through interviews, observation, and documentation, data analysis utilizes the Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) theory, encompassing needs for inclusion, control, and affection. The findings reveal multi-directional communication patterns where participants actively engage in discussions and Q&A. Interpersonal needs vary across guidance aspects: aqidah emphasizes inclusion and affection, syariah emphasizes control and affection, while akhlak emphasizes inclusion and affection. These patterns effectively support religious guidance at Majelis Taklim Adz-Dzikro. Abstrak. Artikel ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran komunikasi dalam pembinaan keagamaan di majelis taklim, khususnya bagi jamaah ibu-ibu dengan latar belakang pendidikan agama yang beragam. Majelis Taklim Adz-Dzikro Kampung Cilokotot menjadi ruang pembinaan yang tidak hanya menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga membangun interaksi yang aktif dan dialogis. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan program pembinaan keagamaan serta menganalisis pola komunikasi Ustadzah Idah Saidah dalam pembinaan aqidah, syariah, dan akhlak. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teori Fundamental Interpersonal Relations Orientation (FIRO) yang meliputi kebutuhan inclusion, control, dan affection. Hasil artikel menunjukkan bahwa pola komunikasi yang digunakan bersifat multi arah, di mana jamaah terlibat aktif dalam diskusi dan tanya jawab. Kebutuhan interpersonal jamaah berbeda pada tiap aspek pembinaan, yaitu aqidah menekankan inclusion dan affection, syariah menekankan control dan affection, serta akhlak menekankan inclusion dan affection. Pola komunikasi ini terbukti mendukung pembinaan keagamaan di Majelis Taklim Adz-Dzikro.
Pemanfaatan Tiktok sebagai Sarana Dakwah bagi Mahasiswa KPI UNISBA Devid Fernanda Hendy Ramadhan; Ida Afidah; Muhammad Fadhli Muttaqien
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9948

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the use of TikTok as a means of da'wah by students of the Islamic Broadcasting Communication (KPI) Study Program at Bandung Islamic University, class of 2021, and to identify the obstacles encountered in this process. The study used a qualitative approach with descriptive methods through questionnaires and structured interviews. Data analysis was based on Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation Theory, specifically on aspects of innovation, communication channels, and social systems. The results showed that TikTok was used as a da'wah medium by the research subjects based on positive responses from interviews and positive results from questionnaires. However, there were obstacles in its use, including limited technical capabilities in content production, difficulties in simplifying da'wah materials, content consistency, and negative responses from some audiences. This study confirms that the use of digital da'wah media through TikTok by students of the Islamic Broadcasting Communication (KPI) Study Program at Bandung Islamic University, class of 2021 is good, although it is still greatly influenced by individual readiness, social environment, and time factors in accepting media innovations. Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial TikTok sebagai sarana dakwah oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung angkatan 2021 serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui kuesioner dan wawancara terstruktur. Analisis data didasarkan pada Teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers, khususnya pada aspek inovasi, saluran komunikasi, dan sistem sosial. Hasil artikel menunjukkan bahwa TikTok dimanfaatkan sebagai media dakwah oleh subjek artikel berdasarkan respon positif dari wawancara dan hasil positif dari kuesioner namun terdapat kendala pemanfaatan berupa keterbatasan kemampuan teknis produksi konten, kesulitan menyederhanakan materi dakwah, konsistensi konten, serta respons negatif dari sebagian audiens. Artikel ini menegaskan bahwa pemanfaatan media dakwah digital melalui TikTok oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung angkatan 2021 sudah baik meskipun masih sangat dipengaruhi oleh kesiapan individu, lingkungan sosial, dan faktor waktu dalam menerima inovasi media.
Komunikasi Partisipatif Remaja Masjid dalam Revitalisasi Pengajian Aira fauziah; Ida Afidah; N Sausan Muhamad Shaleh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 111-120
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24039

Abstract

Abstract. This study aims to describe the implementation of participatory communication by the Al-Mu'awanah Mosque Youth Organization in revitalizing the Islamic study program in Pasirwangi District, Garut Regency. This research employed a qualitative approach using a descriptive analytical method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the administrators and members of the Al-Mu'awanah Mosque Youth Organization. The collected data were analyzed through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that participatory communication was implemented through dialogue, equality, and critical awareness. Dialogue was reflected in two-way communication between the administrators and members. Equality was demonstrated through equal opportunities for all members to express their opinions and participate in decision-making. Critical awareness was reflected in the members' understanding of the importance of active participation in the development of religious programs. The implementation of participatory communication contributed to increasing youth participation in Islamic study activities and supported the optimization of the mosque's function as a center for religious guidance and community development. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan komunikasi partisipatif yang dilakukan oleh Remaja Masjid Al-Mu'awanah dalam upaya revitalisasi program pengajian di Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pengurus serta anggota Remaja Masjid Al-Mu'awanah. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi partisipatif diwujudkan melalui dialog, kesetaraan, dan kesadaran kritis. Dialog tercermin dari adanya komunikasi dua arah yang berlangsung antara pengurus dan anggota. Kesetaraan terlihat dari terbukanya kesempatan bagi setiap anggota untuk menyampaikan pendapat serta berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan. Sementara itu, kesadaran kritis ditunjukkan oleh pemahaman anggota mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam pengembangan program-program keagamaan. Penerapan komunikasi partisipatif tersebut memberikan dampak positif terhadap meningkatnya partisipasi remaja dalam kegiatan pengajian serta mendukung optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pembinaan dan pengembangan kehidupan keagamaan masyarakat.
Nilai Dakwah dalam Novel Bumi Cinta: Kajian Semiotika Roland Barthes Lupita Dewi; Ida Afidah; N Sausan Muhammad Sholeh
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 157-164
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.24484

Abstract

Abstract. This study analyzes the da’wah (Islamic propagation) values contained in the novel Bumi Cinta by Habiburrahman El Shirazy using Roland Barthes’ semiotic analysis. The background of this research is the phenomenon of promiscuity, pornography, and cultural liberalization in the era of globalization, which challenges the faith of young Muslims, while literary works are considered an effective medium of da'wah bil-qalam (propagation through writing) that has not been widely examined through the lens of semiotics beyond a general classification of values. This research employs a qualitative approach with a descriptive-content analysis method. The object of research is the novel Bumi Cinta, and the data sources consist of the novel's text, dialogues, narratives, and the author's statements in the prologue and a book discussion session. Data were collected through observation, indirect interview, and documentation, then analyzed through the stages of identifying signifiers and signified, followed by denotative, connotative, and mythical meanings. The results show that of 51 semiotic signs identified, 12 were analyzed in depth, yielding four values of aqidah (belief in Allah's compassion, guidance, tawakal, and greatness), three values of syariah (performing acts of worship and preserving lineage through marriage), and five values of akhlak (self-control, compassion, open-heartedness, self-reflection, and chastity). This research concludes that literary works can serve as an effective medium of da'wah in conveying Islamic teachings to readers across generations. Abstrak. Penelitian ini menganalisis nilai dakwah dalam novel Bumi Cinta karya Habiburrahman El Shirazy menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Latar belakang penelitian ini adalah fenomena pergaulan bebas, pornografi, dan liberalisasi budaya di era globalisasi yang menjadi tantangan bagi keimanan generasi muda Muslim, sementara karya sastra dipandang sebagai media dakwah bil-qalam yang efektif namun belum banyak dikaji melalui pendekatan semiotika secara mendalam, sebatas pengelompokan nilai secara umum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analisis isi. Objek penelitian adalah novel Bumi Cinta, dengan sumber data berupa teks novel, dialog, narasi, serta pernyataan penulis dalam prolog dan acara bedah buku. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara tidak langsung, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan identifikasi penanda dan petanda, dilanjutkan dengan makna denotatif, konotatif, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 51 tanda semiotik yang ditemukan, 12 tanda dianalisis secara mendalam dan menghasilkan empat nilai akidah (keyakinan terhadap kasih sayang, hidayah, tawakal, dan kebesaran Allah), tiga nilai syariah (pelaksanaan ibadah dan menjaga keturunan melalui pernikahan), serta lima nilai akhlak (pengendalian diri, kasih sayang, keterbukaan hati, muhasabah, dan menjaga kesucian diri). Penelitian ini menyimpulkan bahwa karya sastra dapat menjadi media dakwah yang efektif dalam menyampaikan ajaran Islam kepada pembaca lintas generasi.